Mampir ke Singapura, Pecinta Kereta Api Jangan Lupa Telusuri Jalur Tersembunyi “The Lost Railway to Jurong”

0
Terowongan dan jalur kereta api (mothership.sg)

Luas Singapura bisa dikatakan tak lebih besar dari DKI Jakarta, dengan penduduk sekitar 5 juta, maka bisa dipastikan ruang terbuka di Negeri Singa itu sangat terbatas. Namun, siapa sangka, ternyata ada destinasi wisata yang lokasinya tersembunyi dan terkesan telah terlupakan.

Baca juga: Tak Perlu Jauh ke Jepang, Singapura Punya Tempat yang Mirip Loh!

Di Singapura persisnya ada terowongan serta rel kereta api yang tersembunyi dan ditumbuhi vegetasi. Terowongan dan rel kereta ini berada di Jurong yang dikenal dengan The Lost Railway to Jurong. Ini benar-benar terpencil dan salah satu tempat menarik di luar ruangan yang unik di Singapura.

The Lost Railway to Jurong (mothership.sg)

Dilansir KabarPenumpang.com dari mothership.sg (27/10/2020), letaknya sedikit sulit untuk dicapai, tetapi masih ada serta bisa diakses jika pelancong tahu mencarinya. Karena jarang dikunjungi, terowongan dan jalur kereta ini bahkan diberi label sebagai yang “terlupakan”.

The Lost Railway to Jurong ini mengarah pada rel kereta api sepanjang satu kilometer yang dipindahkan sekitar pertengahan 1990-an. Jalur ini berasal dari Stasiun Bukit Timah dan mengarah ke barat. Kini jejak rel tersebut sebagian besar ditumbuhi vegetasi dan bisa dikatakan alam kembali merebut apa yang selalu menjadi miliknya.

Meski begitu, sisa jalur tetap ada dan karena dari masa lalu, maka semakin menarik perhatian penduduk setempat yang ingin pergi ke suatu tempat selain pusat perbelanjaan dan kafe. Dibuka pada tahun 1965, Kereta Api Jurong menempuh jarak 19 km dari stasiun kereta Bukit Timah ke Shipyard Road, dekat Pulau Jurong yang sekarang. Jalur utama membentang 14 km, sementara tiga jalur cabang lainnya memperpanjang jalur kereta api ke bagian lain Jurong.

Nyatanya, tak lengkap ketika menyusuri rel kereta api ini tapi tak menemukan terowongan kereta. Berada di bawah Clemeti Road, terowongan ini letaknya dibelakang halte bus di seberang Kamp Maju dan menuruni lereng.

Terowongan kereta api yang membentang di bawah Jalan Clementi ini, serta terowongan super panjang lainnya di bawah Jembatan Layang Teban, adalah dua dari tiga terowongan yang dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api industri pada awal 1960-an.

Untuk diketahui, jalur Jurong selesai pada 1965 silam dan diberhentikan pada akhir 1980-an setelah Ayer Rajah Expressway (AYE) dibangun. Kemudian layanan berhenti beroperasi tahun 1992 dan Stasiun Kereta Api Jurong dibongkar pada tahun 1993.

Namun, Stasiun Bukit Timah saat ini tengah dilestarikan serta dianggap sebagai titik awal dari jalur Jurong menuju ke barat. Stasiun Kereta Bukit Timah merupakan bagian dari jalur kereta api utama yang digunakan untuk melaju dari Woodlands ke Tanjong Pagar.

Jalur kereta api utama itu, yang dikenal sebagai Jalur Utara-Selatan, dimulai dari Malaysia dan memotong jantung Singapura. Jalur kereta api antara Woodlands dan Tanjong Pagar ini ditutup pada Juli 2011. Kereta api adalah satu-satunya cara untuk memindahkan sejumlah besar barang dan bahan mentah ke kawasan industri di masa lalu.

Baca juga: Canberra yang Ini Bukan Ibukota Australia, Tapi Nama Stasiun MRT Singapura

Jalur Jurong membawa kargo dari Malaysia ke kawasan industri Jurong dan mereka berakhir di salah satu pelabuhan di Jurong. Jalur itu akan melewati gudang, kilang, dan pabrik untuk mencapai pantai barat.

Leave a Reply