Menghitung Hari, Israel Siap Punya Bandara Baru di Awal Januari 2019

Sumber: www.ramon-airport.com

Jika Indonesia tengah menantikan kehadiran dari New Yogyakarta International Airport atau yang acap kali disebut Bandara Kulon Progo, maka tidak berbeda jauh dengan apa yang tengah dialami oleh warga Israel, dimana mereka juga tengah menantikan kehadiran dari Bandara Ramon yang dijadwalkan akan dibuka pada akhir bulan Januari 2019 ini. Hal ini diutarakan oleh Israel Airports Authority (IAA) dalam sebuah keterangan tertulis. Kelak, fungsi dari bandara baru yang terletak di dekat Laut Merah ini adalah untuk menggantikan peran dari Bandara Eilat .

Baca Juga: Ilan and Asaf Ramon International Airport, Bandara Terbaru di Israel Yang Serba Unggul

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (2/1/2019), Bandara Ramon sendiri dibangun dengan investasi senilai US$500 juta atau yang setara dengan Rp7,2 triliun. Bisa dibilang, target pembangunan bandara ini masih sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sejak awal – menurut rencana, pengoperasian perdana bandara ini jatuh pada tanggal 22 Januari 2019. Jika sudah rampung kelak, maka Bandara Ramon hanya akan melayani penerbangan domestik saja, dan untuk pengoperasian rute internasional akan dilakukan pada bulan Maret mendatang.

Adapun maskapai Arkia dan Israir-lah yang akan pertama kali menjajal landas pacu dari fasilitas paling anyar di Israel ini. Juru bicara dari IAA, Liza Dvir mengatakan bahwa pembukaan Bandara Ramon mengalami sedikit keterlambatan dengan dalih perluasan lahan parkir yang mampu menampung hingga 60 pesawat.

“Panjang landas pacu pun perlu ditambah menjadi 3,6 km sehingga bandara ini mampu menampung pesawat yang lebih besar,” tutur Liza.

Lebih lanjut, Liza mengatakan bahwa, “Israel tidak memiliki bandara internasional kedua selain Ben Gurion yang ada di Tel Aviv,”

Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Bandara Ramon ini memegang peranan yang cukup penting nantinya, dimana bandara ini akan menjadi gerbang bagi para pelancong yang hendak mengeksplorasi wilayah Eilat. Bandara Ramon sendiri dirancang untuk menampung dua juta penumpang setiap tahunnya, dan direncanakan akan mengalami peningkatan ke angka 4,5 juta penumpang di tahun 2030 kelak.

Adapun penamaan bandara ini ditujukan untuk mengenang Ilan Ramon, seorang astronot pertama asal Israel yang meninggal ketika pesawat ulang-alik Columbia meledak pada tahun 2003 silam.