Platform Screen Doors Alami Kendala, Penumpang MRT Singapura Terjebak Delay Dua Jam!

Gegara platform screen doors rusak, kereta komuter Singapore MRT (SMRT) di North South Line mengalami keterlambatan hingga kurang lebih dua jam lamanya. Sialnya, kejadian ini terjadi ketika peak hours, yang sudah barang tentu berimbas pada penumpukan penumpang yang luar biasa. Tidak mau penumpangnya kecewa, pihak SMRT pun kembali mengeluarkan armada bus cadangannya untuk mengangkut penumpang yang telah lama menunggu.

Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors?

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kejadian ini sendiri terjadi pada Kamis (17/5/2018) kemarin sekitar pukul enam sore. Melalui jejaring sosial Twitter, pihak SMRT mengumumkan keterlambatan pemberangkatan armada dari Ang Mo Kio ke Dhoby Ghaut menuju Marina South Pier selama kurang lebih 15 menit.

Tak lama berselang, melalui jejaring sosial media yang sama, pihak SMRT kembali memberikan informasi penambahan waktu tunggu penumpang menjadi 25 menit. Hingga akhirnya pada pukul 18.45 waktu setempat, status delay tersebut ditingkatkan lagi menjadi 35 menit dari jadwal semua. Dan puncaknya terjadi pada pukul 19.40 waktu setempat, dimana keterlambatan waktu pemberangkatan penumpang meningkat lagi menjadi 45 menit.

Sumber: straitstimes.com

Dalam cuitan terpisah, pihak SMRT yang merasa pihaknya harus bertanggungjawab atas kekacuan yang sudah mereka timbulkan, lalu menyediakan layanan bus gratis yang menghubungkan Novena dan Marina South Pier. Dalam sebuah video yang diunggah oleh salah seorang komuter yang turut terjebak pada kejadian kemarin, tampak platform screen doors yang menjadi pembatas antara peron dan rel di jaringan kereta bawah tanah Singapura ini enggan menutup, sehingga sinkronisasi antara pintu kereta dan platform screen doors ini tidaklah terjadi.

Baru akhirnya pada pukul 20.08 waktu setempat, setelah kurang lebih dua jam berkutat membenahi bagian yang rusak, pihak SMR mengumumkan bahwa pengoperasian jalur mereka sudah kembali berjalan normal, dan penumpukkan penumpang bisa segera ditanggulangi. Berdasarkan kesaksian Harvinder Singh, seorang komuter yang terjebak di Stasiun Dhoby Ghaut pada pukul 18.20 menuturkan bahwa kondisi di dalam sangatlah ramai dan platform screen doors tidak mau menutup.

“Pihak SMRT menangani masalah ini dengan baik meskipun … kereta perlu menurunkan kecepatannya untuk memastikan keselamatan penumpang, dan staf SMRT tetap memastikan keselamatan penumpang tetaplah terjaga,” terang Harvinder.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, platform screen doors ini tidak hanya berfungsi sebagai penahan agar penumpang tidak nyelonong ke rel, tapi juga bertugas sebagai pengatur sirkulasi udara dan penyesuai suhu ruangan. Selain itu, platform screen doors pun mampu menahan terpaan angin yang ditimbulkan ketika kereta lewat langsung.

Agar Gadget Anda Tangguh Tanpa Boros Baterai? Cari Tahu Caranya di Sini!

Tidak terasa, sebentar lagi pemberitaan di dalam negeri akan dipenuhi oleh laporan tentang situasi mudik 2018. Bagi Anda semua yang sudah mulai merencanakan untuk pulang ke kampung halaman, ada baiknya Anda mulai mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Termasuk rencana untuk membunuh waktu selama perjalanan yang hampir dapat dipastikan akan diwarnai oleh jutaan lampu rem kendaraan bermotor.

Baca Juga: 4 Gadget Canggih Ini Siap Dampingi Perjalanan Anda

Untuk menghabiskan waktu ditengah kemacetan, sebenarnya Anda dapat memaksimalkan gadget yang Anda miliki – mulai dari mendengarkan musik, membaca e-book, hingga bermain games. Rentetan pertanyaan pun mulai datang menghinggapi, “Bagaimana jika baterai gadget kita habis?”, “Berapa buah powerbank yang harus kita siapkan supaya baterai gadget kita tidak mati?”, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, baterai ponsel tidak boros jika hanya digunakan untuk mendengarkan musik atau membaca e-book yang sebelumnya sudah kita unduh. Namun ada beberapa pengaturan yang harus Anda personalisasi terlebih dahulu, seperti mengurangi brightness layar, mematikan mode getar, hingga mempersingkat waktu stand by gadget Anda.

Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, penggunaan internet yang kurang stabil faktanya akan mempengaruhi kinerja baterai gadget Anda. Maka dari itu, Anda disarankan untuk mematikan mobile data ketika tengah melakukan perjalanan, dengan tujuan untuk ‘memperpanjang umur’ dari baterai Anda secara keseluruhan.

Jika mobile data sudah mati, maka secara otomatis Anda tidak bisa memainkan games online pada gadget. Cara agar Anda tetap bisa membunuh waktu dengan cara bermain games adalah dengan mengunduh games yang sifatnya offline atau tidak membutuhkan jaringan internet untuk memainkannya. Dengan begitu, Anda tetap bisa memainkan games walaupun mobile data Anda sudah mati.

Jangan lupa untuk menutup aplikasi yang sudah tidak Anda gunakan, karena dengan membiarkan mereka terbuka maka sistem akan secara simultan menyedot baterai Anda. Selain beberapa tips di atas, sistem Global Positioning System (GPS) pada gadget Anda pun akan mempengaruhi daya hidup baterai Anda. Maka ada baiknya Anda mematikan sementara sistem GPS dan kembali menghidupkannya ketika sudah sampai di tujuan.

Usahakan untuk memangkas widgets yang mejeng di layar utama gadget Anda. Dikutip dari laman jalantikus.com, semakin banyak widgets yang ada pada layar utama gadget Anda, maka semakin boros pula penggunaan baterainya.

Baca Juga: Meski Tak Signifikan, Dengan Airplane Mode Waktu Pengisiaan Baterai Smartphone Jadi Lebih Cepat

Satu hal yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan kondisi baterai Anda adalah dengan cara mengefisiensi waktu pengisian daya. Diketahui, ada dua jenis baterai yang biasa digunakan oleh gadget dewasa ini, yaitu baterai berbahan lithium dan nickel. Secara umum, baterai berbahan nickel lebih awet ketimbang yang berbahan lithium.

Tentu saja, perawatan dari kedua jenis baterai ini pun berbeda. Jika gadget Anda menggunakan baterai berbahan nickel, maka upayakan untuk mengisi penuh terlebih dahulu daya baterai Anda sebelum digunakan. Berbeda dengan baterai lithium yang disarankan untuk mengisi daya sesering mungkin untuk mempertahankan kapasitas asli dari baterainya.

Benarkah Hadirnya E-Money Dorong Anda Jadi Pribadi Konsumtif?

Hadirnya electronic money atau yang akrab disingkat e-money merupakan salah satu upaya yang ditempuh oleh pemerintah dalam mewujudkan program cashless society (Gerakan Non Tunai). Jika diperhatikan dengan seksama, skema penggunaan e-money dapat mempermudah setiap penggunanya dalam bertransaksi, terutama para pengguna jasa transportasi seperti TransJakarta, Commuter Line Jabodetabek, hingga pengguna ruas tol.

Baca Juga: Rangkul Bank Mandiri, Citilink Indonesia Luncurkan E-Money Untuk Segala Transaksi. Efektifkah?

Khusus para pengguna ruas jalan tol, sudah wajib hukumnya bagi mereka untuk memiliki e-money, karena transaksi di gerbang tol sudah tidak lagi melayani pembayaran menggunakan uang tunai. Lain cerita dengan Commuter Line Jabodetabek yang masih bisa membayar tunai untuk mendapatkan Tiket Harian Berjamin (THB).

Tentu saja, hadirnya sistem pembayaran baru semacam ini membawa keuntungan dan kerugian, tergantung dari sudut mana Anda melihatnya. Efek positif dari pengaplikasian sistem pembayaran menggunakan e-money adalah kemudahan dalam bertransaksi, tidak perlu lagi ribet membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak, serta mempercepat pembayaran (tidak pelu menunggu kembalian, dan lain-lain).

Namun seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, e-money sendiri secara tidak langsung mendorong seseorang menjadi pribadi yang konsumtif. Di sini, para penggunanya seolah tidak lagi perduli dengan pengeluaran kecil (receh) atau yang sering disebut latte factor. “Setiap bulan, kita mengeluarkan uang secara rutin untuk hal-hal yang sebenarnya tak terlalu penting dan bisa kita hindari,” ungkap seorang penulis di dunia finansial asal Amerika, David Bach.

Pribadi konsumtif tersebut semakin diperparah dengan sinergi yang dilakukan oleh dua kubu penyedia layanan e-money. Ya, semisal pada awal peluncurannya, Anda sudah mengisi ulang e-money khusus untuk perjalanan menggunakan KRL selama satu minggu dengan nominal Rp100.000. Namun ketika penggunaannya sudah menyebar dan sudah banyak toko yang menerima pembayaran menggunakan e-money dengan iming-iming promo menarik, maka kemungkinan besar Anda akan lebih memilih untuk membayarnya menggunakan e-money ketimbang uang tunai.

Baca Juga: Polemik Biaya Ekstra di Top Up Kartu Uang Elektronik, Setujukah Anda?

Hal-hal semacam itulah yang akhirnya membuat sebagian orang berspekulasi bahwa hadirnya e-money dalam kehidupan mereka hanya semakin membengkakkan dompetnya. Hakikatnya, saldo yang tertera pada e-money Anda adalah alat pembayaran sah dalam bentuk virtual dan memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai.

Sepasang Kepiting Hebohkan Penumpang di Kereta Bawah Tanah Toronto

Setelah beberapa waktu yang lalu jagat media sosial Twitter dihebohkan dengan seekor burung gagak yang ikut membeli tiket perjalanan kereta bawah tanah di Jepang, kini ‘invasi’ dunia fauna bergeser menyambangi Kanada. Kali ini sejumlah kepiting tampak tengah duduk manis di bangku Toronto Subway (TCC) pada Senin (7/5/2018) kemarin. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana rasanya bertemu dengan hewan seperti ini di kereta?

Baca Juga: Di Jepang, Burung Gagak ini Juga Ikut Beli Tiket Kereta Lho!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman weather.com (11/5/2018), kejadian ini terjadi pada jalur tertua dan tersibuk di jaringan Toronto Subway, Line 1. Kejadian ini menjadi viral setelah seorang komuter bernama Kristina Hughes memposting foto dua ekor kepiting yang tengah duduk di bangku penumpang.

Kejadian tersebut sontak membuat salah seorang penumpang menjerit histeris karena kepiting tersebut telah mengambil jatah duduk penumpang lain. “Apa-apaan ini?! Dua ekor kepiting menduduki dua bangku yang berbeda? Jadi sekarang kita tidak boleh duduk di sana?!” seru sang wanita, sebagaimana yang ditulis Kristina dalam laman Facebooknya.

Tidak hanya Kristina yang menyuarakan temuannya tersebut. Seorang pengguna jejaring sosial Twitter dengan nama pengguna @_malihakk mencuitkan hal yang hampir serupa. “Beberapa ekor kepiting di dalam rangkaian TTC,” tulisnya.

Uniknya lagi, para penumpang yang ada di dalam rangkaian tersebut merelakan bangku tersebut kepada sang kepiting dan mereka lebih memilih untuk berdiri. Kristina menambahkan, wanita yang tampak histeris itu kemudian mengambil inisiatif untuk menyingkirkan kedua kepiting tersebut sehingga ia bisa duduk.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pejabat dari TTC yang bernama Brad Ross mengatakan bahwa setiap penumpang tetap harus mentaati setiap peraturan yang berlaku. “Sebenarnya, kepiting tidak diijinkan untuk duduk, bahkan ketika ia sudah dimasak bersama mentega sekalipun,” tutur Brad. “Terkecuali kepiting tersebut merupakan emotional support bagi salah seorang penumpang. Tapi nampaknya saya ragu tentang hal tersebut,” tandasnya.

Baca Juga: Bajingan, Terdengar Kasar Padahal Aslinya…

Brad menambahkan, kasus hewan liar yang turut serta dalam perjalanan penumpang kereta bawah tanah di Toronto bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, Brad mengaku pernah mendapat laporan bahwa rakun, kecoa, hingga tungau pernah mengular bareng penumpang!

Bicara On Time Performace, Bandara Juanda Surabaya Mampu Kalahkan Bandara Changi

Changi memang tak terbantahkan sebagai salah satu bandara internasional paling modern di dunia, namun faktanya tak melulu Changi unggul di setiap lini. Seperti untuk urusan on time performance (OTP), Bandara Internasional Juanda di Surabaya justru berhasil meraih status sebagai bandara paling tepat waktu selama bulan April 2018 di antara bandara-bandara di Asia Tenggara lainnya.

Baca juga: Performa Penerbangan Haji, Antara Level OTP dan Ketersediaan Pesawat Sewaan

Bandara Juanda yang dikelola PT Angkasa Pura I selama April 2018 telah meraih jumlah trafik di atas 1.000 penerbangan, mengalahkan Bandara Changi. Penilaian tersebut berdasarkan hasil riset independen yang dilakukan oleh lembaga analis perjalanan udara terkemuka asal Inggris, OAG, melalui laporan OAG Flightview Monthly OTP Report April 2018.

Bandara Juanda mencatatkan diri sebagai bandara paling tepat waktu di Asia Tenggara selama bulan April 2018 dengan tingkat OTP 95,5 persen. Tingkat OTP Bandara Juanda Surabaya ini jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat OTP Bandara Changi Singapura yaitu 87,1 persen.

Selain itu, di posisi kedua terdapat Bandara Supadio Pontianak yang meraih tingkat OTP sebesar 90.2 persen dan posisi ketiga dicapai oleh Samui Airport Thailand dengan tingkat OTP 88,9 persen, posisi keempat terdapat Bandara Siem Reap Kamboja dengan tingkat OTP 88,2 persen, dan posisi kelima diduduki oleh Bandara Internasional Lombok Praya yang juga dikelola oleh PT Angkasa Pura I dengan tingkat OTP 88 persen.

“On-time performance merupakan salah satu tolok ukur layanan terpenting di industri penerbangan secara global. Hasil riset independen yang dilakukan oleh OAG pada bulan April lalu merupakan bukti keberhasilan Bandara Juanda dan Bandara Lombok dalam mendukung kegiatan operasional maskapai yang efektif dan tepat waktu. Pengakuan internasional ini tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh stakeholder seperti maskapai, AirNav, TNI AL, groundhandling service provider, dan penumpang,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam siaran pers (17/8/2018)

Secara global, peringkat Bandara Juanda masuk dalam peringkat Top 100 Global Airport Performance OTP, menduduki peringkat ke-29.

Pada triwulan I 2018, Bandara Juanda telah melayani 4,9 juta pergerakan penumpang, tumbuh 8,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 yang sebesar 4,6 juta pergerakan penumpang. Sedangkan trafik penumpang Bandara Internasional Lombok Praya pada triwulan I 2018 sebanyak 870 ribu pergerakan penumpang, tumbuh 7,9 persen dibanding periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 806 ribu pergerakan penumpang.

Baca juga:  ‘On Time Performance’ Tak Cuma Milik Dunia Penerbangan

Peringkat OTP oleh OAG selama bulan April tersebut diolah berdasarkan data OAG Flightview yang mencatat data penerbangan selama satu bulan untuk menunjukkan kinerja ketepatan waktu bandara terbaik. OAG merupakan lembaga analis terkemuka di industri penerbangan dengan database jadwal penerbangan yang dimiliki oleh lebih dari 900 maskapai dan 4.000 bandara di seluruh dunia. OAG mendefinisikan on time performance sebagai penerbangan yang berangkat atau tiba dalam jangka waktu 15 menit dari jadwal waktu keberangkatan dan kedatangan.

Kaca di Kokpit Mendadak Pecah, Kopilot Sichuan Airlines Nyaris Terkena Dekompresi

Sebuah pesawat Airbus A319 dari maskapai penerbangan regional yang bermarkas di Chengdu Shuangliu International Airport, Sichuan Airlines terpaksa melakukan pedaratan darurat setelah salah satu kaca kokpit pecah. Menurut otoritas penerbangan Cina mengatakan bahwa kejadian ini terjadi ada Senin (14/5/2018). Untungnya, kejadian mengerikan ini tidak menelan korban jiwa.

Baca Juga: Pintu Kabin Terbuka Saat Mengudara, Mengerikan Tapi Bukan Akhir Dari Segalanya

Sebagaimana data yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman reuters.com (14/5/2018), pesawat nahas ini melakukan pendaratan darurat di kota Chengdu, sebelah Barat Daya Cina. Kendati tidak ada korban jiwa, namun sang pilot yang berada paling dekat dengan sumber bencana hanya mengalami cidera pada bagian pinggangnya, dan sedikit luka gores. Lainnya ada seorang awak kabin yang juga mengalami luka-luka.

Pada mulanya, maskapai Sichuan Airlines dengan nomor penerbangan 3U8633 lepas landas dari Chongqing, Cina Tengah pada Senin pagi menuju Ibukota Tibet, Lhasa. Dengan menggunakan pesawat Airbus A319, rombongan tersebut pun berangkat. Namun ketika pesawat mulai membumbung, pilot yang tiada henti berkomunikasi dengan menara pengawas ini tiba-tiba mengatakan ada kesalahan teknis dan memaksa pesawat untuk melakukan pendaratan darurat.

Untungnya, si pilot sangat sigap untuk mendaratkan pesawat hingga tidak menelan korban jiwa. Penumpang yang terbengkalai akibat insiden ini lalu diterbangkan menuju Lhasa dengan menggunakan pesawat lain. Berdasarkan foto yang diunggah Chengdu Economic Daily, bisa disaksikan bahwa salah satu jendela kabin kokpit, tepatnya di sebelah kanan kaca tengah. Lubang yang besarnya hampir setinggi badan kaca ini pun mengundang pertanyaan, “Siapakah yang mampu menembus kaca pesawat dan meninggalkan lubang sebesar itu?”

Baca Juga: Lebih Mengenal Plug Door, Pintu Khusus Milik Si Burung Besi

Kepada Chengdu Economic Daily, Kapten Liu Chuanjian mengatakan bahwa kaca tersebut pecah ketika pesawat tengah ‘merangkak’ menuju ketinggian 32.000 kaki. “Tidak ada tanda peringatan sebelum kejadian. Tiba-tiba kaca depan retak dan membuat dentuman keras. Hal berikutnya yang saya ingat adalah kopilot tengah berusaha untuk melepaskan diri karena tubuhnya mengalami dekompresi akibat lubang tersebut,” terang Kapten Liu.

“Semua yang berada di dalam kabin pilot melayang, dan hampir semua alat tidak berfungsi. Pun dengan radio. Kala itu, pesawat bergetar sangat kencang dan saya tidak bisa membaca beragam instrumen,” kenang sang Kapten.

KA Solo Ekspres Mengular di Jalur Kereta Api Solo-Yogyakarta-Kutoarjo

Meski telah mengoperasikan kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) untuk mengangkut penumpang dari Solo menuju Kutoarjo dan melewati Yogyakarta, ternyata Daerah Operasional VI (Daop 6) Yogyakarta tak berhenti di situ saja. Kini Daop 6 menghadirkan kereta api pendamping Prameks yang diluncurkan hari ini, Kamis (17/5/2018).

Baca juga: Rolling Stock Rampung, Menteri Budi Prediksi KA Bandara Adi Soemarmo Mengular Pada Februari 2019

Kereta api ini akan menggunakan kereta api Bandara Internasional Adi Sumarmo (BIAS) sebelum. Penggunaan kereta bandara ini, dikarenakan jalur kereta Bandara Internasional Adi Sumarmo belum rampung pengerjaannya.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa kereta ini akan mengangkut penumpang relasi Solo-Yogyakarta hingga ke Kutoarjo. Kereta api Solo Ekspres terdiri dari empat kereta penumpang dalam satu setnya dan akan berjalan dua set kereta.

Bagian dalam kereta Solo Ekspres

Diketahui kereta buatan PT INKA Madiun yang diresmikan pada Jumat (11/5/2018) di Solo oleh Menteri Perhubungan, Walikota Solo dan Dirut PT KAI. Kereta api Solo Ekspres sendiri mampu menampung sekitar 300 orang baik yang duduk maupun berdiri.

Kereta yang digunakan adalah kereta rel diesel (KRD) eksekutif. Tampilan kereta ini berwarna hijau dan mirip dengan kereta Bandara Internasional Minangkabau yang juga buatan PT INKA.

Dari tampilan gambar yang unggah oleh PT KAI di akun Instagramnya, kereta tersebut memiliki AC atau pendingin udara dan kursi khusus berhadap-hadapan serta monitor pemberitahuan. Kereta ini mulai beroperasi pada 17 Mei 2018 dan hingga tanggal 20 Mei 2018 besok atau selama empat hari kedepan tarif yang diberlakukan PT KAI adalah Rp0 atau gratis.

Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo

Sedangkan untuk tanggal 21 Mei 2018 dan seterusnya, tarif normal akan berlaku. PT KAI menerapkan tarif normal Kutoarjo-Yogyakarta PP Rp30 ribu, Yogyakarta-Solo Balapan PP Rp30 ribu dan Kutoarjo-Solo Balapan atau sebaliknya Rp40 ribu.

Adapun jadwal perjalanan KA Solo Ekspres ini adalah pukul 08.40 WIB dan 15.40 WIB dari stasiun Kutoarjo, dan sebaliknya pukul 11.15 WIB dan 18.25 WIB dari stasiun Solobalapan. Dengan adanya KA Solo Ekspres tersebut, PT KAI menambah rute perjalanan kereta reguler yang telah ada antara Kutoarjo-Solo Balapan.

Tiga Isu Bom Terpa Lion Air Dalam Waktu Dekat, Buat Netizen Kernyitkan Dahi. Ada Apa?

Tentu Anda semua sudah mengetahui tentang salah satu maskapai yang kondang dengan reputasi delayed, Lion Air. Maskapai berlogo singa ini belakangan menuai sorotan dari masyarakat akibat ulah beberapa penumpangnya. Celakanya, beberapa keisengan tersebut berujung pada penyisiran besar-besaran oleh pihak terkait karena status Indonesia sendiri yang tengah Siaga 1 terorisme.

Baca Juga: Bergurau Soal Bom, Penumpang Lion Air (Kembali) Digelandang Petugas Keamanan Bandara

Pada 2 Mei 2018 kemarin, armada Boeing 737-800NG milik Lion Air dengan nomor PK-LYJ dan kode penerbangan JT-120 mengalami keterlambatan hingga dua jam karena ancaman bom yang menderu. Adapun pesawat tersebut direncanakan mengudara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung.

Tak berhenti sampai di situ, tepatnya pada (13/5/2018), maskapai ini kembali dihebohkan dengan isu bom yang menyerang pesawat Boeing 737-800NG dengan nomor penerbangan JT-618, rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta Bandara Depati Demir, Pangkal Pinang. Berbeda dengan kasus sebelumnya, di sini penumpang menyebutkan kata “BOM” kepada salah seorang awak kabin. Alhasil, penerbangan tersebut mengalami keterlambatan sekitar 50 menit dari jadwal semula.

Nah setelah dihantam oleh dua isu bom dalam jangka waktu kurang dari dua minggu, baru-baru ini Lion Air kembali menggiring salah seorang penumpangnya ke ruang pemeriksaan setelah melontarkan gurauan bom, pada Rabu (16/5/2018). Walhasil, armada Boeing 737-900ER dengan nomor penerbangan JT-291 dengan rute penerbangan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

“Sebagai bentuk penanganan, seluruh 200 penumpang dewasa, barang bawaan dan kargo, harus kembali ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening),” tutur Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran pers. Penerbangan pun kali ini tertunda selama lebih kurang dua jam lamanya.

Tentu saja, fenomena ini membuat sebagian warganet bertanya-tanya, “Kenapa selalu Lion Air yang terkena isu bom?” Uniknya lagi, semua isu bom yang terjadi di tubuh Lion Air terjadi pada armada Boeing 737, walaupun serinya berbeda.

Baca Juga: Akibat Ancaman Bom, Lion Air JT120 Alami Delay Selama Dua Jam

Semisal Anda berspekulasi bahwa ini adalah ‘alasan’ dari pihak maskapai guna mengatasi masalah delay, maka kemungkinan tersebut sangatlah kecil, mengingat situasinya semua penumpang sudah masuk ke dalam pesawat dan tinggal menunggu taxi.

Kemungkinan lain adalah memang benar adanya apa yang dilontarkan oleh pihak maskapai, tanpa ada latar belakang lain yang coba dialihkan oleh Lion Air selaku pihak penyedia jasa. Tentunya, dengan meningkatnya status keamanan Indonesia menjadi Siaga I pasca ledakan bom di sejumlah titik di Ibu Pertiwi membuat kita sebagai warga sipil harus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga penyebaran informasi, khususnya terkait keberadaan bahan peledak ini.

Ternyata Jus Tomat Dalam Penerbangan Banyak Peminatnya!

Saat berada di ketinggian, penumpang pesawat akan kehilangan beberapa persen dari cita rasa makanan yang dimilikinya karena tekanan yang berbeda dengan di darat. Ini membuat penumpang yang memakan makanan mereka sulit merasakan bumbu dari masakan tersebut. Bahkan bisa membuat makanan terasa hambar dan tidak enak untuk di makan.

Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

KabarPenumpang.com melansir dari laman theguardian.com (12/5/2018), beberapa waktu lalau diketahui United Airlines menghapus jus tomat dalam menunya saat akan menyederhanakan menu dalam kabin dengan penerbangan di bawah empat jam. Tak hanya jus tomat yang hilang, muffins akan menggantikan makanan berat untuk sarapan dan beberapa makanan lain untuk makan siang.

Tetapi meski sempat dihapus, United kembali mengadirkannya sebab, jus tomat merupakan pilihan terbanyak di udara. Hal ini dikarenakan sebagai pilihan minuman di pesawat jus tomat sangatlah berbeda rasanya dibandingkan saat meminumnya di daratan.

Namun tahun 2015 lalu, Robin Dando seorang ahli fisiologi menemukan dimana paparan suara keras seperti mesin jet bisa menghilangkan rasa manis tetapi mengintensifkan rasa umami dalam jus tomat. Lima tahun sebelumnya, Lufthansa yang merupakan maskapai Jerman menugaskan untuk mencari tahu kenapa jus tomat sangat populer di kalangan penumpang pesawat.

Ini dilakukan setelah mereka menyadari telah melayani 53 ribu galon jus tomat per tahun. Peneliti dari Fraunhofer Society mengemukakan bahwa orang akan lebih menikmati jus tomat dipesawat karena indera perasa dan penciuman manusia kurang sensitif di ketinggian.

Sehingga para penumpang bisa menikmati kesegaran jus tanpa rasa yang aneh. Sayangnya Anda tidak tahu kapan troli makanan dan minuman di dorong dekat kursi oleh awak kabin. Minuman biasanya akan diberikan secara gratis dimana penumpang bisa memintanya lebih banyak.

Jus tomat satu-satunya minuman sehat di troli, tidak boros dan berbeda dengan lainnya. Sehingga penumpang lainnya bisa melihat bahwa minuman ini lebih banyak dipesan dan menjadi sebuah tradisi seperti saat Anda makan popcorn di bioskop.

Tetapi mungkin ada alasan lain United menyederhanakan pilihan makanan mereka. Jus tomat sebenarnya minuman yang memiliki banyak serat dan kandungan air yang tinggi sehingga bisa membuat kenyang.

Baca juga: Makanan dan Minuman di Maskapai Berbiaya Rendah Lebih Mahal Hingga 8.900 Persen

Jus tomat bisa dikatakan seperti sup dingin yang diberikan gratis. Juru bicara United mengatakan, dengan semua pnawaran yang diberikan pihaknya, mereka akan memantau umpan balik dari pelanggan dengan apa yang mereka sukai dan disesuaikan secara semestinya.

Ini salah satu hal yang membuat United kembali menghadirkan jus tomat dalam penerbangan mereka.

Kembali Terjadi di Jepang, Kereta Berangkat Lebih Cepat dari Jadwal

Telat dihujat, tapi jika berangkat lebih cepat ternyata juga menuai kecaman, inilah yang sedang terjadi pada layanan kereta di Jepang. Setelah terjadi pada November 2017 silam, dimana kereta jurusan Tokyo ke Tsukuba Timur yang berangkat 20 detik lebih awal dari yang semestinya, belum lama ini peristiwa yang mirip terjadi lagi.

Baca juga: Unik! Berangkat Lebih Awal, Operator Kereta di Jepang Justru Meminta Maaf Kepada Penumpang

Peristiwa tersebut membuat perusaah kereta Jepang meminta maaf pada penumpang. KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (17/5/2018), pasalnya kereta yang di operasikan oleh Japan Railway West (JR West) pada Jumat lalu (11/5/2018) berangkat 25 detik lebih awal dari semestinya.

JR West mengatakan kereta di stasiun Notogawa yang berjalan di jalur Biwako keliru saat meninggalkan platform yang seharusnya 7.12 menjadi 7.11.35. Ini mengartikan keberangkatan 25 detik lebih awal dari semestinya.

“Ketidaknyamanan ini membuat pelanggan kami tidak nyaman dan kami mita maaf atas kesalahan kami,” ujar JR West dalam pernyataannya.

Kesalahan ini terjadi saat kondektur berpikir bahwa kereta harus berangkat jam 7.11 pagi ketika dia menutup pintu ke 12 gerbong keretanya. Saat kondektur tersebut menyadari kesalahannya, dia melihat ke peron tetapi tidak ada siapapun di situ.

Sehingga dia memutuskan untuk tidak membuka kembali pintu kereta dan berangkat dari stasiun. Sebab, jika tidak kereta bisa berangkat lebih lambat dari 7.12 pagi waktu setempat.

Namun ternyata, beberapa orang di peron berharap bisa naik ke kereta tersebut dan salah seorang diantara mereka mengatakan pada petugas stasiun terkait keberangkatan kereta lebih awal. Karena keberangkatan awal ini mau tak mau membuat para penumpang harus menunggu enam menit untuk naik kereta berikutnya dengan tujuan akhir stasiun Nishi Akashi.

Baca juga: Gegara Pria Mabuk, Perjalanan Kereta di Munich Terhenti Selama 21 Jam!

“Kami akan benar-benar mengevaluasi masalah tersebut dan berusaha untuk mencegah insiden seperti itu terjadi lagi. Staf kami pun akan mendapat tambahan pelatihan setelah insiden,” ujar permintaan maaf yang dikeluarkan JR West.

,