Meski Punya Rute Penerbangan Sama, Garuda Indonesia dan Citilink Ternyata Saling Melengkapi

Garuda Indonesia

Sebagai maskapai Low Cost Carrier (LCC) yang juga merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia, Citilink memang termasuk ke dalam list maskapai yang dilirik oleh para pelancong berdompet ngepas. Beragam destinasi di seluruh Indonesia pun dilayani oleh Citilink hanya dengan satu kelas saja – Economy Class. Tentu saja kolaborasi harga murah dan banyaknya rute penerbangan yang dilayani membuat nama Citilink melambung dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga: Meski Penerbangan Langsung Jakarta-London Tutup, Garuda Indonesia Masih Layani via Codeshare

Lain cerita dengan yang dilakoni oleh Garuda Indonesia dalam mengoperasikan maskapai-maskapainya. Flag Carrier Indonesia ini lebih menyasar kelas middle-up dalam melayani setiap penumpangnya. Dari sini maka tidak heran semisal harga yang ditawarkan untuk Garuda Indonesia lebih mahal ketimbang Citillink. Jika dilihat dari kelas yang tersedia di masing-masing layanan saja, Citilink sudah ‘kalah’ karena tidak memiliki layanan business class.

Jika diperhatikan di berbagai situs penjualan tiket online, tentu Anda pernah menemukan nama Citilink dan Garuda Indonesia muncul di dalam satu pencarian rute yang sama. Mungkin Anda akan bertanya-tanya di sini, “Apakah ada persaingan antara Citilink dan Garuda Indonesia? Padahal mereka bernaung di bawah grup yang sama,”

Menanggapi hal ini, Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah persaingan. “Kalau ada rute yang bersinggungan, itu kan mereka mengambil pasar di luar Garuda. Garuda Indonesia sebagai layanan full service, sedangkan Citilink sebagai layanan LCC,” ujar Ikhsan kepada KabarPenumpang.com, Kamis (27/9/2018).

“Jadi semisal ada seseorang yang mau terbang pada jam tertentu, namun tidak memungkinkan dari sisi harganya, dia bisa ambil Citilink. Poinnya adalah Citilink akan mem-backup Garuda Indonesia di pasar yang berbeda,” tandasnya.

Ikhsan juga mengatakan bahwa pihak Garuda Indonesia telah mengatur frekuensi penerbangan sedemikian rupa sehingga tidak merugikan salah satu dari kedua belah pihak ini. Jika tidak diatur matang-matang (frekuensi penerbangan antara Garuda Indonesia dan Citilink jaraknya tidak terlampau lama), tidak menutup kemungkinan jika para penumpang akan beralih menggunakan Garuda Indonesia yang sudah jelas-jelas punya prestisenya sendiri – terutama untuk orang-orang yang berasal dari daerah.

Baca Juga: Tutup Rute Penerbangan Langsung Jakarta-London, Ada Apa dengan Garuda Indonesia?

Sederhananya seperti ini, semisal penerbangan Citilink dari Kualanamu menuju Jakarta pada pukul 19.00 WIB dibanderol dengan harga Rp900.000. Sedangkan pada pukul 19.20 WIB, Garuda Indonesia juga bertolak dari Kualanamu menuju Jakarta dengan harga tiket – sebutlah Rp1.000.000. Maka bukan tidak mungkin jika orang-orang akan beralih menggunakan Garuda Indonesia yang dipandang lebih punya ‘nama’ ketimbang anak perusahaannya tersebut.

Lantaran hal seperti contoh di atas masih banyak ditemukan di Indonesia, maka penentuan frekuensi dan harga benar-benar sangat dipertimbangkan di sini oleh kedua belah pihak – agar kejadian saling sikut tidak terjadi.