Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng

0
Sumber: Director magazine

Lagi, nama United Airlines menjadi sorotan publik dunia setelah seorang penumpang maskapai tersebut mengeluhkan perlakuan kurang mengenakkan yang menimpa dirinya. Adalah Nicole Harper, seorang penumpang yang hendak bertolak dari Houston pada 10 April 2017 silam terpaksa buang air kecil di sebuah gelas setelah interupsinya untuk ke toilet ditolak oleh kru pesawat. Kejadian tersebut terjadi sehari setelah Dr. David Dao diseret secara tidak manusiawi oleh kru United Airlines.

Sumber: washtimes.com

Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman news.com.au, Kamis (11/5/2017), Nicole mengatakan pramugari tidak memperkenankan penumpangnya meninggalkan tempat duduk sebelum sang kapten menyelesaikan intruksi mengenai sabuk pengaman. Nicole tidak tinggal diam dan mencoba untuk menjelaskan kepada pramugari. “Setelah menjelaskan bahwa saya memiliki kandung kemih yang terlalu aktif dan perlu menggunakan kamar kecil atau kencing di cangkir, lalu saya diberi sebuah cangkir oleh petugas pramugari,” tulis Harper di Facebook.

Keluhan Nicole yang ia unggah ke media sosial Facebook sontak menyambar dunia maya. Menanggapi hal tersebut, pihak United Airlines sendiri mempunyai pembelaan terhadap tindakan yang dilakukan oleh pramugarinya tersebut. “Kami mengikuti peraturan Federal Aviation Administration (FAA) yang berlaku,” ungkap pihak United Airlines dalam sebuah keterangan tertulis.

“Anda akan berpikir buang air kecil di sebuah cangkir di dalam pesawat di hadapan keluarga saya dan orang asing akan menjadi bagian terburuk dari kejadian ini. Tapi perlakuan yang saya terima dari pramugari tersebutlah yang menjadi bagian paling buruk,” tutur Nicole.

Baca Juga: Duh! Dokter Ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa Ya?

Tidak bisa dipungkiri, nama United Airlines sejak sebulan belakangan ini seolah mencuri perhatian dunia. Terhitung sejak kasus Dr. David Dao yang diseret orleh kru maskapai karena enggan memberikan tempat duduknya kepada kru maskapai lainnya yang hendak ikut dalam penerbangan tersebut. Kemudian permintaan maaf United Airlines kepada Dr. David Bao yang dinilai tidak serius. Ditambah lagi dengan kasus Lucie Bahetoukilae, seorang wanita yang salah menaiki maskapai hingga akhirnya Ia berada di San Francisco padahal tujuan akhirnya di Prancis. Dan yang terakhir adalah kasus yang menimpa Nicole Harper dimana ia terpaksa menggunakan sebuah cangkir untuk buang air kecil daripada harus pergi ke toilet.

Baca Juga: Salah Menerbangkan Penumpang, United Airlines Harus Minta Maaf (Lagi)

Kejadian yang akhirnya membuat saham United Airlines turun tersebut terkesan disengaja guna mendompleng nama maskapai asal negeri Paman Sam tersebut. Sebenarnya, jika hal yang dilakukan oleh pihak United Airlines tersebut benar adanya, maka strategi Black Campaign dengan tujuan untuk meningkatkan Brand Awareness yang dilakukan oleh pihak United Airlines bisa dibilang berhasil, walaupun banyak orang mengenal United Airlines dengan image maskapai yang penuh prahara.

Sedangkan, jika semua kejadian yang menyangkut dengan penumpang tersebut dilakukan tanpa ada motif black campaign, maka pihak united airlines harus lebih berhati-hati lagi dalam melayani penumpangnya, sehingga tidak akan terulang kembali kejadian miris seperti David Dao, Lucie Bahetoukilae, dan Nicole Harper.

Leave a Reply