Musim mudik 2018 sudah mulai bergulir sejak beberapa hari yang lalu, tidak heran jika banyak perusahaan penyedia jasa layanan transportasi telah dibuat “kalang kabut” oleh tradisi turun menurun yang menjadi salah satu ciri khas dari perayaan Hari Raya Idul Fitri ini, tidak terkecuali Flag Carrier Garuda Indonesia. Kendati sempat diterpa oleh sejumlah isu yang beredar seperti ancaman aksi mogok yang dilakukan oleh sejumlah pilot, namun secara keseluruhan, maskapai plat merah ini menyatakan siap untuk melayani perjalanan penumpang yang hendak pulang ke kampung halaman masing-masing.
Baca Juga: Pengamat: Pilot TNI AU Butuh Waktu Transisi Untuk Menerbangkan Pesawat Garuda Indonesia
Berdasarkan liputan langsung KabarPenumpang.com di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (11/6/2018), Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan bahwa jumlah penerbangan yang dijabani oleh Garuda Indonesia sendiri mencapai 612 penerbangan per hari. “Bahkan pada beberapa saat yang lalu mencapai lebih dari 630 penerbangan,” ujarnya di hadapan awak media.
Merujuk pada arahan dari Kementerian Perhubungan, Pahala mengatakan periode peak season ini berlangsung sejak tanggal 8 hingga 24 Juni. “Untuk puncak peak season ini kita lihat jatuh pada tanggal 9 kemarin, namun kita masih harus siaga untuk kemungkinan puncak peak season kedua yang jatuh pada tanggal 13 mendatang,” jelasnya.
Lebih dari itu, demi tercapainya kelancaran arus mudik 2018 via jalur udara, pihak Garuda Indonesia sendiri menambah kapasitas kursi penerbangan. “Kami menambah sekitar 150.000 kursi,” paparnya. Adapun penambahan kapasitas penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia, dimana angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 45 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 107.750 kursi.
Pun dengan kehadian self check-in counter yang sedikit banyaknya berperan untuk mengurai konsentrasi kepadatan penumpang. “Hal tersebut terbukti cukup efektif mengurai antrian check in penumpang. Adapun mulai periode peak season ini prosentase pengggunaan self check-in ini meningkat sebesar 10 persen dibandingkan dengan periode reguler”, paparnya.
Soal On-Time Performance, Pahala sendiri menyampaikan bahwa hingga saat ini semuanya masih berada di zona aman, yaitu di angka 90 persen. “Kami juga berhasil me-maintain capaian OTP sebesar 86 persen pada periode 8-10 Juni 2018. Khusus ditanggal 10 Juni lalu OTP Garuda Indonesia bahkan menyentuh angka 90 persen,” jelas Pahala. “Kami pun terus berharap agar situasi kondusif seperti ini dapat berlangsung sampai peak season berakhir,” imbuhnya.
Di sisi lain, Saehu Nurdin selaku VP Production & Operation Control Garuda Indonesia mengatakan bahwa fenomena keterlambatan pemberangkatan semacam ini memang lumrah adanya, “karena ada banyak sekali aspek yang mempengaruhi terjadinya delay, semisal cuaca, kepadatan di bandara, dan lain-lain.” Lebih lanjut, fenomena delay musim mudik 2018, ujar Saehu, pun turut disebabkan oleh frekuensi penerbangan yang bertambah. “Semua maskapai menambah kapasitas, menambah frekuensi (penerbangan), otomatis pergerakan makin banyak. Pergerakan yang banyak tersebut akan berdampak pada penyesuaian traffic, dimana itu akan berpengaruh juga (terhadap delay),” terangnya. Kendati begitu, Saehu menambahkan bahwa keterlambatan Garuda Indonesia tersebut masih acceptable.
Baca Juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic
Ada hal unik terjadi dalam kunjungannya ke Terminal 3 Ultimate hari ini, sebagai bentuk apresiasi Pahala kepada para penumpang, dirinya membagi-bagikan cokelat kepada para penumpang yang hendak mengudara bersama maskapai nomor wahid di Tanah Air ini.
Lewat penyampaian petisi, sejumlah penumpang telah mengungkapkan ketidakpuasan atas konfigurasi dan desain kursi di kereta Ekonomi Premium yang telah diluncurkan PT KAI sejak Juni 2017. Pihak PT KAI pun tak tinggal diam, menyadari desain kursi yang kurang ergonomis, BUMN tersebut telah mengembalikan beberapa layanan kereta, dari Ekonomi Premium ke gerbong bisnis (model lama), seperti pada KA Senja Utama dan Fajar Utama.
Baca juga: Dianggap Sempit dan Tak Nyaman, Kursi KA Ekonomi Premium Penumpang Akan Diganti
PT KAI sudah meminta waktu untuk ‘perubahan’ pada konfigurasi kereta Ekonomi Premium, namun perlu dipahami proses redesain pada rangkaian gerbong tak bisa dilakukan dalam waktu cepat. Sementara ini, sebagian besar penumpang kereta memang mau tak mau harus ‘merasakan’ kursi di Ekonomi Premium.
Nah, salah satu yang khas dari kereta Ekonomi Premium adalah cara memilih kursi yang pas, baik saat bepergian sendiri maupun dengan keluarga. KabarPenumpang.com merangkumnya untuk para pembaca sekalian. Berikut ini ada beberapa tips yag bisa Anda gunakan untuk mencari tempat duduk yang pas dengan kereta Ekonomi Premium.
1. Hindari dekat bordes dan toilet
Duduk dekat dengan bordes, artinya dekat dengan pintu yang biasa dibuka tutup baik oleh petugas atau penumpang yang akan pergi atau kembali dari toilet. Selain itu duduk dekat toilet juga tidak nyaman, terkadang saat pintu terbuka bau menyengat dari toilet bisa tercium penumpang yang duduk dekat bordes.
2. Kursi nomor ini bisa terhindar dari goncangan
Tempat paling nyaman adalah duduk di kursi tengah, selain tidak terlalu bising, goncangan saat kereta berjalan pun tidak terlalu kerasa. Anda bisa memilih kursi nomor 11 atau 12 untuk sensasi nyaman ini.
3. Bersama dengan rombongan
Bila membeli tiket banyak alias bepergian bersama keluarga saat mudik atau dengan teman saat akan melancong ke satu daerah, disarankan memilih kursi 11 AB, 12 AB atau 11 CD dan 12 CD. Ini agar Anda dan kerabat bisa duduk berhadap-hadapan. Sebab beberapa kursi di Ekonomi Premium tidak bisa diputar mengikuti kepala kereta dan membelakangi bordes serta toilet dan titik temu ada di kursi ini.
Baca juga: Duduk Dekat Jendela, Opsi Paling Ideal Untuk Naik Kereta Jarak Jauh4. Perhatikan arah datangnya kereta
Di kereta ekonomi premium yang posisi kursinya tak bisa diputar, bila diperhatikan dengan jelas rata-rata tempat duduk nomor awal selalu menghadap ke timur, sedangkan nomor akhir berada di barat. Arah ke timur pilih seat nomor 1-11 dan arah barat 12-22. Bila perjalanan Anda dari barat ke timur, agar tidak membelakangi kepala kereta baiknya pilih nomor 12-22 ataupun sebaliknya jika berangkat dari timur ke barat pilih nomor kecil.
5. Bila tak mendapatkan kursi searah laju kereta
Bila Anda merasa ‘apes’ tidak mendapatkan kursi dengan posisi searah laju kereta, maka cobalah mencari kesibukan lain selama perjalanan. Mendengarkan musik via headset atau mencoba tidur bisa jadi pilihan ketimbang terus-menerus memikirkan efek pusing ‘naik kereta mundur’ dalam perjalanan jauh.
Pada tri semester kedua (Q2 2018), beberapa maskapai memulai penghitungan tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP). Salah satu yang melakukannya adalah maskapai berbiaya rendah (LCC) Citilink Indonesia.
Baca juga: On Time Performace Terbaik, Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Global
Citilink sendiri berhasil mencatatkan OTP 90,9 persen dan menjadi tertinggi kedua untuk kawasan Asia Tenggara pada bulan Mei 2018 kemarin serta berada di bawah Bangkok Airways yang memiliki OTP 95,6 persen. Hasil ini didapat dari laporan Official Airline Guide (AOG).
“Pencapaian OTP tersebut adalah bagian dari salah satu upaya Citilink Indonesia untuk terus memberikan performa yang prima bagi seluruh penumpangnya, tentunya dengan selalu mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo yang dikutip KabarPenumpang.com melalui siaran pers, Senin (11/6/2018).
Menurut AOG sendiri dari 8500 penerbangan, Citilink mencatatkan ketepatan waktu 90,9 persen. Ketepatan waktu ini meningkat dari data pada April 2018 yang mencatatkan OTP 89,02 persen di Asia Tenggara.
“Ini merupakan bukti keseriusan Citilink Indonesia dalam hal peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Terbukti peningkatan OTP sejak Januari 2018 OAG mencatatkan tingkat ketepatan waktu Citilink Indonesia sebesar 80,7 persen dari 7445 penerbangan dan terus meningkat hingga bulan Mei berhasil mencetak skor di angka 90,9 persen” tambah Juliandra.
Baca juga: Buka Rute Yogyakarta-Makassar, Citilink Inginkan Koneksi ke Indonesia Timur
Menurut Juliandra, hasil yang didapat ini adalah kerja keras dari seluruh staf maskapai untuk terus meningkatkan kinerja Citilink sebagai maskapai LCC premium di Indonesia dan regional. Selain itu pada peak season Lebaran 2018 yang juga dibarengi liburan sekolah, Citilink sendiri mempersiapkan 70.560 kursi tambahan yang terbagi dalam 392 penerbangan tambahan yang dijadwalkan pada puncak arus mudik dan arus balik Lebaran tanggal 8-24 Juni 2018.
Tak hanya itu jajaran Direksi dan manajemen Citilink telah melakukan ramp check serta menjadwalkan management piket selama peak season untuk memastikan kesiapan operasional pesawat angkutan mudik. Citlink juga memastikan kesiapan pelayanan yang akan diberikan kepada penumpang selama periode peak season.
Proyek Google yang menghadirkan layanan WiFi gratis di stasiun India kini mencapai puncak dalam sejarahnya. Saat ini Google sudah mengaktifkan 400 WiFi gratisnya di seluruh stasiun kereta api India.
Baca juga:Setelah India, Google Station Siap Tebar Free WiFi Gratis di IndonesiaKabarPenumpang.com melansir dari laman fortune.com (7/6/2018), raksasa pencarian itu mengatakan, pada Kamis lalu bahwa proyek Google Stasion yang mereka pasang telah diaktifkan seluruhnya sebanyak 400 WiFi gratis ke publik. Hal ini membuat lebih dari delapan juta orang mengakses internet setiap bulannya melalui proyek milik Google tersebut.
Sebelumnya proyek Google Stasion ini sendiri diumumkan 2015 lalu dan mulai pengerjaan awal pada 2016. Proyek ini sendiri sebenarnya merupakan cara untuk membantu meningkatkan infrastruktur nirkabel di India yang mana banyak orang tidak memiliki konektivitas internet stabil.
Tak hanya itu, hadirnya Google Stasion juga untuk mengembangkan raksasa pencarian tersebut sehingga bisa membantu dalam bisnis periklanan online. Sebab dengan hadirnya WiFi gratis akan semakin banyak orang mengakses Google di India.
Google menghadirkan proyek ini tidak sendiri tetapi internet bisa hadir ke ratusan stasiun berbeda di India karena bermitra dengan perushaan telekomunikasi Indian RailTel dan layanan kereta api negara tersebut yakni Indian Railways. Tak hanya India, pada Agustus 2017 lalu, Google juga sempat mengatakan akan membawa proyek Google Stasion Internet ke Indonesia melalui bantuan penyedia broadband Indonesia FiberStar dan CBN.
Meski begitu, Google juga mengembangkan proyek tersebut yang mulai beroperasi di Meksiko dan juga berencana ke negara lainnya. Diketahui, Facebook juga memiliki inisiatif yang sama dengan Google untuk menghadirkan internet ke lebih banyak tempat di India.
Baca juga: Di India, Layanan WiFi Gratis di Kereta Juga Dapat Dinikmati oleh Warga Sekitar
Raksasa jejaring sosial ini bermitra dengan perusahaan telekomunikasi India lainnya yakni India Bharti Aritel untu proyek WiFi ekspresnya. Dengan adanya ini, akan hadir 20 ribu titik akses internet yang dipasang di berbagai lokasi seluruh negeri.
Proyek WiFi ekspres sendiri pada dasarnya merupakan program Free Basics yang di buat Facebook sebelumnya. Namun karena dianggap ilegal dalam regulator India maka hanya diizinkan untuk situs web tertentu.
Operator Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura, SMRT kembali menarik perhatian publik setelah salah satu armadanya mengalami kebocoran freon pada Kamis (7/6/2018) pagi. Alhasil, penumpang yang ada di dalam rangkaian tersebut harus diturunkan di stasiun terdekat dari lokasi kejadian, yaitu Stasiun Tanjong Pagar. Beruntung, insiden yang membahayakan kesehatan ini tidak menelan korban.
Baca Juga: Platform Screen Doors Alami Kendala, Penumpang MRT Singapura Terjebak Delay Dua Jam!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (7/6/2018), staf SMRT mengatakan asap mulai terlihat di dalam gerbong pada pukul 09.45 waktu setempat. Ia pun menambahkan bahwa asap mulai terlihat dari arah bawah kereta.
“Sebagai tindakan awal, semua penumpang yang berada di atas kereta yang terkena dampak dari kebocoran freon ini diminta untuk turun dan naik rangkaian selanjutnya,” ungkap Vice-President of Corporate Communication SMRT, Margaret Teo. “Guna pemeriksaan lebih lanjut, kereta kami tarik terlebih dahulu dari layanan,” tandasnya.
Sebagai langkah investigas awal, petugas SMRT lalu mencari titik kepulan asap.”kompresor AC bocor yang akhirnya melepaskan gas freon,” tutur salah satu petugas SMRT. Dalam sejumlah foto yang beredar luas di dunia maya, terlihat penumpang SMRT menutup hidungnya dengan menggunakan tangan hingga baju kaos yang dikenakan, pasalnya mereka takut kepulan asap tipis tersebut membahayakan kesehatan mereka.
Menyinggung soal kesehatan, ternyata menghirup gas freon dapat membahayakan tubuh kita lho! Karena menggunakan bahan yang sama, maka kejadian bocornya gas freon di SMRT ini dapat direfleksikan dengan kendaraan pribadi Anda.
Jika gas freon terhirup oleh Anda, baik sengaja atau tidak, maka tidak menutup kemungkinan Anda akan teracuni oleh gas yang memiliki nama lain klorofluorokarbon ini. Jika tubuh Anda sudah terkontaminasi gas freon, maka biasanya gejala yang muncul adalah sulit bernafas, pembengkakan tenggorokan, sakit tenggorokan parah, luka bakar pada kerongkongan, muntah darah, muncul darah dalam tinja dan gejala lain sebagainya.
Baca Juga: Dua Pria Terlibat Duel Sengit di Gerbong SMRT, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya
Jika Anda menghirup gas freon dalam jumlah lebih dari 2.000 PPM (part per million), hal tersebut dapat menyebabkan detak jantung Anda menjadi tak beraturan karena tekanan darah berubah tinggi sehingga jantung memompa darah dengan detak yang tak normal. Bahkan kemungkinan paling mengerikan adalah jantung yang berhenti berdetak.
Meski belum benar-benar lepas dari prahara seputar rencana pemogokan pilot dan karyawannya, ada kabar baik datang dari Garuda Indonesia. Maskapai flag carrier tersebut kembali mempertahankan pencapaian sebagai salah satu dari jajaran 10 besar maskapai global dengan capaian On Time Performance (OTP) terbaik (kategori maskapai global dengan jumlah flights diatas 15 ribu).
Baca juga: Bicara On Time Performace, Bandara Juanda Surabaya Mampu Kalahkan Bandara Changi
Mengutip dari siaran pers (10/6) Garuda Indonesia, berdasarkan laporan lembaga pemeringkatan OTP independen OAG (Official Airline Guide) Flightview, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan capaian OTP arrivals sebesar 88.0 persen selama bulan Mei 2018 dengan jumlah flights mencapai 18.422 flight. Sebelumnya, pada bulan April 2018 Garuda Indonesia juga berhasil masuk jajaran 10 besar arrival OTP penerbangan maskapai global terbaik dengan capaian sebesar 85.1 persen (dengan jumlah flights diatas 15 ribu).
Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai Indonesia yang masuk dalam top 30 maskapai global dengan capaian OTP terbaik di periode Mei 2018 versi OAG Flight View.
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N.Mansury mengungkapkan, “Garuda Indonesia terus berupaya mempertahankan capaian OTP yang terus menunjukan pertumbuhan positif. Kami tentunya terus melakukan koordinasi intensif dalam me-maintain capaian ini, khususnya dengan optimalisasi lini layanan operasional agar selalu mengedepankan komitmen “Operation Excellence” dalam menyediakan standar layanan penerbangan maskapai global”. Garuda Indonesia juga mencatatkan peningkatan capaian OTP secara keseluruhan menjadi 90 persen selama periode Mei 2018.
Baca juga: Klasik, Ini Dia Rentetan Alasan Delay di Dunia Penerbangan
Capaian OTP Garuda Indonesia di bulan Mei 2018 tersebut meningkat secara konsisten dibandingkan Kuartal 1- 2018 sebesar 88 persen. Pahala menambahkan “Garuda Indonesia optimistis layanan operasional penerbangan selama periode peak season Lebaran akan berjalan dengan lancar. Upaya peningkatan layanan operasional tersebut salah satunya kami antisipasi dengan peningkatan capaian OTP jelang periode peak season ini.”
Memiliki orang terdekat seorang perokok memang sedikit kurang menyenangkan, ya. Selain asapnya yang bau ketika mereka membakar rokok, bau dari asap tersebut pun kerap kali menempel di benda-benda sekitarnya, sebut saja baju, kemeja, hingga interior mobil. Nah, biasanya, bau yang menempel di interior kendaraan seperti jok, langit-langit, dan lain-lain tidak bisa hilang begitu saja, perlu trik khusus agar bau tersebut bisa minggat.
Baca Juga: KunKun – Alat Pendeteksi Bau Badan, Seperti Apa Cara Kerjanya?
Tapi tunggu dulu, sebelum melangkah lebih jauh, ada dua cara yang dapat ditempuh oleh para pemilik kendaraan yang ingin menghilangkan bau rokok di kendaraannya, bisa menggunakan bahan kimia, dan bisa menggunakan bahan alami. Tentunya, penggunaan pengharum mobil yang dikombinasikan dengan semburan Air Conditioner (AC) sudah sangat lumrah digunakan oleh kebanyakan orang.
Kendati relatif lebih cepat menghilangkan aroma tidak sedap dari dalam mobil, namun pengharum mobil seperti ini terbuat dari bahan kimia yang seyogyanya memiliki efek samping bagi kesehatan, baik cepat maupun lambat. Segar, memang. Tapi kalau berbahaya bagi kesehatan di masa yang akan datang? Mungkin Anda akan mulai mencari-cari tentang pengharum mobil yang aman bagi kesehatan.
Di sini, bahan-bahan alami maju sebagai pesaing kuat senyawa kimia dalam kemasan plastik, kaleng, hingga botol kaca tersebut. Banyak bahan-bahan di sekeliling kita yang dapat menjadi bahan ampuh penghilang bau rokok yang menempel. Sebagai permulaan, serbuk kopi dikenal sebagai senjata ampuh untuk menghilangkan bau, termasuk bau rokok membandel di dalam mobil.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bacaterus.com, Anda cukup membungkus bubuk kopi dalam sebuah kain tipis dan menyimpannya di penjuru mobil. Selain dapat menghilangkan bau rokok, bubuk kopi pun dapat menghilangkan bau tak sedap lainnya.
Selain kopi, dedaunan seperti daun pandan pun terbukti ampuh guna menghilangkan bebauan seeprti yang sudah dijabarkan di atas. Cukup potong beberapa daun pandan kira-kira 10 cm, dan sebarkan di dalam mobil, seperti di dalam laci, tempat penyimpanan botol yang berada di samping pintu, dan sudut-sudut mobil lainnya. Selain dapat menyerap bau dan menggantikannya dengan aroma yang khas, perpaduan pandan dan semprotan AC dapat memancarkan vibrasi positif yang dapat menekan urat emosi.
Baca Juga: Tips, Antisipasi Bau Badan Saat Berlibur di Musim Panas
Buah-buahan pun tidak mau kalah unjuk gigi. Diketahui kulit jeruk merupakan salah satu yang paling vokal dikenal sebagai penghilang bau. Dengan menggunakan metode yang hampir sama dengan daun pandan tadi, kulit jeruk akan memancarkan aroma segar ke seluruh penjuru mobil. Selain itu, buah durian dan peuyeum pun dapat dengan cepat menghilangkan bau rokok dan menggantikannya dengan bebauan khas tersebut.
Liburan memang mengasyikan bahkan membuat pikiran kembali fresh karena tidak memikirkan pekerjaan saat menikmatinya. Namun, bagaimana jika waktu liburan telah usai dan harus kembali bekerja?
Baca juga: Ini Dia! Pekerjaaan Favorit Yang Asyik Dilakukan Sembari Liburan
Ketika Anda baru pulang berlibur dan tidak bisa langsung bekerja mungkin anda merasakan penderitaan liburan atau bila berlangsung selama beberapa hari mungkin mengalami Post Holiday Syndrome atau sindrom pasca liburan. Psikolog di Univesity of Granada Spanyol meneliti kondisi tersebut digambarkan sebagi perasaan ketidaknyamanan umum saat akan kembali bekerja.
Biasanya gejala yang dialami seperti kelelahan, kurang nafsu makan, nyeri otot dan kecemasan. Tetapi jangan takut, untuk menghilangkan sindrom ini, KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa laman sumber tips jitunya.
1. Tidak langsung bekerja
Bila sudah tahu akan kembali bekerja, jangan pulang dari liburan satu hari sebelumnya. Biasakan beberapa hari sebelumnya, karena dengan ini bisa ada waktu penyangga sebelum kembali aktivitas.
2. Persiapkan yang harus dilakukan
Sebelum mulai bekerja, baiknya cek email terlebih dahulu. Ini untuk memudahkan Anda memilah pekerjaan yang akan di lakukan. Persiapan ini juga agar menjauhkan Anda dari efek liburan yang masih tersisa. Siapkan waktu setengah jam untuk merencanakannya, jangan malu bila ada yang tahu Anda baru saja kembali dari menyegarkan diri.
3. Ubah pola liburan
Para peneliti mengatakan untuk tidak megambil liburan panjang tetapi baiknya ambil beberapa liburan dengan waktu yang pendek. Hal ini akan memudahkan dalam menyesuaiikan kehidupan kerja. Bila dalam setahun memiliki niatan untuk berlibur, cari waktu yang pendek seperti beberapa hari dalam sebulan.
4. Padukan kerjaan dan hidup
Dalam kehidupan seseorang, pekerjaan termasuk di dalamnya. Sehingga jangan seimbangkan tetapi dipadukan agar energi terfokuskan dalam menangani hal-hal untuk mencapai sesuatu dalam pekerjaan. Karena setiap orang memiliki pekerjaan yang berbeda sesuai bidangnya.
Baca juga: Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!5. Fokus pada pekerjaan
Bila masih berada di aroma liburan, baiknya fokuskan pada pekerjaan. Karena liburan sudah berlalu dan pekerjaan yang ada di depan mata nyata. Jadi baiknya dari awal bekerja sadarkan diri bahwa hari liburan telah usai
Dengan beberapa tips ini, Post Holiday Syndrome bisa berkurang perlahan dan memudahkan kembali ke kehidupan Anda. Mengubah tatanan meja kerja juga bisa membantu melepaskan sindrom yang membuat Anda seperti merasa liburan.
Layanan ride sharing Uber dan Lyft yang ada saat ini bisa dikatakan monoton karena pengemudi lebih sering berbicara dengan penumpang bahkan saling berdiam tanpa ada alunan lagu apapun. Bila diperdengarkan lagu mungkin semua penumpang tidak menyukainya disebabkan tidak sesuai keinginan.
Baca juga: Tak Mau Ambil Risiko, Uber Kembangkan Riset dan Tinjau Mekanisme Layanan Taksi Udara
Baru-baru ini seorang pengemudi layanan ride sharing tersebut menghadirkan musik dengan pilihan lagu yang beragam melalui aplikasi Spotify.
“Jadi saya baru saja memulai mengemudi untuk Uber dan Lyft. Saya telah mendapat banyak pujian di musik saya sejak menyamaratakan penumpang saya dengan memberikan mereka pilihan 1-11 daftar putar,” ujar pengemudi yang juga pengguna Twitter @TEEJUS_ yang dikutip KabarPenumpang.com.
Tweet tersebut telah di retweet lebih dari 50 ribu kali. Sebagian besar pengguna Twitter ingin tahu bagai mana pengemudi mengkategorikan musik-musik tersebut.
Pengemudi dengan akun Spotify TJ tersebut akhirnya menjawab beberapa tweet sebelum menghasilkan uang tambahan dari pilihan musiknya selama perjalanan. Untuk memudahkan bila Anda menjadi penumpang dari TJ, berikut ini ada beberapa kategori pilihannya.
Heady Bros
Pilihan musik untuk menghibur seperti berada di club. TJ Jones sendiri mengatakan musik milik Heady Bros seperti musik untuk membuat pengguna narkoba terhibur. Lagu yang dibawakan adalah Purple Haze oleh Jimi Hendrix, Drain You oleh Nirvana, Mind Mischief oleh Tame Impala dan Ode To Viceroy oleh Mac DeMarco.
Orang kulit putih menyukai Rap
Lagu yang dinyanyikan oleh Drake, Childish Gambino, Frank Ocean, Future, Kanye West, Chance the Rapper, Kendrick Lamar, dan Steve Lacy merupakan pilihan pas dan tepat.
Awal 20-30an
Lagu masa ini seperti kembali ke masa lalu seperti Fleetwood Mac dan Hall & Oates yang diberikan perpaduan modern dari Lorde dan Sia.
30+
Bagi TJ lagu tahun 30an merupakan cut off ketika itu seperti masa lalu dan menjadi peninggalan kuno. Daftar putar ini benar-benar oldies dengan lagu-lagu dari Rick Springfield, Beach Boys, Fleetwood Mac dan Earth, Wind and Fire. “Ini benar-benar selera saya,” ujar TJ.
Baca juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan PengemudiQuiet Ppl
Lagu dari daftar ini berisi nyanyian melow dan bisa membuat penumpang terenyuh dan terbawa suasana. Lagu tersebut milik Frankie Cosmos dan Sufjan Stevens. Jadi bila ingin menangis di dalam Uber dipersilahkan.
Ada beberapa daftar lagu lainnya dan pilihan ada di tangan Anda. Sayangnya ada lebih dari satu juta pengemudi Uber di Amerika Serikat dan kemungkinan Anda untuk naik mobil milik Jones sangat sedikit. Namun, Anda bisa masuk ke akun Spotify milik Jones yang terbuka untuk publik dan daftar lagu tersebut yang sudah dibagi dalam 11 kategori bisa Anda pilih sendiri.
Sudah berdiri selama 50 tahun, Perusahaan Otobus (PO) Nusantara meluncurkan bus tingkat atau double decker terbarunya. Bus Conqueror Double Decker ini merupakan bus tingkat buatan karoseri Nusantara Gemilang yang berada dibawah naungan PO Nusantara.
Baca juga: Jauh Sebelum Motobus, Ternyata Sudah Ada Jasa Kirim Motor via Bus AKAP!
Bus baru milik PO asal Kudus ini menggunakan sasis MAN seri R37 yang merupakan buatan Eropa dan pertama kali masuk Indonesia dengan tiga poros. Sasis model ini sangat fleksibel untuk dibuat sasis bus baik single dek ataupun double dek.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bus Conqueror ini bagian luar berwarna coklat susu yang dipadukan dengan kombinasi ombak berwarna kuning. Tak hanya itu, angka 50 dan tulisan Nusantara serta gambar burung elang yang merupakan simbol karoseri Nusantara di cat berwarna putih pun menghiasi body kiri dan kanan luar bus ini.
Bus PO Nusantara jaman dulu
Bisa dikatakan bus terbaru double decker ini merupakan hadiah ke 50 tahun PO yang sudah banyak melayani trayek bus malam AKAP dan pariwisata. Seperti double decker lainnya, bus baru ini menggunakan kaca ganda di bagian depan untuk pemandangan penumpang baik yang duduk di dek atas maupun bawah.
Meski memiliki double dek, tetapi bobot bus baru milik PO Nusantara lebih ringan sehingga bus lebih hemat bahan bakar dan ban juga awet. Bus bernama Conqueror tersebut memiliki arti penakluk, mungkin pemilik PO menginginkan bus ini untuk menjadi penakluk dunia transportasi dan menjaring masyarakat menggunakan transportasi umum salah satunya bus.
Sayangnya, belum ada informasi lebih jelas armada ini akan dioperasikan sebagai bus malam AKAP atau pariwisata. Tetapi jika dilihat dari persaingan PO bus yang ada saat ini, Conqueror bisa digunakan menjadi bus AKAP yang melintasi trayek Jakarta-Semarang-Kudus.
PO Nusantara sendiri merupakan salah satu PO yang terkenal dengan bus-bus mewahnya seperti Omah Mlaku, Omah Mlayu dan bus AKAP dengan trayek dari Kudus ke beberapa kota di Pulau Jawa. PO ini didirikan tahun 1968 silam oleh Yonatan Budianto di Kudus.
Baca juga: Mengenal PO Safari Dharma Raya, “Si Gajah dari Temanggung”
Awal didirikannya, PO ini hanya mengandalkan dua unit bus merek GAZ buatan Uni Soviet pada tahun 1965. Kedua bus tersebut sebelum digunakan PO Nusantara dulunya bekas digunakan TNI Angkatan Laut.
Bus-bus yang digunakan Nusantara sendiri memiliki standar luar negeri dan beberapa diantaranya bekerja sama dengan Scania. Kelas bus yang ditawarkan PO Nusantara yakni Super Executive, Executive, VIP, Patas dan Ekonomi. Saat ini Nusantara sendiri memiliki 75 bus dan melayani 164 rute.