Mudahkan Akses ke Dataran Tinggi Tibet, Beijing Bangun Jalur Kereta Cepat Tertinggi di Dunia

0
Pekerjaan pembuatan rel di jembatan dekat ibu kota Tibet, Lhasa. (news.cn)

Beijing membangun rel berkecepatan tinggi baru di dataran tinggi tertinggi dunia. Nantinya rel berkecepatan tinggi ini diharapkan dapat beroperasi dalam lima hingga delapan tahun kedepan untuk membuat wilayah Pegunungan Tibet lebih mudah diakses dari berbagai provinsi di Cina

Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Seruan untuk memulai pembanguan jalur kereta api Sichuan-Tibet dikeluarkan selama pertemuan Politbiro Partai Komunis dua hari di Tibet yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping. Jalur sepanjang 1.742 km antara Chengdu, ibukota provinsi Sichuan barat dan pusat transportasi kereta api serta ibukota Tibet, Lasha dapat membuat kedua wilayah mengembangkan infrastruktur baru.

KabarPenumpang.com melansir constructionreviewonline.com (4/9/2020), kereta ini akan melakukan perjalanan di sepanjang rel baru dengan kecepatan hampir 200 km per jam di udara yang jernih karena ketinggian pengunungan yang terjal. China Railway Construction Corp, kontraktor milik negara dari proyek senilai US$44,7 miliar, menyatakan bahwa perjalanan kereta api dari Chengdu ke Lhasa akan sama jaraknya dengan perjalanan dari Los Angeles ke Vancouver.

Bedanya terlihat pada ketinggian lebih dari 3000 meter seperti Lhasa terletak di lereng utara Himalaya, pegunungan yang memiliki banyak puncak tertinggi di dunia. Lhasa memiliki ketinggian sekitar 3200 meter lebih tinggi dari Chengdu, dan dua dari 14 gunung yang akan dilewati jalur baru lebih tinggi dari Mont Blanc setinggi 4800 meter, yang tertinggi di Pegunungan Alpen.

Banyak daerah permafrost, jurang, patahan, dan lereng curam antara Chengdu dan Lhasa harus dijembatani atau dipotong dan proyek tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dirancang guna mengatasi semua tantangan teknik. Para pekerja di kedua ujung jalur berpacu dengan waktu yang berjalan untuk memanfaatkan musim hangat, sebelum salju dan arus dingin Himalaya membuat pekerjaan mereka tidak mungkin dilakukan.

Setelah selesai, waktu tempuh kereta dari Chengdu ke Lhasa akan dipangkas dari 36 jam saat ini menjadi sekitar sembilan jam. Untuk diketahui, terakhir kali Xi Jinping mengadakan pertemuan tingkat atas di Tibet adalah lima tahun lalu di mana ketegangan yang membara di sepanjang wilayah perbatasan Tibet, tempat terjadinya bentrokan antara pasukan China dan India dalam beberapa bulan terakhir, adalah latar belakang komitmen kembali terbaru Beijing terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

Meskipun mungkin tidak akan pernah dapat menutup pengeluaran yang besar untuk proyek yang mungkin paling menantang dan ekspansif dari jenisnya, jalur baru ini mungkin akan melihat lebih banyak tentara daripada pengendara sipil saat dibuka. Ini akan sama dengan Kereta Api Qinghai-Tibet yang dibuka pada tahun 2006. Kereta api tertinggi di dunia ini segera menjadi saluran bagi militer China untuk mengirim personel dan aset ke Tibet.

Baca juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

Udara sangat tipis sehingga kereta api di sepanjang jalur Qinghai-Tibet dilengkapi dengan ventilasi oksigen, dan biasanya dibatasi hingga 100 kilometer per jam. Tetapi kereta api masa depan di sepanjang jalan pintas baru yang dialiri arus listrik dengan ketinggian tinggi antara Chengdu dan Lhasa mungkin tidak memerlukan peralatan khusus untuk sebagian besar perjalanan dan bisa lebih efektif untuk penempatan militer.

Leave a Reply