Friday, May 22, 2026
HomeAnalisa AngkutanMiliki Tiga Generasi, Jembatan Cisomang yang Tertinggi di Jalur Kereta Api Indonesia...

Miliki Tiga Generasi, Jembatan Cisomang yang Tertinggi di Jalur Kereta Api Indonesia Masih Tetap Primadona Hingga Kini

Panorama bumi parahyangan memang tak luput dari pemandangan alam yang memukau. Melewati jembatan dengan menelusuri perbukitan yang menjulang tinggi, tentu menjadi daya tarik penumpang kereta api yang menaikinya. Ya, pemandangan kawasan Bandung dan sekitarnya menjadi jalur yang digemari masyarakat baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya. Dilintasi cukup banyak kereta api, daerah ini sudah menjadi daya tarik tersendiri saat melintasinya.

Tentunya sudah pasti tahu bahwa jalur antara Padalarang hingga Purwakarta melewati berbagai jembatan yang fenomenal. Ada yang terpanjang maupun tertinggi. Nah, jembatan ini sudah sangat terkenal dengan ketinggiannya saat melintas di atasnya. Ya, Jembatan Kereta Api (KA) Cisomang merupakan jembatan satu-satunya yang tertinggi menyeberangi lembah bukit di perbatasan antara Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Purwakarta.

Jembatan KA Cisomang dibangun dengan konstruksi besi baja dan pondasi beton dengan ketinggian hampir mencapai 100 meter di atas lembah Sungai Cisomang. Lokasi Jembatan KA Cisomang berada di di sebelah timur Stasiun Cisomang yang masuk ke dalam wilayah Desa Cisomang, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Keistimewaan Jembatan KA Cisomang dengan panjang 243 meter adalah telah dilengkapi dengan rel ganda serta jalur pejalan kaki dan sepeda motor. Selain itu, meski jembatan ini dibangun di atas jurang yang sangat dalam, namun sangat menarik perhatian karena menawarkan pemandangan yang indah.

Jembatan Kereta Api yang memiliki 3 generasi adalah Jembatan Cisomang yang pertama tahun 1906, kedua berdiri pada tahun 1932 dan ketiga pada tahun 2000 dan diresmikan pada tahun 2004. Menurut beberapa sumber, jembatan generasi pertama beroperasi hanya beberapa tahun. Hal ini disebabkan karena tanah di sekitarnya kerap mengalami anjlok sehingga membahayakan kereta api yang melintas.

Peresmian Jembatan KA Cisomang generasi ketiga dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 3 Agustus 2004. Sementara di sisinya terdapat Jembatan KA Cisomang generasi kedua yang tidak lagi digunakan. Jembatan KA Cisomang generasi kedua ini hanya tinggal rangka baja yang di cat dengan warna merah, namun masih tetap menunjukkan bekas jalur rel tunggal. Sementara sisa Jembatan KA Cisomang generasi pertama yang disebut warga sebagai Langhub tak setinggi dua jembatan penerusnya dengan bentuk seperti reruntuhan benteng.

Lokasi sisa Jembatan KA Cisomang generasi pertama agak tersembunyi di tengah ladang pertanian warga meski berada tak jauh dari lokasi kedua penerusnya. Jembatan KA Cisomang generasi pertama dan kedua diketahui dibangun pada masa kolonial Belanda oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS).

Merangkum dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), pembangunan dengan julukan si “bungsu” melibatkan ahli konstruksi kereta api asal Austria. Pembangunannya selesai pada tahun 2004. Jembatan KA Cisomang baru menggunakan konstruksi baja yang melengkung ke atas. Jembatan ini juga memiiki rel ganda serta jalur kecil yang diperuntukkan untuk motor dan pejalan kaki.

Cisomang, Serba-Serbi Jembatan Kereta Tertinggi di Indonesia

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru