Jatuh Dari Balon Udara Hingga Tersengat Listrik, Gadis Belia Ini Tetap Selamat

Sumber: bbc

Sebuah kejadian miris terekam kamera dimana seorang wanita melakukan selfie sebelum balon udara yang Ia tumpangi menghantam sebuah kabel listrik bertegangan tinggi. Walaupun kejadian tersebut terjadi pada tahun lalu, namun Rebecca Fry, korban jatuhnya balon udara tersebut tidak bisa melupakan momen dimana tubuhnya menghantam tanah dari ketinggian di daerah Northamptonshire, Inggris.

Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman bbc.com (11/5/2017), Rebecca mengatakan dirinya mengalami luka serius sehingga harus menerima perawatan intensif di salah satu rumah sakit terdekat. “Saya ingat semuanya, saya ingat ketika balon udara menghantam kabel listrik, tubuh saya tersengat, hingga akhirnya terbakar,” tutur Rebecca.

Sumber: bbc

Pada tanggal 22 Mei 2016 silam, Rebecca menjadi penumpang satu-satunya penumpang dalam balon udara nahas tersebut. Dilansir dari sumber yang sama, pihak kepolisian setempat mengatakan pengemudi dari balon udara tersebut tidak mengalami cidera serius, namun tidak dengan Rebecca. Bagaimana tidak, kabel listrik bertegangan 33.000 volt mengaliri tubuh Rebecca dan membuatnya menderita luka bakar yang sangat parah.

Sumber: itv.com

Akibat kejadian tersebut, kurang lebih 2.000 rumah mengalami putus listrik sementara. Menurut saksi mata dari kejadian tersebut, kondisi Rebecca sangatlah mengkhawatirkan, dimana sekujur tubuhnya melepuh akibat sengatan listrik. Selaku korban dari kejadian itu, Rebecca sendiri masih ingat persis apa yang ia rasakan kala itu. “Saya berpikir akan mati, dan saya ingat betul bagaimana sakitnya. Saya amat takut waktu itu,” kenang Rebecca.

Hebatnya, Rebecca masih tetap dalam kondisi sadar pasca kejadian. “Saya masih sadar kala itu,” tambahnya. Regu penyelamat berdatangan menuju lokasi kejadian dan langsung membawa Rebecca yang terluka parah menuju Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham dengan menggunakan ambulans udara. Ini bertujuan agar Rebecca bisa cepat mendapatkan pertolongan sehingga nyawanya dapat diselamatkan.

Sumber: bbc

Salah satu regu penyelamat yang turut membantu proses penyelamatan tersebut, Dr Rupert Hurry mengatakan ketakutan terbesar yang ia dan regu penyelamat rasakan kala itu adalah Rebecca tidak mampu bertahan hidup. Bagaimana tidak, Rebecca jatuh dari ketinggian, tubuhnya terbakar, serta kemungkinan meninggal setelah tersengat listrik. Namun ia tetap berusaha agar nyawa wanita 22 tahun tersebut tetap tertolong.

Rebecca membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan untuk masa penyembuhan luka bakar yang dideritanya.  Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan perawatan khusus untuk gangguan stres pascatrauma untuk waktu yang cukup lama. Sebuah momen dramatis terjadi ketika Dr Rupert Hurry mengunjungi kediaman Rebecca beberapa waktu lalu. Ia bertujuan untuk melihat perkembangan Rebecca setelah kejadian nahas tersebut. Kekhawatirannyalah yang mendorong Dr Rupert untuk menyambangi kediaman Rebecca.”Saya jarang sekali menemui pasien yang telah saya tangani,” tutur Dr Rupert. “Ia terlihat amat segar, dan bahagia sekarang. Saya amat bersyukur ketika Ia masih hidup sekarang dan kami bisa saling berbincang,” pungkas Dr Rupert.