Moving e, Inilah Bus Pemasok Listrik untuk Beragam Urusan

0
Moving e (newatlas.com)

Ketika jaringan listrik rusak selama bencana angin topan dan hujan badai, banyak orang yang akan terkena dampaknya baik di rumah maupun di pusat evakuasi. Hal ini kemudian membuat Toyota dan Honda bekerja sama untuk menciptakan sistem pembangkit tenaga bergerak yang ditujukan pada situasi bencana.

Baca juga: Seorang Desainer Industri Rancang Halte Bus yang Dilengkapi Pengisian Daya EV Nirkabel!

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (7/9/2020), sistem ini terdiri dari bus sel bahan bakar besar yang mampu membawa banyak hidrogen, perangkat output daya portabel dan baterai. Kendaraan ini dijuluki ‘Moving e’ dan diperkirakan dapat mengalirkan listrik kapan saja dan di mana saja.

Sistem Moving e sendiri terdiri dari bus sel bahan bakar dari Toyota yang mampu membawa dua kali jumlah hidrogen sebagai basisnya bus FC, dua unit portabel Power Exporter 9000 dari Honda, 20 LiB-AID E500 dan 36 Baterai portabel Honda Mobile Power Pack, dan pengisi daya atau pelepas untuk Paket Daya Seluler.

Kedua produsen mobil ini percaya bahwa Moving e dapat melakukan lebih dari sekadar memberikan bantuan pada saat terjadi bencana. Bus juga bisa digunakan secara rutin untuk menyuplai listrik ke berbagai acara dan tentunya, semua teknologi ini masih perlu diuji. Sedangkan untuk busnya sendiri dikembangkan berdasarkan Toyota FC Bus versi sebelumnya.

Selain itu, ia hadir dengan tangki hidrogen bertekanan tinggi dua kali lebih banyak yang mampu menghasilkan sebanyak 454 kWh dengan output maksimum 18 kW. Bus tersebut juga didesain tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi yang mampu memberikan tenaga, tetapi sebagai tempat istirahat masyarakat pada saat terjadi bencana.

Toyota dan Honda akan melanjutkan untuk memverifikasi keefektifan sistem pembangkit atau keluaran listrik bergerak melalui berbagai penggunaan oleh kota dan bisnis yang bersedia bekerja sama dalam pengujian. Selama periode pengujian, bus Stasiun Pengisian Daya yang terisi penuh akan dibawa ke lokasi dunia nyata dalam jarak 100 km (62 mil) dari stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.

Dua perusahaan ini kemudian akan menempatkan sumber daya seluler melalui langkahnya dalam berbagai skenario kasus penggunaan, untuk memastikan semuanya berfungsi seperti yang diharapkan. Jika bus tersebut kemudian dioperasikan, dan tidak ada perusahaan yang mengungkapkan rencana produksi apa pun, diharapkan ini bisa digunakan untuk menyalakan peralatan di zona bencana.

Baca juga: Desainer Ferrari Rancang Halte Bus Canggih dengan Konsep Alami

Selain itu juga menyediakan listrik untuk hal-hal seperti pusat evakuasi dan bahkan dapat berfungsi sebagai tempat penampungan sementara bagi mereka yang membutuhkan. Di antara misi membantu situasi bencana, bus juga dapat digunakan untuk menjalankan acara di luar ruangan seperti konser, pesta dan lainnya.

Leave a Reply