Maskapai Internasional Mulai Ramai Tawarkan Asuransi Covid-19 untuk Penumpang

0

Covid-19 masih menjadi pandemi di dunia dan maskapai tetap harus memberikan rasa aman ketika penumpang bepergian dengan mereka. Salah satunya adalah maskapai menawarkan asuransi yang menjadi bagian dalam tiket penerbangan. Asuransi ini ditawarkan secara gratis yang akan mencakup biaya pengobatan, karantina dan lainnya. Nah, maskapai mana saja di dunia yang sudah menawarkan asuransi Covid-19 untuk penumpang mereka?

Baca juga: Emirates Jadi Maskapai Pertama Tawarkan Asuransi Covid-19 Gratis ke Penumpang! Simak Syaratnya

Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (14/12/2020), ternyata ada lebih dari lima maskapai dunia yang sudah memasukkan asuransi Covid-19 dalam tiket penerbangan mereka. Emirates adalah maskapai yang menjadi pelopor asuransi penerbangan Covid-19 di Asia.

Maskapai ini mengumumkan skema tersebut pada akhir Juli dengan menawarkan €150 ribu atau Rp2,5 miliar untuk biaya medis dan €100 atau Rp1,7 juta per hari untuk biaya karantina hingga 14 hari untuk penumpang yang terinfeksi. Emirates menyebutkan, polis ini akan berlaku selama 31 hari setelah keberangkatan dan berlaku hingga 31 Desember dan bisa diperpanjang.

Maskapai Asia lainnya ada Etihad yang menawarkan asuransi Covid-19 bagi penumpang yang bepergian dengan armada mereka hingga 31 Maret 2020 dan memiliki manfaat yang sama dengan Emirates. Bahkan Japan Airlines atau JAL menawarkan asuransi Covid-19 gratis bagi penumpang mereka yang terbang dari 23 Desember 2020 hingga 30 Juni 2021.

Adapun manfaat yang didapat oleh semua penumpang JAL yakni untuk perlindungan medis sebanyak $182 ribu atau Rp2,5 miliar dan $121 atau Rp1,7 juta per hari selama 14 hari karantina. Bahkan ada $1820 untuk biaya repatriasi. Cathay Pacific yang berbasis di Hong Kong juga ikut menawarkan polis asuransi Covid-19 untuk semua penumpang yang terbang hingga 28 April 2021 mendatang,

Cathay akan menanggung hingga $200 ribu untuk biaya medis jika penumpang mereka tertular virus corona dan $100 per hari selama karantina 14 hari. Tak hanya itu, maskapai ini juga akan menanggung biaya dua tes RT-PCR dalam kasus tertentu jika diperlukan secara medis.

Meski di Asia sudah cukup banyak maskapai yang menawarkan asuransi Covid-19, di Eropa belum banyak dan hanya ada sedikit yakni seperti Virgin Atlantic yang sudah mulai menawarkan polis asuransinya pada akhir Agustus kemarin. Virgin menawarkan £550 ribu untuk biaya pengobatan dan bagi siapa pun yang ditolak naik dan harus dikarantina selama perjalanan, maskapai menawarkan £3000.

Bila dilihat dari segi moneter, Virgin Atlantic menawarkan keuntungan besar bagi penumpangnya yang tetular virus corona. Di Eropa, selain Virgin, ada juga Lufthansa yang menawarkan perlindungan Covid-19.

Namun maskapai ini memberikan perlindungan terbatas bagi penumpang yang terbang dengan salah satu dari banyak armada miliknya. Kebijakan Lufthansa ini bersifat opsional dan memerlukan peningkatan untuk menutupi biaya medis (paket dasar hanya mencakup biaya karantina).

Finnair juga menawarkan asuransi Covid-19, meskipun dengan perlindungan finansial yang lebih rendah. Maskapai ini akan menanggung biaya medis hingga €50ribu dan €100 untuk biaya karantina selama 14 hari. Tes juga dapat dilakukan jika hasilnya positif.

Maskapai penerbangan di Amerika Utara belum begitu tertarik untuk menawarkan asuransi Covid-19 seperti rekan mereka di dunia. Tidak ada maskapai penerbangan AS yang menawarkan asuransi otomatis, tetapi Air Canada dan WestJet melakukannya.

Kebijakan WestJet mencakup perjalanan ke banyak tujuannya (tidak termasuk AS) dan menawarkan C$10 ribu dalam pertanggungan medis, biaya karantina sebesar C$150 per hari hingga 14 hari, perlindungan evakuasi udara darurat atau ambulans sebesar C$100 ribu, dan jaminan repatriasi sebesar C$5.000.

Baca juga: Penumpang Terpapar Virus dalam Penerbangan, Vietjet Tawarkan Asuransi ‘”Sky Covid Care”

Meskipun perlindungan Covid-19 maskapai dapat memberikan ketenangan pikiran kepada penumpang saat bepergian, membeli asuransi pribadi masih sangat penting. Bagi maskapai penerbangan, kebijakan tersebut adalah harga yang relatif kecil yang harus dibayar untuk merangsang permintaan perjalanan dan membuat orang terbang kembali.

LEAVE A REPLY