Leonardo AW609 Muncul di Dubai, Selangkah Menuju Sertifikasi

0
Leonardo AW609 sudah terbang perdana sejak 2003 silam, namun tak kunjung disertifikasi. Baru pada 2022 mendatang perusahaan menargetkan pesawat bisa ditargetkan disertifikasi oleh FAA pada 2022. Foto: Leonardo

Pesawat tiltrotor sipil pertama di dunia, Leonardo AW609, mencuri perhatian pengunjung di gelaran Dubai Airshow 2021. Pesawat ini dikabarkan tengah melakukan beberapa penerbangan uji sebelum menjalani uji sertifikasi dalam waktu dekat setelah penerbangan perdana hampir dua dekade silam.

Baca juga: Sejarah ATR, Produsen Pesawat Regional Terbesar Dunia Besutan Perancis-Italia

Dilansir New Atlas, terbang perdana pada tahun 2003, AW609 mengalami pasang-surut selama masa pengembangan. Mulai dari gonta-ganti konsorsium sampai desainnya. Hal ini pun mempengaruhi nama pesawat itu sendiri yang juga beberapa kali mengalami perubahan.

Di awal, pesawat ini bernama Bell/Agusta BA609, kemudian menjadi AgustaWestland AW609, dan sekarang Leonardo AW609.

Kemunculan Leonardo AW609 di Dubai merupakan yang pertama kalinya. Sebelum ini, pesawat itu hanya muncul di Amerika Serikat dan Eropa.

Dubai memang bukan tempat yang asing buat pabrikan pesawat asal Italia itu. Disebutkan, Leonardo telah menjual lebih dari 100 produk ke Uni Emirat Arab, mulai dari helikopter, teknologi angkatan laut canggih, secure communications, teknologi luar angkasa, dan pesawat latih.

Saat ini, empat prototipe Leonardo AW609 telah dibuat. Pada bulan Oktober tahun ini, CEO Leonardo Alessandro Profumo mengatakan kepada Reuters bahwa pesawat tiltrotor sipil pertama di dunia tersebut diharapkan bisa disertifikasi oleh FAA pada tahun 2022 mendatang.

Leonardo AW609 disebut mirip dengan Bell Boeing V-22 Osprey. Keduanya sama-sama bisa terbang vertikal layaknya helikopter ataupun terbang horizontal seperti pesawat terbang lain agar bisa memacu kecepatan lebih. Bedanya, pesawat memiliki dimensi yang lebih kecil dan merambah pasar sipil bukan militer.

Pesawat tiltrotor sipil pertama di dunia itu diklaim mampu mengangkut sembilan penumpang dan satu pilot atau single pilot atau single cockpit. Ini didukung dua mesin turboshaft Pratt & Whitney Canada PT6C-67A menggerakkan proprotor bilah tiga dan memberikan kecepatan maksimum 509 km per jam dan jangkauan sejauh 1.389 km (863 mil) atau lebih dari 2.000 km (1.200 mil) dengan tangki tambahan.

Baca juga: Inilah Ling-Temco-Vought (LTV) XC-142, Pesawat dengan Kemampuan Terbang Transisi Pertama di Dunia

Dalam mode helikopter, proprotor diposisikan antara sudut 75-95 derajat dan sudut 87 derajat untuk melayang secara vertikal. Dalam mode pesawat, proprotor diputar ke depan dan terkunci pada posisi sudut nol derajat, berputar pada RPM 84 persen.

Perangkat lunak kontrol penerbangan digunakan untuk menangani banyak kompleksitas transisi antara mode helikopter dan pesawat. Tersedia sistem otomatis untuk membimbing pilot dengan sudut kemiringan yang benar dan pengaturan kecepatan terbang diudara. AW609 juga dilengkapi sistem kontrol penerbangan triple-redundant digital fly-by-wire, head-up display, dan full authority digital engine controls (FADEC).