PT Angkasa Pura I (Persero) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melepaskan balon udara, layang-layang, lampion, drones maupun benda terbang sejenis tanpa izin di kawasan bandara karena berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Baca Juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton
Hal ini disampaikan guna menindaklanjuti sebanyak 14 laporan gangguan balon udara sejak 14 Juni 2018 yang dilaporkan oleh pilot-pilot yang melintasi wilayah pengaturan ruang udara militer Yogyakarta (Yogyakarta Military Control Airspace) seperti Wonosari, Kebumen, Sleman, Solo, Kulon Progo, Purworejo, Cilacap dengan variasi ketinggian mulai dari 4.000 kaki sampai dengan 25.000 kaki di atas permukaan laut. Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, petugas pun telah mengamankan 2 temuan balon yang dilepaskan oleh warga di dekat Bandara Adisucipto Yogyakarta siang kemarin.
Faik Fahmi selaku Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) mengatakan, “Laporan-laporan tersebut menjadi perhatian serius bagi kami, mengingat pelepasan balon udara dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Untuk itu, kami kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak melepaskan balon udara dan/atau benda terbang lainnya tanpa izin di kawasan bandara”.
Adapun, sesuai dengan Undang-undang penerbangan Nomor 1 tahun 2009 pasal 421 ayat (2) menyatakan setiap orang yang membuat halangan (obstacle) dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 1 miliar.
Sebelumnya pada 7 Mei 2018, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga telah menetapkan Peraturan Menteri No. 40 tahun 2018 yang mengatur lebih spesifik mengenai peraturan penggunaan balon udara pada kegiatan adat atau budaya masyarakat, seperti penetapan standar diameter maksimal 4 meter dan tinggi 7 meter untuk balon berbentuk oval dan/atau apabila balon tidak berbentuk oval atau bulat, maksimal dimensi 4 meter x 4 meter x 7 meter.
Pemilihan warna balon pun harus mencolok, memiliki minimal 3 tali tambatan yang terpaku atau terkait dengan pemberat di tanah dan diterbangkan dengan ketinggian maksimal 150 meter di wilayah udara yang tidak terkontrol (uncontrolled airspace). Adapun peraturan spesifik menyebutkan juga bahwa pelepasan balon udara harus berada 15 km di luar radius kawasan bandara dan pendaratan helikopter.
Baca Juga: Lagi, Insiden Drone Tabrak Pesawat Komersial Kembali Terulang
“Mengingat bandara merupakan salah satu area yang masuk ke dalam kawasan keselamatan operasi penerbangan, PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa bekerja sama dengan seluruh pihak seperti Direktorat Jenderal Udara (DJU), AirNav Indonesia, TNI, maskapai penerbangan dalam melakukan pengawasan balon udara di kawasan bandara. Kami pun telah secara aktif mengedukasi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan 13 bandara AP1 terkait peraturan keselamatan dan keamanan penerbangan di kawasan bandara, sehingga masyarakat menjadi paham dan patuh terhadap aturan dalam melaksanakan kebiasaan maupun aktivitas adat setempat,” tambah Faik.
Berapa banyak cerita kereta hantu di dunia? Mungkin tidak terlalu banyak, salah satunya di Indonesia terkhusus warga Jakarta dan sekitarnya. Ya, kereta hantu Manggarai, merupakan cerita terfenomenal yang pastinya tak asing lagi di telinga warga Jakarta.
Baca juga: Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta
Tapi, ternyata bukan hanya di Jakarta yang punya kereta hantu, negara Swedia tepatnya di kota Stockholm juga memiliki kisahnya sendiri. KabarPenumpang.com mengumpulkan dari beberapa laman sumber kisah tentang kereta Silverpilen yang dikabarkan sering beroperasi pada tengah malam.
Kereta ini disebut Silverpilen karena di cat berwarna perak dan berbeda dari kereta Swedia pada umumnya yang berwarna hijau terang. Silverpilen sendiri dalam bahasa Swedia diartikan sebagai kereta peluru perak.
Stasiun Kymlinge
Kereta ini dibuat pada tahun 1960 dengan delapan gerbong. Uniknya kereta ini dirancang sedikit berbeda dengan kereta lainnya, dimana pintu harus digeser untuk membukanya.
Pada masanya kereta ini dulu belum begitu terkenal dikalangan penduduk lokal sampai kereta komuter berekspansi di Stockholm. Dimana jaringan baru dibuat dan stasiun Kymlinge pun didirikan untuk melayani penumpang di wilayah yang baru berkembang.
Sayangnya stasiun tersebut tidak pernah beroperasi hingga kini dan bangunannya dibiarkan terbengkalaian begitu saja. Hingga akhirnya stasiun tersebut berubah menjadi menyeramkan dan disebut stasiun hantu oleh warga lokal.
Kisah kereta Silverpilen ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan jika terlihat mengular pada tengah malam di kereta. Sebab beberapa penumpang mengatakan, kereta ini sering mengambil penumpang dan mereka yang naik tidak akan turun lagi.
Tetapi beberapa penumpang yang pernah naik kereta itu tengah malam dan kembali mengaku sempat hilang dan tiba di pemberhentian beberapa bulan kemudian. Ini bisa dikatakan keberuntungan, sebab bila diturunkan di stasiun Kymlinge mereka tidak akan pernah terlihat atau kembali lagi.
Baca juga: Legenda Kereta Hantu Manggarai, Antara Fakta dan Mitos
Ada pepatah lokal Swedia yang populer tentang stasiun Kymlinge ini “Bara de doda stiger av I Kymlinge” yang artinya hanya orang yang mati yang turun di stasiun Kymlige.
Kereta ini terdiri dari delapan gerbong tetapi sudah berhenti beroperasi sejak tahun 1996 dan rangkaiannya tersebar di berbagai lokasi. Ada dua yang masih bisa dilihat para pelancong yakni di depo kereta tersebut tepatnya di kota Hagglund dan di Akademi Kepolisian kota Stockholm sedangkan sisanya sama sekali tidak diketahui keberadaannya.
PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat pertumbuhan trafik penumpang dan pesawat pada masa arus mudik Lebaran 2018 sejak 7 Juni (H-8) hingga 15 Juni (H1) masing-masing sebesar 8,2% dan 9,7% dibanding periode yang sama pada 2017 lalu.
Baca juga: Terus Menanjak, Angkasa Pura I Catat Pertumbuhan Trafik Arus Mudik Dibanding Tahun 2017
Trafik penumpang pada periode H-8 hingga H1 Lebaran 2018 mencapai 2.596.746 orang, tumbuh 8,2% dari 2.398.694 orang di periode yang sama pada 2017. Sedangkan trafik pesawat pada periode ini di 2018 mencapai 20.553 pergerakan pesawat, tumbuh 9,7% dari 18.733 pergerakan di periode yang sama pada 2017.
Trafik penumpang tertinggi sejak H-8 hingga H1 terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan total trafik penumpang mencapai 623.382 orang, naik 10,8% dibanding periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 562.215 orang. Dari total trafik penumpang pada 2018 tersebut, trafik penumpang internasional masih lebih tinggi dibanding trafik penumpang domestik, yaitu 335.742 penumpang internasional dan 287.640 penumpang domestik.
Posisi trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total trafik mencapai 558.338 orang, naik 1,79% dari 548.519 orang pada periode yang sama di 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang mencapai 325.429 orang, naik 3,02% dari 315.889 orang pada periode yang sama di 2017. Sementara itu, pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Frans Kaisiepo Biak dengan pertumbuhan 100,65%, naik menjadi 16.899 orang pada 2018 dari 8.422 orang pada 2017.
Trafik Penumpang pada 15 Juni (H1)
Pada 15 Juni 2018 (H1), trafik penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I sebanyak 246.590 orang, tumbuh 2,15% dari 241.402 orang pada H1 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi pada H1 ini terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang mencapai 74.931 orang, naik 12,03% dari 66.884 orang pada H1 Lebaran 2017.
Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total penumpang sebanyak 51.812 orang, turun 3,03% dari 53.430 orang pada H1 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sebanyak 22.067 orang, turun 19,51% dari 27.416 orang pada H1 Lebaran 2017.
Pada pemberitaan yang lalu, pernah dibahas tentang kenapa kereta api yang disarankan untuk tidak menerjang banjir. Kali ini sebuah inovasi hadir dari Negeri Bollywood, India dimana jaringan perkeretaapiannya tengah mengembangkan sebuah lokomotif yang mampu menerjang banjir, bahkan dengan ketinggian 12 inchi (sekitar 30 cm). Tentu saja selain menuai decak kagum dari sejumlah golongan, namun sempat tersirat sedikit ketakutan ketika kereta semacam ini diciptakan dan tetap mengular menerjang banjir.
Baca Juga: Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman MumbaiMirror.com (11/6/2018), lokomotif yang tengah dikembangkan oleh Central Railways ini nantinya akan ditugaskan untuk menarik rangkaian kereta lokal maupun jarak jauh yang terdampar di tengah banjir. Dengan dioperasikannya kereta ini kelak, maka sudah tidak ada lagi cerita kereta yang terjebak akibat banjir, karena selama ini jika terjebak bajir, kererta akan berhenti hingga genangan air yang menutupi rel surut.
Manajer Kereta Api Central Railways Divisi Mumbai, SK Jain mengatakan bahwa kereta kerap bermasalah setiap habis terendam banjir. “Sebut saja air yang masuk ke dalam motor traksi di bagian bawah mesin, hal ini dapat menyebabkan gagal mesin,” ujarnya. Modifikasi tingkat lanjut memang dibutuhkan agar air tersebut tidak masuk dan menggenangi motor traksi. Tidak hanya itu, pada kereta baru ini pun turut disematkan pula sensor yang setiap saat akan memantau suhu dari motor dan mengirimkannya ke masinis.
Pihak Central Railways sendiri mengaku uji coba akan lokomotif ini telah rampung dan kereta tengah berada di Gudang Lokomotif Kurla, “Siap untuk beroperasi, dan inovasi ini akan membantu perkeretaapian India untuk menyelesaikan permasalahan yang terus berulang,” ungkap salah satu pejabat di Central Railways.
Baca Juga: 165 Tahun Kereta Api Mengular di Rel India
Seperti yang sudah disebutkan di atas, inovasi semacam ini memang terdengar mampu mengentaskan masalah ketika musim penghujan tiba, namun ada satu kekhawatiran yang timbul ketika sebuah kereta teus mengulat menerjang banjir, yaitu bagaimana semisal banjir menutupi kerusakan jalur atau ‘menyembunyikan’ rintangan besar yang bisa saja menghambat laju kereta api? Tentu hal seperti ini bukan tidak mungkin terjadi walaupun tingkat kemungkinannya kecil, bukan? Jadi inovasi ini dapatkah mengentaskan lebih dari satu masalah tanpa harus menghadirkan masalah lainnya?
Memasuki H-1 Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengangkut 1.650.433 orang pemudik di 7 lintasan utama penyeberangan terpantau nasional atau naik 10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 1.495.271 orang pemudik.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2018, ASDP Siapkan 217 Kapal di Tujuh Lintasan
Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers (14/6/218), tercatat 7 lintasan penyeberangan utama (terpantau nasional) selama arus mudik dan balik yakni, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau (Balikpapan), Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-api.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Imelda Alini mengatakan, jika melihat data Posko, trafik pemudik ferry secara total di 7 lintasan utama penyeberangan yang terpantau nasional mengalami kenaikan sekitar 2-12 persen.
“Hingga H-1 untuk total penumpang naik sekira 10 persen dari 1,495 juta di tahun lalu menjadi 1,65 juta. Lalu sepeda motor naik 2 persen dari 176.061 unit tahun lalu menjadi 179.572 unit tahun 2018. Dan untuk roda 4 dari 176.986 unit di tahun 2017 menjadi 198.693 unit di tahun 2018 atau naik sekitar 12 persen,” tutur Imelda menyebutkan rinci, Kamis (14/6).
Tahun ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan telah mengantisipasi dengan baik layanan Angkutan Lebaran yang diharapkan berjalan lancar, tertib, aman dan nyaman dengan target dapat mengangkut 4.222.071 orang pemudik dan 1.014.955 unit kendaraan di 7 lintasan utama terpantau nasional selama periode mudik pada H-1 hingga H+7 Lebaran.
Adapun target 4,2 juta pemudik tersebut naik 6 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 3,98 juta pemudik. Lalu, jumlah kendaraan roda 2 mencapai 451.340 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan tahun lalu 424.470 unit, dan roda 4 mencapai 563.615 unit atau naik 5,7 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 532.970 unit.
“Jika melihat pergerakan data, kami melihat ada tren positif dari pengguna jasa ferry selama periode Mudik Angkutan Lebaran tahun ini. Kami optimis target angkut 4,2 juta pemudik dapat tercapai selama periode angkutan Lebaran, dan kapal ferry kini sudah menjadi pilihan moda transportasi yang dapat diandalkan,” tuturnya lagi.
PT ASDP memastikan kesiapan alat produksi selama Angkutan Lebaran 2018 memadai, yang akan dilayani oleh 8 cabang, 13 pelabuhan, 43 dermaga, dan 217 unit kapal (termasuk swasta). “Kami telah mengantisipasi dengan baik untuk kesiapan alat produksi selama angkutan Lebaran dengan jumlah kapasitas terpasang memadai baik untuk arus mudik dan balik. Berbagai fasilitas pendukung di pelabuhan dan kapal juga telah disiapkan bagi pengguna jasa sehingga dapat menikmati pengalaman yang berkesan selama melakukan perjalanan mudik dengan kapal ferry,” kata Imelda.
Baca Juga: Promosikan Tiket Online Lebaran, ASDP Ferry Gelar Undian Berhadiah
PT ASDP mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin antara perseroan dengan regulator dan seluruh mitra kerja penyeberangan yang telah mendukung kelancaran layanan Angkutan Lebaran baik saat arus mudik maupun arus balik mendatang. “Tahun ini, layanan angkutan mudik Lebaran bisa dikatakan telah dipersiapkan dengan matang, sehingga dapat meminimalisir potensi lonjakan dan kepadatan yang dialami pengguna jasa. Kami harapkan, saat arus balik nanti pemudik juga tetap dapat menikmati pelayanan prima dari layanan angkutan penyeberangan yang lancar, aman nyaman dan selamat,” sebutnya lagi.
PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat adanya pertumbuhan trafik penumpang dan pesawat pada masa arus mudik Lebaran 2018, terhitung sejak H-8 yang jatuh pada 7 Juni 2018 kemarin hingga 13 Juni 2018 atau H-2 Lebaran. Pertumbuhan tersebut tercatat masing-masing sebesar 10,24% dan 10,44% dibanding periode yang sama pada 2017 lalu.
Baca Juga: Jelang Pengoperasian Terminal Baru Bandara Ahmad Yani, Angkasa Pura I Gelar “Operasi Boyong”
Berdasarkan siaran pers yang didapatkan oleh KabarPenumpang.com, Kamis (14/6/2018), trafik penumpang pada periode H-8 hingga H-2 Lebaran 2018 mencapai 2.074.063 orang, tumbuh 10,24% dari 1.881.442 orang di periode yang sama pada 2017. Sedangkan trafik pesawat pada periode ini di 2018 mencapai 16.193 pergerakan pesawat, tumbuh 10,44% dari 14.662 pergerakan di periode yang sama pada 2017. Pertumbuhan dua digit juga terjadi pada trafik kargo di periode yang sama, yaitu tumbuh sebesar 15,31% menjadi 11.804 ton pada 2018 dari 10.237 ton pada 2017.
Trafik penumpang tertinggi sejak H-8 hingga H-2 terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan total trafik penumpang mencapai 474.345 orang, naik 9,97% dibanding periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 431.240 orang. Dari total trafik penumpang pada 2018 tersebut, trafik penumpang internasional lebih tinggi dibanding trafik penumpang domestik, yaitu 256.246 penumpang internasional dan 217.399 penumpang domestik.
Posisi trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total trafik mencapai 444.363 orang, naik 3,29% dari 430.213 orang pada periode yang sama di 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang mencapai 275.317 orang, naik 8,34% dari 254.110 orang pada periode yang sama di 2017. Sementara itu, pertumbuhan trafik penumpang tertinggi terjadi di Bandara Frans Kaisiepo Biak dengan pertumbuhan 123,81%, naik menjadi 14.512 orang pada 2018 dari 6.484 orang pada 2017.
Baca Juga: Bandara Kertajati Buka Lima Rute Penerbangan Mudik dan Lima Kloter Haji 2018
Pada 13 Juni 2018 (H-2), trafik penumpang di 13 bandara Angkasa Pura I sebanyak 302.978 orang, tumbuh 0,06% dari 302.800 orang pada H-2 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi pada H-2 ini terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang mencapai 73.760 orang, naik 5,31% dari 70.044 orang pada H-2 Lebaran 2017.
Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terjadi di Bandara Internasional Juanda Surabaya dengan total penumpang sebanyak 67.460 orang, turun 3,93% dari 70.217 orang pada H-2 Lebaran 2017. Trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sebanyak 39.486 orang, turun 2,27% dari 40.402 orang pada H-2 Lebaran 2017.
Walaupun tidak ada aturan tertulis yang mengatur tentang cara berpakaian ketika berada di dalam kabin pesawat, namun hal tersebut layaknya tidak dijadikan alasan untuk berpakaian seenaknya. Karena di Indonesia sendiri masih terbilang cukup sensitif untuk masalah tata krama berpakaian, jadi para penumpang seolah sudah mengerti pakaian seperti apa yang harus ia kenakan ketika terbang, yang penting tidak mengumbat aurat.
Baca Juga: Kenakan Pakaian Berlapis-Lapis, Pria Ini Dicekal di Bandara Keflavik!
Pun dengan yang terjadi di luar negeri sana, dimana seorang penumpang dituntut untuk mengenakan pakaian sewajarnya ketika hendak mengudara. Jangan seperti seorang model majalah pria dewasa, Iryna Ivanova yang sampai-sampai dilarang mengudara oleh maskapai JetBlue karena dirinya kedapatan menggunakan pakaian yang tidak senonoh.
Diwartakan KabarPenumpang.com dari laman racked.com (1/6/2018), Iryna kala itu mengenakan rok rajut panjang yang memperlihatkan bagian celana dalamnya. Mungkin dimata para pria hidung belang, pemandangan tersebut sangatlah indah, namun tidak bagi awak kabin yang berupaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tidak perduli dengan latar belakang yang menggelayuti namanya, Iryna tetap tidak diijinkan untuk mengudara bersama LCC yang bermarkas di New York City ini selama ia masih menggunakan pakaian semacam itu. Iryna berdalih bahwa dirinya membawa celana cut-off namun ia menyangka bahwa celana seperti itu tidak berkenan digunakan di penerbangan.
Namun petugas JetBlue tersebut mengatakan bahwa tidak ada yang salah jika mengenakan celana cut-off, berbanding terbalik dengan literatur yang dibaca oleh Iryna. “Yang penting celana dalam Anda tertutupi,” tukas petugas tersebut. Akhirnya Iryna melapisi rok rajutnya tersebut dengan celana jeans model robek-robek tersebut.
Bahkan, seorang rock-star sekelas Billie Joe Armstrong dari Green Day saja tidak kebal dengan aturan tidak tertulis seperti ini. Pada tahun 2011, vokalis band asal Amerika ini sempat dikeluarkan dari maskapai Southwest karena enggan menaikkan celananya yang melorot, dimana kala itu, celana melorot tengah jadi tren.
Baca Juga: Tanggalkan Pakaian Sebelum Mengudara, Pria Ini Tunda Keberangkatan Pesawat
Etika dan perilaku penumpang dalam berpakaian selayaknya sesuai dengan akidah yang berlaku, tidak memamerkan aurat, dan tidak juga berlebihan. Seperti halnya yang terjadi pada seorang penumpang berhijab lengkap pada tahun 2016 silam, dimana ia terpaksa diamankan petugas keamanan karena disangka salah satu anggota dari kelompok muslim radikal dan dikhawatirkan akan membahayakan penerbangan maskapai JetBlue tersebut.
Biasanya selain bertemu sanak keluarga di kampung, pemudik juga memanfaatkan liburan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Dan biasanhya pula para pemudik ini tak mau kehilangan yang namanya momen saat bersama keluarga atau tempat wisata dan mengabadikannya dengan kamera di ponsel untuk di pamerkan di media sosialnya.
Baca juga: Foto Viral Ini Ingatkan Pentingnya Car Seat Untuk Anak
Dirangkum KabarPenumpang.com ada beberapa hal yang bisa membuat Anda terlihat akan melakukan perjalanan mudik. Berikut ini beberapa hal yang bisa memperlihatkannya.
1. Foto dirumah sebelum berangkat
Anda bisa berselfie ria dengan tiket bila menggunakan kereta api, pesawat ataupun bus. Namun baiknya berfotolah saat Anda sedang mengangkat tas untuk dimasukkan ke dalam mobil, ini justru mengesankan Anda akan mudik bersama keluarga. Biasanya momen ini yang jarang dilakukan orang untuk memperlihatkan mereka akan mudik.
2. Foto pemandangan di perjalanan
Ini biasa dilakukan orang-orang, sebenarnya tak perlu harus ber-selfie, dengan menunjukkan papan nama daerah yang Anda foto juga sudah bisa membuktikan Anda sedang melakukan perjalanan mudik. Tak hanya itu, selfie pun diperkenankan agar orang lain di media sosial Anda percaya kalau sedang mudik.
3. Foto kemacetan
Tahun lalu di jalur tol Brexit alias Brebes Exit (Brebes Timur) terjadi kemacetan parah. Bila Anda mengalami hal ini, berfotolah dengan kemacetan yang ada. Uniknya bila macet, dan foto Anda unggah ke media sosial bisa saja menjadi viral.
4. Foto Stasiun
Ini disarankan untuk Anda yang mudik menggunakan kereta api. Anda bisa memfoto nama-nama stasiun dimana kereta Anda lewat atau hanya sekedar berhenti sejenak menunggu sinyal. Biasanya, banyak teman-teman atau kerabat Anda yang akan bertanya di daerah mana, ini terjadi bila stasiun tersebut jarang ada orang yang tahu alias saat melewatinya mereka tertidur.
5. Foto tempat wisata di daerah Anda
Untuk menandakan dan memastikan kebenarannya Anda mudik. Saat ketempat wisata baiknya berfoto apalagi bila bersama keluarga. Foto di tempat wisata biasanya lebih bagus hasilnya karena pemandangan lebih indah dan sejuk.
6. Foto di hari Lebaran
Lebaran pastinya wajib untuk berfoto baik selfie maupun foto bersama-sama. Biasanya, akan banyak gaya yang terlihat saat berfoto keluarga. Dari foto yang formal sampai foto dengan gaya yang memberikan ekspresi-ekspresi berbeda.
Sebagai pengguna jasa layanan transportasi umum, seperti Commuter Line, Anda mungkin tidak asing dengan himbauan untuk selalu menjaga barang-barang Anda agar tetap aman. Tiada lain himbauan tersebut dibuat agar Anda bisa lebih waspada dengan tindakan pencopetan. Tuntutan hidup yang semakin tinggi seolah membuat sebagian orang menjadi gelap mata, dan menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhinya. Berangkat dari hal tersebut, KabarPenumpang.com meracik beberapa tips untuk menghindari tindak pencopetan di moda umum berbasis massa.
Pasang Headset Sebelum BerangkatSumber: wenweipo.com
Ini merupakan salah satu trik jitu untuk menghindari gadget Anda berpindah tangan. Pasang headset sebelum Anda menaiki moda berbasis massa, karena ada beberapa keuntungan, salah satunya adalah Anda masih leluasa bergerak dan dapat mulai memutar lagu kesukaan. Dengan menggunakan tips ini, maka lagu yang Anda putar akan otomatis berhenti ketika headset terlepas dari handphone.
Usahakan Simpan Barang Berharga Anda di Tempat yang Sulit di Jangkau
Setelah Anda mengaplikasikan tips pertama, lebih baik Anda menggenggam handphone dan tidak menyimpannya di saku, hal ini bertujuan agar si copet lebih sulit untuk merebut handphone Anda. Namun, Anda juga harus tetap waspada dan jangan lengah ketika menggunakan moda umum berbasis massa. Sedangkan untuk barang berharga lainnya, Anda bisa menyimpannya di dalam tas pada saku yang paling dalam, atau menyimpan dompet pada saku celana depan, karena saku celana depan dinilai lebih mudah untuk diperhatikan daripada saku celana belakang. Ada cara lain untuk menyimpan barang berharga yang Anda bawa, yaitu dengan menyimpannya di tempat yang tidak terpikirkan oleh si copet, seperti membuat saku di perut yang tidak terlihat dari luar, di pakain dalam/pelapis, dan lain sebagainya.
Usahakan Berdiri Tidak di Dekat Pintu
Bukan hanya penumpang yang memiliki posisi favorit saat di kendaraan umum, copet pun memiliki tempat favorit. Kebanyakan copet lebih memilih untuk beraksi di dekat pintu daripada di tengah kerumunan, karena dengan beraksi di dekat pintu akan memudahkannya untuk melarikan diri setelah mendapatkan barang yang sudah diincarnya. Sedangkan apabila copet melancarkan aksinya di tengah kerumunan, ia akan kesulitan untuk kabur setelah aksinya selesai.
Jangan Memindahkan Barang Berharga Anda Ketika Sudah Berada di Dalam Moda
Ini merupakan hal sepele yang mungkin bisa berdampak besar bagi Anda. Ketika Anda memindahkan barang berharga di dalam moda, seperti handphone, dompet, atau benda lain, maka si copet dapat dengan mudah mengetahui dimana letak benda tersebut setelah Anda pindahkan. Persiapkanlah semuanya secara matang sebelum berangkat, termasuk menyiapkan ongkos terlebih dahulu dan memisahkannya dari dompet. Secara tidak sadar, tindakan seperti ini bisa saja memancing copet untuk melihat isi dompet dan melancarkan aksinya terhadap Anda.
Waspadai Gerak Gerik yang Mencurigakan
Tingkah laku aneh kerap kali diperlihatkan oleh copet sebelum beraksi, entah karena gugup atau kurang percaya diri. Namun fakta di atas tidak berlaku bagi copet yang sudah mahir. Seperti sudah menjadi rahasia umum ketika copet kerap kali beraksi dalam kelompok. Kelompok copet ini biasanya memanfaatkan momen ketika pintu terbuka, terutama bila terjadi hambatan. Tidak ada salahnya untuk lebih waspada karena bisa saja hambatan tersebut dilakukan oleh sekumpulan copet yang hendak mengalihkan perhatian Anda.
Siasati Waktu
Bagi Anda yang terlalu paranoid dengan aksi para pencopet, tips yang satu ini bisa dilakukan demi menjaga barang-barang berharga Anda. Jangan berangkat ketika peak hour atau jam sibuk, lebih baik persiapkan diri Anda untuk berangkat lebih awal. Ada beberapa keuntungan yang akan didapat ketika Anda memutuskan untuk berangkat lebih awal, pertama Anda tidak akan terlalu berdesak-desakan di moda tersebut. Kedua, biasanya copet beraksi ketika kondisi moda penuh, dengan kata lain jika moda tersebut lengang, maka kemungkinan copet beraksi lebih sedikit. Untuk jam pulang kerja, Anda bisa memilih untuk pulang sedikit lebih larut.
Porter adalah sebutan bagi orang-orang yang menawarkan jasa sebagai pengangkut barang di tempat-tempat umum. Para porter ini bisa ditemukan di stasiun kereta api, bandara, terminal bus, pelabuhan dan beberapa tempat lainnya. Apalagi saat musim mudik seperti ini, penumpang yang menggunakan kereta api lebih banyak dari hari biasanya dan barang yang dibawa pun lebih banyak.
Baca juga:Penerbangan Dibatalkan, Penumpang Porter Airlines Malah Diancam Petugas!
Porter yang ada di stasiun biasanya pekerja yang dikontrak PT KAI untuk membantu penumpang dan ada tarif yang disediakan untuk penumpang saat menggunakan jasa mereka. Mereka biasanya menggunakan baju seragam sah yang diberikan PT KAI.
Bahkan para porter ini pun ada yang gratis dan berbayar alias tergantung dimana penumpang menggunakannya. Untuk memudahkan Anda sebagai para pengguna moda transportasi, berikut ini ada beberapa tips yang KabarPenumpang.com rangkum sebelum menggunakan porter di stasiun
1. Lihat kondisi barang
Sebelum menggunakan porter untuk membantu Anda, lihat barang bawaan. Bila saat itu Anda pergi sendirian dan barang cukup banyak bisa menggunakan jasa porter mengangkatnya sampai ke dalam kereta api. Penggunaan porter ini juga bisa saat Anda bepergian dan membawa anak-anak sehingga mungkin kesulitan mengangkat barang yang banyak.
2. Seragam
Porter yang resmi menggunakan seragam baik itu di bandara dan stasiun. Maka baiknya pilih porter resmi yang menggunakan seragam ketimbang dengan porter yang tidak resmi. Sebab bisa saja Anda dimintai pembayaran yang lebih mahal dibandingkan dengan petugas porter yang disediakan. Porter resmi juga bisa menjamin keamanan barang bawaan Anda saat masuk ke kereta.
Baca juga: Update Terbaru Aplikasi KAI Access, Tawarkan Fitur Check In Online dan Pesan Meals3. Porter stasiun ada tarif khusus
Saat ini pihak PT KAI tengah menyiapkan pemesanan untuk porter melalui aplikasinya. Namun belum jelas kapan bisa memesan porter melalui aplikasi tersebut. Tetapi tenang saja, saat ini porter yang disediakan pihak KAI sendiri menggunakan seragam dengan tarif sekitar Rp10 ribu sampai Rp25 ribu untuk mengangkat barang bawan Anda dari dan sampai ke dalam kereta. Sehingga bila porter meminta tips lebih, penumpang bisa memberikan aduan kepada pihak KAI terkait masalah tersebut.