Inilah Solar One, Pesawat Bertenaga Surya ‘Pertama’ di Dunia

0
Solar One saat melakoni penerbangan perdana. Foto: YouTube insultantable

Pada hari ini, 43 tahun lalu, bertepatan dengan Kamis, 19 Januari 1978, salah satu pesawat bertenaga surya (matahari) pertama di dunia, Solar One, dipamerkan ke publik. Pesawat bertenaga surya Inggris yang dikembangkan oleh Solar-Powered Aircraft Developments atas rancangan David Williams ini, bergabung dengan pesawat bertenaga surya pertama di dunia lainnya, seperti AstroFlight Sunrise ( pesawat bertenaga surya tak berawak yang terbang perdana pada 4 November 1974) dan Mauro Solar Riser (pesawat bertenaga surya berawak pertama pada 29 April 1979).

Baca juga: Global Solar Energy Rilis Shuttle Bus Bertenaga Surya Pertama di Bandara

Sebelum berbicara lebih jauh, Solar One sebetulnya layak untuk disebut sebagai pesawat bertenaga surya pertama di dunia yang berhasil terbang. Sebab, Mauro Solar Riser, yang terbang beberapa bulan sebelum Solar One, belum bisa dikatakan terbang menggunakan tenaga surya. Pesawat ini hanya mampu mencapai ketinggian 12 meter dan daya tahan 3-5 menit atau sejauh ratusan meter. Sekali lagi, tak cukup untuk disebut terbang.

Terlepas dari itu, yang jelas, disarikan dari berbagai sumber, perjalanan pembuatan pesawat bertenaga surya pertama Inggris ini (mengingat AstroFlight Sunrise dan Mauro Solar Riser keduanya buatan Amerika Serikat), tentu tak mudah. Ide pembuatan Solar One awalnya dimulai dari pembuatan human-powered aircraft (pesawat bertenaga manusia) oleh Freddie To untuk diikutsertakan dalam perlombaan.

Strukturnya, pesawat ini terbuat dari kayu dengan dilapisi solarfilm yang mampu menyerap panas. Sayapnya terbuat dari tiga bagian, satu bagian membentang di pusatnya di bagian tengah dan dua bagian lainnya masing-masing ditambah di kanan serta kiri pesawat, menjadikannya lebih panjang. Adapun desain wing sparnya mirip dengan desain spruce girder box-spar. Begitu juga dengan bagian stabilizer horizontal pesawat.

Sayangnya, pesawat memiliki berat kotor yang tak sesuai dengan ekspektasi yaitu mencapai 104 kg dan terlalu berat untuk penerbangan bertenaga manusia sehingga desainnya diubah menjadi pesawat bertenaga surya. Dari sinilah proyek pembuatan Solar One dimulai.

Awalnya, Solar One sempat pesimis untuk diselesaikan dengan budget anggaran yang minim. Maklum, anggaran atau dana yang disediakan oleh sang kreator hanya sebesar £16.000, tergolong besar memang untuk pembuatan pesawat bertenaga manusia, namun tidak demikian dengan pembuatan pesawat bertenaga surya. Sebab, harga pemasangan 750 sel surya berdiameter 3 inci saja biayanya sudah mencapai £6.000. Belum baterai Nikel-kadmium, motor penggerak listrik, baling-baling dua bilah, pod powerplant, dan berbagai komponen lainnya.

Setelah proses pengerjaan rampung, Solar One akhirnya berhasil terbang perdana pada 19 Desember 1978 di Lasham Airfield, Hampshire, Inggris. Saat itu, pitch baling-baling tidak disetel dengan benar dan penerbangan perdana tak berjalan mulus.

Setelah itu, tim berusaha untuk menemukan setelan yang pas hingga mencapai keberhasilan pada 13 Juni 1979. Saat itu, di tangan pilot Ken Stewart, pesawat bertenaga surya pertama Inggris ini berhasil lepas landas dengan kecepatan 37 km per jam, mencapai ketinggian 24 meter, dan menempuh jarak sejauh 1,2 km.

Kesuksesan itu kemudian diikuti dengan penerbangan kedua pada hari yang sama oleh Bill Maidment, dimana Solar One berhasil terbang di kecepatan 78 km per jam. Sebagai informasi, pesawat bertenaga surya ini berhasil terbang berkat baterai yang menyuplai energi ke powerplan dan motor listrik hingga menggerakkan baling-baling, bukan langsung dari sel surya yang berada di punggung pesawat kemudian menjadi baterai dan menggerakkan baling-baling.

Baca juga: Wujudkan Mimpi, Pemilik Resor di Australia Hadirkan Kereta Bertenaga Sel Surya

Sayangnya, setelah rentetan keberhasilan itu, pesawat dengan kapasitas satu kru, panjang 6,71 meter, bentang sayap 20,63 meter, dan empat powerplant ini akhirnya harus pensiun di tahun yang sama. Tak disebutkan dengan jelas mengapa itu terjadi. Kuat diduga bahwa pesawat memang tidak dibuat untuk terus dioperasikan sampai waktu yang lama.

Untuk diketahui, pada tahun 2016, Solar Impulse 2, sebuah pesawat berawak bertenaga surya berhasil keliling dunia tanpa bahan bakar. Pesawat tersebut menjadi pesawat bertenaga surya pertama di dunia yang berhasil keliling dunia selama setaun lebih dalam 17 tahap.

Leave a Reply