Light Rapid Transit atau biasa disebut LRT yang saat ini dalam tahap pembangunan mulai di percepat untuk tujuan Kelapa gading ke Velodrome di Rawamangun. Hal ini guna memudahkan dan memperlancar kendaraan bagi para atlet yang akan bertanding pada Agustus 2018 mendatang.
Baca juga: Jelang Asian Games 2018, LRT Palembang Mulai Uji Coba Maret Mendatang
Project Engineer LRT, Rizky Fauzi mengatakan, untuk fase pertama dari Kelapa gading menuju Velodrome ini proyek pengerjaan sudah sekitar 67 persen. Dipo kereta yang berada di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading pun saat ini masih dalam pembangunan.
Padahal diketahui, wisma atlet untuk Asian Games berada di daerah Kemayoran. Namun, Rizky mengatakan, pihaknya memilih Pegangsaan Dua dikarenakan, lahan untuk dipo kereta ada sehingga jalur tersebut di mulai dari Kelapa Gading.
“Untuk Kemayoran, kita tidak membuat jalur karena memang lahan untuk pembuatan dipo tidak ada. Pemerintah daerah DKI Jakarta menyediakan lahan di Pegangsaan Dua, maka kita buat dipo kereta LRT disana,” ujar Rizky kepada KabarPenumpang.com saat ditemui di Pameran Railway JI Expo, Jumat (23/3/2018).
Dia mengatakan saat ini kereta untuk fase pertama Kelapa Gading-Velodrome dalam pengiriman dan ada dua rangkaian dengan masing-masing dua kereta. Dalam setiap rangkaian sendiri, Rizky mengatakan bisa mengangkut penumpang sekitar 200-an orang dengan berdiri maupun duduk.
“Kita saat ini juga sudah mulai pembuatan stasiun, ada lima dan namanya masih kita pakai dari nama adanya stasiun tersebut yakni Velodrome, Pacuan Kuda, Pulo Mas, Gading Boulevard dan Gading Mall. Dipo kereta dinamakan Pegangsaan Dua,” ujar Rizki.
Tak hanya itu, LRT ini masih akan menggunakan masinis untuk menjalankan rangkaian keretanya. Sebab sistem sinyalnya masih dikendalikan secara manual. Sedangkan untuk fase kedua Velodrome ke Dukuh Atas masih dalam tahap perencanaan.
Baca juga: Korea Selatan Bakal Sokong Pendanaan Proyek LRT Jakarta Fase II
Tak hanya LRT Jakarta, LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi) saat ini juga sudah mencapai progres pengerjaan sekitar 60 persen. Baik jalur maupun stasiun di kerjakan secara bersamaan. Humas PT Adhi Karya, Isnanita Deborani mengatakan, pengerjaan saat ini di fase pertama dalam penyelesaian dari Cawang menuju Cibubur.
Isna menambahkan nantinya LRT Jabodebek ini juga akan berintegrasi dengan LRT Jakarta yang akan berpusat di Dukuh Atas. Kapasitas penumpang LRT Jabodebek sendiri sekitar 800 penumpang dengan 174 kursi dan 620 lainnya berdiri.
Kecelakaan mobil di Amerika Serikat adalah pembunuh nomor satu anak-anak usia 0 sampai 19 tahun. Data ini didapat menurut Centers for Disease Control and Prevention. Safe Kids Worldwide mengatakan, tempat duduk untuk anak di mobil (car seat) bisa mengurangi risiko kematian sebanyak 71 persen, namun tentu syarat car seat harus dipasang dan digunakan dengan benar.
Baca juga: Ternyata, Sabuk Pengaman Lindungi Anda dari Lima ArahKabarPenumpang.com merangkum dari laman watertowndailytimes.com, bahwa banyaknya kematian terjadi terhadap anak-anak di karenakan banyak pemilik mobil yang tidak memasang car seat mereka dengan benar.
“Kami menemukan orang tua sering melakukan beberapa kesalahan sekaligus. Sebenarnya hanya dengan beberapa menit untuk memastikan pemasangan kursi anak di jok mobil dengan benar menjadi langkah awal menyelamatkan nyawa,” ujar manager pelatihan program Safe Kids Buckle Up Lorrie Walker.
Menurutnya ada lima kesalahan utama yang sering dilakukan orang tua terhadap pemasangan car seat terebut. Berikut ini kesalahan dan cara menghindarinya agar anak lebih aman saat berada di dalam mobil.
1. Berpikir anak sudah besar
Kebanyak orang tua memikirkan anak mereka sudah besar saat di dudukkan di car seat mereka saat berada di dalam mobil. Padahal sebenarnya anak-anak harus duduk dengan aman dan pas. Apalagi untuk anak-anak yang sedang bertumbuh, ini lebih berbahaya karena perlindungan lebih sedikit.
2. Mematuhi hukum negara dan bukan rekomendasi federal
Undang-undang negara dibuat politisi yang bukan ahli kecelakaan. Hukum negara sangat minimun dan tidak maksimal. Rekomendasi federal dari para ahli di NHTSA atau Academy of Peatrics lebih baik. Sebab sabuk pengaman harus bisa digunakan anak sampai usia 8 tahun jika duduk di kursinya. Pendiri dan presiden kelompok keselamatan KidsAndCars Janette Fennel mengatakan, anak yang dipindahkan dari kursi boosternya harus dilihat dengan cara mereka duduk dimana punggung bersandar dengan rata pada jok belakang.
Kemudian lutut pas berada di tepi jok dan kaki menapak di lantai mobil. Sabuk pengaman di bahu dan dada bukan di wajah atau leher, sabuk menyilang di pinggul dan menyentuh paha bukan di perut. Dengan seperti ini berarti anak Anda sudah nyaman duduk sendiri di dalam mobil tanpa bantuan kursi tambahan.
3. Tidak membaca buku panduan
Pengguna car seat sering lupa dengan petunjuk manual. Meski sering menggunakan, tetapi masih juga ada yang lupa pada tahap-tahapnya. Dari penelitian yang dilakukan Safe Kids, ada 64 persen oang tua yang masih lalai dalam pengamanan kursi tambahan tersebut.
4. Tak gunakan bantuan gratis
Memasang car seat dengan benar tidaklah mudah. Jika sendiri terkadang juga masih menggunakan buku manual. Bila masih tidak paham, baiknya mintalah bantuan pada ahlinya dan ini tidak dikenakan biaya alias gratis untuk memasang kursi tambahan tersebut.
Baca juga: Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat
NHTSA dan Safe Kids menyediakan daftar tempat para ahli yang mengetahui kesalahan kritis dimana bisa menyebabkan seorang anak terbunuh saat sabuk kursi tambahan dengan mobil terlalu longar. Tak hanya itu, jika sabuk pada bagian dada melebihi ketinggian yang salah juga bisa mengakibatkan kecelakaan.
5. Tidak tahu tentang tempat duduk yang digunakan
Para pendukung keselamatan, menyarankan, untuk tidak menerima car seat bekas. Biasanya jika menggunakan mobil sewaan, lihat riwayat kecelakaannya. Apalagi jika mobil yang Anda beli memiliki riwayat kecelakaan dikarenakan joknya, baiknya ganti dengan yang baru dibandingkan harus membuat nyawa melayang.
Benih-benih cinta memang bisa datang kapan saja dan dimana saja. Namun apa jadinya jika hal tersebut disalahgunakan dalam sebuah kegiatan yang tidak seronok? Ya, inilah yang baru-baru ini terjadi dalam sebuah penerbangan Virgin Atlantic yang menghubungkan Inggris – Cancun, Mexico. Sepasang muda-mudi yang disinyair berumur 20 tahun terpaksa menjadi pusat perjatian publik setelah tindakan asusila yang mereka lakukan di dalam toilet maskapai dipergoki oleh pramugari.
Baca Juga: Dua Sejoli ini Lakukan Adegan Panas di Dalam Kabin
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (15/3/2018), kedua remaja ini sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain. Namun lama kelamaan, mereka berdua larut dalam satu pembicaraan yang sangat akrab. Sejurus sesaat, kedua muda-mudi ini pun meninggalkan bangku mereka. Pramugari yang menyadari sepasang remaja ini tidak ada pada bangku mereka lalu mencari tahu keberadaa mereka.
Sesampainya di toilet, sang pramugari menemukan pintu toilet berada dalam kondisi tertutup namun tidak terkunci. Dengan penuh rasa curiga, pramugari ini pun langsung mebuka pintu toilet dan sempat dibuat terkejut dengan pemandangan yang ia lihat saat itu. Pramugari yang enggan membuka identitasnya tersebut melihat kedua muda-mudi ini tengah melakukan tindakan tidak seronok.
Si wanita duduk di toilet, dan si laki-laki berdiri persis di depannya dengan kondisi celana yang sudah ditanggalkan. Dalam kondisi yang sangat terkejut, sang pramugari lalu segera memerintahkan si pria untuk kembali mengenakan celananya, dan menggiring mereka kembali ke tempat duduk semula.
Bak pencuri yang tertangkap basah, kedua muda-mudi ini terpaksa menanggung malu ketika seisi penumpang pesawat Boeing 747 mencemooh mereka. “Apakah kalian menghabiskan waktu liburan kalian untuk melakukan tindakan menjijikkan seperti itu?” teriak salah satu penumpang ketika pesawat berada di ketinggian 30.000 kaki.
Ketika diinterogasi, pria ini berdalih bahwa si wanita berada dalam kondisi yang kurang sehat sehingga ia mengantarkannya ke toilet. Namun awak kabin Virgin Atlantic tidak percaya begitu saja karena mengetahui bahwa mereka berdua tidak saling mengenal sebelumnya.
Baca Juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic
Cemoohan dan sorakan dari para penumpang yang berada di dalam kabin pun menghiasi sepanjang perjalanan menuju Mexico. Kapten pesawat yang mengetahui hal tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menindaklanjuti insiden ini.
Sesampainya di Cancun, Mexico, kedua muda-mudi ini langsung digelandang menuju pos keamanan guna diinterogasi oleh pihak berwajib. Patut diketahui, si wanita tengah berada dalam pengaruh minuman beralkohol ketika insiden memalukan tersebut terjadi.
Kehadiran jalan tol Cikampek – Cipularang memang ada kalanya membawa keuntungan bagi warga Ibukota yang hendak bertolak menuju Bandung, pun sebaliknya. Bagaimana tidak, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih dua jam saja, mereka semua sudah bisa sampai di tujuan.
Baca Juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan
Namun keuntungan waktu tempuh yang singkat tersebut kini tidak tergambarkan lagi dari rute ini, pasalnya kehadiran empat proyek sekaligus di ruas jalan tol Cikampek digadang-gadang sebagai sumber kemacetan. Alhasil, operator kereta Tanah Air, PT KAI selalu kebanjiran penumpang yang hendak bepergian di antara dua kota ini.
Padatnya jaringan kereta Jakarta – Bandung kerap kali membuat sebagian orang terpaksa menggunakan moda transportasi lain, sebut saja layanan shuttle atau yang kerap disebut travel. Ketika jalan tol Cipularang ini rampung pada April 2005 silam, layanan shuttle pun menjamur.
Banyak warga yang antusias menggunakan layanan shuttle karena waktu tempuh diantara dua kota ini yang menjadi relatif lebih cepat. Namun sejak kehadiran proyek-proyek tersebut, layanan shuttle ini pun tetap digandrungi oleh banyak penumpang yang kehabisan tiket kereta api, seperti sebuah pelarian.
Nah, ketika kemacetan semakin memerah, maka cepat atau lambat kondisi ini akan mempengaruhi daya tahan si pengemudi shuttle itu sendiri. Ketika KabarPenumpang.com yang kebetulan tengah melakukan perjalanan dari Jakarta – Bandung dengan menggunakan Shuttle Baraya, di tengah perjalanan si pengemudi tampak mengantuk karena mobilyang ia kemudikan sempat oleng dan berjalan dengan kecepatan yang tidak konsisten.
Ketika ditanya, pengemudi ini mengaku kelelahan karena jatah kerja yang berlebihan. “Saya PP (Bandung – Bintaro) empat kali sehari,” ungkap pengemudi yang enggan menyebutkan namanya tersebut. Tentu saja pernyataan dari si pengemudi ini telah menyalahi apa yang telah direkomendasikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa selain kelaikan kendaraan, kondisi pengemudi pun menjadi salah satu aspek penunjang keselamatan dalam berkendara.
Baca Juga: KNKT Bocorkan Rahasia Pilih Bus Wisata Yang Berkeselamatan
“Kalau rekomendasi yang kita berikan terkait dengan pengemudi itu berlaku untuk semuanya, mulai dari bus, shuttle, bahkan hingga kendaraan pribadi,” tutur Soerjanto kepada KabarPenumpang.com, Kamis (22/3/2018). “Travel (shuttle) pun sebenarnya itu bermasalah, Semarang – Yogyakarta, Jakarta – Bandung, itu semua mereka kejar setoran. Diharapkan Depnaker (Departemen Ketenagakerjaan) dapat meninjau lebih dalam lagi tentang jam kerja para pengemudi travel tersebut,” tambahnya.
Ya, tidak bisa dipungkiri faktor stamina sangat berpengaruh terhadap keselamatan ketika berkendara. Tidak jarang kita mendengar kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudi mengantuk atau mengalami fenomena micro-sleep (tertidur dalam jangka waktu hitungan detik). Maka dari itu, aliih-alih menambah rentetan panjang kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kondisi pengemudi yang kelelahan, ada baiknya untuk tidak mengindahkan rekomendasi yang diberikan oleh KNKT, agar tercipta keberselamatan dalam berkendara.
PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI kali ini bekerjasama dengan Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) berintegrasi memudahkan penumpang yang akan menuju stasiun Gambir maupun terminal Blok M. Adanya integrasi dengan bus milik PPD ini, dimulai sejak 16 Maret 2018 kemarin melalui peluncuran kartu Transcommuter (KMT khusus) dengan integrasi e-ticketing.
Baca juga:PT KCI Hadirkan Mesin Penyelaras Tarif dan Penetapan Saldo Minimun Baru untuk Kartu Multi Trip
Dengan adanya integrasi memudahkan penumpang yang akan menuju dua rute tersebut, sebab baik stasiun Gambir maupun terminal Blok M tidak dilalui oleh kereta commuter (KRL). Sehingga penumpang dengan tujuan kedua tempat tersebut bisa menggunakan bus PPD yang hadir di jalan Blora dekat stasiun Sudirman.
Layanan ini merupakan pilot project integrasi antara PT KCI dan PPD untuk meningkatkan pelayanan antara KRL dan bus PPD. Sebenarnya tidak hanya menggunakan KMT, bagi pengguna kartu bank dengan uang elektronik lain juga bisa digunakan untuk bus integrasi PPD tersebut.
Humas PT KCI Eva Chairunis mengatakan, dengan adanya integrasi ini penumpang hanya akan membayar tarif sebesar Rp5 ribu baik stasiun Sudirman-stasiun Gambir PP ataupun stasiun Sudirman-terminal Blok M PP. Saat ini, masa sosialisasi masih berlaku selama satu bulan kedepan sehingga penumpang yang tidak memiliki KMT bisa membayar dengan tunai dalam perjalanannya.
“Usai sosialisasi, semua penumpang nantinya akan menggunakan KMT untuk membayar ongkos mereka,” ujar Eva yang ditemui KabarPenumpang.com di pameran Railway, JI Expo Kemayoran, Jumat (23/3/2018).
Bus PPD yang disediakan untuk mengangkut penumpang di kedua rute ini akan bergerak setiap setengah jam sekali. Diketahui, untuk pembayaran dengan kartu tersebut akan disediakan seperti mesin EDC untuk mentap kartu sebelum penumpang duduk di dalam bus.
Sebenarnya untuk memudahkan penumpang, bila bukan pengguna kereta dan tidak menggunakan KMT atau kartu Transcommuter tersebut, bisa lebih mudah. Karena ada petugas yang akan menjual kartu tersebut di dalam bus PPD, sehingga penumpang tidak perlu repot untuk membayar tunai.
Baca juga: Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!
Harga kartu Trancommuter Rp35 ribu dan penumpang akan mendapat saldo Rp15 ribu. Untuk selanjutnya tujuan lainnya saat ini belum jelas akan ada atau tidak.
“Tergantung pihak PPD akan ada lagi atau tidak,” ujar salah seorang staf humas KCI.
Pihak KCI juga saat ini tengah menyiapkan kereta simulator untuk digunakan dalam pendidikan atau digunakan dalam percobaan dengan pihak luar negeri di dipo Depok. Namun, belum jelas kapan simulator kereta ini akan di luncurkan ke masyarakat.
Penumpang dan operator moda transportasi memang saling terikat, dimana keduanya sama-sama saling membutuhkan satu sama lain. Penumpang yang hendak melakukan mobilisasi membutuhkan operator transportasi, begitupun sebaliknya. Guna melancarkan layanan perjalanan yang operator tawarkan, maka mereka pun harus berusaha untuk memikat penumpang dengan beragam cara. Kedua hal ini berjalan seiringan dengan perkembangan di sektor teknologi yang membawa dampak positif kepada dua belah pihak.
Baca Juga: Pengalaman Penumpang Jadi Penentu Pertumbuhan Layanan Kereta Cepat
Jika dulu penumpang yang hendak bepergian menggunakan kereta ke luar kota mesti membeli tiket langsung ke loket stasiun, kini mereka sudah bisa mengakses semuanya melalui gadget masing-masing. Begitupun layanan yang diberikan oleh operator kereta terhadap penumpang, masih serba terbatas pada jaman dulu. Berbeda dengan sekarang yang sudah serba canggih dan efisien. Sebut saja hadirnya WiFi on-board di sejumlah kereta yang menjadi tanda peningkatan layanan operator kereta terhadap penumpangnya, semuanya saling bersinergi.
Bahkan baru-baru ini, beberapa operator kereta sudah mulai berrencana untuk menawarkan personalisasi yang lebih luas kepada para penumpangnya, seperti melakukan pemesanan makanan selama perjalanan melalui aplikasi khusus. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman globalrailwayreview.com (9/3/2018), adapun operator kereta seperti SNCF, Newrest Wagons-Lits, Irish Rail, Northern Irish Rail, Rail Gourmet, East Midlands Trains, TransPennine Express, Grand Central, dan GWR sudah mulai memikirkan cara untuk menyanggupi layanan berbasis virtual tersebut.
Seperti yang sudah disinggung di atas, sentuhan teknologi mutakhir seperti ini semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan layanan terkait. Head of Sales dari ECR Retail Systems, Mark Simpson pun menuturkan hal serupa.
“Perusahaan kereta api progresif semakin menyadari bahwa memiliki teknologi on-board terbaru dapat secara signifikan membantu meningkatkan kepuasan penumpang,” tandasnya. “Hal tersebut juga dapat menumbuhkan arus pendapatan baru bagi operator,” tambah Mark. Ia juga beranggapan bahwa kehadiran teknologi semaca ini dapat membantu operator untuk meraup pendapatan tambahan dengan cara menyesuaikan permintaan pelanggan secara lebih personal.
Baca Juga: Dengan Model Train Set, PT KAI Jadi Lebih Mudah Siapkan Layanan WiFi di Kereta
Berkaitan dengan asumsi ini, Rail Gourmet yang memiliki pelanggan dari TransPennine Express, East Midlands Trains, dan Grand Central Trains memutuskan untuk mulai mencari perusahaan yang mampu mengadakan solusi penjualan elektronik (Electronic Point-Of-Sale/EPOS) baru-baru ini. Pihak Rail Gourmet percaya bahwa penggunaan EPOS dapat menjadi solusi sekaligus penghubung antara penumpang dan petugas yang berada di kereta makan.
“Kami membutuhkan sistem yang cukup maju secara teknologi untuk menangani transaksi seluler dengan cepat, namun dapat diandalkan dan cukup intuitif bagi kru untuk digunakan,” ungkap pihak Rail Gourmet.
Sebagai salah satu raksasa manufaktur otomotif, sudah tidak heran jika Renault terus berusaha untuk mengikuti perkembangan jaman. Belakangan ini dunia otomotif global memang tengah diramaikan dengan eksistensi moda otonom. Tidak mau kalah, perusahaan otomotif asal Perancis ini pun turut mengembangkan kendaraan futuristiknya yang bernama EZ-GO, dari waktu ke waktu. Hingga pada perhelatan Geneva Motor Show 2018 yang diadakan di Swiss, Renault secara resmi memperkenalkan mahakaryanya.
Baca Juga: Luncurkan Electric Vehicle, Renault Janjikan Tempuh 279 Km Sekali Charge
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Renault EZ-GO yang bertenaga listrik ini mampu menampung hingga enam penumpang sekaligus. Namun, pihak Renault mendedikasikan moda futuristik ini sebagai kendaraan umum, layaknya bus yang berhenti di setiap pemberhentian, atau bahkan melayani perjalanan door-to-door layaknya taksi konvensional.
Sumber: iol.co.za
Renault EZ-GO memiliki panjang sekitar 5,2m, lebar 2,2m, dan tinggi 1,6m, termasuk kendaraan yang bisa dibilang ceper. Jika kebanyakan mobil memiliki pintu pada bagian sisinya, maka hal tersebut tidak berlaku pada Renault EZ-GO. Bagian belakang kendaraan futuristik ini akan membuka secara vertikal, dan dek dari kendaraan ini pun secara otomatis akan berubah jadi landai. Dalam kondisi terbuka seperti ini, Renault EZ-GO mampu menyediakan ruang kepala minimal 1,8m, atau 0,2m lebih tinggi ketimbang ukuran asli dari kendaraan ini.
Hadirnya dek landai pada Renault EZ-GO akan memudahkan para penyandang disabilitas, pengguna kereta bayi, hingga seseorang yang membawa trolley-bag. Selain itu, susunan bangku yang membentuk huruf U akan memudahkan penumpang untuk melakukan interaksi dengan penumpang lainnya. Bagi Anda yang kebetulan tengah membawa barang bawaan yang cukup banyak, Anda bisa menggunakan fasilitas penyimpanan barang yang juga tersedia di samping bangku penumpang.
Sumber: iol.co.za
Renault EZ-GO sendiri memiliki kemampuan mengemudi otonom Level 4, dimana kendaraan ini dapat mengatur jarak dari kendaraan yang berada di depannya, tetap berkendara di satu jalur, berpindah jalur (seperti menyalip), dan berbelok dengan sendirinya di persimpangan. Kendaraan ini juga bisa keluar dari jalan ke posisi parkir yang aman, baik menggunakan sistem keamanan yang terpasang atau melalui konektivitasnya dengan pusat pemantauan.
Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, Ericsson Gandeng Perusahaan Lokal Swedia
Adapun fitur keselamatan dari moda otonom yang mampu melesat hingga kecepatan maksimum 50km/jam ini adalah strip lampu yang dapat memberikan tanda kepada pengguna jalan lain bahwa ada orang yang menyeberang atau membunyikan klakson ketika ada yang menghalangi jalannya. Dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh moda ini, bukan tidak mungkin Renault EZ-GO akan merajai angkutan umum di perkotaan kelak.
Mobil tanpa pengemudi atau otonom beredar di Arizona untuk uji coba pada Minggu, 18 Maret 2018 kemarin sekitar pukul 10 malam waktu setempat. Sayangnya uji coba mobil otonom tersebut yang dioperasikan Uber menabrak dan menewaskan seorang wanita di jalanan daerah Tempe, Arizona.
Baca juga: Berusaha Tetap di Arus Persaingan, Porsche pun Turut Luncurkan Taksi Udara Otonom!
Padahal saat itu uji coba mobil otonom juga ada seorang pengemudi yang duduk di belakang setir. KabarPenumpang.com melansir dari laman nytimes.com (19/3/2018), diduga kematian pengguna jalan tersebut terkait dengan teknologi pada mobil otonom tersebut.
Karena ada kejadian ini , Uber kemudian menunda pengujian lainnya di Tempe, Pittsburgm San Francisco dan Toronto. Kecelakaan ini mengingatkan bahwa self driving masih dalam tahap percobaaan dan pemerintah masih mencari peraturan untuk mengatur ini.
Saat ini diketahui Uber, Waymo dan beberapa perusahaan teknologi lainnya serta pembuat mobil mulai memperluas pengujian kendaraan otonom mereka di kota-kota seluruh negeri. Perusahaan mengatakan mobil otonom akan lebih aman daripada yang biasa karena bisa mengalihkan perhatiannya saat berkendara.
Akibat adanya kecelakaaan yang terjadi di Arizona ini, belum jelas apakah perusahaan platform kendaraan dengan mobil otonom akan memperlambat peluncuran mobil tersebut di jalanan umum. Sebab saat ini sudah banyak mobil otonom yang diuji di lingkungan untuk mendapat peraturan yang bisa diberikan.
Beberapa kota di Arizona telah membuat beberapa regulasi yang mudah di pahami. Pejabat Arizona juga ingin memikat perusahaan yang bekerja pada teknologi otonom di negara tetangganya yakni California. Tetapi regulator di California dan di tempat lain telah menjadi lebih akomodatif akhir-akhir ini. Pada bulan April mendatang, California diperkirakan akan mengikuti jejak Arizona dan memungkinkan perusahaan untuk menguji mobil tanpa seseorang di kursi pengemudi.
“Insiden tragis ini memperjelas bahwa teknologi kendaraan otonom memiliki jalan panjang sebelum benar-benar aman bagi penumpang, pejalan kaki dan pengemudi yang berbagi jalan Amerika,” kata Senator Richard Blumenthal, Demokrat dari Connecticut.
Diketahui mobil Uber yang menabrak Elaine Hezberg tersebt adalah Volvo XC90 yang sudah dilengkapi dengan sistem penginderaan perusahaan dan berada dalam mode otonom tanpa penumpang hanya seorang pengemudi yang hanya duduk di belakang setir.
Baca juga: DriveHER, Ride Sharing dengan Pengemudi Wanita dan Khusus Bagi Penumpang Wanita
Ronald Elcock, juru bicara polisi Tempe mengatakan, bahwa penyelidikan awal menunjukkan bahwa kendaraan itu bergerak sekitar 40 mil per jam ketika itu menyerang Herzberg, yang sedang berjalan dengan sepedanya di jalan. Dia mengatakan itu tidak tampak seolah-olah mobil telah melambat sebelum benturan dan bahwa pengemudi keselamatan Uber tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
“Hati kami pergi ke keluarga korban. Kami sepenuhnya bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penyelidikan insiden ini,” kata juru bicara Uber, Sarah Abboud, dalam sebuah pernyataan.
Dewasa ini, ada banyak sekali manufaktur otomotif yang tengah mengembangkan teknologi Electric Vehicle (EV) hingga moda otonom. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mengingkatkan keselamatan selama berkendara. Pasalnya, mayoritas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalanan diakibatkan oleh kelalaian si pengemudi atau yang lebih dikenal dengan istilah human error. Para manufaktur otomotif ini sendiri berharap, bisa menekan angka kecelakaan lalu linas yang diakibatkan oleh human error.
Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error
Namun berbeda dengan apa yang tengah dikembangkan oleh sebuah startup yang berbasis di Bolton, Affectiva. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman futurecar.com (21/3/2018), Affectiva mengembangkan software unik yang akan memantau penumpang dan pengemudi yang ada di dalam kendaraan. Adapun tujuan dari Affectiva dalam menghadirkan produk unggulannya yang bernama Affectiva Automotive AI adalah untuk memonitor kewaspadaan pengemudi yang tengah berkendara, semata-mata untuk membantu mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas.
“Affectiva Automotive AI menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengukur keadaan emosi dan kognitif pengguna kendaraan secara real-time,” ungkap CEO dan co-founder dari Affectiva, Rana el Kaliouby. Dengan menggunakan kecerdasan buatan seperti yang tertanam di Affectiva Automotive AI, bukan tidak mungkin moda otonom di masa yang akan datang dapat melakukan penyesuaian secara otomatis jika suasana hati si pengemudi sedang tidak menentu.
“Affectiva adalah satu-satunya perusahaan Artificial Intelligence (AI) yang dapat menyampaikan analisa seseorang dengan menggunakan algoritma yang dibangun dengan arsitektur pembelajaran mendalam yang dikembangkan secara khusus,” tutur Rana.
Wanita bergelar Doktor ini mengatakan bahwa perangkat lunak yang ia kembangkan bersama Affectiva dapat mengukur ekspresi wajah yang menunjukkan kegembiraan, kemarahan, dan terkejut; ekspresi vokal seperti kemarahan, tawa, dan kegembiraan; hingga yang paling penting adalah tanda-tanda pengemudi mulai mengantuk, seperti menguap, mata yang terpejam, hingga kedipan yang tidak wajar.
Jika diperhatikan, Affectiva Automotive AI hampir serupa dengan aplikasi yang dikembangkan oleh seorang profesor dari Hong Kong Bapist University, yang bernama Cheung Yiu-Ming. Perbedaannya hanya terletak pada fungsinya saja, dimana sistem yang dkembangkan oleh Prof. Cheung Yiu-Ming ini hanya dapat mendeteksi pengemudi yang mengantuk saja. Ketika sistem ini menemukan si pengemudi yang mulai mengantuk, maka alarm akan berbunyi.
Baca Juga: Aplikasi ini Dirancang Untuk Sadarkan Pengemudi Lelah dan Mengantuk
Alarm tersebut tidak akan berhenti berdering jika si pengemudi tidak memasukkan kode khusus yang sudah ia atur sebelumnya. Namun jika ditelaah lebih dalam, kehadiran aplikasi semacam ini dapat mengancam keselamatan pengendara, karena daya kejut dari alarm yang mampu mengagetkan si pengemudi dan bukan tidak mungkin moda tersebut akan mengalami kecelakaan.
Siapa yang tak kenal Singapura? Negara dengan maskot Merlion ini memiliki bandara yang cukup sibuk. Ya, Changi International Airport, menjadi salah satu hub transit banyak maskapai baik ke dan dari Eropa maupun Amerika. Bahkan ke sekitaran Asia pun, Changi juga menjadi salah satu tempat transit pesawat milik maskapai dunia.
Baca juga:Demi Pembangunan Terminal 5, Bandara Changi Kutip Pajak Hingga S$15 Per Penumpang
Bandara Changi kali ini kembali menyabet gelar enam kali berturut-turut sebagai Bandara Terbaik Dunia pilihan pelancong dalam 2018 World Airports Awards yang diadakan oleh Skytrax. Ini juga menjadi sebuah sejarah dimana untuk pertama kalinya sebuah bandara memenangkan penghargaan prestisiuns tersebut selama enam tahun berturut-turut.
Bukan hanya sebagai bandara terbaik dunia, Changi juga menyabet gelar Bandara dengan Kenyamanan Fasilitas Terbaik. Acara pemilihan ini diadakan di Passenger Terminal EXPO di Stockholm, Swedia 21 Maret 2018 kemarin.
“Terpilih sebagai Bandara Terbau dunia enam tahun berturut-turut adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi Bandara Changi Singapura, serta merupakan bukti akan popularitas Bandara Changi diantara para pelancong udara. Bandara Changi sangat fokus dalam membuat pengalaman bepergian di bandara menjadi nyaman dan praktis, dan terus berinovasi dengan produk dan layanan baru. Dinobatkan sebagai ‘Bandar Udara Terbaik di Dunia’ merupakan pengakuan bagi seluruh anggota staf di bandara yang berkontribusi pada kesuksesan Bandara Changi,” kata Edward Plaisted, CEO of Skytrax yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (22/3/2018).
Chief Executive Officer of Changi Airport Group Lee Seow Hiang mengatakan, pihaknya bangga dinobatkan sebagai Bandara Terbaik Skytrax selama enam tahun berturut-turut. Ini adalah pencapaian yang berarti bagi bandara Changi dan mendorong pihaknya untuk terus memberikan pengalaman terbaik bagi para pengunjung yang bepergian melalui Changi.
Bandara Changi sendiri berada di urutan pertama melewati bandara Incheon Seoul di urutan kedua, Tokyo Haneda di urutan ketiga. Urutan keempat ada Hongkong, Doha Hamad urutan kelima, Munich keenam, Centrair Nagoya di urutan ketujuh. Urutan kedelapan ada bandara Heathrow London, Zurich kesembilan dan yang terakhir bandara Frankfurt.
Dengan menjadi Bandara Terbaik Dunia, Kenyamanan Fasilitas Terbaik Dunia dan Bandara Terbaik di Asia, bandara Changi sendiri sudah memiliki Terminal 4 dan memperbaiki beberapa bagian di Terminal 1 di tahun 2017 kemarin. Sedangkan di tahun 2019 mendatang, Changi akan membuka Jewel Changi Changi Airport.
Baca juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi
Ini merupakan komplek ikonik yang diperuntukkan bagi banyak hal dan dilengkapi dengan destinasi hiburan tingkat dunia. Jewel Changi Airport sendiri dihadirkan untuk meningkatkan jumlah pelancong serta daya tarik Singapura sebagai salah satu destinasi.
Tak hanya itu, Changi juga tengah mencoba untuk menambah terminalnya satu lagi yakni Terminal 5 yang saat ini dalam pencanangan. Diketahui, tahun 2017, lebih dari 62,2 juta penumpang melalui hub salah satu Hub terbesar di Asia ini. Changi sendiri menjadi urutan keenam bandara tersibuk di dunia.