Ketika Oversupply, Armada Taksi Blue Bird Nantinya Tawarkan Jasa Antar Barang

0
Foto: Bluebirdgroup

Kemampuan beradaptasi dalam kompetisi menjadi kunci setiap perusahaan untuk tetap unggul di segmennya. Setelah menghadapi tekanan dari tumbuhnya layanan transportasi berbasis online, penyedia layanan taksi papan atas seperti Blue Bird kemudian berkolaborasi dengan Go-Jek dalam wujud integrasi sistem pemesanan dari aplikasi mobile. Lepas dari hal tersebut, armada taksi Blue Bird Group kini cenderung masih oversupply akibat dampak persaingan dengan penyedia layanan taksi online.

Baca juga: Blue Bird dan Go-Jek, Dari Berkompetisi Kini Jadi Berkolaborasi

Meski begitu, demand and supply dalam bisnis taksi bersifat situasional, momen seperti jam pulang kantor dan libur hari raya misalnya, bisa membalikkan keadaan, justru taksi terasa langka dan sulit didapat akibat demand dari pengguna jasa yang melonjak. Terkhusus pada jam pulang kantor, pihak Blue Bird dalam perbincangan di ajang “Indonesia Transport, Logistics & Maritime Week 2017,” menyebut bahwa jam sibuk di Jakarta di klasifikasikan antara pukul 17.00 sampai 20.00 WIB. “Permintaan taksi di daerah segitiga emas – Sudirman, Thamrin dan Kuningan – terbilang sangat tinggi,” ujar Amelia Nasution, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk di JIExpo Kemayoran, Selasa kemarin (10/10/2017).

Namun meski memiliki armada 25 ribu unit taksi, faktanya bukan perkara mudah untuk ‘menangkap’ demand di jam-jam sibuk, pasalnya jumlah armada taksi tersebar di beberapa wilayah, dan untuk mengarahkan taksi ke daerah bisnis bukan perkara mudah, maklum tingkat kemacetan sangat tinggi, menjadikan mobilitas armada taksi terbatas.

Boleh jadi saat terjadi demand yang tinggi di suatu area, maka di daerah lain akan terjadi oversupply armada taksi, dimana taksi banyak dalam posisi standby namun minim mendapatkan order penumpang. Menyiasati fenomena diatas, pihak Blue Bird berupaya ‘memberdayakan’ armada taksi yang menganggur, caranya dengan mengupayakan taksi untuk mendukung kegiatan e-commerce. “Bisa jadi nanti taksi Blue Bird akan berperan juga sebagai pengantar pesanan barang dari satu titik ke titik lain,” papar Amelia.

Serupa tapi tidak sama, model operasinya mirip dengan pengemudi motor Go-Jek yang melayani jasa pengantaran barang (Go-Send). Meski begitu, belum dijelaskan lebih lanjut seperti apa teknis penerapannya nanti, apakah akan disatukan dalam aplikasi My Blue Bird? Kita tunggu saja.

Leave a Reply