Kejar Asian Games 2018, Proyek Palembang LRT Telah Mencapai 40 Persen

Pembangunan Jalur LRT

Bertepatan dengan beroperasinya Bandara Kulon Progo, warga Yogyakarta baru bisa menikmati kereta bandara pada tahun 2019, sementara di Kota Pempek Palembang, kereta bandara dalam wujud LRT (Light Rapid Transit) dijadwalkan sudah hadir lebih dulu, menurut rencana bertepatan dengan momen Asian Games 2018, Palembang LRT akan dioperasikan pada bulan Juni 2018. Dilihat dari laju konstruksinya, bahkan Palembang LRT sudah lebih siap pengerjaannya bila dibanding LRT Jakarta yang menghubungkan kawasan Cibubur – Cawang.

Hingga tulisan ini dibuat, pengerjaan konstruksi telah mencapai 40 persen. Dibanding proyek infrakstur kereta di Tanah Air, pengerjaan Palembang LRT terbilang cukup pesat, Pada November 2016 lalu, PT Waskita Karya selaku pembangun konstruksi melaporkan perkembangan proyek mencapai 25 persen, dan pada Januari 2017, progress pembangunannya sudah mencapai 35 persen. Guna menunjang kelancaran Asian Games 2018, Palembang LRT dibangun mulai dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II hingga komplek Stadion Jakabaring, secara keseluruhan rute LRT ini mencapai 23,6 kilometer.

Tidak hanya mengemban perang sebagai kereta bandara, LRT dengan tiga rangkaian gerbong ini akan berhenti di 13 stasiun. Mulai dari stasiun di bandara sampai di stasiun di Jakabaring, kesemuanya berada diatas permukaan. Dikutip dari suara.com (3/11/2015), kebutuhan dana total untuk pembangunan LRT ini mencapai Rp10,9 triliun, dengan asumsi kucuran dana Rp300 miliar untuk pengerjaan per satu kilometer. Komponen tersebut sudah mencakup rel, kereta, dan subsidi tiket. Sementara bila dilihat pengerjaan per bulannya, dibutuhkan dana Rp500 miliar setiap bulan.

Sementara terkait kereta yang akan digunakan, sumber KabarPenumpang.com menyebut kereta akan didatangkan dari Malaysia dengan teknologi kereta listrik yang berasal dari Jepang. Guna menunjang operasional LRT, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan akan membangun gardu induk berkapasitas 60 megawatt di kawasan Jakabaring Sport City. Diperkirakan LRT membutuhkan energi listrik antara 16 sampai 25 megawatt. Sebagai operator LRT, nantinya dipastikan adalah PT KAI. Jika tidak ada aral melintang, akhir tahun ini rangkaian kereta LRT sudah mulai tiba di lokasi.

Bagaimana dengan tarif yang akan dikenakan? Untuk yang satu ini belum ada ketetapan, Prasetyo Boeditjhajono selaku Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub menyebut bahwa tarif LRT akan ditetapkan Kementerian Perhubungan dengan angka dikisaran maksimal Rp5.000.