Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda ketika ditanya soal pesawat yang paling banyak diproduksi hingga saat ini? Mungkin sebagian besar dari Anda akan menjawab salah satu produksian dari Boeing atau Airbus. Namun sayang sekali, bagi Anda yang menjawab Airbus, jawaban Anda kurang tepat karena tercatat hingga saat ini, salah satu armada dari Boeing masih merajai kategori pesawat yang paling banyak diproduksi sepanjang sejarah dunia aviasi global.
Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing
Belum ada satupun manufaktur pesawat yang bisa menyaingi kedigdayaan Boeing dalam urusan kuantitas produksi. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (19/3/2018), Boeing 737-lah yang hingga saat ini bercokol di urutan pertama pesawat yang paling banyak diproduksi di dunia, dengan total 10.000 pesawat!
Dengan nilai tersebut, Boeing 737 secara otomatis sudah mengalahkan sejumlah armada penerbangan ternama lainnya, seperti keluarga Airbus A320, Airbus A330, McDonnell Douglas MD-80, hingga Bombardier CRJ200. Boeing 737 sendiri pun memiliki beberapa varian, sebut saja Boeing 737-100, 737-200, 737-300, hingga beberapa yang paling baru seperti Boeing 737 Next Generation, Boeing 737 MAX, dan lain-lain.
Nah, sebagai generasi pertama dari keluarga Boeing 737, adalah Lufthansa, salah satu maskapai raksasa asal Negeri Bavaria, Jerman yang menjadi pelanggan pertama dari pesawat ini. Kala itu, Boeing 737-100 yang dipesan Lufthansa baru bisa menerbangkan 100 penumpang saja dalam sekali perjalanannya. Alhasil, 30 armada Boeing 737-100 berhasil dipasangkan livery Lufthansa. Walaupun tidak terlalu banyak, namun angka tersebut merupakan cikal bakal kesuksesan pesawat ini di masa yang akan datang.
Sumber: airportspotting.com
Untuk saat ini, Boeing 737-100 memang sudah tidak beroperasi lagi, mengingat teknologinya yang sudah tidak berterima dengan perkembangan jaman dewasa ini. Tapi jika Anda hendak melihat pesawat berjuluk ‘Baby Boeing’ ini, Anda bisa mengunjungi Seattle’s Museum of Flight yang berada di Amerika.
Baca Juga: Boeing 737 MAX 7, Pecahkan Rekor Internal Penjualan Pesawat Tercepat Sepanjang Sejarah!
Sementara untuk generasi selanjutnya, seperti Boeing 737-200 dan lain-lain, Anda masih bisa melihatnya mengudara, walaupun jumlahnya sudah tidak terlalu banyak. Ternyata, kecilnya persentase kecelakaan dari keluarga Boeing 737-lah yang akhirnya menjawab pertanyaan, “Mengapa Boeing 737 menjadi pesawat paling sukses di dunia aviasi?”.
Dari jutaan penerbangan yang sudah dilakukan oleh generasi awal dari pesawat ini, tercatat hanya 0,89 persen kecelakaan fatal yang pernah terjadi. Didasarkan pada awalan yang sangat baik, maka bukan suatu hal yang sulit bagi Boeing untuk tetap melanjutkan tren positif mereka di generasi-generasi selanjutnya.
Berbicara tentang kereta api, banyak hal yang bisa dinikmati yakni, jalurnya, kereta, lokomotif hingga stasiun. Namun, tak terlepas dari jalur, jembatan kereta juga menjadi satu hal yang menarik untuk diperbincangkan.
Baca juga: Grand Danyang-Kunshan, Jembatan Kereta Yang Panjangnya Melebihi Jarak Jakarta-Bandung!
Di Indonesia sendiri terdapat banyak jembatan kereta baik itu yang memiliki dua jalur atas bawah hingga yang tertinggi. Ternyata, ada jembatan lainnya yang bisa menjadi keunikan jalur kereta itu sendiri, salah satunya adalah The Causey Arch.
Jembatan kereta ini berada di dekat jembatan Stanley di County Durham, Inggris bagian utara. The Causey Arch merupakan jembatan kereta api tertua yang masih ada di dunia. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, jembatan ini merupakan saksi dan kunci warisan industri Inggris.
The Causey Arch sendiri dibangun oleh tukang batu bernama Ralph Wood pada tahun 1725-1726 silam. Pembangunannya sendiri didanai oleh sebuah konsorsium pemilik batu bara lokal yang dikenal sebagai Grand Allies dengan biaya £12 ribu atau sekitar Rp232 juta. Selesainya pembangunan jembatan ini pada 1726 membuat The Causey Arch menjadi jembatan dengan rentang lengkung terjauh yakni 31 meter. Rekor panjang lengkung terjauh tersebut, dipegang oleh The Causey Arch selama 30 tahun hingga 1756.
Pembangunan jalur kereta ini untuk pengangkutan batu bara dari Arch menuju ke sungai Tyne. Selama masa jayanya, jalur ini sendiri diketahui dilewati lebih dari 900 gerobak yang ditarik oleh kuda melintasi jembatan tersebut setiap harinya.
Namun, setelah Ralph merangcangnya, dia ketakutan jika lengkungan jembatan tersebut akan runtuh dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Tetapi, ketakutannya tersebut justru tak terjadi, bahkan jembatan The Causey Arch sendiri masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Sayangnya, meski sempat digunakan dan populer, jembatan tersebut tak lagi digunakan setelah Tanfield Colliery hancur karena kebakaran pada 1739. Bahkan, kini jembatan tersebut berada di Causet Arch Picnic Area dan terdapat sebuah prasasti yang tertulis “Ra. Wood, mason 1727”.
Baca juga: Sakalibel, Jejak Sejarah Jembatan Kereta Kedua Terpanjang di Indonesia
Jembatan tersebut sempat dipulihkan dan diperkuat pada 1980-an. Ada serangkaian jalur umum yang indah di sekitar area dan Causey Burn yang membentang di bawahnya. Pertambangan dekat jembatan adalah tempat yang populer bagi pemanjat tebing lokal. Causey Burn sendiri mengalir ke Beamish Burn yang kemudian mengalir ke River Team yang akhirnya dibuang ke Sungai Tyne.
Aplikasi ride sharing seperti Uber, Lyft hingga InstaRyde dan lainnya yang kini beredar di dunia lebih di dominasi oleh pengemudi pria. Sedangkan untuk pengemudi wanita sangat jarang atau hanya sekian persen dari pria.
Baca juga: “Ojek Online” Hadir di Melbourne, Tawarkan Mobilitas Tinggi dan Rendah Emisi
Pada 16 Maret 2018 kemarin, baru saja diluncurkan aplikasi ride sharing dengan pengemudi wanita. KabarPenumpang.com melansir dari laman inbrampton.com (16/3/2018), bahwa ride sharing yang bernama DriveHER tersebut akan hadir di jalanan GTA atau Greater Toronto Area.
Adanya aplikasi ini dibuat untuk mendorong keamanan, pemberdayaan, komunitas, kejujuran dan hal lainnya. “Prioritas kami adalah memastikan keamanan setiap wanita dalam perjalanan mereka. Baik itu penumpang maupun pengemudinya,” ujar DriveHER melalui situs web perusahaannya.
DriveHER mengatakan, di industri taksi Kanada pengemudi di dominasi oleh pria dan bila di rata-ratakan sebanyak 81,5 persen. Hal ini membuat DriveHER ingin mengubah hal tersebut untuk memberdayakan wanita untuk berada di belakang kemudi.
“Aplikasi DriveHER sendiri, adalah konsep yang jelas dan menarik. Jadi kami akan melihat seberapa besar daya tarik masyarakat dengan adanya aplikasi ride sharing ini,” kata DriveHER.
DriveHER sendiri tidak akan menaikkan harga dan memiliki fitur unik dimana perusahaan memiliki rencana untuk terhubung ke tempat penampungan dan menyediakan tumpangan kendaraan gratis bagi wanita dan anak-anak yang melarikan diri dari tindakan kekerasan rumah tangga. Aplikasi ride sharing ini menambahkan, jika ada penumpang pria yang ikut dalam mobil mereka dengan memiliki arah yang sama namun berbeda tujuan, pengemudilah yang menentukan akan seperti apa.
“Mereka (pengemudi) bisa memutuskan untuk membawa mereka atau merujuk ke layanan lain seperti Uber atau taksi konvensional lainnya,” kata DriveHER.
Baca juga:Tanpa Tarif Batas Jadi Senjata Ompreng.com Menangkan Pasar Ride-Sharing
Mereka menambahkan, bila pengemudi mengangkut penumpang pria tersebut, maka penumpang itu harus keluar terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk keselamatan penumpang wanita dimana mereka akan keluar yang paling terakhir.
Saat ini, DriveHER sudah membuka perekrutan untuk mengemudi bersama mereka. Tak hanya itu, perusahaan tersebut juga memiliki rencana untuk memperluas layanannya ke seluruh Kanada.
Jika selama ini layanan ride-sharing seperti halnya Uber sudah berhasil menetaskan ribuan hingga jutaan layanan yang memudahkan mobilitas para penumpang di seluruh dunia, maka pernahkah Anda mendengar soal luggage-sharing? Dari namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa layanan ini berhubungan dengan penumpang, barang bawaan, dan sebuah layanan. Tapi sebenarnya, apa sih layanan luggage-sharing ini?
Baca Juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au, sebuah startup yang bermarkas di San Francisco, Grabr, mengembangkan sebuah aplikasi dimana para penggunanya bisa menitipkan barang yang mereka bawa kepada orang lain dalam sebuah penerbangan. Jika selama ini Anda lebih sering menitipkan barang yang Anda bawa kepada rekanan atau keluarga, dengan Grabr, Anda bisa menitipkan barang bawaan tersebut kepada orang lain yang berperan sebagai kurir.
Secara garis besar, penggunaan aplikasi ini dapat menguntungkan para penumpang yang membawa barang bawaan berlebih, pun tidak merugikan penumpang lain yang masih memiliki banyak ruang di dalam kopernya. Seperti halnya menyewakan ruang kosong yang berada di dalam kopernya, maka si penumpang yang menitipkan barang bawaannya ini diwajibkan untuk membayar sesuai dengan dana yang sudah disepakati sebelumnya, dan Grabr akan memotong 7 persen dari dana tersebut sebagai laba perusahaan.
Guna menghindari tindakan kriminal yang mungkin terjadi, pihak Grabr tidak akan terlebih dahulu menurunkan dana yang sudah dibayarkan oleh pihak penyewa sampai kedua belah pihak bertemu kembali dan mengembalikan barang yang dititipkan. Ketika barang yang dititipkan sudah kembali kepada empunya dan dana sewa sudah masuk ke akun si pemberi sewa, maka tujuan dari hadirnya aplikasi ini pun bisa dibilang sudah tercapai.
“Dengan menggunaka Grabr, penyewa bisa menghemat paling sedikit 30 persen ketimbang mereka harus membayar kelebihan beban kepada pihak maskapai,” ungkap Michele Chanin, kepala dari Grabr Brazil. Sadar akan kemungkinan terjadinya kecurangan di dalam pengoperasiannya, Chanin menyebutkan bahwa aplikasi Grabr memiliki tautan ke situs web lembaga bea cukai di seluruh dunia. “Pengguna tetap harus mematuhi peraturan bea cukai yang berlaku di suatu daerah,”terang Michele.
Baca Juga: Ini Alasan Pentingnya Plastik Wrap Untuk Barang Bawaan
Grabr, yang bersaing dengan aplikasi lain termasuk PiggyBee dan Backpack, telah mengawasi lebih dari 350.000 pengiriman secara global sejak operasi dimulai, mulai dari Moskow hingga ke Ho Chi Minh City. Walaupun belum begitu mendunia, namun aplikasi ini sangat berkembang di Brazil, mengingat ada banyak barang yang tidak diperjual-belikan di negara pencetak pemain bola handal tersebut.
Sebagai lembaga non struktural yang bertujuan untuk mewujudkan keselamatan transportasi, sudah menjadi satu kewajiban Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memberikan beragam himbauannya terkait dengan misi dari lembaga yang berada dan bertanggungjawab kepada Presiden ini. Dalam acara bertajuk Forum Tematik Bakohumas yang diadakan pada Kamis (22/3/2018) di Hotel Orchardz Pangeran Jayakarta, pihak KNKT memaparkan beberapa tips untuk memilih bus wisata yang berkeselamatan.
Baca juga: KNKT – Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman
Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, pihak KNKT membagi dua faktor yang dapat menunjang keselamatan tidak hanya ketika menggunakan bus wisata, pun kendaraan pribadi. Di sini, faktor kendaraan dan pengemudi memegang peranan penting dalam menunjang aspek keselamatan tersebut.
Pihak KNKT memaparkan bahwa sebelum memilih bus wisata, para penyewa bisa melakukan pengecekan terhadap kelaikan moda, mulai dari body kendaraan yang tidak keropos, kembang/tapak ban tidak dalam kondisi gundul, kaca depan yang tidak mengalami keretakan, hingga sistem lampu yang berfungsi dengan baik (lampu depan, rem, sein, mundur, dan lampu parkir).
Tidak hanya itu, dalam acara yang turut pula mengundang Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Bakohumas, Haryo Satmiko selaku Wakil Ketua KNKT pun menghimbau agar para calon penyewa bus wisata memperhatikan keberadaan dari instrumen penjunjang keselamatan, seperti kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, dan pintu darurat dalam bus yang hendak disewa tersebut. Tidak lupa, Haryo juga menambahkan bahwa sabuk pengaman (safety belt) harus berfungsi dengan baik. Maksudnya, ketika safety belt akan tersangkut ketika dihentakkan secara tiba-tiba.
Selain faktor kendaraan, kelaikan dari SDM-nya sendiri pun tidak boleh luput dari perhatian para penyewa. Mulai dari kehadiran pengemudi cadangan dan pembantu pengemudi yang menggunakan seragam resmi, hingga pengemudi dan pembantu pengemudi berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan
Apabila penyewa menemukan kondisi-kondisi yang tidak lazim selama berkendara, seperti pengemudi memainkan ponsel selama berkendara, pengemudi enggan bertukar posisi dengan pengemudi cadangan setelah berkendara lebih dari 4 jam, hingga pengemudi yang beristirahat di dalam kendaraan, pihak penyewa berhak melaporkan temuan tersebut kepada pihak PO bus terkait.
Ada ungkapan yang menyebut, bahwa Anda belum sah ke Singapura jika belum menyempatkan berfoto di samping Merlion yang terletak di kawasan Marina Bay. Ya patung maskot Singapura ini menggambarkan perpaduan antara ikan duyung dan singa, dimana bagian bawahnya berbentuk ikan yang memiliki sirip, sedangkan kepalanya berbentuk singa jantan. Tapi jangan salah, ternyata Merlion berwarna putih yang menyemburkan air mancur tersebut bukan hanya ada di Singapura saja.
Baca juga:Pulau Sentosa, Eks Benteng Militer Yang Mendunia Karena Wisata
Memang lokasinya jauh dari Jakarta, tapi faktanya memang ada patung Merlion di kota kecil di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Bontang. Letak posisinya juga tak jauh berbeda yakni sama-sama di pinggir dekat perairan atau bisa dikatakan di tepi laut. Patung Merlion tersebut bukan sembarang atau sengaja di pasang begitu saja. Namun, pemasangan patung Merlion ini dikarenakan restoran adanya patung tersebut bernama Cafe Singapore.
Meski lebih kecil ukurannya dibanding di Singapura, patung Merlion ini juga menjadi salah satu destinasi para pelancong yang berkunjung ke Bontang. Biasanya para pelancong menyasar hingga ke restoran ini karena rasa penasarannya dibandingkan lapar atau menghabiskan waktu di kafe.
Sambil menikmati makanan serba seafood karena terletak di pinggir pantai, pelancong bisa merasakan desiran suara ombak dan berfoto dari berbagai sudut bersama Merlion yang berdiri gagah di kafe tersebut. Sebenarnya, kota Bontang juga tak kalah indahnya dengan Singapura, memiliki wilayah pesisir dengan wisata pantai yang bersih dan berpasir putih.
Bontang sendiri juga dikenal dengan tiga perusahaan besar yakni gas alam (Badak NGL), Pupuk dan amoniak (Pupuk Kalimantan Timur) dan batubara (Indominco Mandiri). Untuk sampai ke Bontang, para pelancong bisa naik pesawat menuju bandara Sepinggan di Balikpapan.
Kemudian meneruskan dengan mobil travel dengan waktu tempuh sekitar enam sampai delapan jam perjalanan dan hanya membayar ongkos Rp175 ribu. Tetapi sebenarnya bisa menggunakan penerbangan dari Bandara Sepinggan menuju Bontang yang memakan waktu sekitar 40 menit menggunakan pesawat milik PT Pupuk Kaltim atau Badan NGL. Sayangnya hanya ada penerbangan pagi dan siang serta penumpang umum bisa menggunakannya dengan tarif penerbangan sekitar Rp1,3 juta.
Baca juga: Sriwijaya Air Group ‘Sapa’ Tiga Kota di Kalimantan Barat
Untuk menikmati kota bontang sendiri, pelancong bisa menggunakan taksi, ojek maupun angkutan kota untuk berkeliling. Selain itu pelancong juga bisa menyewa kendaraan untuk menikmati Bontang dan menikmati Merlion Singapura rasa Indonesia tersebut.
Lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2018 yang berlangsung hari ini (21/3) menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan PT MRT Jakarta Tahun Buku 2017. Dalam rapat tersebut, disetujui pula penambahan organisasi direksi, yaitu Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis. Juga, penambahan satu komisaris. Dewan Komisaris akan menunjuk salah satu direksi untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis.
Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, Pekerjaan MRT Jakarta Dibekukan Sejenak
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari siaran pers (21/3/2018), Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian MRT Jakarta sampai saat ini. “Kami juga memberi apresiasi pada kerja komisaris dan direksi yang sudah bekerja keras untuk memastikan pekerjaan sesuai target, jadwal, dan anggaran sehingga saat ini proyek MRT Jakarta memiliki kualitas yang prima,” kata Sandiaga. “Kami juga berharap agar saat ini, pekerjaan pembangunan tetap dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan nantinya, ketika sudah beroperasi pada Maret 2019, aspek keselamatan penumpang juga tetap menjadi prioritas,” lanjut Sandiaga.
Dalam laporan tahunannya, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menyampaikan perkembangan pembangunan konstruksi MRT Jakarta fase 1. “Per 28 Februari, kita sudah mencapai total 91,86 %,” urainya sambal menunjukkan sejumlah gambar perkembangan di area depo dan stasiun bawah tanah. “Sedangkan untuk fase 2, kami rencanakan untuk groundbreaking pada Desember 2018,” ungkap ia. “Kami juga membentuk Operation Readiness Working Group untuk mengidentifikasi, membahas, dan mengoordinasi serta memberikan analisis terkait isu yang terjadi di lintas bidang guna memastikan penyelesaian target konstruksi dan kesiapan operasi Maret 2019 mendatang,” lanjut William.
Baca Juga: PT MRT Jakarta Siap Jajal Pembangunan Fase 2, Tapi….
Hadirnya MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Dalam waktu tak lama lagi, persisnya pada pertengahan Mei 2018, layanan Elektronic Ticketing (E-Ticketing) dijadwalkan akan dioperasikan pada Pelabuhan roro Air Putih-Sungai Selari. Maka lintasan ferry Air Putih-Sungai Selari menjadi yang kedua di Tanah Air dalam penerapan E-Ticketing di jasa penyeberangan lintas pulau, sebelumnya sistem E-Ticketing dari PT Mata Pensil Globalindo telah sukses diterapkan pada lintasan Merak-Bakauheni.
Baca juga: Pemda Bengkalis – Pelabuhan Roro Air Putih-Sungai Selari Segera Terapkan Sistem E-Ticketing
Tentu ada alasan strategis dibalik penerapan E-Tickting di Pelabuhan roro Air Putih-Sungai Selari. Dikutip KabarPenumpang.com dari humas.bengkaliskab.go.id (20/3/2018), Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyebutkan alasan pihaknya memilih solusi E-Ticketing ini, “Setiap tahunnya, penggunaan penyeberangan roro terus meningkat. Dengan adanya E-Ticketing kami berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Bengkalis, dan tentunya mengurangi tingkat kebocoran, karena setiap orang maupun kendaraan tidak dapat lewat atau palang tidak terbuka jika tidak digesek dengan tiket,” ujar Amril Mukminin.
Amri menambahkan, banyak hal baru yang bisa kita ketahui setelah diluncurkan E-Ticketing, baik dari segi keamanan, efesiensi waktu juga akan lebih terjamin. Dalam pelaksanannya nanti, penggunaan automatic ticketing ini nantinya pada setiap penumpang akan memiliki sebuah kartu seperti ATM yang nantinya akan di pintu masuk yang telah tersedia di pelabuhan tersebut. “Sistem ini nantinya tidak akan menggunakan tiket yang disobek lagi, semuanya akan seperti penggunaan tiket jalan tol,” ungkapnya.
Menurut Bupati, peluncuran E-Ticketing ini memiliki banyak kegunaan baik dari keamanan, kenyamanan para pengguna, dan lebih cepat, serta jaminan terintegrasi. “Dengan diterapkan Automatic E-Ticketing pada pelabuhan penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari ini nantinya akan lebih aman, alasannya karena E-Ticketing ini memiliki sitem yang manifest, dan akan memproteksi semua kendaraan yang akan menggunakan penyeberangan roro ini,” ungkap Bupati.
Selain itu, solusi E-Ticketing di Bengkalis juga mengandalkan teknologi asli buatan Indonesia, hal ini dapat menghindari kecurangan yang telah terjadi pada penyeberangan roro di Air Putih-Sungai Selari, sehingga dalam satu hari daerah kita akan rugi jutaan rupiah.
“Automatic E-Ticketing juga lebih cepat, alasannya E-Ticketing ini juga telah mendapatkan validasi dari Amerika dan Jepang, bahkan setiap kapal yang akan bersandar di dermaga pelabuhan nantinya akan lebih tepat waktu, karena mereka harus menempelkan kartu pada deck yang telah tersedia pada kapal tersebut, sehingga jika terlambat beberapa menit saja, kapal tersebut akan terkena denda, dan ini adalah salah satu hal untuk menerapkan manajemen waktu penyeberangan kita,” papar Kepala Daerah Bengkalis itu.
Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edi Imhar mengatakan, Kabupaten Bengkalis sudah tiga tahun tidak menyesuaikan tarif penyebrangan. “Daerah lain sudah menyesuaikan. Sejalan dengan menerapkan E-Ticketing ini kita juga menyesuaikan penaikan tarif penyebrangan,” ungkap Djoko Edi Imhar.
Kehadiran bus sekolah memang memberikan kemudahan bagi setiap orang tua dan si anak sendiri. Selain si orang tua tidak perlu lagi repot mengantarkan anak sekolah, si anak pun tidak perlu takut terlambat untuk memulai pelajaran. Namun jika diperhatikan, sudahkah moda yang mengangkut anak sekolah ini memenuhi standar keselamatan? Mungkin beberapa dari armada ini sudah dilengkapi dengan sabuk pengaman yang menjadi salah satu instrumen keselamatan berkendara, tapi apakah itu saja sudah cukup?
Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman stnonline.com, sebuah organisasi yang berkecimpung di duia keselamatan transportasi, IMMI tidak pernah memalingkan perhatiannya dari perkembangan bus sekolah. Guna meningkatkan keamanan dari bus sekolah ini dari waktu ke waktu, IMMI terus mengawasi evolusi dari SafeGuards, tempat duduk khusus yang terpasang di bus sekolah. Tidak hanya itu, organisasi yang sudah bisa dibilang veteran di dunia keselamatan transportasi ini juga menciptakan kantung udara yang berfungsi jika suatu saat mengalami kecelakaan.
Sumber: schoolbusfleet.com
Melalui wakil presiden tekniknya, Nick Awabdy, IMMI menyebutkan bahwa pada musim panas ini mereka akan menyajikan beberapa terobosan yang dapat meningkatkan keselamatan para siswa. Menyangkut soal pengadaan kantung udara atau yang lebih dikenal dengan sebutan airbag ini, Nick mengatakan bahwa instrumen semacam ini menjadi sangat penting karena dengan hadirnya airbag, tingkat keselamatan para siswa yang berada di dalam bus sekolahan pun akan semakin meningkat. “Itu (pengadaan airbag) akan terjadi,” tutur Nick.
Tidak hanya airbag, IMMI pun turut mengembangkan SafeGuard FlexPlus, bangku yang secara khusus dikembangkan untuk mengingkatkan keselamatan dari bus sekolah. Dalam serangkaian uji coba yang diadakan IMMI pada kuartal empat tahun 2017 kemarin, Nick menggunakan dummy sebagai pengganti siswa yang menggunakan bus sekolah.
Dalam salah satu uji cobanya, sebagaian dummy dipasangkan sabuk pengaman, sedangkan sebagian lainnya tidak. Ketika sebuah truk menghantam bus sekolah dari bagian samping, tampak sebagian dummy terlempar keuar dari bangku, sedangkan dummy yang dipasangkan sabuk pengaman tetap berada di posisinya.
Baca Juga: Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat Kecelakaan
IMMI menuturkan bahwa dengan memasang SafeGuards FlexPlus pada bus sekolah, mereka menjamin semua siswa yang berada di dalam bus, baik yang menggunakan sabuk pengaman maupun tidak, akan selamat (tidak terlempar) ketika terjadi benturan keras akibat tabrakan seperti pada uji coba tersebut.
Ada kabar terbaru terkait sistem transaksi jasa pelayaran di Tanah Air, persisnya Kabupaten Bengkalis akan segera meluncurkan sistem automatic Elektronik Ticketing (E-Ticketing) pada penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari. Penerapan sistem tersebut akan dilaksanalan oleh PT Mata Pensil Globalindo, perusahaan swasta nasional yang sebelumnya telah sukses menerapkan sistem tersebut pada dua pelabuhan terbesar di Indonesia, yakni rute Merak-Bakauheni.
Baca juga: Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis Jajaki Teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo
Dikutip KabarPenumpang.com dari humas.bengkaliskab.go.id (20/3/2018), President and CEO PT Mata Pensil Globalindo, Romi Syaf Putra menjelaskan bahwa program E-Ticketing sangat tepat diluncurkan di Kabupaten Bengkalis, karena berdasarkan survei data dari Dinas Perhubungan kabupaten Bengkalis, setiap tahunnya penggunaan penyebrangan ferry roro terus meningkat. “Oleh sebab itu, kita berani untuk menginvestasikan program ini. Apalagi pada pembangunan E-Ticketing ini akan dilengkapi fasilitas yang terbaru baik dari sisi keamanan dan efesiensi waktunya,” ujar Romi.
Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat menghadiri Ekspose Automatic E-Ticketing penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari, di Pekanbaru, mengatakan bahwa program Automatick E-Ticketing untuk penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari ditanggapi secara serius dari pejabat yang mengikuti ekspose, selanjutnya akan dibahas lebih detail agar nantinya berjalan dengan baik di Bengkalis. “Kita harus bekerja sama baik antar pemerintah Daerah maupun dengan PT Mata Pensil. Karena ini demi kemajuan kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini kedepannya” ungkap Bupati.
Kami berharap lanjut Amril, PT Mata Pensil terus melakukan survei lapangan, hal ini demi keberangsungannya pembangunan dan peluncuran Automatic Ticketing lebih baik, supaya kesalahaannya dapat diminimalisir. “Segera ditindak lanjuti lebih dalam, pahami lebih dalam, kita akan mengadakan pertemuan untuk kedua kali, dan akan membahas lebih rinci tentang Automatic E-Ticketing. Insha Allah pada pertengahan Mei 2018 mendatang kita jakan me-launching E-Ticketing untuk kedua kalinya di Indonesia,” lanjut Amril.
Turut mendampingi Bupati Bengkalis saat Ekspose tersebut, Sekretaris Daerah Bengkalis H Bustami HY, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis H Heri Indra Putra, Kepala Bappenda Kabupaten Bengkalis H Imam Hakim, Kepala BPKAD Kabupaten Bengkalis Aulia, Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Jordi Indra Bustian.
Baca juga: PT Mata Pensil Globalindo Raih Hak Cipta Teknologi “Automatic Vehicle Classification”
Kemudian Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edi Imhar, Plt Direktur RSUD Bengkalis dan Mandau Dr Ersan Saputra, Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Riki Rihardi, dan Kabag Humas Sekretariat Daerah Bengkalis Muhammad Fadhli.