Lagi, Oknum Pengemudi Uber di India Coreng Nama Perusahaan

0
Sumber: businesstimes.com.sg

Tuntutan ekonomi dewasa ini memang meningkat drastis. Lonjakan harga yang terjadi di pasar memaksa semua orang untuk mengeluarkan kocek lebih banyak dari biasanya, sedangkan pendapatan yang diterima oleh pembeli  enggan untuk menanjak. Ketimpangan seperti  inilah yang akhirnya memaksa sebagian oknum untuk melakukan tindak kriminal, tidak terkecuali pengemudi moda berbasis aplikasi. Walaupun kasus yang terjadi di India ini bukan untuk dicontoh, tapi diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan para pengguna moda transportasi berbasis aplikasi.

Baca Juga: Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (30/11/2017), pihak Uber menerima keluhan dari seorang penumpang melalui akun Facebook dengan nama JP Muduli. Dalam postingan di laman Facebook milik Uber, Muduli menceritakan bahwa dirinya memesan taksi menuju Bandara Bangalore pada 24 November silam. Kemudian sang pengemudi menagih bayaran cash kepada Muduli, padahal ia sudah membayar perjalanan tersebut menggunakan Paytm (mobile payment).

Sang pengemudi berdalih uang cash tersebut akan digunakan untuk membayar tol, dan mengatakan bahwa transaksi via Paytm akan dikembalikan dengan cara ditransfer. Karena Muduli juga tengah terburu-buru menuju bandara untuk mengejar penerbangannya, maka Ia pun langsung memberikan uang cash sebesar Rs871 atau berkisar Rp183.000 kepada sang pengemudi dengan tujuan Muduli tidak ketinggalan penerbangannya. Walaupun sempat ragu untuk memberikan uang tunai tersebut, namun Muduli tidak punya opsi lain selain menuruti permintaan si pengemudi.

Setibanya mereka di bandara, Muduli segera meninggalkan Uber tersebut dan menyelesaikan administrasi di bandara. Namun sayang, Muduli menjadi korban penipuan modus baru yang dilakukan oleh oknum pengemudi Uber. Hingga berita di laman sumber terbit, mobile payment senilai Rs871 yang dibayarkan Muduli tersebut tidak kunjung ditransfer oleh sang pengemudi. Sontak nasib sial yang dialaminya langsung dilaporkan ke Uber melalui testimoni di laman Facebook mereka.

“Sebelum masuk gerbang tol, sang pengemudi sempat meminggirkan mobil dan menagih uang cash yang katanya untuk membayar tol. Saya sempat menolak untuk memberikan uang, namun sang pengemudi berkata bahwa tidak bisa melanjutkan perjalanan jika tidak ada uang tersebut,” tulis Muduli di laman Facebook milik Uber. “Setelah sempat bertengkar dengan si pengemudi, dan saya juga tengah dikejar waktu penerbangan yang tinggal 20 menit lagi, maka saya turuti keinginan si pengemudi tersebut,” imbuhnya.

Tidak hanya sampai di situ, kekesalan Muduli semakin memuncak manakala pihak Uber Support menolak bersikap kooperatif untuk menyelesaikan soal penipuan ini. “Mereka (Uber Support) sama sekali tidak membantu, bahkan terkesan melindungi si pelaku dengan tidak membagikan nomornya kepada saya. Yang saya harapkan adalah Uber Support dapat memberikan nomor si pelaku, nantinya biar saya yang menghadapi masalah ini sendiri,” lanjut Muduli dalam tulisan tersebut.

Baca Juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi

Namun, di hari yang sama setelah dirinya memposting keluhan tersebut di laman Facebook Uber, Muduli dihubungi oleh salah seorang pejabat Uber yang langsung mengembalikan saldo sebesar Rs871 melalui Paytm. Kejadian ini merupakan pukulan besar bagi Uber, bagaimana tidak, namanya sebagai salah satu penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi tercoreng akibat ulah oknum pengemudinya. Adanya kejadian ini tentu menambah buruk catatan perjalanan Uber. Yang terakhir adalah laporan seorang wanita yang mendapati sang pengemudi melakukan masturbasi saat mengantarkannya ke bandara di Hyderabad, Kamis (19/10/2017) silam. Alhasil, sang pengemudi ditahan oleh pihak yang berwajib atas tuduhan tindak asusila.

Leave a Reply