Mogok Pasokan Listrik 4 Agustus, MRT Jakarta Rugi Rp507 Juta dan Penumpang Turun 16,43 Persen!

MRT Jakarta

Bagi moda transportasi berpenggerak listrik seperti KRL dan MRT Jakarta, padamnya listrik PLN di Jabodetabek pada Minggu, 4 Agustus lalu membawa dampak besar. Selain merugikan para pengguna jasa karena harus dilakukan evakuasi saat kereta mogok, pun bagi penyedia jasa insiden putusnya pasokan listrik membawa dampak pada citra kepercayaan masyarakat dan kerugian finansial karena layanan tak bisa beroperasi.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya MRT Jakarta Mogok, Inilah Kronologi dan Sumber Pasokan Listrik yang Digunakan!

Khusus terkait kerugian pendapatan finansial yang ditimbulkan akibat terputusnya pasokan listrik dari PLN ke MRT Jakarta, pihak manajemen PT MRT Jakarta memperkirakan kerugian mencapai Rp507 juta per tanggal 4 Agustus 2019. Kerugian yang dimaksud mencakup potensi kehilangan penumpang yang mencapai 52.898 orang pada hari tersebut. Kerugian ini belum termasuk berbagai kerugian moril dan materil yang diderita oleh penumpang dan publik yang menggantungkan perjalanannya kepada MRT Jakarta.

Sebagai dampak tidak langsung, pada Senin kemarin (5/8), MRT Jakarta mengalami penurunan penumpang hingga 16,43 persen dalam satu hari tersebut yang kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran pengguna bahwa pemutusan pasokan listrik dapat terjadi lagi.

Dalam pesan tertulis, pihak MRT Jakarta berharap penurunan ini bersifat sementara, dan diharapkan gangguan listrik seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya. PT MRT Jakarta juga saat ini menyempurnakan kembali SOP Evakuasi Keadaan Darurat untuk mengantisipasi situasi pemadaman listrik oleh PLN dan memastikan evakuasi berjalan dengan lancar dan aman.

Skema evakuasi yang dilakukan (sebagaimana penjelasan infografis di bawah ini) menggambarkan pada saat kejadian terputusnya pasokan listrik (4 Agustus) terdapat 7 rangkaian kereta MRT Jakarta yang sedang beroperasi. 3 (tiga) rangkaian kereta berada di jalur bawah tanah yaitu Ratangga 0511 yg sedang berhenti di Stasiun Bundaran HI, dan Ratangga 0411 serta Ratangga 0610 yg terhenti diantara Stasiun Istora Mandiri dan Stasiun Bendungan Hilir. Penumpang di Ratangga 0411 (berjarak + 20 meter dari stasiun) dan Ratangga 0610 (berjarak + 100 meter dari stasiun) dievakuasi ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Bendungan Hilir.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Sedangkan 4 (empat) rangkaian lainnya berada di jalur layang yaitu Ratangga 0709 dan Ratangga 0906 sedang berada di Stasiun Blok A; dan Ratangga 0807 serta Ratangga 1004 yang terhenti diantara stasiun Fatmawati dan Stasiun Lebak Bulus Grab. Penumpang di Ratangga 0807 (berjarak + 850 meter dari stasiun) dan Ratangga 1004 (berjarak + 10 meter dari stasiun) dievakuasi ke stasiun terdekat yaitu Stasiun Lebak Bulus Grab.

Jumlah penumpang yang dievakuasi dari seluruh 13 stasiun MRT berjumlah 3.410 orang dalam keadaan baik dan selamat.