Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makanan

0
Kotak ekiben yang di jual di kios stasiun (atlasobscura.com)

Melesat dengan kecepatan 300 km per jam, kereta Shinkansen mampu mengantar penumpang dari Tokyo ke Osaka dengan melintasi gedung pencakar langit, kuil hingga ladang. Bahkan kereta ini juga memberikan keindahan panorama Gunung Fuji.

Baca juga: Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!

Biasanya dalam perjalanan menggunakan kereta Shinkansen, banyak penumpang yang membawa makanan mereka dan bekal dimakan tersebut setelah 45 menit perjalanan. Bekal makanan yang dibawa para penumpang ini dibeli di kios stasiun atau dari petugas kereta api.

Pilihan makanan dari ekiben (atlasobscura.com)

Makanan itu disebut ekiben yang merupakan gabungan eki (stasiun) dan ben adalah kependekan dari bento (makanan kotak). Isinya pun tak jauh berbeda dari makanan kotak yang di jual di stasiun atau kereta api negara manapun.

Hanya saja bedanya ekiben di Jepang memiliki ciri khas tempura dan onigiri atau bisa disebut bola nasi (biasanya kosong atau diisi topping). Sayuran kukus yang dibentuk seperti bunga dan sepotong kue yang semuanya diletakkan dalam satu kotak serta ditata semenarik mungkin.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari atlasobscura.com, penumpang Osaka banyak yang memilih bento yang berisi takoyaki, pangsit gurita goreng hingga onigiri. Ekiben sendiri merupakan representasi dari buadaya makanan Jepang yang dibuat dengan indah seperti kotak hadiah.

Sebagian besar berisi potongan ayam, kubus ikan yang dilapisi tepung roti atau ikan bakar, tempura, telur dadar, dan bermacam-macam sayuran daikon acar atau rumput laut yang disusun mengelilingi bola nasi dengan taburan wijen hitam atau nori. Uniknya ekiben yang dijual di setiap stasiun memiliki keunikan tersendiri seperti di Hokkaido yang menghadirkan cumi sebagai lauk nasi dengan saus khusus.

Ternyata ekiben sudah menjadi bagian dari perjalanan kereta api sejak pekerja meletakkan rel kereta pertama. Jalur kereta api Jepang pertama, dari Tokyo ke Yokohama, mulai beroperasi pada tahun 1872. Pada tahun 1885, catatan mencatat, para penjual menjual bola nasi yang diisi dengan acar prem di bungkus daun bambu di Stasiun Utsunomiya.

Pada pergantian abad, jaringan kereta api yang berkembang pesat disandingkan dengan munculnya kios-kios ekiben yang menjual kotak-kotak makanan lokal yakni tai meshi (nasi nasi laut) di stasiun Shizuoka, sushi ayu (ikan sungai segar) di Yamakita. Awalnya ekiben dijajakan menggunakan nampan dan bisa dibeli melalui jendela kereta ketika berhenti.

Namun setelah ada kereta dengan gerbong berAC, hal itu hilang dan digantikan dengan kios penjual ekiben. Tak hanya itu, saat didalam kereta jarak jauh pun, ekiben ini dijual oleh petugas kereta api yang berkeliling di gerbong.

Bukan hanya makanannya, kemasan ekiben yang indah juga membangkitkan daerah tempat pembuatannya. Di Prefektur Hyogo, yang dikenal dengan praktik tradisional menangkap gurita dalam takotsubo, pot tanah yang dirancang khusus untuk menangkap cephalopod, hipparidako meshi ekiben berisikan nasi, gurita, belut kerucut, dan hidangan sayuran yang disajikan dalam takotsubo mini.

Di Okayama, ekiben paling populer merujuk pada Momotaro, atau bocah persik, seorang pahlawan cerita rakyat setempat yang diduga muncul dari persik. Bento berbentuk seperti buah persik dan bungkusnya menampilkan penampilan Momotaro yang artistik. Setiap kotak ekiben adalah suvenir, dan pelancong sering membawa pulang rumah ekiben terkenal sebagai hadiah.

Berbeda dengan kesamaan makanan cepat saji, ekiben berubah untuk memasukkan bahan musiman. Pelancong musim semi mungkin menantikan bunga sakura yang diawetkan dengan nasi. Belut dan nasi ekiben muncul di musim panas, menggantikan nasi tiram musim dingin (kaki meshi). Meskipun Anda perlu melakukan perjalanan tanpa akhir dengan kereta untuk mencicipi semua ekiben di negara ini, raksasa ritel Stasiun Tokyo Ekibenya Matsuri (artinya festival ekiben), menjual 170 jenis yang menampilkan hidangan lokal dari seluruh Jepang.

Ekiben sama-sama populer di kalangan pelancong asal Jepang dan asing. Penggemar memiliki koleksi bungkus ekiben mereka sendiri, mereka dapat menikmati majalah ekiben dan komik serta penjual resmi kartu pass Jepang (mirip dengan Eurail pass) memiliki kiat tentang cara terbaik untuk menikmati ekiben di situs web mereka.

Baca juga: Intip Kerlap Kerlip Wisata Kereta Api Khas Negeri Sakura

Makanan cepat saji yang disiapkan perlahan-lahan, dengan bahan-bahan lokal, musiman, dan dikonsumsi sembari merenungkan lanskap yang lewat secara meditasi, ekiben adalah artefak budaya, undangan untuk mengambil sepotong karunia kuliner Jepang sebagai kenang-kenangan nikmat dari eksplorasi.

Leave a Reply