Di jaman yang sudah serba modern seperti sekarang, apakah para pekerja kereta api masih harus mengandalkan cara manual untuk melakukan pengecekkan terhadap lintasan? Walaupun pada pemberitaan sebelumnya, sudah kami paparkan tentang kendaraan yang menunjang pengoperasian kereta, namun arus modernisasi tak dapat dihentikan dan mau tidak mau siapapun yang terlibat didalamnya harus mengikuti alur tersebut.
Baca Juga: “Drone” Jatuh di Lintasan Rel, Kereta Cepat 300 Km Per Jam Aktifkan Rem Darurat
Jika dilihat sepintas, nampaknya tidak ada hubungannya antara kereta api dan Unmanned Aerial Vehicles (UAV). Tapi baru-baru ini, perusahaan teknologi asal Spanyol, SigmaRail menggunakan UAV atau yang lebih dikenal dengan drone untuk melakukan survei terhadap jalur kereta berkecepatan tinggi Alicante-Murcia, sebelah Tenggara Spanyol.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (12/3/2018), para pengembang drone ini berusaha untuk memantau dan menangkap informasi mengenai jalur kereta dengan metode yang lebih aman, murah, dan lebih cepat. Dengan begitu, para pekerja kereta api tidak perlu lagi menyusuri lintasan guna melakukan pengecekkan atau membenarkan jalur. Nantinya data yang diambil akan dikonversi menjadi model digital yang akurat untuk memvalidasi kinerja.
Diketahui, drone pemantau jalur kereta ini mengudara pada akhir 2017 kemarin di atas koridor kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota Alicante dan Murcia. “Kemampuan untuk melihat gambar digital kereta api yang akurat sangat mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk survei,” ungkap pendiri SigmaRail, Jorge Lopez-Sanchez. “Keuntungannya sangat besar, karena Anda memiliki gambaran nyata tentang apa yang terpasang (di rel),” tambahnya.
Jalur Alicante – Murcia hanyalah sebagian kecil dari satu dari enam koridor kereta api dikembangkan dengan sistem pensinyalan bersatu, di bawah standar European Rail Traffic Management System (ERTMS). Untuk memenuhi standar, CAF Signaling (partner SigmaRail) diperlukan untuk dapat secara akurat menemukan aset spesifik yang memungkinkan infrastruktur jalur untuk mengirim informasi penting ke pusat kendali (pihak kereta api).
Baca Juga: Ketika Dunia Transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman
Untuk proyek Alicante-Murcia, SigmaRail menciptaka sebuah alat khusus untuk memasukkan data yang diambil dari UAV ke dalam format yang dapat digunakan CAF untuk mengakses program dari ERTMS. “Bagi mereka, ini adalah keuntungan besar karena tidak hanya dapat mengumpulkan informasi tanpa mengakses jalurnya, tapi kami juga memberi mereka informasi dalam bahasa dan format yang mereka inginkan,” jelas Jorge.
“Penghematan waktu sangat besar, karena begitu alat ini dikembangkan, Anda dapat memeriksa semuanya secara otomatis dalam waktu kurang dari satu menit,” ungkap Jorge.
Berjalan menuju peron tempat kereta yang Anda tuju, biasanya tidaklah dekat dengan pintu masuk. Apalagi harus melalui loket pembelian tiket, gerbang dan beberapa jalur. Mungkin ada tangga atau jembatan yang bisa dilalui untuk menyebrang agar terhindar dari tabrakan dengan kereta yang melintas.
Baca juga: India Lakukan Survei Stasiun Terbersih, Indonesia Kapan?KabarPenumpang.com merangkum dari laman newindianexpress.com, di India tepatnya stasiun kereta api Whitefield bahaya keselamatan mengincar bagi para calon penumpang. Hal ini dikarenakan, banyak penumpang yang masuk bukan melalui pintu masuk melainkan melalui pagar yang rusak.
Tak hanya itu melintas di bawah gerbong atau melompat dari atas sambungan kereta bukanlah sesuatu yang mengherankan. Sebab pemandangan ini adalah hal yang biasa di lakukan dan setiap hari terjadi di stasiun Whitefield.
Meski ini adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan karena bisa membahayakan diri, tetapi tetap saja ada yang melintas. Tiga bulan lalu, seorang warga yang bekerja sebagai teknisi tertabrak kereta saat melintasi jalur tersebut pada jam sibuk.
Sebenarnya ada jalur kecil yang menghubungkan empat peron di stasiun ini tetapi jaraknya sekitar satu kilometer dari pintu masuk stasiun. Namun, penumpang lain memilih untuk keselamatan mereka dengan melalui jalur yang lebih besar di bandingkan harus membuat nyawa mereka melayang.
“Saya berasal dari stasiun KGF dan bekerja di Brookefield. Jika saya terlambat bekerja atau sedang dalam keadaan darurat, saya berlari melintasi rel untuk sampai ke peron 2. Kadang ada kereta barang yang berhenti, jadi saya membungkuk melewati bawah kolong kereta untuk menyeberang. Jika saya punya waktu, saya akan menunggu kereta lewat. Ini sebenarnya berbahaya dan pejabat kereta harus mengoreksi hal ini,” ujar Dewakar Raj seorang proyektor film.
Salah seorang penumpang bernama Suhas Narayan Murthy mengatakan, sekitar 25 ribu-30 ribu orang sering melalui stasiun Whitefield. Stasiun ini setiap hari dilintasi dengan kereta api dari Yelahanka, KSR (Majestic) dan Baiyappanahalli. “Orang-orang tidak menyadari kecepatan kereta ekspress seperti Shatabdi saat mereka terburu-buru,” ujar Murthy.
Sandeep Anirudhan berpendapat stasiun Whitefield menjadi lebih buruk dan harus dilakukan perubahan. Dia mengatakan, jembatan belakang utama berjarak satu kilometer dari pintu masuk stasiun kereta api.
“Ini berakhir sedikit sebelum peron dimana orang bisa mendapatkan denda jika mereka tidak memiliki tiket kereta. Mereka harus menempuh jalan berkelok-kelok yang panjang untuk sampai ke pintu masuk. Apalagi itu adalah satu-satunya tempat untuk membeli tiket,” ujar Sandeep.
Baca juga: 600 Stasiun di India Akan Dibenahi dan Miliki Titik “Selfie”
Dia menambahkan, masalahnya juga tak lagsung berakhir, sebab dari loket tiket penumpang harus menaiki jembatan kecil yang menghubungkan empat peron tersebut. Terkadang tak habis pikir bagi mereka penyandang disabilitas dan orang yang membawa barang yang cukup berat.
“Faktanya yang terlihat adalah stasiun hanya memiliki satu pintu masuk, berarti penumpang harus berlari-lari mengejar kereta mereka agar tidak tertinggal,” ujarnya.
Meski musim mudik lebaran masih tiga bulan lagi, tetapi PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menyediakan layanan angkutan motor gratis. Layanan ini bisa digunakan masyarakat yang kan mudik lebaran dan ingin menggunakan motor sebagai kendaraan untuk bersilatuhrahmi di kampung.
Baca juga: Redam Lonjakan Penumpang KA Argo Parahyangan, PT KAI Hadirkan Empat Rangkaian yang Serba Baru!
Untuk menggunakan layanan ini, masyarakat bisa melakukan pendaftaran baik secara online maupun offline. Untuk pendaftaran online masyarakat bisa melakukannya melalui situs mudikgratis.dephub.go.id yang sudah dibuka sejak 9 Februari hingga 24 Juni 2018 mendatang.
Sedangkan bagi yang mendaftar offline bisa dlilakukan di stasiun yang di tunjuk oleh PT KAI. Stasiun-stasiun tempat pedaftarannya yakni Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Kemayoran, Stasiun Tangerang, Stasiun Depok Baru, Stasiun Bogor, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Bandung, Stasiun Serpong, Stasiun Cimahi, dan Stasiun Kiaracondong.
Periode pendaftaran pun telah dimulai 9 Februari 2018 dan berakhir 9 Mei 2018. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Agus Komarudin mengatakan, PT KAI menyiapkan kapasitas sebanyak 18.096 unit motor yang bisa diangkut dengan kereta api.
“Jumlah tersebut untuk angkutan selama 13 hari dimulai sejak 8 Juni sampai 25 Juni 2018,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Agus mengatakan, angkutan motor gratis ini terbagi menjadi tiga relasi kereta. Relasi pertama di Lintas Utara (Stasiun Jakarta Gudang – Stasiun Surabaya Pasarturi PP).
Relasi kedua di Lintas Selatan 1 (Stasiun Jakarta Gudang – Stasiun Kutoarjo PP) dan relasi ketiga di Lintas Selatan 2 (Stasiun Jakarta Gudang – Stasiun Blitar PP). Diketahui, total kapasitas tiket kereta api bagi penumpang yang mengikuti angkutan motor gratis sebanyak 67.818 kursi.
Untuk tiket kereta api penumpang angkutan motor gratis ini sayangnya tidak bisa dilakukan perubahan jadwal maupun di batalkan. “Penyerahan bukti pemesanan tiket dilakukan pada saat peserta angkutan motor gratis menyerahkan motor,” jelas Agus.
Baca juga: Persiapkan Musim Mudik 2018, PT KAI Sudah Buka Pemesanan Tiket Sejak 1 Maret Kemarin!
Berikut ini kereta api penumpang yang mendukung angkutan tiket peserta motor gratis adalah:
1. KA Progo (Pasar Senen – Yogyakarta)
2. KA Harina (Bandung – Surabaya Pasarturi)
3. KA Tawang Jaya (Pasar Senen – Cirebon Prujakan – Semarang Poncol)
4. KA Kutojaya Utara Tambahan Lebaran (Pasar Senen – Cirebon Prujakan – Purwokerto – Kroya – Kutoarjo)
5. KA Kertajaya Tambahan Lebaran (Pasar Senen – Cirebon Prujakan – Semarang Tawang – Bojonegoro – Surabaya Pasar Turi)
6. KA Kutojaya Utara (Pasar Senen – Cirebon Prujakan – Purwokerto – Kroya – Kutoarjo)
7. KA Kertajaya (Pasar Senen – Cirebon Prujakan – Semarang Tawang – Bojonegoro – Surabaya Pasar Turi)
8. KA Serayu Pagi (Pasar Senen – Kroya – Purwokerto)
9. KA Serayu Malam (Pasar Senen – Kroya – Purwokerto)
10. KA Brantas (Pasar Senen – Semarang Tawang – Solo Jebres – Kediri/ Blitar)
11. KA Kahuripan (Kiaracondong – Tasik – Kroya – Solo Jebres – Madiun – Kertosono – Kediri)
12. KA Bengawan (Pasar Senen – Cirebon Prujakan – Purwokerto – Kutoarjo – Lempuyangan – Purwosari)
13. KA Pasundan (Kiaracondong – Surabaya Kota)
14. KA Pasundan Tambahan Lebaran (Kiaracondong – Surabaya Kota)
15. KA Kutojaya Selatan (Kiaracondong – Tasik – Kroya – Kutoarjo)
16. KA Gaya Baru Malam Selatan (Pasar Senen – Purwokerto – Surabaya Gubeng)
17. KA Matarmaja Tambahan Lebaran (Pasar Senen – Semarang Tawang – Solo Jebres – Kediri – Blitar – Malang)
18. KA Matarmaja (Pasar Senen – Semarang Tawang – Solo Jebres – Kediri – Blitar – Malang)
Tragedi hilangnya maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 pada 8 Maret 2014 silam hingga saat ini masih menjadi misteri. Ada banyak asumsi yang beredar di masyarakat, mulai dari jatuh ke Samudera Hindia bagian selatan, hingga campur tangan makhluk dari luar angkasa. Namun satupun dari asumsi tersebut tidak dapat dibuktikan keabsahannya.
Baca Juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (18/3/2018), sebuah penemuan terkait hilangnya MH370 baru-baru ini menggegerkan dunia. Gambar yang diambil dari Google Earth menampilkan objek yang diduga sebagai puing dari maskapai yang berisikan 227 penumpang dan 12 awak kabin ini. Namun anehnya, objek tersebut nampak diselimuti oleh lapisan lubang peluru.
Seorang penyidik asal Australia, Peter McMahon yang selama bertahun-tahun ke belakang terus melakukan penelitian terhadap insiden ini berasumsi bahwa dirinya telah berhasil menemukan MH370 yang hilang. Peter meyakini bahwa pesawat nahas tersebut berada 10 mil sebelah selatan Round Island, area yang tidak dijangkau oleh para ahli ketika operasi pencarian yang dilakukan.
Peter langsung membawa temuannya ke Australian Transport and Safety Bureau. Senada dengan Peter, organisasi tersebut pun menyebutkan bahwa bisa saja temuan Peter ini merupakan bagian dari MH37 yang hilang. Australian Transport and Safety Bureau pun meneruskan temuan Peter ini kepada otoritas Amerika, dan mereka mengatakan untuk tetap bersiaga di sekitaran lokasi penemuan.
“Empat orang Amerika telah dikirim ke Australia untuk menindaklanjuti penemuan tersebut,” ungkap Peter. Walaupun hingga kini tim pencari tidak pernah mengetahui lokasi persis dari insiden ini, namun selama pencarian yang masih tetap dilakukan hingga hari ini, mereka tidak pernah menemukan satupun jenazah yang menjadi korban dari kecelakaan misterius ini.
Seperti yang diketahui bersama, Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 merupakan maskapai yang melakukan perjalanan dari Kuala Lumpur International Airport, Malaysia menuju Beijing Capital International Airport, Cina dengan menggunakan armada Boeing 777-200 milik mereka.
Baca Juga: Gunakan Tampilan Bird Eye View, Inilah Masa Depan Pengawas Lalu Lintas Udara
Kurang dari satu jam setelah mereka melakukan lepas landas, petugas Air Traffic Control kehilangan kontak dengan pesawat nahas tersebut. Walaupun kehilangan kontak, namun radar masih menangkap pergerakan dari maskapai ini beberapa saat berselang sebelum akhirnya pesawat yang berisikan 239 penumpang dan awak kabin dari 15 negara yang berbeda ini secara resmi dinyatakan hilang.
Tingkat kepadatan penduduk di suatu kota dapat diproyeksikan dari padatnya angkutan umum yang ada di kota tersebut. Semakin banyak penduduk, maka semakin padat pula penumpang di jaringan kereta kota itu. Berbicara soal kepadatan di jaringan kereta suatu kota, sudah barang tentu hal seperti ini menjadi pertimbangan operator kereta untuk mengatasi masalah kepadatan penumpang di dalam rangkaian kereta, terutama ketika jam sibuk.
Baca Juga: Muat Lebih Banyak Penumpang di Jam Sibuk, Kereta Komuter di New York Adopsi Kursi Lipat
Sebagai contoh, baru-baru ini UK’s Department of Transport mengamati bahwa banyak jalur komuter yang secara rutin mengangkut penumpang sekitar dua kali lipat melebihi kapasitas yang disediakan. Paul Priestman selaku pendiri dari perusahaan desain PriestmanGoode mengatakan bahwa tingkat kepadatan yang terjadi di kereta dilatarbelakangi oleh hadirnya kursi yang kurang fleksibel. “Penggunaan kursi tradisional di kereta, dimana penumpang menjulurkan kakinya ke arah tengah, itu terlalu memakan ruang,” ungkap Paul, seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman wired.com.
Berkaca dari situ, Paul bersama tim akhirnya berupaya untuk mendesain ulang kembali kursi-kursi di dalam jaringan kereta di Inggris. The Horizon dan the Island Bay, merupakan dua kursi yang dirancang Paul bersama timnya, dimana mereka meyakini bahwa dengan menggunakan kursi ini, ketersediaan ruang di dalam kereta akan meningkat.
Dengan menggunakan kursi yang mengadopsi desain dari kursi bar ini, penumpang harus duduk sedikit lebih tinggi ketimbang kursi konvensional. Dengan dudukan bokong yang dibuat lebih tinggi, penumpang akan duduk sedikit lebih tegak. Ini akan berdampak pada berkurangnya ruang yang semula digunakan oleh kaki penumpang. Dengan begitu, kapasitas angkut gerbong pun secara otomatis akan bertambah.
Jika dalam kondisi mendesak atau memprioritaskan penyandang disabilitas, kursi ini pun dapat dilipat. Ketika kursi sedang terlipat, penumpang pun akan tetap dapat bersandar, mirip seperti bangku jemuran handuk yang dewasa ini banyak ditemui di stasiun-stasiun di Ibukota. Paul meyakini, dengan menggunakan kursi multi-desain ini dapat meningkatkan kapasitas penumpang hingga 30 persen.
Baca Juga: Bangku “Jemuran Handuk” di Stasiun Komuter, Tak Ramah Bagi Lansia dan Kaum Difabel
Terkait ketersediaan ruang lebih pada bagian kaki, Paul mengatakan bahwa ruang tersebut dapat digunakan untuk menyimpan barang bawaan para penumpang. Jika kursi seperti ini turut diadopsi di Commuter Line Jabodetabek, mungkin masalah kepadatan penumpang yang terjadi juga bisa teratasi ya!
Selain terkenal dengan industri film kartunnya yang mendunia, Jepang juga beken dengan dunia perkeretaapiannya. Sebut saja Shinkansen, salah satu pionir kereta cepat di dunia ini banyak dijadikan benchmark oleh beberapa negara lain. Saking cintanya akan jaringan perkeretaapiannya, banyak warga Jepang yang tergabung dalam satu komunitas yang mengatasnamakan dirinya sebagai pecinta kereta (railway geeks).
Baca Juga: “Pokemon with You Train,” Kereta Tematik Pelipur Duka Anak-Anak Korban Gempa Jepang
Tapi, jangan kira Jepang hanya memiliki kereta yang secara harfiah ditugaskan untuk mengantar penumpang saja. Jika ditelisik lebih dalam, ada banyak lho jenis kereta di Negeri Sakura yang mengemban dua tugas sekaligus ; Mengantarkan penumpang, dan memberikan pelayanan khusus kepada para penumpangnya. Kira-kira, layanan apa saja ya yang disuguhkan oleh perkeretaapian Jepang ini? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman tsunagujapan.com, inilah beberapa kereta yang menyuguhkan layanan khusus di dalam perjalanannya.
Sanriku RailroadSumber: tsunagujapan.com
Berbeda dengan kebanyakan kereta yang memiliki tempat duduk konvensional, Sanriku Railroad memiliki satu layanan yang dikenal dengan kotatsu train. Dalam bahasa Jepang, kotatsu sendiri merupakan meja yang pada bagian bawahnya memiliki sistem penghangat ruangan dan pada bagian sisi-sisinya dilengkapi dengan kain tebal semacam selimut.
Dengan atmosfer yang kental dengan nuansa rumah khas Jepang, membuat kereta yang mengular di Prefektur Iwate ini selalu ramai ditumpangi oleh para penumpang yang biasanya didominasi oleh wisatawan.
Tohoku EmotionSumber: jreast.co.jp
Jika Sanriku Railroad memiliki nuansa rumah khas Jepang yang sangat kental, maka berbeda dengan Tohoku Emotion yang terkenal dengan Tohoku Restaurant Railroad-nya. Sesuai dengan namanya, kereta ini mengambil tema utama restoran ala Jepang yang siap mengantarkan Anda dari Hachinohe di Aomori menuju Kuji di Iwate.
Alih-alih menggunakan makanan siap saji yang tinggal dipanaskan, Tohoku Restaurant Railroad memiliki ruang khusus dimana para juru masak dapat meracik langsung makanan yang dipersan oleh para penumpang.
Sagano Sightseeing RailroadSumber: tsunagujapan.com
Jika Anda belum pernah merasakan sensasi berkereta di alam terbuka, nampaknya menjajal perjalanan menggunakan Trolly Train akan membuat pengalaman pertama Anda sangat berkesan. Bagaimana tidak, kereta yang menghubungkan Sagano Station dan Kameoka Station dalam waktu 25 menit ini turut menyertakan gerbong khusus di akhir rangkaiannya. Gerbong khusus ini didesain tanpa menggunakan kaca, dan penumpang dapat merasakan kesejukan alam selama perjalanan. Tertarik mencobanya?
Baca Juga: Jelang Pensiun, JR West Pamerkan Kereta Peluru Tematik, Shinkansen 500 EVA “Evangelion”JR KyushuSumber: tsunagujapan.com
Kereta yang menghubungkan Kumamoto dan Hitoyoshi di Kyushu ini akan menggiring Anda menuju era 70-an, dimana nuansa klasik sangat mendominasi seisi kereta. Dengan turut pula menyematkan prasmanan hingga ruang khusus untuk membaca, satu titik yang menjadi daya tarik para penumpang adalah bagian lokomotifnya yang sangat klasik nan elegan.
Sebagai salah satu mesin pencarian terbesar di dunia saat ini, sudah selayaknya perusahaan sebesar Google terus melakukan peningkatan di segala lini. Hal ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan pelayanannya dan semakin menjauhkan diri dari para pesaingnya. Melalui salah satu aplikasi andalannya, Google Maps, perusahaan yang berbasis di California, Amerika ini baru saja merilis fitur yang mampu memudahkan aksesibilitas dari para penyandang disabilitas.
Baca Juga: Dilema Penyandang Disabilitas di Transportasi Publik
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (16/3/2018), kehadiran tangga dan eskalator di prasarana transportasi seperti stasiun dan halte bus memang terbukti memudahkan bagi sebagian orang, namun tidak bagi para penyandang disabilitas. Ambil contoh bagi pengguna kursi roda, tentu kehadiran tangga atau eskalator akan menjadi problematika tersendiri bagi mereka. Para pengguna kursi roda membutuhkan bidang datar yang agak landai agar dirinya bisa naik ke tempat yang lebih tinggi.
Walaupun dewasa ini belum terlalu banyak prasarana transportasi yang dilengkapi dengan aksesibilitas bagi kaum difabel, namun mereka berjanji untuk menambahkan jalur khusus bagi para penyandang disabilitas ini. Melalui fitur terbarunya di Google Maps ini, Google berharap dapat memudahkan perjalanan kaum difabel, khususnya bagi mereka yang menggunakan kursi roda.
Sumber: newatlas
Di dalam aplikasi Google Maps, Anda bisa menekan tombol “Option” dan mencentang pilihan “Wheelchair Accessible”. Dengan begitu, Google secara otomatis akan menyortir lokasi mana saja yang menyediakan akses khusus bagi para penyandang disabilitas ini. Jika ditelaah lebih jauh lagi, sebenarnya langkah yang diambil Google dalam menghadirkan fitur terbarunya ini adalah untuk menyeimbangkan sarana transportasi berbasis massal seperti kereta dan bus yang sudah menyediakan ruang khusus bagi para penyandang disabilitas di dalamnya.
Baca Juga: Perusahaan Bus di California Hadirkan Peta Audio dan Tactile Untuk Kaum Difabel
Namun, fitur terbaru ini belum bisa dinikmati oleh kaum difabel di seluruh dunia. Pasalnya, hingga saat ini, para pengguna Google Maps yang berada London, New york, Tokyo, Mexico City, Boston, dan Sydney saja yang baru bisa mengakses fitur “Wheelchair Accessible” ini. Kedepannya, Google berharap bisa menerapkan fitur ini di seluruh dunia. Dengan harapan, dapat memudahkan aksesibilitas dari para pengguna kursi roda.
Lagi, nama United Airlines menjadi sorotan publik dunia. Maskapai asal Negeri Paman Sam yang terkenal kontroversial ini kembali harus dihadapkan pada cercaan warganet setelah salah menerbangkan seekor anjing. Seharusnya, anjing berjenis German Shepherd ini dikirim ke Wichita, Kansas, Amerika Serikat, namun pada kenyataannya anjing peliharaan ini malah sampai di Jepang! Lho, kok bisa?
Baca Juga: Penutup Mesin Boeing 777 Lepas, United Flight 1175 Lakukan Pendaratan Darurat!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman CNN (15/3/2018), kejadian ini bermula ketika keluarga Swindle, empunya si anjing, hendak berpindah dari Oregon menuju Wichita bersama Irgo, anjing kesayangan mereka yang berusia 10 tahun. Semuanya berjalan lancar, sampai pada Selasa (13/3/2018), salah saeorang anggota keluarga yang bernama Kara Swindle berencana untuk menjemput Irgo di fasilitas kargo milik United Airlines di Kansas City.
Alih-alih bertemu dengan Irgo, Kara malah mendapati seekor anjing berjenis Great Dane. Kara yang bingung lalu protes ke pihak United, dan mereka menjelaskan bahwa anjing tersebut seharusnya dikirim menuju Jepang. Irgo dan anjing berjenis Great Dale tersebut sama-sama transit di Denver, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan mereka sesuai dengan tujuannya masing-masing.
“Mereka tidak tahu di mana anjing itu (Irgo) berada. Mereka tidak tahu sampai pukul 02.30 pagi pada Rabu kemarin, saat pesawat mendarat di Jepang,” ungkap Kara. Lebih lanjut, Kara sangat khawatir akan kesehatan anjingnya tersebut. Pasalnya, Irgo baru pertama kali mengudara dan dirinya tidak memiliki persediaan air dan makanan yang cukup untuk melakukan perjalanan lebih dari 16 jam menuju Jepang. Kondisi tersebut diperparah dengan kondisi Irgo yang tengah didera infeksi telinga.
Angin baik berhembus di keluarga Swindle manakala mereka mendapat kabar dari pihak United yang mengatakan Irgo telah sampai di Bandara Narita dalam keadaan sehat dan siap diterbangkan pada Kamis (15/3/2018) malam waktu setempat. Pihak United pun menjamin bahwa perjalanan Irgo akan didampingi oleh dokter hewan hingga ia tiba di tujuan.
Baca Juga: Tega! United Airlines Seret Keluar Penumpang Yang Tengah Berkabung
Atas kejadian ini, United meminta maaf kepada kedua belah pihak (keluarga Swindle dan pemilik anjing Great Dale) dan berjanji untuk menyelidiki penyebab tertukarnya kedua anjing tersebut. “Ada kekeliruan ketika di Denver sehingga dua hewan peliharaan dikirim ke tujuan yang salah,” aku salah satu manajemen United.
Dapatkah Anda bayangkan bermalam di sebuah taman hiburan? Mungkin sebagian dari Anda akan berpikir dua kali untuk menghabiskan malam di tempat seperti ini, yang notabene ramai di siang hari dan sepi ketika malam menjelang. Namun jangan salah, sebuah taman hiburan di Jepang berencana untuk membuka layanan bermalam di sebuah pulau yang terletak tidak terlalu jauh taman hiburan tersebut. Wah, seperti apa ya kira-kira sensasinya?
Baca Juga: Gerbong dan Lokomotif Ini Disulap Menjadi Sebuah Penginapan Luxury!
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (12/3/2018), Huis Ten Bosch yang berada di Sasebo, Prefektur Nagasaki, Jepang akan segera membuka layanan bermalam di sebuah polong berbahan dasar fiber. Polong berdiameter 6,4m tersebut akan mengambang di air dan memberikan sensasi tersendiri bagi para pengunjungnya. Mengingat fungsinya sebagai kamar hotel, maka tidak heran jika pihak taman hiburan mendesain polong ini sedemikian rupa sehingga kelak pengunjung dapat merasakan kenyamanan ketika bermalam di sana.
Interior di Dalam Polong. Sumber: asia.nikkei.com
“Saya ingin para tamu memiliki pengalaman yang luar biasa, menikmati pemandangan yang luar biasa dari luar jendela,” ungkap salah satu pejabat di taman hiburan tersebut, Hideo Sawada. Mungkin beberapa dari Anda langsung berpikiran, “Bagaimana jika polong ini terbalik?” Tentu saja hal tersebut sudah masuk ke dalam perhitungan pihak taman hiburan sebelumnya. Dengan menggunakan teknologi khusus, pihak taman hiburan menjamin bahwa kekhawatiran pengunjung tersebut tidak akan terjadi.
Para pengunjung yang hendak mencoba sensasi bermalam di tempat ini akan masuk ke dalam polong, dan nanti polong tersebut akan ditarik menuju pulau dengan menggunakan sebuah perahu. Perjalanan menuju pulau ini akan dilakukan pada malam hari, dan diperkirakan sampai di pulau tersebut pada pagi hari. Sesampainya di pulau, tamu dipersilakan untuk menikmati sarapan yang sudah disiapkan dan menikmati sisa waktu mereka di dalam polong tersebut.
Adapun polong yang mampu menampung dua hingga tiga tamu ini direncanakan mulai beroperasi pada musim panas tahun ini, mengingat pihak taman hiburan masih mempersiapkan beberapa hal guna menunjang kelangsungan operasi polong tersebut. Walau masih belum beroperasi, namun pihak hotel berencana untuk mengembangkan polong yang bisa bergerak sendiri di masa yang akan datang.
Baca Juga: Lama Tak Terpakai, Gerbong Tua Ini Disulap Jadi Kamar Hotel Mewah
Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba sensasi bermalam di dalam polong ini? Pastikan kocek Anda cukup tebal, karena harga yang ditawarkan untuk bermalam di hotel sensasional ini berkisar antara US$473 (Rp6,5 juta) sampai US$946 (Rp13 juta).
Guna mendapatkan predikat sebagai bandara terbaik, kepuasan penumpang menjadi salah satu faktor penting selain pelayanan yang diberikan oleh petugas bandara itu sendiri. Mulai dari kebersihan, keramahan petugas, dan banyak aspek lain yang bisa menjadi bahan penilaian untuk menentukan, apakah bandara tersebut pantas mendapatkan titel sebagai yang terbaik atau tidak.
Baca Juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang
Nah, guna menyortir kepuasan pelanggan akan pelayanan yang telah diberikan, sebuah perusahaan asal Finlandia, HappyOrNot Ltd. menyediakan perangkat yang dapat mewakili aspirasi pelanggan. Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz (15/3/2018), perangkat ini tersusun dari empat ekspresi wajah, dimana masing-masing ekspresi tersebut memiliki warna yang berbeda-beda.
Warna hijau tua mewakili ekspresi gembira; Hijau mewakili ekspresi senang; Merah muda mewakili ekspresi kurang puas, dan Merah untuk mewakili perasaan tidak puas. Mungkin bisa dibilang, fitur yang saat ini sudah tersebar di 160 bandara di 36 negara ini mirip dengan fitur serupa yang biasa Anda temui di mini-market, namun HappyOrNot memiliki tampilan yang lebih elegan dan menarik perhatian.
“Ide untuk mengadakan HappyOrNot ini muncul 15 tahun yang lalu, ketika saya tidak bisa menyuarakan ketidakpuasan akan toko game yang ada di Finlandia,” ungkap CEO HappyOrNot Ltd., Heikki Väänänen. “Teknologi kami memungkinkan hubungan antara konsumen dengan pengembangan bisnis. Pelanggan bisa merasa lebih dihargai, dan perusahaan dapat memperbaiki dan menyempurnakan layanan mereka,” tandasnya.
Tentu saja perangkat HappyOrNot yang tersebar di 160 bandara tersebut tidak hanya sebatas hiburan atau pelengkap saja, melainkan aspirasi pelanggan yang dituangkan dengan cara menekan tombol ekspresi tersebut dapat direkap. Dari situ, otoritas yang terkait dapat memantau reaksi pelanggan akan layanan yang sudah mereka berikan sebelumnya. Data yang dihadirkan memiliki beberapa rupa, mulai dari diagram hingga grafik.
“Di sebagian besar bandara, bagian pemeriksaan keamanan adalah titik yang paling memuaskan bagi para penumpang. Baggage Claim merupakan bagian yang paling membuat penumpang tidak nyaman,” tutur Heikki. Lalu bagaimana jika ada pengunjung yang tidak secara serius menanggapi mesin polling ini, semisal ia menekannya secara berkali-kali di tombol yang berbeda? “Sistem kami akan menyortirnya dan menambahkan catatan pada data tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Berada di Atas Awan, Daocheng Yading Jadi Bandara Tertinggi di Dunia!
Heikki membocorkan, dari 36 negara yang memasang perangkat HappyOrNot, Exeter Airport yang berada di Inggris tercatat sebagai bandara yang memiliki rating kebahagiaan tertinggi di antara semuanya. “Mungkin pelayanan mereka yang hebat dapat dijadikan panutan.” Tutupnya.