Islandia (2): Finally! Perjumpaan Langsung dengan Sang Aurora

Hari kedua di Reykjavik, kami tak ingin membuang banyak waktu karena berdasarkan itinerary yang telah kami buat saat di London, hari ini adalah jadwal bagi kami untuk berburu Aurora. Sebagai info, Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan Matahari. Menurut informasi yang kami peroleh, spot terbaik untuk melihat Aurora berada di daerah utara. Oleh karena itu kami berempat bertolak menuju Siglufjörður untuk mencoba peruntungan melihat Aurora.

Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora

Memang, kami sudah merencanakan semuanya dari jauh-jauh hari termasuk waktu kunjungan yang tepat, karena pada bulan September hingga pertengahan April merupakan waktu dimana Aurora menampakkan dirinya. Perjalanan kami memakan waktu sekitar 5 jam 45 menit dari Reykjavik menuju Siglufjörður. Jalan demi jalan di Islandia kami telusuri menggunakan mobil yang disewa di hari pertama. Ada pemandangan yang sedikit janggal selama perjalanan, dimana kami berempat tidak melihat adanya rambu batas kecepatan maksimum layaknya di negara-negara di Eropa, bahkan kami tidak melihat kehadiran petugas Polisi sepanjang perjalanan. Selain itu, kendaraan pun melaju dengan kecepatan normal walaupun jalanan waktu itu terbilang lengang.

Beginllah jalan raya menuju Siglufjörður .
Beginllah jalan raya menuju Siglufjörður .

Baca juga: Islandia (3) – Sensasi Mekakjubkan ala Dunia Es Interstellar

Tapi kebingungan kami berempat seakan terhapuskan dengan pemandangan indah yang disuguhkan oleh Islandia. Pemandangan hamparan savanna membentang bak lautan luas tak berujung tersaji hampir di sepanjang perjalanan. Jalan di Islandia bisa dibilang cukup kecil dan tidak dikenal istilah jalan bebas hambatan, karena hanya memiliki satu ruas jalan dengan dua lajur yang saling berlawanan. Kami juga sedikit heran dengan beberapa spot yang sedikit melebar ke tepi jalan dengan kotak parkir menghiasi spot tersebut. Ternyata, menurut tour guide pribadi kami, itu adalah tempat parkir apabila pendatang ingin berfoto-foto dengan latar pemandangan di sini. Sesekali kami melewati kota-kota kecil dan memilih untuk beristirahat sejenak guna menghilangkan rasa lelah.

Setelah dirasa cukup beristirahat, perjalanan kami lanjutkan agar bisa sampai Siglufjörður tepat waktu. Kembali, hamparan savanna menemani perjalanan kami dalam berburu The Northen Lights. Setelah menempuh perjalanan sekian lama, akhirnya kami tiba di Siglufjörður, sebuah kota dimana penduduknya rata-rata bermata pencaharian sebagai nelayan. Karena ini merupakan tur tunggal mengelilingi Islandia, konsekuensi yang harus kami terima adalah beristirahat di dalam mobil selama melakukan perjalanan.

2

Matahari mulai bersembunyi di ufuk barat, dan kami mulai mempersiapkan diri untuk melihat Aurora. Rasa lelah yang menggelayuti tubuh kami seakan tidak memberikan toleransi untuk tetap terjaga dan melihat Aurora. Hingga pukul 20.00 waktu setempat, Aurora tidak kunjung menampakkan dirinya. Walaupun sempat terlelap untuk beberapa saat, salah satu tim membangunkan ketika The Northen Lights mulai muncul. Semburat cahaya hijau zamrud seakan berdansa di atas langit. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, kami langsung menyiapkan kamera untuk mengabadikan momen langka tersebut.

1
Berpose dengan latar Aurora.

3

Dinginnya malam di Siglufjörður bukanlah menjadi penghalang kami untuk menikmati karya cantik Sang Pencipta. Aurora dapat dinikmati dengan mata telanjang asalkan tidak ada awan yang menghalangi, dan betapa beruntungnya kami pada malam itu, alam begitu bersahabat sehingga Aurora dapat terlihat dengan jelas. Seakan tidak ingin menghentikan perburuan sampai di sini, kami memutuskan untuk bermalam di Siglufjörður agar esok hari dapat kembali melihat lukisan Sang Pencipta.

Petualangan kami belum berakhir di Islandia, setelah mata terpuaskan atas keindahan Aurora, tujuan kami berikutanya adalah glacier di Svínafellsjökull. Obyek wisata ini tak kalah seru, glacier ini menjadi latar untuk pengambilan gambar pada film Interstellar. Bagi Anda penyuka film Batman, ingat adegan saat Bruce Wayne (Christian Bale) bertarung dengan Ra’s al ghul (Liam Neeson) di scene awal Batman Begins? Nah lokasinya ternyata juga di Svínafellsjökull. Penasaran dengan cerita petualangan kami di Svínafellsjökull, pantau terus update perjalanan kami di KabarPenumpang.com (Rheza Ariftha Gentha – Mahasiswa Pasca Sarjana di University of Birmingham)

Leave a Reply