Ingin Mudik via Jalur Udara? Buat Perjalanan Lebih Nyaman dengan Tips Berikut!

Sebagai salah satu kasta paling tinggi di dunia transportasi, pesawat tidaklah kehilangan para penggemarnya meskipun harga yang ditawarkan cukup tinggi seperti halnya musim mudik seperti saat ini. Alih-alih terjebak macet ketika memilih untuk menggunakan moda darat seperti kendaraan pribadi atau bus, para pemudik lebih memilih untuk mengeluarkan budget lebih untuk naik pesawat. Sialnya, tidak hanya satu orang yang memiliki pola pikir seperti ini. Alhasil, kepadatan di bandara menjadi ancaman nyata bagi para pemudik. Baca Juga: Jadi Penumpang Tunggal di Penerbangan Garuda Indonesia, Sosok Pengusaha Asal Palu Menjadi Viral Padatnya pemudik bisa berpengaruh pada perjalanan Anda pribadi, maka dari itu, KabarPenumpang.com akan sarikan sejumlah cara untuk membuat perjalanan udara Anda lebih menyenangkan, dikutip dari laman businessinsider.sg. Jangan Tergesa-Gesa Salah satu kebiasaan orang Indonesia yang bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri adalah selalu melakukan segala sesuatunya mepet waktu, tidak terkecuali jika dirinya hendak naik pesawat yang tidak kenal istilah tunggu menunggu. Alih-alih perjalanan Anda menjadi tidak menyenangkan setelah lelah berburu waktu agar tidak ketinggalan pesawat, ada baiknya Anda pergi lebih awal dan menunggu di bandara. Dengan begitu, Anda bisa memanfaatkan waktu tunggu di bandara untuk makan, mengisi daya gadget, atau persiapan mengudara lainnya. Gunakan Lounge Kendati tidak semua orang memiliki akses gratis masuk ke dalam lounge, tapi tidak ada salahnya jika mengeluarkan sedikit uang untuk menikmati fasilitas dan layanan yang ada di dalamnya. Semakin tinggi harga yang Anda bayar, maka semakin maksimal pula pelayanan dan kudapan yang akan Anda dapat di dalamnya. Menginap di Hotel Tidak ada salahnya jika Anda yang membawa budget lebih untuk meluangkan waktu bermalam di hotel dekat dengan bandara. Tanpa disadari, ada beberapa keuntungan dari opsi ini, salah satu yang paling menonjol adalah Anda tidak perlu terburu-buru untuk pergi ke bandara. Kecuali Anda terlambat bangun. Naik Kelas Semisal Anda merupakan seorang penumpang yang jarang sekali mengudara, tidak ada salahnya jika Anda meng-upgrade bangku Anda ke layanan Bisnis atau First Class, karena itu akan meningkatkan pengalaman Anda mengudara. Baca Juga: Mudahkan Penumpang Agar Tak Tertinggal Pesawat, Traveloka Hadirkan Fitur Check In Online Buat Diri Anda Senyaman Mungkin Memang memanjakan diri sendiri selama menempuh perjalanan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada sebagian orang yang cukup mengendar musik, ada yang lebih memilih untuk tidur, membaca, atau bahkan ada saja orang yang merasa nyaman ketika ia mengudara ditemani dengan makanan ringan.

Pria ini Selfie Bersama Korban Kecelakaan. Netizen: Barbarisme yang Tidak Anda Sangka

Melakukan selfie di objek wisata atau tempat hiburan lain bukanlah menjadi satu hal yang aneh, namun apa jadinya jika Anda mengabadikan foto diri sendiri dengan menggunakan kamera depan dengan latar belakang korban kecelakaan? Nampaknya hal tersebut akan mudah menuai respon keras dari masyarakat yang mengetahuinya. Baca Juga: Terjepit Pintu Kereta, Pria di Brisbane Ini Dilarikan Ke Rumah Sakit Percaya atau tidak, hal tersebut benar-benar terjadi mana kala seorang pria mengabadikan momen berlatarbelakang tim medis yang tengah menyelamatkan nyawa seorang wanita berkebangsaan Kanada di Piacenza Station, Italia. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (4/6/2018), momen tersebut berhasil diabadikan oleh salah seorang fotografer media setempat yang menyerukan bahwa orang tersebut, “sudah kehilangan etikanya,” Kejadian tersebut terjadi ketika seorang wanita mengalami cidera yang cukup parah dan tim medis pun berhamburan mendatangi di korban yang tergeletak tak berdaya di rel. Ketika tengah berusaha untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban, terlihat seorang pemuda yang menggunakan kaos dan celana berwarna putih ini mengangkat tangannya yang memegang ponsel ke atas dan mengabadikan momen yang seharusnya tidak diabadikan ini. Entah siapa yang melaporkan, namun tak lama berselang setelah kejadian selfie tersebut, petugas keamanan datang dan meminta dengan paksa agar swafoto yang barusan ia abadikan dihapus. Untungnya, foto yang menampilkan selfie si pria dengan pose ‘V for Victory’ ini tidak tersebar, hanyalah foto dari sang fotografer berita sajalah yang sukses memancing emosi dari setiap pembaca beritanya yang bertajuk “Barbarisme yang Tidak Anda Sangka: Selfie Berlatarkan Tragedi.” di harian Liberta. Baca Juga: Dua Hari Meninggal di Toilet Baru Ditemukan Karena Salah Nomor Kereta Kejadian ini sendiri terjadi pada 26 Mei 2018 kemarin dan dikabarkan si wanita yang menjadi korban kecelakaan ini kakinya terpaksa diamputasi. Ada banyak versi yang menceritakan mengapa si wanita bisa tergeletak begitu saja di rel. Ada yang mengatakan bahwa si wanita terlalu terburu-buru masuk ke dalam kereta sehingga dirinya terjatuh, ada juga sumber yang mengatakan bahwa si wanita terjatuh akibat pintu kereta yang terbuka di sisi yang salah. Terlepas dari alasan mengapa si wanita bisa jatuh ke rel, tindakan yang dilakukan oleh pria ini sangatlah tidak terpuji dan patut menuai cibiran dari khalayak luas. Selain tidak etis, ‘menari di atas penderitaan orang lain’ memang bukanlah tindakan yang layak ditiru.

Sriwijaya “Travel Pass” Memang Memikat, Tapi Jangan Lupa Ada Syarat dan Ketentuan Berlaku

Belum lama ini Sriwijaya Air menghadirkan promo unik bagi pelanggannya yakni Sriwijaya Travel Pass Ini menjadi kemudahan yang hakiki bagi pelancong dengan hanya dengan menjadi unlimited flight membership dan membayar Rp12 juta sudah bisa terbang ke semua rute dengan Sriwijaya atau Nam Air selama satu tahun. Sayangnya promo pembelian Travel Pass ini hanya berlangsung dari 9 April-9 Juni 2018 kemarin. Baca juga: Lebaran 2018: Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Hingga 8 Persen Hadirnya Travel Pass ini, dikatakan pihak Sriwijaya untuk memudahkan bagi penumpang yang memang sering bepergian atau memiliki mobilitas tinggi agar lebih nyaman dan mudah. Tapi, jangan lupa syarat dan ketentuan berlaku dimana untuk airpot taxes, insurance, PPN dan admin fee tidak termasuk dalam paket ini. Salah seorang pengguna Sriwijaya Tarvel Pass Ulul Azmi yang juga pegawai BUMN mengatakan sangat terbantu dengan adanya promo ini. Pasalnya pria yang sering dipanggil Azmi ini tinggal terpisah dengan sang istri yang berada di Semarang. “Saya sangat terbantu dengan adanya Sriwijaya Travel Pass ini. Soalnya cara penggunaannya juga mudah hanya masuk ke aplikasi mobile Sriwijaya dan masuk dengan nomor ID melalui reedem untuk megakses penerbangan khusus member,” ujar Azmi yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (11/6/2018). Dia mengaku, selain memudahkan mobilitas, saat mudik sekarang dirinya hanya membayar sekitar Rp255 ribu untuk tiket pergi dan pulang. Salah satu hal unik dan mungkin paling menyebalkan yang pernah dirasakan Azmi saat menggunakan member tersebut adalah pesawat delay hingga tujuh jam dengan keberangkatan dari bandara Ahmad Yani Semarang menuju Soekarno-Hatta, Cengkareng. “Mau balik ke Jakarta dari Semarang, harusnya berangkat pesawat jam 16.00 sore tapi delay sampai jam 23.00 pesawat baru berangkat. Saat mau komplain mikir lagi, harusnya bisa dapat pengembalian uang karena lebih dari lima jam, tapi karena ingat pakai Travel Pass saya urungkan niat. Takut nanti cuma bisa pakai tiga bulan lagi Travel Passnya,” ujar Azmi sembari bercanda. Baca juga: Promosikan Tiket Online Lebaran, ASDP Ferry Gelar Undian Berhadiah Ternyata tak hanya Sriwijaya yang memiliki promo seperti ini. Dunia penerbangan internasional juga mengenal promo seperti ini dan pernah diterapkan oleh Surf Air maskapai asal Amerika Serikat. Maskapai ini menawarkan keanggotaan all you can fly senilai US$3225 atau setara Rp44,9 juta per bulannya dan bisa menikmati terbang sepuasnya ke kota-kota di Eropa seperti London, Cannes, Geneva dan Zurich. Karena bukan maskapai berjadwal, penumpang Surf Air tidak perlu melalui pemeriksaan yang ketat dan bisa datang 15 menit sebelum penerbangan. Adapula Azul Airlines asal Brazil yang menawarkan terbang sepuasnya dengan Azul Airpass selama 21 hari dengan harga US$499 setara dengan Rp6,9 juta atau 10 haru dengan kisaran harga US$399 setara dengan Rp5,5 juta. Untuk Sriwijaya sendiri, promo ini berlaku bagi orang dewasa atau diatas 13 tahun dan hanya untuk si pemegang identitas yang terdaftar.

THR Turun, Jangan Lapar Mata! Intip Tips Belanja Efisien Untuk Pulang Kampung

Selain mudik, apa lagi sih hal yang identik dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri? Bukan ketupat, bukan pula opor ayam, tapi THR (Tunjangan Hari Raya)! Ya, sudah mendarah daging dari jaman dulu, pembagian THR selalu menghiasi rekening Anda beberapa hari sebelum Hari Raya tiba. Sudah barang tentu, belanja menjadi opsi sejumlah lapisan masyarakat yang hendak menikmati hasil jerih payahnya tersebut. Baca Juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi Bahkan tidak sedikit juga orang-orang yang berniatan untuk memboyong THRnya tersebut ke kampung dengan bentuk yang sudah ditransformasikan menjadi barang, seperti baju dan lain-lain. Nah, mengingat rasa dermawan setiap orang mendadak meningkat ketika memegang banyak uang, maka tidak heran jika setiap orang yang hendak pulang kampung akan membelanjakan THRnya tersebut dan menjadikannya buah tangan. Tentu saja belanja untuk pulang kampung ini tidak bisa sembarangan dan perlu perhitungan yang tepat sasaran. Jangan sampai keasyikan belanja dan akhirnya malah ‘melubangi’ rekening Anda di bank. Maka dari itu, KabarPenumpang.com sarikan sejumlah tips yang dapat Anda coba realisasikan ketika mempersiapkan momen pulang kampung, dihimpun dari sejumlah laman sumber. Pertama, pastikan Anda tidak melulu tergiur dengan iming-iming diskon yang terpampang di hampir setiap toko. Ya, dengan kata lain, Anda harus membulatkan tekad terlebih dahulu sebelum mulai berburu baju Lebaran atau perlengkapan lainnya, jangan sampai Anda khilaf dan membeli barang yang semestinya tidak Anda beli. Sayang, bukan? Kedua, Anda juga dituntut untuk tidak ceroboh memilih promo. Tidak sedikit kita lihat di pusat perbelanjaan, ada banyak sekali promo yang disertai dengan tanda bintang berukuran super kecil pada akhir tulisan. Ya, biasanya pada bagian bawah promo tersebut tercantum kalimat yang menjelaskan bahwa promo berlaku setelah Anda berbelanja dengan minimal pembayaran sekian rupiah. Alih-alih menghabiskan uang untuk promo semacam itu, ada baiknya uang Anda digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bukan? Baca Juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara! Tips ketiga yang juga bisa Anda coba adalah berbelanja secara online. Selain dapat meminimalisir lapar mata dengan melihat barang secara langsung, belanja online pun dapat dilakukan dimanapun Anda berada, tidak perlu capek-capek mengantri, berdesak-desakan, atau berpanas-panasan di jalan.Tapi jangan asal comot saja, pastikan toko online tempat Anda berbelanja sudah memiliki nama dan rating yang bagus dari pembeli.
Sumber: istimewa
Dan yang terakhir efisienlah dalam berbelanja. Selain dapat menghindari uang yang terbuang percuma, dengan memilah kebutuhan mana yang patut untuk dibeli dan keinginan mana yang bisa dikesampingkan, ini dapat mempengaruhi perjalanan mudik Anda. Tentu Anda sering melihat ada banyak mobil yang mengangkut barang-barang secara ilegal di bagian atasnya, kan? Ya, itu adalah salah satu tanda kurang efisiennya masyarakat dalam menghabiskan uang THR. Bijaksanalah dalam membelanjakan uang THR Anda!

Waspadai Gejala Microsleep, Inilah Antisipasi Rujukan dari KNKT

Menempuh perjalanan panjang sendiri menggunakan kendaraan pribadi memang satu hal yang sangatlah membosankan, terutama Anda dipaksa untuk melewati sebuah jalan tol yang notabene memiliki medan yang hanya lurus saja. Secara tidak langsung, kondisi jalanan tersebut mempengaruhi kondisi Anda ketika berkendara, bukan tidak mungkin Anda akan terserang fenomena Microsleep. Baca Juga: Ketua KNKT: Depnaker Perlu Turun Tangan Tinjau Jam Kerja Pengemudi Shuttle Dari namanya saja, sepertinya Anda semua sudah bisa menebak fenomena apakah ini. Ya, dilandaskan pada siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), fenomena microsleep merupakan sebuah kondisi dimana otak tidur tapi tubuh tetap beraktifitas. Dengan kata lain, microsleep adalah momen dimana hilangnya kesadaran dan perhatian karena merasa lelah dan mengantuk. Durasi dari microsleep ini sendiri beragam, mulai dari satu hingga 30 detik sebelum akhirnya terjaga kembali, itupun kalau Yang Maha Kuasa masih memberikan kesempatan ia untuk bangun kembali. Dengan menjadikan kelelahan sebagai salah satu faktor utama terjadinya fenomena microsleep, maka tidak heran jika KNKT selalu menghimbau kepada setiap pengendara yang hendak berkendara menggunakan kendaraan pribadi atau pengemudi bus untuk selalu menjaga ketahanan tubuhnya. KNKT sendiri mengatakan ada beberapa gejala yang ditimbulkan seseorang yang mulai terserang fenomena microsleep. “Mulai dari kecepatan yang tidak teratur ketika mengemudi, sering ngerem mendadak, tubuh yang tiba-tiba tersentak, kepala yang sering mengangguk, menguap, hingga mata yang sering berkedip,” ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono. Semua gejala yang disebutkan oleh suksesor dari Tatang Kurniadi tersebut merupakan tanda-tanda kalau otak si pengemudi sudah harus segera diistirahatkan. Tapi tidak sedikit dari mereka yang malah mengindahkan himbauan untuk menepi sejenak dan beristirahat. Kebanyakan dari para pengemudi ini lebih memilih untuk terus mengemudi dalam kondisi mengantuk, padahal seperti yang sudah kita ketahui bersama, mengemudi dalam kondisi mengantuk sangatlah berbahaya bagi keselamatan orang banyak. Maka dari itu, selain menghimbau untuk tidak melanjutkan berkendara ketika tubuh sudah merasakan lelah, Soerjanto turut membocorkan beberapa langkah yang dapat mengantisipasi terjadinya fenomena microsleep. “pastikan jam tidur terjaga, sekitar tujuh hingga sembilan jam sebelum berkendara, lalu pengemudi bisa berhenti setiap empat jam sekali dalam kondisi jalan lancar atau macet sekalipun,” tutur Soerjanto. Baca Juga: Tidak Dapat Ongkos Losmen, Pengemudi Bus Mudik Gratis Kalang Kabut Selain pola hidup yang mesti diperbaiki, asupan makanan dan minuman pun ternyata dapat mempengaruhi ketahanan tubuh. “konsumsi kopi justru disarankan, namun berikan jarak waktu sebelum mengemudi,” paparnya. “Selain itu, pengemudi juga bisa melakukan aktivitas kecil ketika berkendara, agar tidak cepat capek.” tutup Soerjanto.

Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

Kereta api Luxury atau yang dikenal dengan kereta sleeper hari ini, 12 Juni 2018 resmi dioperasikan PT Kereta APi Indonesia (KAI). Kereta sleeper ini akan beroperasi dan dirangkaikan dengan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan relasi stasiun Gambir-Surabaya Pasarturi. Baca juga: Siap-Siap! PT KAI Akan Jual Tiket Sleepers Train 10 Juni Mendatang Keberangkatan kereta ini dari stasiun Gambir pukul 09.30 WIB dan dari Surabaya Pasarturi pukul 08.00 WIB untuk yang pagi dan untuk malam dari Gambir pukul 21.30 WIB sedangkan Suraabaya Pasarturi pukul 20.00 WIB. Perjalanan baik dari Jakarta menuju Surabaya atau sebaliknya menghabiskan waktu selama kurang lebih sembilan jam. Pemilihan KA Argo Bromo Anggrek sendiri karena kereta ini memiliki perjalanan yang tercepat rute Jakarta-Surabaya. Dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek ada empat kereta sleeper yang dirangkaikan selama beroperasi. Kereta sleeper yang dimiliki PT KAI saat ini merupakan salah satu bentuk inovasi terbaru dalam peningkatan layanan. “Dengan adanya layanan luxury class ini, masyarakat jadi memiliki lebih banyak pilihan kelas perjalanan sesuai dengan tarif dan pelayanannya,” ujar Direktur Utama Edi Sukmoro. Untuk saat ini, tiket kereta luxury class hanya tersedia dari tanggal 12-25 Juni 2018 dan relasi yang ada baru dari Gambir menuju Surabaya Pasarturi dengan KA Argo Bromo Anggrek. Untuk pengenalannya pun KAI memberlakukan tiket promo Rp900 ribu untuk setiap penumpangnya. Dengan harga ini layanan yang diberikan pun layakanya kelas bisnis di pesawat. Sehingga penumpang yang menggunakan kelas luxucry class bisa menikmati hal pelayanan yang tak jauh berbeda dengan kelas bisnis pesawat. Apa sih yang bisa didapatkan penumpang kelas luxury atau kereta sleeper ini? Ya, penumpang bisa merasakan kursi yang bisa direbahkan 170 derajat secara elektrik atau bisa dibilang dari kursi duduk menjadi tempat tidur. Kemudian bisa mendapatkan private entertaiment berupa TV 12 inci dengan headset, USB charging power source, foldable food tray, bantal dan selimut. Adapula tempat sampah, kaca, cup holder, kompartemen untuk menyimpan sepatu, majalah dan hanger untuk meletakkan jaket atau sweater per kursi. Selain itu kenyamanan lainnya adalah dalam satu kereta sleeper hanya berisikan 18 orang penumpang. Baca juga: Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya Pengguna kereta sleeper juga tak perlu takut kelaparan, karena akan disediakan makanan, minuman serta cemilan yang diberikan secara cuma-cuma. Bagi pemudik yang ingin menggunakan kereta ini, bisa memesannya melalui KAI Access, website KAI, mitra resmi KAI dan melalui loket. Namun, saat KabarPenumpang.com mengeceknya, tiket kereta luxucy class ini sudah habis terjual hingga tanggal 16 Juni 2018.

Bawa Benih Lobster, Penumpang Lion Air Terancam Pidana 10 Tahun!

Maskapai Lion Air kerap kali mengalami delay dalam memberangkatkan pesawatnya, entah karena masalah teknis atau non teknis. Seperti beberapa waktu lalu delay terjadi karena penumpang bercanda soal bom bahkan penangan seorang penumpang yang berteriak-teriak di dalam pesawat dan mengakibatkan kericuhan di dalam kabin. Baca juga: Tiga Isu Bom Terpa Lion Air Dalam Waktu Dekat, Buat Netizen Kernyitkan Dahi. Ada Apa? Sehingga mau tak mau, pihak Lion Air dan petugas keamanan harus melakukan sterilisasi dan mengamankan orang-orang tersebut. Namun, pada hari Minggu (10/6/2018) hal unik yang menyebabkan keterlambatan keberangkatan kembali terjadi dimana ditemukan benih lobster dalam tas seorang penumpang. KabarPenumpang.com mengabarkan dari siaran pers yang diterima, pesawat JT162 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng menuju Bandara Internasional Changi Singapura pada 10 Juni 2018 kemarin berangkat pukul 14.22 WIB yang seharusnya berangkat pukul 13.45 WIB. Keterlambatan ini disebabkan seorang wanita berinisial JN yang harus diperiksa petugas keamanan bandara atau avsec Soetta dan security Lion Air karena kedapatan membawa benih lobster dalam kopernya. Benih lobster tersebut berada di dalam cairan yang terbungkus plastik dan ditemukan dalam jalur pemeriksaan keamanan 2 atau security check point terminal keberangkatan. Karena kejadian ini, mau tak mau barang bawaan JN yang berada di bagasi pun harus diturunkan untuk dilakukan pemerikasaan ulang (screening). Akibat pemeriksaan ulang tersebut, penerbangan terlambat dan JN pun tidak diikutkan dalam penerbangan tersebut. JN dilakukan penanganan sesuai prosedur dan diserahkan kepada pihak Bea Cukai untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari pengamatan penulis, harusnya pada pemeriksaan keamanan pertama, benih-benih ini terlihat sehingga bisa ditangani lebih lanjut. Namun luput dan terdeteksi jelas saat pemeriksaan kedua sebelum masuk ke ruang tunggu gate penerbangan. Baca juga: Lion Air Group Jadi 5 Maskapai Teratas Pembawa Penumpang Terbanyak ke Singapura Benih lobster ini sendiri berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah sehingga pembawa bisa dikenakan Pasal 102A huruf a UU No.17/2001 tentang Kepabeanan. Dimana seseorang yang mengekspor tanpa pemberitahuan pabean dipidana karena melakukan penyelundupan dengan penjara minimal satu tahun dan maksimal sepuluh tahun serta denda paling kecil Rp50 juta dan maksimal Rp5 miliar.

Agar Terhindar Jatuh dari Kapal, Sejumlah Hal Wajib Diperhatikan

Perjalanan dengan kapal nusantara atau kapal ferry untuk jarak dekat memang punya ciri khas tersendiri, salah satunya adalah keindahan laut yang menjadi pemikatnya. Namun apa jadinya saat tiba-tiba ada kabar seseorang terjatuh dari kapal yang berpotensi mengancam nyawa. Di Indonesia, seorang penumpang berwarganegara Australia pernah terjatuh dari kapal pesiar saat menaiki Carnival Australia dalam perjalanan menuju Singapura. Baca juga: Tanpa Alasan yang Jelas, Penumpang Kapal Pesiar Ini Terjun ke Laut Lepas! Penumpang pria itu terjatuh di Perairan Kijang, Bintan, Kepulauan Riau pada 19 Mei 2018 kemarin dan hingga kini belum ditemukan bagaimana kondisinya. Tak hanya itu, pada Maret 2018 seorang wanita terjatuh dari Norwegian Epic, untungnya wanita tersebut bisa diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah ditemukan di perairan. Wanita tersebut diketahui saat itu tampaknya mabuk dan tak sadarkan diri. Kejadian ini mungkin tidak sekali atau dua kali, sehingga ada baiknya tidak sendirian saat bepergian di kapal pesiar. KabarPenumpang.com merangkum dari laman wikihow.com, ada beberapa cara yang bisa dilakukan segera saat terjatuh dari kapal. Berikut ini ada tips yang bisa digunakan pada penumpang yang mengalami situasi tidak menguntungkan karena rasa takut dan panik mendera. 1. Jangan pergi sendirian di kapal pesiar Saat kondisi kapal pesiar sedang sepi, aktivitas berbahaya kemungkinan besar bisa terjadi. Sehingga baiknya bepergianlah bersama orang lain atau pastikan sekeliling terdapat orang banyak sehingga Anda bisa merasa aman. 2. Seseorang berniat jahat seperti mendorong Jangan pergi sendirian, karena Anda tidak akan tahu bila ternyata ada seseorang yang sengaja ingin mendorong. Hal ini mungkin jarang terjadi tetapi, ada baiknya berteriak sekeras yang Anda bisa untuk meminta tolong. Berteriak kebakaran juga akan membuat orang sekitar memperhatikan Anda dari pada hanya berteriak tolong, meludahi, memukul, menendang atau membela diri dengan cara apapun pada orang yang akan menyakiti Anda. Mungkin terdengar seperti lelucon, tetapi ini adalah hal terbaik yang bisa membantu Anda dan menyingkirkan penganggu tersebut. 3. Jika terlempar dan terjatuh Ketika terlempar dan jatuh, raih sesuatu yang bisa di pegang untuk mempertahankan tubuh tetap di kapal. Biasanya kapal pesiar memiliki beberapa dek dan Anda tak sengaja terjatuh saat melewati dek, maka berpegang pada pegangan dan bantalan lainnya. 4. Terjatuh di air Bila Anda terjatuh di air, berteriak sekeras mungkin. Ini adalah masalah hidup dan mati Anda. Yang jelas berteriaklah atau lakukan apa yang Anda pikirkan, karena diam saja tidak akan menolong Anda. 5. Tetap bertahan Jangan panik, bila masih berada di dek baiknya coba memindahkan pegangan Anda perlahan dan jatuhkan apapun yang bisa mengapung dekat Anda. 6. Tetap berteriak Mungkin saat Anda terjatuh tidak ada orang yang sadar, tetapi saat berteriak mereka bisa saja mendengar dan melihat kemudian mencari bantuan. Yang jelas buatlah perhatian agar Anda bisa di tolong dan selamat. 7. Kapal melaju meninggalkan Anda Anda terjatuh kedalam air, mungkin tidak sempat untuk mengejar, tetapi bisa melambaikan tangan ke atas untuk memberi sinyal bantuan, apalagi jika melihat ada kapal mendekat hal itu sangat penting dilakukan. Baca juga: Tak Hanya Pesawat dan Kereta Api, Penumpang Kapal Pesiar Juga Punya Tipe Tersendiri 8. Berenang ke pantai Mungkin saat terjatuh, ternyata tak jauh dari sebuah pulau atau daratan. Cobalah berenang ke arah daratan tersebut dan bertahan hiduplah di alam liar sampai bantuan untuk menyelamatkan Anda datang. Mungkin juga daratan tersebut berpenghuni sehingga Anda bisa selamat. 9. Pertolongan Anda sudah selamat, baiknya langsung mencari pertolongan medis. Karena bisa saja mengalami luka atau trauma karena terjatuh. Anda bisa juga melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang di kapal dan beritahu kondisi kepada mereka. 10. Harapan Bila lebih dari 3-4 jam Anda tidak ditemukan oleh siapapun. Berharaplah hal terbaik, ingat masa-masa indah Anda agar merasa lebih nyaman meski terdampar tak jelas.

Sukses Curi Hati Penyandang Disabilitas, Swiss Federal Railways Rajai Perkeretaapian di Eropa!

Mungkin Anda beranggapan bahwa selama ini operator kereta terbaik di Eropa berasal dari Perancis yang terkenal dengan layanan kereta TGV-nya atau dari salah satu kompetitornya, Inggris. Nampaknya Anda perlu menarik kembali pernyataan tersebut, karena operator kereta yang berhasil menyabet gelar terbaik jatuh ke tangan Swiss Federal Railways. Hasil tersebut muncul setelah The Great Train Comparison Report, sebuah lembaga perbandingan mensurvei hampir semua penyedia layanan kereta api jarak jauh berkecepatan tinggi di Eropa. Baca Juga: Rute Ekstrim Kereta Bergerigi di Swiss, Kemiringannya Hingga 48% Dilansir KabarPenumpang.com dari laman independent.co.uk (2/6/2018), nama Swiss Federal Railways keluar setelah mengalahkan semua aspek penilaian, termasuk pemberian layanan secara keseluruhan. Adapun penilaian disebar kepada 12 target audiensi, termasuk wisatawan penyandang disabilitas, keluarga, pesepeda, dan pebisnis yang bepergian menggunakan kereta. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan, untuk mengetahui seberapa efektifkah operator kereta api mampu memenuhi kebutuhan kelompok khusus tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 16 perusahaan kereta api turut berpartisipasi dalam penelitian tersebut, dimana mereka menyelesaikan sekitar 100 survei tentang berbagai jenis penumpang dan fasilitas yang tersedia. Secara mengejutkan, ternyata penyumbang suara terbanyak untuk kemenangan Swiss Federal Railways datang dari keluarga, penyandang disabilitas, dan pesepeda. Khusus untuk penyandang disabilitas, Swiss Federal Railways mengaku, “menyediakan penawaran canggih bagi kaum tersebut, atau mungkin mereka akan mendapatkan manfaat dari penjabaran informasi menggunakan bahasa yang sederhana,” Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss Tidak bisa dipungkiri, para penyandang disabilitas ini kadang kerap kali dilupakan ketika sebuah negara tengah berupaya untuk menghadirkan sarana transportasi baru, dan dampaknya dirasakan langsung oleh mereka. Mulai dari tidak bisa mencapai stasiun pemberhentian karena lokasinya yang terlalu tinggi, hingga merasa tidak nyaman ketika tengah berada di dalam moda yang bersangkutan. Jika diurutkan lebih panjang, maka hal tersebut akan berdampak pada kemacetan yang semakin merajalela dan menjauh dari misi pemerintah di setiap negara yang ingin mengentaskan masalah kemacetan.

ASDP: Sepeda Motor dan Mobil Pribadi Dominasi Puncak Arus Mudik dari Bali ke Jawa

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang yang melayani lintasan Gilimanuk-Ketapang memprediksikan Senin (11/6) malam ini merupakan puncak arus mudik dari Bali menuju Jawa, yang akan didominasi oleh kendaraan roda dua dan mobil pribadi. Hal tersebut disampaikan GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Elvi Yoza, disebutkan sesuai dengan prediksi awal puncak arus mudik di lintasan Gilimanuk-Ketapang terjadi pada Senin (11/6) atau H-4 dan Rabu (13/6) atau H-2. Baca juga: Pelayanan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Bakal Ditingkatkan dengan Automatic Ticketing System “Kami perkirakan malam ini trafik kendaraan roda dua dan mobil pribadi akan lebih meningkat dibandingkan kemarin. Kondisinya saat ini sudah banyak karyawan yang mulai libur, dan mereka mulai bergerak (menyeberang) setelah buka puasa,” ujar Elvi, Senin (11/6). Pada Angkutan Lebaran tahun 2018, Cabang Ketapang memprediksikan jumlah penumpang di lintasan Ketapang-Gilimanuk mencapai 1,196 juta orang atau naik 4 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 1,150 juta orang, 165.028 unit sepeda motor atau naik 6 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 155.687 unit, dan 172.547 unit roda 4/lebih atau naik 5 persen dari realisasi tahun lalu sebanyak 164.330 unit. Berdasarkan Data Posko Gilimanuk, jika dibandingkan dengan total jumlah pemudik dari Pulau Bali ke Pulau Jawa pada tahun sebelumnya (2017) dari H-8 hingga H-1 maka pergerakan pemudik dari Bali ke Jawa, untuk penumpang mencapai 174.898 orang atau baru sekitar 42 persen dari total penumpang 413.783 orang. Lalu, untuk kendaraan Roda 2 mencapai 33.387 unit atau sekitar 28 persen dari total 87.923 unit dan kendaraan roda empat/lebih sebanyak 21.363 unit atau 47 persen dari total 45.366 unit. Adapun data harian pada Senin (11/6) atau H-4, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 49.569 orang atau naik 4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 47.477 orang. Roda dua sebanyak 9.668 unit atau naik 1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 9.590 unit. Dan roda empat sebanyak 5.326 unit atau naik 2 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 5.226 unit. Sebaliknya, trafik penumpang dan kendaraan dari Ketapang menuju Gilimanuk juga mengalami peningkatan yakni penumpang pada H-4 mencapai 25.540 orang atau naik 34 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 19.022. Diikuti roda 2 yang mencapai 940 unit atau naik 46 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 646 unit. Dan roda empat/lebih tercatat sebanyak 4.619 unit atau naik 39 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 3.323 unit. Elvi memastikan kapasitas kapal terpasang di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang memadai dalam pelayanan arus Mudik Lebaran 2018. Sebagai contoh di Pelabuhan Gilimanuk berdasarkan asumsi kenaikan kendaraan 5 persen dari tahun lalu, dengan prediksi kendaraan sebanyak 17.490 unit pada H-4, kapasitas kapal terpasang yang tersedia mencapai 33.633 unit kendaraan. Baca juga: Mau Melintasi Selat Bali? Kenali Dulu Tarif Ferry Ketapang – Gilimanuk “Kami juga telah menambah jumlah loket dan tollgate, penumpang dari 1 menjadi 2 loket, sepeda motor dari 1 menjadi 7 tollgate, dan roda empat dari 4 menjadi 6 tollgate. Total ada penambahan 9 loket dan tollgate untuk arus mudik Lebaran tahun ini,” tutur Elvi menyebutkan.