Setelah beberapa waktu yang lalu jagat media sosial Twitter dihebohkan dengan seekor burung gagak yang ikut membeli tiket perjalanan kereta bawah tanah di Jepang, kini ‘invasi’ dunia fauna bergeser menyambangi Kanada. Kali ini sejumlah kepiting tampak tengah duduk manis di bangku Toronto Subway (TCC) pada Senin (7/5/2018) kemarin. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana rasanya bertemu dengan hewan seperti ini di kereta?
Baca Juga: Di Jepang, Burung Gagak ini Juga Ikut Beli Tiket Kereta Lho!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman weather.com (11/5/2018), kejadian ini terjadi pada jalur tertua dan tersibuk di jaringan Toronto Subway, Line 1. Kejadian ini menjadi viral setelah seorang komuter bernama Kristina Hughes memposting foto dua ekor kepiting yang tengah duduk di bangku penumpang.
Kejadian tersebut sontak membuat salah seorang penumpang menjerit histeris karena kepiting tersebut telah mengambil jatah duduk penumpang lain. “Apa-apaan ini?! Dua ekor kepiting menduduki dua bangku yang berbeda? Jadi sekarang kita tidak boleh duduk di sana?!” seru sang wanita, sebagaimana yang ditulis Kristina dalam laman Facebooknya.
Tidak hanya Kristina yang menyuarakan temuannya tersebut. Seorang pengguna jejaring sosial Twitter dengan nama pengguna @_malihakk mencuitkan hal yang hampir serupa. “Beberapa ekor kepiting di dalam rangkaian TTC,” tulisnya.
Uniknya lagi, para penumpang yang ada di dalam rangkaian tersebut merelakan bangku tersebut kepada sang kepiting dan mereka lebih memilih untuk berdiri. Kristina menambahkan, wanita yang tampak histeris itu kemudian mengambil inisiatif untuk menyingkirkan kedua kepiting tersebut sehingga ia bisa duduk.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang pejabat dari TTC yang bernama Brad Ross mengatakan bahwa setiap penumpang tetap harus mentaati setiap peraturan yang berlaku. “Sebenarnya, kepiting tidak diijinkan untuk duduk, bahkan ketika ia sudah dimasak bersama mentega sekalipun,” tutur Brad. “Terkecuali kepiting tersebut merupakan emotional support bagi salah seorang penumpang. Tapi nampaknya saya ragu tentang hal tersebut,” tandasnya.
Baca Juga: Bajingan, Terdengar Kasar Padahal Aslinya…
Brad menambahkan, kasus hewan liar yang turut serta dalam perjalanan penumpang kereta bawah tanah di Toronto bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, Brad mengaku pernah mendapat laporan bahwa rakun, kecoa, hingga tungau pernah mengular bareng penumpang!
Changi memang tak terbantahkan sebagai salah satu bandara internasional paling modern di dunia, namun faktanya tak melulu Changi unggul di setiap lini. Seperti untuk urusan on time performance (OTP), Bandara Internasional Juanda di Surabaya justru berhasil meraih status sebagai bandara paling tepat waktu selama bulan April 2018 di antara bandara-bandara di Asia Tenggara lainnya.
Baca juga: Performa Penerbangan Haji, Antara Level OTP dan Ketersediaan Pesawat Sewaan
Bandara Juanda yang dikelola PT Angkasa Pura I selama April 2018 telah meraih jumlah trafik di atas 1.000 penerbangan, mengalahkan Bandara Changi. Penilaian tersebut berdasarkan hasil riset independen yang dilakukan oleh lembaga analis perjalanan udara terkemuka asal Inggris, OAG, melalui laporan OAG Flightview Monthly OTP Report April 2018.
Bandara Juanda mencatatkan diri sebagai bandara paling tepat waktu di Asia Tenggara selama bulan April 2018 dengan tingkat OTP 95,5 persen. Tingkat OTP Bandara Juanda Surabaya ini jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat OTP Bandara Changi Singapura yaitu 87,1 persen.
Selain itu, di posisi kedua terdapat Bandara Supadio Pontianak yang meraih tingkat OTP sebesar 90.2 persen dan posisi ketiga dicapai oleh Samui Airport Thailand dengan tingkat OTP 88,9 persen, posisi keempat terdapat Bandara Siem Reap Kamboja dengan tingkat OTP 88,2 persen, dan posisi kelima diduduki oleh Bandara Internasional Lombok Praya yang juga dikelola oleh PT Angkasa Pura I dengan tingkat OTP 88 persen.
“On-time performance merupakan salah satu tolok ukur layanan terpenting di industri penerbangan secara global. Hasil riset independen yang dilakukan oleh OAG pada bulan April lalu merupakan bukti keberhasilan Bandara Juanda dan Bandara Lombok dalam mendukung kegiatan operasional maskapai yang efektif dan tepat waktu. Pengakuan internasional ini tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh stakeholder seperti maskapai, AirNav, TNI AL, groundhandling service provider, dan penumpang,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam siaran pers (17/8/2018)
Secara global, peringkat Bandara Juanda masuk dalam peringkat Top 100 Global Airport Performance OTP, menduduki peringkat ke-29.
Pada triwulan I 2018, Bandara Juanda telah melayani 4,9 juta pergerakan penumpang, tumbuh 8,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 yang sebesar 4,6 juta pergerakan penumpang. Sedangkan trafik penumpang Bandara Internasional Lombok Praya pada triwulan I 2018 sebanyak 870 ribu pergerakan penumpang, tumbuh 7,9 persen dibanding periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 806 ribu pergerakan penumpang.
Baca juga: ‘On Time Performance’ Tak Cuma Milik Dunia Penerbangan
Peringkat OTP oleh OAG selama bulan April tersebut diolah berdasarkan data OAG Flightview yang mencatat data penerbangan selama satu bulan untuk menunjukkan kinerja ketepatan waktu bandara terbaik. OAG merupakan lembaga analis terkemuka di industri penerbangan dengan database jadwal penerbangan yang dimiliki oleh lebih dari 900 maskapai dan 4.000 bandara di seluruh dunia. OAG mendefinisikan on time performance sebagai penerbangan yang berangkat atau tiba dalam jangka waktu 15 menit dari jadwal waktu keberangkatan dan kedatangan.
Sebuah pesawat Airbus A319 dari maskapai penerbangan regional yang bermarkas di Chengdu Shuangliu International Airport, Sichuan Airlines terpaksa melakukan pedaratan darurat setelah salah satu kaca kokpit pecah. Menurut otoritas penerbangan Cina mengatakan bahwa kejadian ini terjadi ada Senin (14/5/2018). Untungnya, kejadian mengerikan ini tidak menelan korban jiwa.
Baca Juga: Pintu Kabin Terbuka Saat Mengudara, Mengerikan Tapi Bukan Akhir Dari Segalanya
Sebagaimana data yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman reuters.com (14/5/2018), pesawat nahas ini melakukan pendaratan darurat di kota Chengdu, sebelah Barat Daya Cina. Kendati tidak ada korban jiwa, namun sang pilot yang berada paling dekat dengan sumber bencana hanya mengalami cidera pada bagian pinggangnya, dan sedikit luka gores. Lainnya ada seorang awak kabin yang juga mengalami luka-luka.
Pada mulanya, maskapai Sichuan Airlines dengan nomor penerbangan 3U8633 lepas landas dari Chongqing, Cina Tengah pada Senin pagi menuju Ibukota Tibet, Lhasa. Dengan menggunakan pesawat Airbus A319, rombongan tersebut pun berangkat. Namun ketika pesawat mulai membumbung, pilot yang tiada henti berkomunikasi dengan menara pengawas ini tiba-tiba mengatakan ada kesalahan teknis dan memaksa pesawat untuk melakukan pendaratan darurat.
Untungnya, si pilot sangat sigap untuk mendaratkan pesawat hingga tidak menelan korban jiwa. Penumpang yang terbengkalai akibat insiden ini lalu diterbangkan menuju Lhasa dengan menggunakan pesawat lain. Berdasarkan foto yang diunggah Chengdu Economic Daily, bisa disaksikan bahwa salah satu jendela kabin kokpit, tepatnya di sebelah kanan kaca tengah. Lubang yang besarnya hampir setinggi badan kaca ini pun mengundang pertanyaan, “Siapakah yang mampu menembus kaca pesawat dan meninggalkan lubang sebesar itu?”
Baca Juga: Lebih Mengenal Plug Door, Pintu Khusus Milik Si Burung Besi
Kepada Chengdu Economic Daily, Kapten Liu Chuanjian mengatakan bahwa kaca tersebut pecah ketika pesawat tengah ‘merangkak’ menuju ketinggian 32.000 kaki. “Tidak ada tanda peringatan sebelum kejadian. Tiba-tiba kaca depan retak dan membuat dentuman keras. Hal berikutnya yang saya ingat adalah kopilot tengah berusaha untuk melepaskan diri karena tubuhnya mengalami dekompresi akibat lubang tersebut,” terang Kapten Liu.
“Semua yang berada di dalam kabin pilot melayang, dan hampir semua alat tidak berfungsi. Pun dengan radio. Kala itu, pesawat bergetar sangat kencang dan saya tidak bisa membaca beragam instrumen,” kenang sang Kapten.
Meski telah mengoperasikan kereta api Prambanan Ekspres (Prameks) untuk mengangkut penumpang dari Solo menuju Kutoarjo dan melewati Yogyakarta, ternyata Daerah Operasional VI (Daop 6) Yogyakarta tak berhenti di situ saja. Kini Daop 6 menghadirkan kereta api pendamping Prameks yang diluncurkan hari ini, Kamis (17/5/2018).
Baca juga: Rolling Stock Rampung, Menteri Budi Prediksi KA Bandara Adi Soemarmo Mengular Pada Februari 2019
Kereta api ini akan menggunakan kereta api Bandara Internasional Adi Sumarmo (BIAS) sebelum. Penggunaan kereta bandara ini, dikarenakan jalur kereta Bandara Internasional Adi Sumarmo belum rampung pengerjaannya.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa kereta ini akan mengangkut penumpang relasi Solo-Yogyakarta hingga ke Kutoarjo. Kereta api Solo Ekspres terdiri dari empat kereta penumpang dalam satu setnya dan akan berjalan dua set kereta.
Bagian dalam kereta Solo Ekspres
Diketahui kereta buatan PT INKA Madiun yang diresmikan pada Jumat (11/5/2018) di Solo oleh Menteri Perhubungan, Walikota Solo dan Dirut PT KAI. Kereta api Solo Ekspres sendiri mampu menampung sekitar 300 orang baik yang duduk maupun berdiri.
Kereta yang digunakan adalah kereta rel diesel (KRD) eksekutif. Tampilan kereta ini berwarna hijau dan mirip dengan kereta Bandara Internasional Minangkabau yang juga buatan PT INKA.
Dari tampilan gambar yang unggah oleh PT KAI di akun Instagramnya, kereta tersebut memiliki AC atau pendingin udara dan kursi khusus berhadap-hadapan serta monitor pemberitahuan. Kereta ini mulai beroperasi pada 17 Mei 2018 dan hingga tanggal 20 Mei 2018 besok atau selama empat hari kedepan tarif yang diberlakukan PT KAI adalah Rp0 atau gratis.
Baca juga: KA Komuter Prameks, Rencana Hingga Ke Sragen dan Pembangunan Jalur Listrik Yogya-Solo
Sedangkan untuk tanggal 21 Mei 2018 dan seterusnya, tarif normal akan berlaku. PT KAI menerapkan tarif normal Kutoarjo-Yogyakarta PP Rp30 ribu, Yogyakarta-Solo Balapan PP Rp30 ribu dan Kutoarjo-Solo Balapan atau sebaliknya Rp40 ribu.
Adapun jadwal perjalanan KA Solo Ekspres ini adalah pukul 08.40 WIB dan 15.40 WIB dari stasiun Kutoarjo, dan sebaliknya pukul 11.15 WIB dan 18.25 WIB dari stasiun Solobalapan. Dengan adanya KA Solo Ekspres tersebut, PT KAI menambah rute perjalanan kereta reguler yang telah ada antara Kutoarjo-Solo Balapan.
Tentu Anda semua sudah mengetahui tentang salah satu maskapai yang kondang dengan reputasi delayed, Lion Air. Maskapai berlogo singa ini belakangan menuai sorotan dari masyarakat akibat ulah beberapa penumpangnya. Celakanya, beberapa keisengan tersebut berujung pada penyisiran besar-besaran oleh pihak terkait karena status Indonesia sendiri yang tengah Siaga 1 terorisme.
Baca Juga: Bergurau Soal Bom, Penumpang Lion Air (Kembali) Digelandang Petugas Keamanan Bandara
Pada 2 Mei 2018 kemarin, armada Boeing 737-800NG milik Lion Air dengan nomor PK-LYJ dan kode penerbangan JT-120 mengalami keterlambatan hingga dua jam karena ancaman bom yang menderu. Adapun pesawat tersebut direncanakan mengudara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Belitung.
Tak berhenti sampai di situ, tepatnya pada (13/5/2018), maskapai ini kembali dihebohkan dengan isu bom yang menyerang pesawat Boeing 737-800NG dengan nomor penerbangan JT-618, rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta Bandara Depati Demir, Pangkal Pinang. Berbeda dengan kasus sebelumnya, di sini penumpang menyebutkan kata “BOM” kepada salah seorang awak kabin. Alhasil, penerbangan tersebut mengalami keterlambatan sekitar 50 menit dari jadwal semula.
Nah setelah dihantam oleh dua isu bom dalam jangka waktu kurang dari dua minggu, baru-baru ini Lion Air kembali menggiring salah seorang penumpangnya ke ruang pemeriksaan setelah melontarkan gurauan bom, pada Rabu (16/5/2018). Walhasil, armada Boeing 737-900ER dengan nomor penerbangan JT-291 dengan rute penerbangan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.
“Sebagai bentuk penanganan, seluruh 200 penumpang dewasa, barang bawaan dan kargo, harus kembali ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali (screening),” tutur Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran pers. Penerbangan pun kali ini tertunda selama lebih kurang dua jam lamanya.
Tentu saja, fenomena ini membuat sebagian warganet bertanya-tanya, “Kenapa selalu Lion Air yang terkena isu bom?” Uniknya lagi, semua isu bom yang terjadi di tubuh Lion Air terjadi pada armada Boeing 737, walaupun serinya berbeda.
Baca Juga: Akibat Ancaman Bom, Lion Air JT120 Alami Delay Selama Dua Jam
Semisal Anda berspekulasi bahwa ini adalah ‘alasan’ dari pihak maskapai guna mengatasi masalah delay, maka kemungkinan tersebut sangatlah kecil, mengingat situasinya semua penumpang sudah masuk ke dalam pesawat dan tinggal menunggu taxi.
Kemungkinan lain adalah memang benar adanya apa yang dilontarkan oleh pihak maskapai, tanpa ada latar belakang lain yang coba dialihkan oleh Lion Air selaku pihak penyedia jasa. Tentunya, dengan meningkatnya status keamanan Indonesia menjadi Siaga I pasca ledakan bom di sejumlah titik di Ibu Pertiwi membuat kita sebagai warga sipil harus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga penyebaran informasi, khususnya terkait keberadaan bahan peledak ini.
Saat berada di ketinggian, penumpang pesawat akan kehilangan beberapa persen dari cita rasa makanan yang dimilikinya karena tekanan yang berbeda dengan di darat. Ini membuat penumpang yang memakan makanan mereka sulit merasakan bumbu dari masakan tersebut. Bahkan bisa membuat makanan terasa hambar dan tidak enak untuk di makan.
Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!KabarPenumpang.com melansir dari laman theguardian.com (12/5/2018), beberapa waktu lalau diketahui United Airlines menghapus jus tomat dalam menunya saat akan menyederhanakan menu dalam kabin dengan penerbangan di bawah empat jam. Tak hanya jus tomat yang hilang, muffins akan menggantikan makanan berat untuk sarapan dan beberapa makanan lain untuk makan siang.
Tetapi meski sempat dihapus, United kembali mengadirkannya sebab, jus tomat merupakan pilihan terbanyak di udara. Hal ini dikarenakan sebagai pilihan minuman di pesawat jus tomat sangatlah berbeda rasanya dibandingkan saat meminumnya di daratan.
Namun tahun 2015 lalu, Robin Dando seorang ahli fisiologi menemukan dimana paparan suara keras seperti mesin jet bisa menghilangkan rasa manis tetapi mengintensifkan rasa umami dalam jus tomat. Lima tahun sebelumnya, Lufthansa yang merupakan maskapai Jerman menugaskan untuk mencari tahu kenapa jus tomat sangat populer di kalangan penumpang pesawat.
Ini dilakukan setelah mereka menyadari telah melayani 53 ribu galon jus tomat per tahun. Peneliti dari Fraunhofer Society mengemukakan bahwa orang akan lebih menikmati jus tomat dipesawat karena indera perasa dan penciuman manusia kurang sensitif di ketinggian.
Sehingga para penumpang bisa menikmati kesegaran jus tanpa rasa yang aneh. Sayangnya Anda tidak tahu kapan troli makanan dan minuman di dorong dekat kursi oleh awak kabin. Minuman biasanya akan diberikan secara gratis dimana penumpang bisa memintanya lebih banyak.
Jus tomat satu-satunya minuman sehat di troli, tidak boros dan berbeda dengan lainnya. Sehingga penumpang lainnya bisa melihat bahwa minuman ini lebih banyak dipesan dan menjadi sebuah tradisi seperti saat Anda makan popcorn di bioskop.
Tetapi mungkin ada alasan lain United menyederhanakan pilihan makanan mereka. Jus tomat sebenarnya minuman yang memiliki banyak serat dan kandungan air yang tinggi sehingga bisa membuat kenyang.
Baca juga: Makanan dan Minuman di Maskapai Berbiaya Rendah Lebih Mahal Hingga 8.900 Persen
Jus tomat bisa dikatakan seperti sup dingin yang diberikan gratis. Juru bicara United mengatakan, dengan semua pnawaran yang diberikan pihaknya, mereka akan memantau umpan balik dari pelanggan dengan apa yang mereka sukai dan disesuaikan secara semestinya.
Ini salah satu hal yang membuat United kembali menghadirkan jus tomat dalam penerbangan mereka.
Telat dihujat, tapi jika berangkat lebih cepat ternyata juga menuai kecaman, inilah yang sedang terjadi pada layanan kereta di Jepang. Setelah terjadi pada November 2017 silam, dimana kereta jurusan Tokyo ke Tsukuba Timur yang berangkat 20 detik lebih awal dari yang semestinya, belum lama ini peristiwa yang mirip terjadi lagi.
Baca juga: Unik! Berangkat Lebih Awal, Operator Kereta di Jepang Justru Meminta Maaf Kepada Penumpang
Peristiwa tersebut membuat perusaah kereta Jepang meminta maaf pada penumpang. KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (17/5/2018), pasalnya kereta yang di operasikan oleh Japan Railway West (JR West) pada Jumat lalu (11/5/2018) berangkat 25 detik lebih awal dari semestinya.
JR West mengatakan kereta di stasiun Notogawa yang berjalan di jalur Biwako keliru saat meninggalkan platform yang seharusnya 7.12 menjadi 7.11.35. Ini mengartikan keberangkatan 25 detik lebih awal dari semestinya.
“Ketidaknyamanan ini membuat pelanggan kami tidak nyaman dan kami mita maaf atas kesalahan kami,” ujar JR West dalam pernyataannya.
Kesalahan ini terjadi saat kondektur berpikir bahwa kereta harus berangkat jam 7.11 pagi ketika dia menutup pintu ke 12 gerbong keretanya. Saat kondektur tersebut menyadari kesalahannya, dia melihat ke peron tetapi tidak ada siapapun di situ.
Sehingga dia memutuskan untuk tidak membuka kembali pintu kereta dan berangkat dari stasiun. Sebab, jika tidak kereta bisa berangkat lebih lambat dari 7.12 pagi waktu setempat.
Namun ternyata, beberapa orang di peron berharap bisa naik ke kereta tersebut dan salah seorang diantara mereka mengatakan pada petugas stasiun terkait keberangkatan kereta lebih awal. Karena keberangkatan awal ini mau tak mau membuat para penumpang harus menunggu enam menit untuk naik kereta berikutnya dengan tujuan akhir stasiun Nishi Akashi.
Baca juga:Gegara Pria Mabuk, Perjalanan Kereta di Munich Terhenti Selama 21 Jam!
“Kami akan benar-benar mengevaluasi masalah tersebut dan berusaha untuk mencegah insiden seperti itu terjadi lagi. Staf kami pun akan mendapat tambahan pelatihan setelah insiden,” ujar permintaan maaf yang dikeluarkan JR West.
,
Setiap daerah operasi perkeretaapian Indonesia memiliki depo untuk perawatan baik lokomotif maupun gerbong kereta. Depo ini juga tidak hanya merawat lokomotif yang ada di sana melainkan juga lokomotif dari depo lainnya. Hampir setiap daerah operasi setidaknya adaa satu depo lokomotif induk yang memiliki lokomoti besar.
Baca juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia
Tak hanya lokomotif baru tetapi lokomotif tua dan langka seperti depo lokomotif Cirebon yang memiliki lokomotif CC200. Di dalam depo sendiri bukan hanya ada lokomotif, melainkan berisikan juga fasilitas penunjang untuk pengecekan kereta dan turn table yang berfungsi memutar lokomotif. Biasanya di depo juga memiliki kereta deker yang digunakan saat terjadinya kecelakaan.
Di Jakarta sendiri sudah ada depo Jatinegara dan Tanah Abang serta sebentar lagi, akan menambah satu depo besar lagi yang kini dalam tahap pembangunan. Depo tersebut berada di Cipinang, Jakarta Timur dan dalam tahap penyelesaian yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Nantinya depo tersebut akan menjadi yang terbesar di Indonesia.
KabarPenumpang.com mendapatkan kabar bahwa, depo ini dibangun di atas lahan seluas sembilan hektar. Luas bangunannya sendiri sekitar 1,6 hektar yang dilengkapi dengan 14 jalur kereta api. Secara keseluruhan, depo Cipinang ini sendiri mampu menampung 132 lokomotif dan 440 gerbong setiap bulannya.
Kini pembangunan depo yang menghabiskan Rp900 miliar tersebut diperkirakan akan segera dibuka pada Oktober 2018 mendatang. Sebelum depo Cipinang ini, depo Jatinegara merupakan depo terbesar dan menjadi salah satu yang tersibuk. Depo ini berada di Pisangan Baru Raya, Jatinegara, Jakarta Timur.
Depo Jatinegara sendiri memiliki lokomotif CC201 dan CC203 yang melayani kedinasan baik kereta api barang maupun penumpang. Berada di Daerah Operasional I, depo Jatinegara melayani sepuluh kereta api baik lokal maupun jarak jauh.
Baca juga: Akhirnya! Kereta Wisata Priority Keluar Juga Dari Depo KAI
Tak hanya itu, hampir semua kereta yang melalui stasiun Jatinegara ke arah timur Jawa juga di layani di depo ini. Baik eksekutif maupun ekonomi AC. Sayangnya depo ini akan segera digusur jika depo Cipinang sudah selesai dan mulai difungsikan.
Nantinya bekas depo tersebut digunakan untuk pengembangan stasiun Jatinegara. Tak hanya depo saja yang pindah, mess masinis juga akan dipindah dan pengelolaannya dibawah PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Maskapai Emirates memberikan layanan khusus selama Ramadhan 2018 ini yang dimulai pada 17 Mei 2018. Maskapai milik Uni Emirat Arab (UEA) tersebut menghadirkan layanan berbuka puasa bagi penumpang yang menjalankan ibadah puasa saat penerbangan dengan pesawatnya.
Baca juga: Sambut Ramadhan, Awak Kabin Citilink Hadir dengan Seragam Baru dan Beri Takjil Gratis
Emirates menyediakan kotak iftar dengan isi makanan bergizi untuk penumpang yang berbuka puasa. Kotak ini di desain dengan nuansa Arab otentik. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman emirates.com (17/5/2018), di dalam kotak iftar tersebut berisikan salad couscous dan ayam panggang atau moudardara dan ayam panggang, sandwich, lemak bayam atau tomat dan fatayer bawang.
Selain itu juga dilengkapi dengan berbagai manisan, kurma, laban dan air minum kemasan. Menu makanan dalam kotak iftar ini sendiri nantinya akan diperbaharui pada pertengahan Ramadhan. Makanan tersebut akan hadir bagi semua penumpang kelas kabin.
Kotak iftar di penerbangan Qatar Airways (Qatarairways.com)
Makanan khusus tersebut akan tersedia pada penerbangan Emirates yang bertepatan dengan waktu berbuka puasa. Ini termasuk penerbangan dari dan ke kawasan Teluk serta penerbangan Umroh ke Jeddah dan Madinah selama Ramadhan. Selama Ramadhan, tayangan hiburan atau in flight entertainment juga diubah.
Tak hanya makanan, Emirates juga menghadirkan alat untuk menghitung waktu imsak dan berbuka puasa selama penerbangan. Alat ini dikembangkan untuk melengkapi jadwal Ramadhan dan tersedia di setiap penerbangan.
Dengan alat ini, bila waktu berbuka tiba, maka pilot akan memberitahukannya dari kokpit. Di bandara, khususnya pada Lounge, Emirates menyediakan ruang khusus untuk shalat. Maskapai asal Timur Tengah ini bahkan akan memberikan kopi Arab, kurma dan manisan untuk penumpang yang berbuka puasa.
Untuk di gerbang terminal biasa, penumpang Emirates akan diberikan air dan kurma untuk berbuka puasa. Ternyata tak hanya Emirates, kompetitor sejati maskpai ini yakni Qatar Airways juga menghadirkan kotak iftar bagi para penumpangnya.
Baca juga:6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa
Di dalam kotak tersebut berisikan kurma, laban, sandwich, manisan Arab, kacang dan air minum botol. Kotak iftar ini dirangcang khusus dan ditawarkan dalam penerbangan rute-rute pilihan di Timur tengah, Pakistan, Bangladesh dan beberapa bandara di India serta Afrika.
Kotak iftar ditawarkan pada penerbangan terpilih ke atau dari Basra, Kuwait, Muscat, Shiraz, Sohar, Amman, Khartoum, Mashad, Najaf, Sulaimaniyah, Baghdad, Salalah, Erbil, Dhaka dan Hyderabad, Algiers dan Tunis. Tujuan tambahan mungkin berlaku tergantung pada perubahan jadwal.
Ajang bagi-bagi takjil gratis selama Bulan Ramadhan nampaknya sudah bukan lagi jadi pemandangan yang unik di Indonesia. Banyak instansi yang berlomba menyediakan menu berbuka puasa kepada para warga, tidak terkecuali PT Transportasi Jakarta. Melanjutkan misi tahunan, pada Ramadhan tahun ini Kepala Humas PT Transjakarta Wibowo mengatakan, total ada 500.000 produk minuman yang akan dibagikan sebagai takjil.
Baca Juga: Percayakan Produk Eropa Ketiga Kalinya, TransJakarta Resmi Gunakan Sasis Volvo
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman kompas.com, Wibowo mengungkapkan, “Ada pembagian takjil gratis kepada pelanggan TransJakarta, tapi tidak di semua halte,” ungkap Wibowo, Kamis (17/5/2018). “Ada sejumlah halte TransJakarta yang akan membagikan produk minuman, lebih dari lima halte,” tambahnya.
Menyusul, beberapa halte yang dipersiapkan sebagai lokasi pembagian takjil gratis adalah Halte Harmoni, Ragunan, dan Kampung Melayu. Adapun waktu pembagian takjil ini berlangsung setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 17.30 hingga 18.30 WIB.
Jika pada hari biasa Anda tidak diijinkan menyantap makanan di dalam rangkaian TransJakarta, kini peraturan tersebut tidak berlaku, tepatnya selama Bulan Ramadhan. Keputusan ini diambil setelah mereka berkaca pada catatan tahun lalu, dimana perusahaan yang berbasis di Jakarta Timur ini sukses menyelenggarakan ajang serupa.
Kendati belum diketahui dimana titik pembagian takjil gratis tersebut (tahun lalu setelah gerbang tap in), namun dengan adanya program semacam ini dapat membawa dampak positif tersendiri terhadap penumpang, terutama yang menjalani ibadah puasa.
Walaupun penumpang diperbolehkan untuk menyantap makanan dan meminum minuman mereka, bukan berarti mereka bisa seenaknya. PT Transportasi Jakarta membatasi hanya boleh menyantap makanan ringan saja, tidak dengan makanan berat seperti nasi box, dan lain-lain.
Baca Juga: Jadikan BRT Bogota Sebagai Benchmark, ‘Eksekusi’ TransJakarta Masih Jauh dari Harapan
Masih kuat dalam ingatan dimana PT Transportasi Jakarta sukses menyelenggarakan penjualan sembako di 23 haltenya. Bekerja sama dengan PD Pasar Jaya dan Tjipinang Food Station, mereka menjual beragam kebutuhan pokok dengan Harga Eceran Terendah (HET).
Sembako On Shelter (SOS), begitulah nama dari program ini, bertujuan untuk menjaga kestabilan harga selama bulan suci Ramadhan yang diketahui kerap kali naik turun tak tentu. Belum diketahui apakah PT Transportasi Jakarta akan melanjutkan program yang menyambut respon positif dari masyarakat ini.