Inilah GermFalcon, Robot Pembasmi Virus Corona di Kabin Pesawat dengan Teknologi UV

0
Wujud GermFalcon, robot pembasmi virus corona hanya dalam tempo 3 menit. Foto: GermFalcon

Selain mengkarantina penumpang, pesawat yang telah mengangkut terduga maupun suspect virus corona, atau sehabis menjalani penerbangan Cina, juga harus melewati masa ‘karantina’. Hal itu tentu sedikit banyaknya merugikan pihak maskapai dikarenakan operasional yang terganggu akibat berkurangnya armada pesawat. Namun, hal tersebut mungkin tak akan terjadi lagi.

Baca juga: Tak Khawatir Penumpang Hindari Pesawat Bekas Bawa WNI dari Wuhan, Batik Air: Prosedur Sterilisasi Telah Dijalankan

Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman inflight-online.com, Senin, (17/2), belum lama ini, perusahaan asal AS, Dimer UVC Innovations, meluncurkan produk terbarunya yang dinamakan GermFalcon, robot pembunuh virus corona dan kuman serta bakteri lainnya tak kasat mata di pesawat.

Robot tersebut diklaim dapat memudahkan maskapai dalam membersihkan pesawat agar terbebas dari segala macam bakteri yang mengendap di lantai, kursi, serta sudut-sudut lainnya. Saat ini, robot pembasmi tersebut sudah tersebar di beberapa bandara di AS. Menariknya lagi, perusahaan memberikan layanan robot tersebut secara gratis selama fase tanggap darurat virus corona.

GermFalcon kurang lebih terlihat seperti troli makan yang biasa digunakan dalam penerbangan komersial. Bedanya, GermFalcon dilengkapi dengan semacam sayap yang melebar ke sisi kanan dan kiri pesawat. Alat tersebut kemudian memancarkan sinar UV (UltraViolet)-C yang bisa mensterilkan ruang sekitar.

Sinar UVC sendiri umumnya digunakan untuk mendesinfeksi udara, air, dan permukaan di fasilitas kesehatan. Sejauh ini, teknologi tersebut telah terbukti aman dan sangat efektif dalam menghilangkan kuman yang menyebabkan penyakit menular. GermFalcon adalah sistem UVC pertama yang dirancang khusus untuk mendisinfeksi permukaan interior pesawat antar penerbangan dengan cepat.

Dalam video tutorialnya, Dimer UVC Innovations mengklaim bahwa GermFalcon dapat menjangkau sejauh 30 baris kursi di pesawat dalam waktu hanya tiga menit. Di samping itu, tingkat efektivitasnya juga hampir menyentuh angka sempurna, membasmi 99,99 persen bakteri dan virus apapun, termasuk virus corona, Ebola, SARS, MERC, EColi, MRSA, dan virus serta bakteri jahat lainnya.

Selain itu, alat tersebut juga tergolong mudah digunakan, cukup dengan mendorong robot tersebut di sepanjang lorong dan menariknya kembali ke titik semula, pesawat pun akan kembali aman untuk digunakan. Kemudian, berbeda dengan High Efficiency Particulate Arresting (HEPA) Cabin Air Filter yang tertanam pada sistem filter udara di pesawat, GermFalcon dapat digunakan secara portable, sehingga memungkinkan dioperasikan di pesawat-pesawat lainnya yang tak dilengkapi teknologi HEPA.

Baca juga: HEPA, Teknologi yang Mampu Bersihkan Radioaktif hingga Virus Corona di Dalam Kabin Pesawat

“Ancaman virus corona yang menginfeksi penumpang yang tidak bersalah di pesawat adalah salah satu yang harus kita segera singkirkan,” kata Co-Founder Dimer, Elliot Kreitenberg.

“Ini adalah virus berbahaya yang telah merenggut nyawa. GermFalcon adalah respons yang cepat dan efektif untuk ancaman ini, dan kami senang untuk menawarkannya tanpa biaya untuk berkontribusi pada upaya tanggap darurat di Bandara Los Angeles (LAX), San Francisco (SFO), dan Jhon F. Kennedy (JFK) selama krisis ini,” tambahnya.

Leave a Reply