Mabuk Plus Alami Gangguan Jiwa, Pria Ini Bajak Bus dan Sandera Penumpang Selama 19 Jam

Pria yang menyandera bus akhirnya turun (The Star)

Bagaimana bila saat berada di dalam bus dan disandera oleh seorang mabuk yang juga dalam pengobatan penyakit gangguan mental? Baru-baru ini di Bangkok, Thailand, seorang pria berusia 56 tahun dalam kondisi mabuk naik ke atas bus dari Bangkok menuju Ban Phaeng pada Sabtu (27/10/2018) pukul 8 malam waktu setempat di distrik Kham Moung Kalasin.

Baca juga: Terkait Aspek Keamanan, Bus Tingkat Lebih Cocok di Jalanan Dalam Kota

Pria itu merupakan mantan pengemudi taksi bangkok yang dilaporkan tengah menjalani pengobatan penyakit gangguan mental. Saat bus tiba di distrik Somdet yang berjalan menuju Muang, pria paruh baya itu menyandera seorang penumpang yang ada disebelahnya dan menodongkan ujung pisau. Pengemudi kemudian mengemudikan bus ke kantor polisi Somdet dan melaporkan ada penyanderaan dalam busnya.

Pelaku penyandera bus saat beraksi dengan pisaunya (The Star)

KabarPenumpang.com melansir dari laman thestar.com.my (29/10/2018), pengemudi kemudian membiarkan inspektur polisi, Kolonel Thaweesak Raksasilpa dan petugas lainnya menangani penyanderaan penumpang tersebut. Selanjutnya dari negosiasi, pria mabuk itu setuju membebaskan 15 penumpang lainnya yang berada di dalam bus.

Pelaku penyanderaan menolak meninggalkan bus itu dan mengancam akan menusuk polisi yang berusaha membawanya keluar. Atas insiden ini, polisi meminta pengemudi bus untuk pergi ker rumah pria itu di Kham Moung agar keluarganya berbicara dan pisau yang dibawanya dilepaskan.

Sayang, hal itu juga gagal sehingga bus kembali ke kantor polisi pada Minggu pagi. Hingga akhirnya Gubernur Kalasin Kraisorn Kongchalard dan kepala polisi provinsi Mayjen Thinnarat Phetchpansri ikut bergabung dalam tim perundingan. Hasil perundingan tersebut, yakni untuk menundukkan pelaku dengan menggunakan batang logam setelah sebelumnya menggunakan lima tabung gas air mata.

Baca juga: Mengapa di Setiap Negara Membutuhkan Halte Bus?

Meski begitu, hal ini pun tidak membuahkan hasil dan pria itu tetap menolak turun dari bus serta mengacung-acungkan pisaunya dengan mengancam polisi. Polisi juga menggunakan tongkat berbentuk Y dan tongkat yang berkait untuk menaklukan pria tersebut dan mencegah polisi dan tersangkan cedera.

Diketahui, drama penyanderaan bus dan penumpang didalamnya ini terjadi selama sekitar 19 jam di knifepoint pada Sabtu malam di provinsi Kalasin dan berakhir pada Minggu (28/10/2018) sorenya.