Lima Poin ini Siap Ubah Persepsi dan Jadikan Anda Seorang Komuter Sepeda!

Kendati dewasa ini sudah banyak moda transportasi yang menawarkan banyak kelebihan dan kenyamanan, namun tetap saja ada alternatif transportasi lain yang lebih murah, ramah lingkungan, dan dapat membantu menyehatkan tubuh. Ya, bersepeda! Tidak bisa dipungkiri, dengan bersepda kita dapat membantu pemerintah dalam menyukseskan program pemberantasan polusi, mengurangi kemacetan, dan yang paling penting adalah menyehatkan tubuh Anda sendiri. Baca Juga: Yuk Bersepeda, Mengurangi Polusi Sembari Membakar Kalori di Tubuh Namun sayangnya, masih banyak saja orang yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan bermotor pribadi yang sebenarnya bertolak belakang dengan program pemerintah tersebut. Mungkin dilandasi oleh mobilitas mereka yang tinggi dan tolak ukur waktu perjalananlah yang mendorong mereka untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi. Sebenarnya, ada beberapa poin yang patut diketahui oleh Anda yang mulai tergerak untuk beralih menggunakan sepeda. Berikut, KabarPenumpang.com himpun beberapa poin tersebut, dikutip dari laman asunow.asu.edu (1/5/2018). Anda Tidak Memerlukan Peralatan Khusus Menjadi seorang komuter sepeda tidaklah memerlukan perlengkapan khusus sebagaimana outfit berbahan spandex, helm sepeda, hingga goggles yang dikenakan oleh para atlet. Anda cukup menggunakan pakaian yang nyaman ketika dikenakan dan jangan lupa untuk membawa baju ganti semisal Anda menggunakan sepeda menuju kantor. Tidak enak bukan bekerja dengan menggunakan baju yang sudah dibasahi oleh keringat? Anda Tidak Perlu Menggunakan Sepeda Mewah Walaupun memiliki banyak ragam dan varian, tapi percayalah, Anda tidak memerlukan sepeda yang harganya di atas rata-rata. Cukup memastikan setiap bagian dari sepedanya tersebut berjalan baik sehingga dapat menunjang perjalanan Anda. Anda Harus Tetap Terhidrasi Jangan sampai memaksakan diri untuk tetap bersepeda ketika Anda mulai merasa haus. Layaknya cabang olahraga lain, bersepeda pun memaksa tubuh Anda mengeluarkan banyak keringat dan cakupan cairan yang ada di dalam tubuh Anda harus tetap terpenuhi. Usahakan untuk berhenti terlebih dahulu semisal Anda mulai merasa kehausan agar tetap terhidrasi. Baca Juga: Semakin Sulit Bawa Sepeda di Kereta, Inilah Curhat Pesepeda di London  Dapat Dikombinasikan Dengan Aplikasi Layaknya moda lain yang dapat ‘dituntun’ oleh aplikasi, pun dengan sepeda. BikeMaps merupakan salah satu contoh aplikasi yang dapat membantu para komuter sepeda menemukan rute aman. Tidak hanya BikeMaps, sebut saja Strava dan beberapa aplikasi lain yang memiliki fungsi yang hampir sama. Manfaat Seumur Hidup Selain soal kesehatan, ternyata bersepeda pun membawa dampak jangka panjang juga lho! Direktur School of Geographical Sciences and Urban Planning, Trisalyn Nelson mengungkapkan bahwa ada satu manfaat lain yang didapat dengan bersepeda. “Kondisi finansial mereka pun akan terbantu,” ujar Trisalyn. Jika diperhatikan, bersepeda bisa dibilang jauh lebih irit ketimbang menggunakan kendaraan pribadi, salah satu contoh yang paling menonjol adalah sepeda tidakmembutuhkan bensin! Jadi, apakah Anda masih ragu untuk mulai meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan sepeda?

Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok

Indonesia patutnya berbangga, terlebih kota Depok yang berada di pinggiran kota Jakarta. Pasalanya Depok memiliki fasilitas perawatan kereta api listrik (KRL) terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas atau yang biasa di sebut depo ini berada di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Baca juga: Akhirnya! Kereta Wisata Priority Keluar Juga Dari Depo KAI Depo terbesar ini menempati lahan seluas 26 hektar dengan panjang bangunan 1,3 km dan lebar 200 meter. Pembangunannya sendiri memakan waktu selama 36 bulan sejak 20 Agustus 2004 hingga 22 Januari 2008 yang diresmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu menjabat. KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber ini, mendapatkan fakta bahwa untuk membangun fasilitas perawatan KRL yang beroperasi di Jabodetabek tersebut menghabiskan biaya yang cukup besar yakni Rp504 miliar. Dana pembangunannya berasal dari APBN dan pinjaman pemerintah Jepang melalui Japan Bank for International Coorporation (JBIC). Fasilitas ini memiliki 14 stabling track atau tempat parkir yang diperuntukkan bagi 336 unit KRL, dua jalur pemeliharaan bulanan, satu jalur pemeliharaan tahunan, dua jalur pemeliharaan harian, satu jalur pemeriksaan tak terjadwal, tiga jalur pembentukan formasi kereta dan dua jalur cuci besar. Di dalam komplek depo ini juga ternyata dilengkapi dengan 30 kamar mess bagi masinis yang berisikan 120 tempat tidur.
Jalur perawatan KRL di depo Depok (blogspot)
Jika mengunjungi depo ini seperti mengunjungi depo Fukugawa milik Tokyo Metro yang dimana pengunjung dengan izin khusus bisa melihat KRL di dalamnya. Tak jauh dari tempat pencucian kereta, terdapat tumpukan aset depo dan suku cadang serta bagian KRL yang tak lagi diunakan. Baca juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia Salah satunya adalah lori kecil yang berfungsi untuk melangsir KRL saat berpindah jalur atau los saat menjalani perawatan. Lori ini sendiri sudah digunakan sejak awal depo ini ada yanki tahun 2008 silam. Namun, kini lori tersebut tak lagi digunakan dan digantikan tugasnya oleh KRL seri 6000 eks-Toei rangkaian 6217F yang hanya terdiri dari dua kereta untuk langsiran kereta dalam depo. Ternyata, tak hanya sebagai tempat perawatan KRL, depo Depok juga sebagai tempat peristirahatan terakhir KRL yang sudah tak lagi dinas alias afkir. KRL yang ditumpuk adalah KRL yang sudah lama rusak atau tak lagi bisa diperbaiki. Sebelumnya jika KRL afkir biasanya akan dibawa ke stasiun Purwakarta, namun karena alasan ekonomis, KRL ini dimakamkan di depo KRL Depok. Tak hanya itu, belum lama ini PT KCI membuat simulator kereta di depo KRL terbesar se Asia Tenggara tersebut. Pembangunan simulator ini untuk pembelajaran baik itu dari masinis maupun para pelajar yang ingin mengetahui cara menjalankan KRL.

Spektakuler! Sedan Tesla Mampu Derek Dreamliner Qantas Sejauh 300 Meter

Salah satu instrumen di bandara ini memiliki tugas untuk mendorong pesawat mundur menuju taxiway, sebelum akhirnya ‘merangkak’ menuju runway dan lepas landas. Kendati tak terlihat langsung oleh para penumpang dari dalam ruang kabin, namun towing car memiliki peranan penting dalam dunia aviasi global. Baca Juga: Parade Kendaraan Besar di Apron Bandara, Inilah Jenis dan Fungsinya Dapat Anda bayangkan sendiri tenaga yang dihasilkan oleh kendaraan yang ukurannya tidak terlalu beda jauh dengan mobil konvensional ini, tentu sangat besar bukan? Nah, dengan spesifikasi khusus yang tersematkan pada towing car, ada kendaraan modern yang diketahui mampu melakukan pekerjaan yang sama. Disarikan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Tesla Model X P100D baru-baru saja menyedot perhatian dunia setelah moda yang dikepalai oleh Elon Musk ini mampu menarik sebuah Boeing 787-9 Dreamliner tanpa muatan milik maskapai berlogo kangguru, Qantas Airways. Di atas kertas, bobot kosong Dreamliner mencapai 110.677 kg, sementara bobot maksimum saat take off adalah 252.650 kg. Apron di Melbourne Airport pun seolah menjadi saksi dari tonggak sejarah di dunia transprtasi ini. Dilaporkan, Selasa (15/5/2018) kemarin kendaraan berjenis All-Electric Sport Utility Vehicle (SUV) menunjukkan kapabilitasnya dengan cara menderek pesawat berkapasitas 236 penumpang ini.
Tentu saja, momen ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak Tesla untuk mencatatkan namanya di dalam buku Guinness World Record sebagai penderekan terberat yang dilakukan oleh kendaraan listrik. Adapun momen bersejarah ini tercipta berkat dual electric motors yang tertanam di dalamnya, sehingga torsi yang diciptakan Tesla Model X P100D sangatlah besar. Mengutip dari laman resmi qantasnewsroom.com.au (15/5/2018), mobil listrik ini berhasil menderek Boeing 787-9 Dreamliner yang hanya bermuatkan sedikit bahan bakar sejauh 300 meter. Baca Juga: Qantas Airways – The “Flying Kangaroo” Rajai Maskapai Teraman di Dunia “Ini bukan kali pertama armada kita ditarik oleh mobil listrik, karena kami telah menggunakan towing car bertenaga listrik di Sydney dan Canberra,” tulis pihak Qantas dalam laman resminya tersebut. “Ini merupakan salah satu rencana kami untuk mengurangi emisi rumah kaca.,” tambahnya. Pihak Qantas sendiri tidak menampik bahwa masih banyak instrumen pendukung yang menggunakan bahan bakar diesel. “Kendati penggunaan Electric Vehicle (EV) masih sangat sedikit, namun hal tersebut dapat berpengaruh besar terhadap masa depan energi berkelanjutan,” terangnya.

Akibat Kabel Charger, Kondektur Kereta Sampai Layangkan Bogem ke Penumpang

Selain memeriksa tiket penumpang kereta, seorang kondektur juga berperan untuk melayani kebutuhan penumpang selama perjalanan. Bahkan seperti di PT KAI, kondektur dipersiapkan sebagai garda terdepan dalam pelayanan, termasuk dengan mencantumkan nomer kontak sang kondektur agar bisa dihubungi suatu waktu oleh penumpang. Namun ada insiden unik di Amerika Serikat, seorang kondektur malah beradu jotos pada penumpang. Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat! Pada video yang sempat viral pada Maret 2017 lalu, memperlihatkan kondektur kereta yang memukul seorang penumpang di salah satu stasiun di Massachusetts, Amerika Serikat. KabarPenumpang.com melansir dari 7News (7/5/2018), bahwa video berdurasi sepuluh detik tersebut sudah membuat kondektur tersebut diberhentikan tanpa dibayar dan pihak perusahaan melakukan penyelidikan terhadap kejadian itu. “Saya pikir itu tidak dapat diterima. Itu konyol,” kata Edward Cooke seorang penumpang kereta komuter Massachussets Bay Transportation Authority (MBTA). Tak hanya itu Jeff McFarland penumpang lainnya mengatakan, kondektur terlihat seperti keluar dari batas kontrol dirinya dan ini terjadi cukup cepat. Penumpang yang merekam video tersebut tidak ingin diketahui namanya dan memberitahukan bahwa itu adalah temannya yang diserang oleh sang kondektur. Awal mulanya sebelum terjadinya serangan tersebut, teman si pemilik rekaman memasang charger di kereta dan kabelnya membentang di tengah lorong gerbong. Kondektur yang melihat itu sepertinya tidak suka karena terlihat menganggu dan terjadi pertengkaran mulut antara keduanya. Ketika kereta berhenti, keduanya turun di stasiun North Leominster dan pertengkaran fisik pun terjadi. Dalam video itu, kondektur mencekik leher pria dan mencoba mendorongnya ke tanah. Kemudian penumpang sekitar yang melihat itu membantu pria tersebut agar tidak terjadi perkelahian yang lebih fatal. Hal ini merupakan permasalahan pribadi tetapi membuat kondektur tersebut tak lagi dipekerjakan. “Insiden ini sangat serius dan masih dalam penyelidikan. Keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas utama,” ujar MBTA. Baca juga: Stasiun Gandhinagar Jaipur, Gunakan Seluruhnya Petugas Wanita! Perwakilan serikat kondektur juga menolak untuk membahas insiden itu dan mengatakan, kondektur telah menjadi karyawan teladan selama lebih dari satu dekade tanpa riwayat indisipliner.

Telanjang dan Berlarian di Kabin, Pria Ini Akhirnya Diamankan di Dalam Toilet Pesawat

Sebagai seorang penumpang pesawat bila terjadi sesuatu baik itu insiden kecil maupun besar maka akan ikut ambil bagian di dalamnya. Meskipun kejadian tersebut hanya sesuatu yang sepele dan mungkin tidak penting bagi penumpang pesawat. Baca juga: Terobsesi Tayangan Video Porno, Penumpang Ini Bugil dan Lecehkan Pramugari di Kabin Baru-baru ini seorang pria berusia sekitar 20 tahunan menanggalkan pakaiannya dan berlarian di lorong kabin Boeing 737. Diketahui pesawat Alaska Airlines yang ditumpanginya itu berangkat dari Seattle menuju Anchorage pada hari Senin (14/5/2018) kemarin. KabarPenumpang.com melansir dari laman ajc.com (15/5/2018), insiden memalukan ini kemudian membuat beberapa penumpang men-tweet cuitan mereka di akun Twitter masing-masing. Dimana salah satu yang men-tweet insiden ini adalah Mantan Senator negara bagian Alaska, Johnny Ellis. “Seorang pria yang benar-benar telanjang berlarian di lorong kabin dari depan ke belakang pesawat sambil berteriak dan melambai-lambaikan tangannya,” ujar Ellis di laman Twitternya. Ellis juga menuliskan, pemuda tersebut akhirnya ditangani oleh penumpang lain dan menguncinya di dalam toilet pesawat. Juru bicara Alaska Airlines, Bobbie Egan mengatakan dalam sebuah pernyataaan, bahwa pemuda yang tidak disebutkan namanya itu ditahan selama penerbangan dan pesawat mendarat tanpa insiden. Setelah mendarat, petugas penegak hukum di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage naik ke dalam pesawat dan menahan pemuda itu. Mereka membawanya ke gerbang kedatangan kemudian ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Ellis kemudian menuliskan lagi dalam Twitternya ada kemungkinan salah satu dari petugas keamanan yang mengamankan pria itu adalah ayahnya. Tak hanya Ellis, seorang penumpang lainnya yang merupakan penulis di Yahoo, Daniel Roberts mentweet, bahwa awalnya insiden tersebut sangat menakutkan. “Semua baik-baik saja, banyak yang sekarang tertawa. Pria itu terkendali saat di belakang pesawat,” ujar Roberts. Kapten pesawat Alaska Airlines dengan nomor penerbangan 107 tersebut mengatakan ini adalah kerja bagus. Baca juga: Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas Tak hanya itu, pada 3 Maret 2018 lalu, seorang pria berusia 20 tahun juga melepaskan pakaiannya dan telanjang saat menonton video porno di pesawat. Kemudian setelah diminta untuk mengenakan kembali pakaiannya oleh seorang pramugari, mahasiswa asal India ini ke toilet dan mencoba memeluk seorang pramugari lain. Tindakannya tersebut tidak senonoh dan membuat keributan di area toilet dan dapur kabin. Sehingga sesampainya di bandara Dhaka, pemuda tersebut diamankan oleh pihak berwajib dan ditahan.

Nyeleneh! The Potland Experience Bus Siap Bawa ‘Pelesir’ Anda Bersama Lintingan Ganja di Tangan

Masih ingatkah Anda dengan Royal VIP Bus yang mengaplikasikan sensasi dugem di dalam sebuah bus? Ya, Anda bisa merasakan riuhnnya gemerlap dunia malam yang banyak digandrungi oleh anak muda ini di dalam Royal VIP Bus. Ternyata, Negeri Paman Sam memiliki bus tematik yang lebih nyeleneh ketimbang Royal VIP Bus di Indonesia, dimana setiap penumpang yang menggunakan layanan tersebut dapat bebas menghisap ganja. Wow! Baca Juga: Royale VIP Bus, Pindahkan Nuansa Klub Malam ke Dalam Bus Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari berbagai artikel terkait, adalah The Potland Experience Marijuana Tour yang merupakan penawaran terbaru dari salah satu perusahaan perjalanan wisata kelas wahid di Portland Oregon, Great Oregon Tours. Sesuai dengan namanya, bus yang didominasi warna ungu dengan gambar daun ganja pada bagian luarnya ini akan menawarkan sensasi berkeliling kota dengan lintingan ganja di sela-sela jari penumpang. Laman resmi dari The Potland Experience Marijuana Tour, potlandiaexperience.com menyebutkan bahwa bus akan berkeliling di sekitaran kota Portland dalam rentang waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya, yaitu sekitar empat jam 30 menit. Dalam laman web tersebut pula Anda bisa melakukan pemesanan bangku semisal Anda ingin merasakan sensasi menghisap ganja tanpa khawatir akan diciduk oleh aparat keamanan. Tidak bisa dipungkiri, beberapa negara di luar sana memang melegalkan budaya menghisap ganja, selama para konsumen bisa mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut. Maka tidak heran semisal ada bus yang menawarkan layanan seperti The Potland Experience Marijuana Tour. “Panduan kami adalah yang terbaik dalam bisnis semacam ini, dan Anda pasti akan ‘diedarkan’ menggunakan tur pot ini,” tulis pihak penyedia jasa dalam laman resminya. “Anda akan merasakan sensasi temporer menjadi bagian dari budaya marijuana yang berkembang di Portland,” tambahnya. Berbeda dengan layanan bus wisata lainnya, The Potland Experience Marijuana Tour ini hanya beroperasi pada hari Kamis hingga Sabtu saja, dimana waktu operasionalnya dimulai pada pukul 11.00 hingga 15.30 waktu setempat dan hanya menyediakan bangku untuk 14 orang saja. Baca Juga: Simba, Sleeper Bus Ultra Mewah Yang Siap Meluncur di 2018 Tidak hanya menyediakan tempat untuk menghisap ganja, bus ini pun akan melakukan permberhentian di beberapa titik, seperti Burnside Skate Park dan Voodoo Donut. Dijamin, ongkos US$75 atau yang setara dengan Rp1,1 juta yang harus disetorkan kepada pihak penyedia jasa tidak akan mengecewakan Anda. Bagi Anda para penikmat ganja yang kebetulan tengah atau hendak mengujungi daerah Oregon, jangan lewatkan kesempatan langka seperti ini, ya!

Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Indonesia yang memiliki jalur kereta dari barat hingga timur pulau Jawa ini memiliki banyak stasiun aktif. Namun tak sedikit juga yang mati dan tak lagi digunakan sebagai stasiun alias beralih fungsi menjadi restoran, hotel hingga sebagai cagar budaya saja karena jalur kereta yang mati. Baca juga: Stasiun Gumilir Punya Sistem Sinyal Computer Based Interlocking Buatan Anak Bangsa Tetapi ternyata sebagian yang menjadi cagar budaya pun masih tetap aktif beroperasi. Stasiun-stasiun kereta yang aktif biasanya menjadi persinggahan kereta baik untuk persilangan, melintas langsung atau yang menurunkan penumpang di stasiun tersebut. Salah satu stasiun yang masih aktif adalah Cibungur. Stasiun ini berada di daerah Bungursari, Purwakarta. Berada di ketinggian +77 meter, merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling utara di Daerah Operasional II Bandung.
Pemandangan di stasiun Cibungur
Stasiun ini sempat berfungsi sebagai terminal peti kemas seperti stasiun Solo Jebres dan Indro. Namun karena sepinya kereta api barang di masa lalu, membuat terminal peti kemas Cibungur mau tak mau harus dinonaktifkan. Pengaktifan kembalinya terminal peti kemas Cibungur karena disusul adanya pengaktifan kembali terminal peti kemas Solo Jebres yang digunakan oleh kereta api barang parcel dan terminal peti kemas Indro. Aktifnya terminal peti kemas ini sebagai wujud PT KAI dengan pelaku usaha dalam mendukung perkeonomian negeri. Apalagi kereta api merupakan angkutan massal dimana bisa mendistribusikan barang lebih cepat karena bebas macet, mampu mengurangi polusi dan bebas jalan tanpa gangguan. Sehingga pada Maret 2017 kemarin Daop II kembali menjalankan kereta angkutan barangnya yang akan mengirimkan dari Cibungur ke stasiun Indro di Gresik. Kereta angkutan peti kemas ini diberi nama Richmount Northern Express 2 (RNE 2) dengan formasi satu lokomotif dan 20 gerbong datar yang mampu mengangkut peti kemas sebanyak 40 TEUs atau seberat 840 ton. Pengoperasian kembali terminal peti kemas Cibungur ini juga salah satu bentuk sinergi BUMN antara PT KAI, PT Pupuk Kujang Cikampek dan PT Semen Indonesia. Baca juga: Antre di Stasiun ini Dijamin Bikin Anda Betah Berlama-lama! Tak hanya itu, dari arah barat stasiun Cibungur sendiri tadinya akan dibuat jalan pintas untuk memangkas waktu tempuh perjalanan kereta api yang selama ini harus langsir di Cikampek. Sayangnya hingga saat ini proyek jalur tersebut mangkrak alias tak berjalan. Bukan hanya sebagai jalur peti kemas dan kereta, dekat stasiun Cibungur, pelancong yang ingin menikmati salah satu daerah di Purwakarta ini juga bisa mampir ke sate Maranggi Cibungur dengan berjalan sekitar 500 meter dari stasiun. Selain itu bila tak sempat berfoto di stasiun Purwakarta dengan kuburan kereta, di stasiun ini juga cukup bagus karena masih banyak pohon dengan pemandangan yang cukup menarik bagi pecinta fotografi.

Garuda Indonesia Lakukan Pengembalian 3.929 Barang Bawaan Penumpang yang Tertinggal di Kabin

Adanya barang bawaan penumpang yang tertinggal di kendaraan umum sudah wajar terdengar di keseharian, namun faktanya hanya beberapa operator kendaraan umum yang kemudian dapat mengumpulkan, menyimpan dan mengembalikan barang bawaan penumpang yang tertinggal tadi. Sejatinya dengan daftar manifes penumpang yang terekam baik, bukan perkara sulit bagi penyedia jasa transportasi untuk mengupayakan pengembalian barang bawaan penumpang yang tertinggal. Baca juga: Tas Anda Hilang di Perjalanan? Tenang, Gadget ini Akan Tunjukkan Lokasinya! Seperti maskapai Garuda Indonesia, Selasa (15/5/2018) kemarin telah mengumumkan berhasil menemukan dan mengembalikan sebanyak 3.929 barang penumpang yang tertinggal di kabin pesawat Garuda Indonesia selama periode Januari – April 2018. Adapun jenis barang yang tertinggal di kabin tersebut diantaranya handphone, laptop, tablet pc, hingga berbagai aksesoris penumpang seperti tas, dompet, kacamata, hingga jam tangan. Pengembalian barang temuan yang tertinggal di kabin pesawat tersebut merupakan laporan dari anak perusahaan PT Gapura Angkasa sejalan dengan komitmen perusahaan melalui anak usaha Gapura Angka untuk menyediakan layanan ground handling terbaik dan terpercaya kepada para pengguna jasa. Sebanyak 3929 barang tertinggal tersebut sudah dikembalikan dalam kondisi utuh kepada pemiliknya dan estimasi nilai temuan barang tertinggal tersebut adalah sebesar Rp 2,9 Miliar. Direktur Layanan Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe dalam siaran pers mengungkapkan, “Capaian temuan barang tertinggal di kabin tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia dan Gapura Angkasa dalam mengedepankan budaya kerja yang jujur dan customer oriented dalam meningkatkan layanan kepada seluruh pengguna jasa”. Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan “Kami tentunya senantiasa berupaya untuk terus memastikan kualitas aspek layanan tetap terjaga dengan baik khususnya melalui komitmen untuk mengamankan dan mengembalikan barang yang tertinggal di kabin”, jelas Nico.

Dianggap Ilegal, Pengemudi Uber di Hong Kong Harus Bayar Denda Rp5,3 Juta

Seorang pengemudi Uber dikenakan denda HK$3 ribu atau setara Rp5,3 juta oleh pengadilan kota Kowloon. Denda ini dikenakan setelah pengemudi tersebut mengaku bersalah karena membawa penumpang tanpa izin yang tepat. Baca juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi Di Hong Kong sendiri, Uber atau kendaraan ridesharing saat ini belum memiliki izin yang jelas. KabarPenumpang.com melansir dari laman coconuts.co (9/5/2018), bahwa putusan ini dilaporkan oleh HK01 menyusul penangkapan yang dilakukan terhadap 23 pengemudi rideshare dengan tuduhan yang sama. Pengemudi pria tersebut bernama Sham Chung-man yang mengaku bersalah saat itu mengambil penumpang dari Yuen Long dengan tujuan ke Tsuen Wan tepatnya di Nam Fung Center pada 22 Juni 2017 kemarin. Penumpang Chung-man yakni Liu menggunakan aplikasi Uber untuk memesan ridesharing tersebut dan membayar tarifnya degan kartu kredit senilai HK$155 atau sekitar Rp276 ribu. Sedangkan enam pengemudi yang disidang bersamaan dengan Chung-man membantah tuduhan tersebut dan kasus mereka ditunda sampai 21 Juni 2018 mendatang. Tak hanya itu beberapa waktu lalu sejumlah pengemudi rideshare ini berdiskusi dengan Coconuts HK terkait pengalaman mereka bekerja di sektor ini. Apalagi sektor ridesharing sangat dikecam oleh pengemudi taksi konvensional dan dianggap ilegal oleh para pejabat. Peraturan lalu lintas jalan di Hong Kong mentapkan denda maksimal hingga HK$5 ribu atau sekitar Rp8,9 juta dengan masa tahanan tiga bulan saat kedapatan membawa penumpang sewaan dengan aplikasi tanpa izin. Sampai saat ini sebanyak 30 ribu pengemudi Uber yang beroperasi di Hong Kong bekerja tanpa izin dengan mobil pribadi mereka. Padahal industri taksi konvensional tetap menentang operasional Uber di Hong Kong. Tetapi pengguna dan Dewan Konsumen Kota ingin pihak berwenang untuk melegalkan layanan seperti Uber karena untuk memacu persaingan agar meningkatkan sektor ini. Sebab menurut mereka peraturan saat ini menghalangi untuk persaingan terhadap taksi konvensional dan ridesharing. Baca juga: Dampak Grab Akuisisi Uber, Tarif di Filipina Melonjak Hampir 50 Persen Pada 2015 lalu, petugas yang menggunakan pakaian preman melakukan operasi dan menangkap tujuh orang pengemudi. Dua diantaranya mengaku bersalah pada sidang Januari 2016 karena mengangkut penumpang dengan kendaraan pribadi. Keduanya dikenakan denda HK$7 ribu atau sekitar Rp12,4 juta dan surat izin mengemudi mereka ditangguhkan selama satu tahun. Sedangkan Maret 2017 lalu, lima orang pengemudi dihukum atas tuduhan yang sama dan masing-masing dikenakan HK$10 ribu atau sekitar Rp17,8 juta dan tidak diperbolehkan mengemudi selama satu tahun.

Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang

Kasus pelecehan seksual yang terjadi di moda transportasi massal memang sempat menggelayuti headline sejumlah media lokal belakangan ini. Para pelaku tindak asusila ini biasanya memanfaatkan momen kepadatan penumpang yang terjadi ketika peak hours. Ternyata, kasus seperti ini tidak hanya terjadi di dalam negeri. Para komuter wanita di Jepang pun turut menjadi korban dari aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pria hidung belang ini. Baca Juga: Antisipasi Pelecehan Seksual di KRL, Ikuti Tips Berikut Ini Dalam laporan yang berhasil dirangkum KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (21/4/2018), Departemen Kepolisian Metropolitan Jepang menunjukkan bahwa 1.750 kasus ‘meraba-raba’ atau penganiayaan dilaporkan pada tahun 2017, dimana 30 persen terjadi antara pukul tujuh dan sembilan pagi selama peak hours. Dari angka tersebut, lebih dari 50 persen kasus tersebut terjadi di dalam rangkaian kereta, sementara 20 persen lainnya terjadi di stasiun. Adapun rentang usia korban pelecehan ini sangatlah jauh, yakni dari umur 10 hingga 50 tahun. Tepatnya, 0,4 persen korban dalam laporan tersebut berada di bawah usia 10 tahun, diikuti oleh 28,3 persen remaja, 42,6 persen dari korban di usia 20-an, 11,3 persen di usia 30-an, 3,3 persen di usia 40-an, 1 persen di usia 50-an dan 13,1 persen sisanya tidak diketahui. Sampai-sampai, warga Jepang menambahkan kata ‘Chikan’ ke dalam kamus mereka, yang berarti seseorang yang melakukan tindakan pelecehan publik secara terus-menerus, seperti meraba-raba dan tindakan lainnya yang masuk ke dalam kategori pelecehan seksual. Uniknya lagi, istilah Chikan ini sendiri sudah diakui secara internasional. Baca Juga: Gagal Kencani Wanita di Toilet Stasiun, Pria ini Malah Mendekap di Balik Jeruji Besi Guna menekan angka pelecehan ini, beragam kampanye melalui media sosial pun digalakkan. Fungsinya, untuk mendorong para korban membuka mulut tentang pengalaman burukyang pernah mereka alami. Terlepas dari aksi kampanye yang dilakukan di luaran sana, Pemerintah Inggris yant juga turut memperhatikan perkembangan kasus ini menyarankan kepada para korban pelecehan ini untuk, “berteriak pada pelaku untuk menarik perhatian dan meminta sesama penumpang untuk memanggil staf keamanan kereta,”