Inilah Ariana Afghan Airlines, Maskapai Nasional Afghanistan yang Viral Gegara Taliban

0
Pramugari maskapai Ariana Afghan Airlines, maskapai nasional Afghanistan. Foto: From Brussels to Beirut

Baru-baru ini video viral menunjukkan kerumunan masyarakat terjadi di Bandara Kabul dalam upaya menjadi bagian dari penumpang pesawat dari maskapai nasional Afghanistan, Ariana Afghan Airlines.

Baca juga: Kabul Dikuasai Taliban, Warga dan WNA Tak Bisa Kabur Lewat Bandara Kabul?

Saat ini, warga negara itu memang sedang berujuang untuk melarikan diri usai Taliban kembali berkuasa dan menduduki istana kepresidenan Afghanistan. Adapun presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, melarikan diri ke luar negeri. Ia melarikan diri ke luar negeri karena tak lagi didukung Amerika Serikat (AS).

Terkait AS, sebagaimana Taliban dan presiden Ashraf Ghaini, Ariana Afghan Airlines juga pernah ikut dicampuri. Meski demikian, hubungan AS dan maskapai tersebut lebih ke arah positif.

Dilansir dari laman resmi maskapai, Ariana Afghan Airlines didirikan pada Januari 1955. Sejarahnya dimulai dari seorang pilot komersial AS. Ketika itu, ia memindahkan beberapa pesawat Douglas DC-3 atau Dakota ke negara tersebut usai selama beberapa tahun beroperasi di India pasca Perang Dunia II.

Sebelum kedatangan pilot dan pesawat itu, tidak ada layanan transportasi udara di Afghanistan meskipun Angkatan Udara Kerajaan Afghanistan telah ada selama beberapa tahun.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by CAPTAIN FLYING (@captainflying)

Setelah pilot dan pesawat itu melayani transportasi udara di sana selama beberapa waktu, barulah Pemerintah Afghanistan mengakui melirik dan menjadikannya lebih formal dengan pendirian perusahaan dan maskapai bernama Ariana Afghan Airlines.

Logo Ariana Afghan Airlines berupa burung walet didesain langsung oleh Shah Afghanistan. Biru sebagai warna kebesarannya terinspirasi dari batu mulia lapis lazuli, yang banyak ditemukan di pegunungan-pegunungan tinggi Afghanistan.

Pada tahun 1957, pemerintah Afghanistan sepakat dengan AS untuk bekerjasama memperkuat maskapai nasionalnya, dengan cara negara tersebut, melalui maskapai legendaris Pan American World Airways (Pan Am), mengakuisisi saham Ariana Afghan Airlines sebesar 49 persen.

Di awal berdiri, hampir seluruh pekerjanya berasal dari AS. Setelah kerjasama tersebut, perlahan tapi pasti para pekerja asli Afghanistan mulai tampil di berbagai posisi di udara dan darat, seperti pilot, pramugari, teknisi, insinyur, mekanik, dan staf darat.

Pada tahun 1965, Ariana Afghan Airlines resmi memindahkan homebase ataupun hubnya ke Bandara Internasional Kabul setelah resmi berdiri atas bantuan Uni Soviet, dari sebelumnya di Bandara Kandahar.

Di dekade 70-80an, Ariana Afghan Airlines mulai benar-benar berdikari. Selain jangkauan internasionalnya jauh lebih luas dari sebelumnya, dimana maskapai terbang dua kali dalam sepekan ke Istanbul, Frankfurt, London, Paris, dan Amsterdam, serta tiga kali sepekan ke New Delhi, Lahore, dan Amritsar, seluruh penerbangan itu juga sudah dioperasikan oleh pilot berkewarganegaraan Afghanistan.

Begitupun juga dengan posisi lainnya. Ketika itu, dari 650 orang karyawan, lebih dari 630 di antaranya adalah orang Afghanistan.

Baca juga: Maskapai Legendaris Pan Am Ternyata Sudah Terbang ke Jakarta Sejak 1960

Setelah melambung tinggi, maskapai mulai meredup usai peristiwa 11 September 2001. Saat itu, AS dan sekutu memborbardir Afghanistan dan maskapai kehilangan banyak pesawat hingga menyisakan dua armada. Di tahun 2002, maskapai mulai menatap masa depan berkat hibah pesawat dari India.

Sepanjang maskapai berdiri, berbagai tipe pesawat telah bergabung dalam barisan armada, seperti Dakota, DC-4, DC-6, dan Convair 340/440, Boeing 727-100, DC-10, Tupolev Tu-154, Boeing 727-200, dan Antonov An-24.