Moda transportasi massal semakin hari semakin berkembang dengan adanya minat ditambah antusias masyarakat yang menggunakannya setiap hari. Kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura yang menunjang transportasi masyarakatnya membuat SMRT selaku operator berupaya meningkatkan kualitas layanannya.
Baca juga: Tempatkan Tenaga Ahli di Kereta Nirawak, MRT Singapura Mampu Saingi Kinerja Sistem Metro Taipei
SMRT baru-baru ini menggandeng McLaren Applied Technologies yang merupakan bagian dari tim Formula 1 (F1) untuk bekerja sama dalam solusi pemantauan motor, rem, sistem pneumatik dan gearbox di kereta MRT Singapura. SMRT mengatakan, data yang ada nantinya digunakan untuk pengambilan keputusan sehingga layanan bisa lebih optimal.
KabarPenumpang.com melansir dari channelnewsasia.com (15/3/2018), bahwa pemantauan semacam ini menurut SMRT biasa digunakan oleh mobil balap F1 untuk memberikan informasi penting yang berasal dari pengambilan data secara spesifik dan real time pada kru dan teknisi F1.
“Di Singapura, SMRT telah merintis pengembangan sensor pemantauan kondisi rel untuk meminimalkan gangguan pada layanan komuter kami, mengoptimalkan kinerja kereta api dengan mendeteksi dan memperbaiki masalah yang muncul lebih dini. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan McLaren Applied Technologies untuk meningkatkan kemampuan ini lebih jauh, menggabungkan keahlian teknik kami di bidang kereta api dengan kemampuan mereka yang terbukti memanfaatkan sensor, telemetri dan perangkat lunak di motorsport,” ujar CEO SMRT Desmond Kuek.
Kuek mengatakan, teknologi McLaren ini akan disesuaikan dan dipasang pada kereta SMRT akhir tahun 2018. Sementara itu, McLaren Group Acting CEO Dick Glover mengatakan, pihaknya sangat antusias dan menyambut baik kerja sama dengan SMRT.
“Kami sangat antusias untuk mengikuti langkah pertama ini di Singapura bersama SMRT, bekerja sama untuk menyesuaikan teknologi motorsport kami yang telah terbukti untuk mengoptimalkan kinerja armada dan memberikan perbaikan berkesinambungan terhadap pengalaman penumpang,” ujar Glover.
Baca juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang
Diketahui, MRT Singapura kini mulai berbenah setelah beberapa masalah yang membuat layanannya terganggu pada tahun 2017 kemarin. Salah satunya adalah terowongan MRT yang tergenang banjir antara stasiun Bishan dan Braddell dan melumpuhkan perjalanan MRT selama 20 jam.
Tak hanya itu, masalah tabrakan antar sesama kereta MRT pada November 2017 lalu juga mengakibatkan 29 orang luka-luka. Sehingga operasional di jalur stasiun Joo Koon menuju Tuas Link dihentikan seharian.
Bandara Sydney (Kingsford Smith Airport) di New South Wales, Australia dilaporkan baru-baru uini mengalami masalah teknis pada Terminal 1 dan Terminal 2. Masalah ini membuat penumpukan penumpang bukan hanya di dalam melainkan membuat antrian mengular hingga keluar.
Baca juga: Gara-Gara Listrik Mati, Bandara Sydney Menuai Delay PanjangKabarPenumpang.com melansir dari laman zdnet.com, juru bicara bandara Sydney mengatakan bahwa masalah ini membuat mereka tidak bisa memproses pelanggan. Kesalahan yang ada terkait dengan sistem dan mempengaruhi beberapa kamera, pintu bandara hingga alarm. Hal ini membuat pihak bandara tidak bisa memproses untuk memastikan keselamatan penumpang yang akan terbang. Pihaknya juga mengatakan agar penumpang mengecek pada maskapai masing-masing karena masalah ini.
“Kami mengalami masalah teknis di T1 dan T2 yang menyebabkan gangguan pemrosesan dan penundaan penumpang. Dan kami berupaya meyelesaikan masalah ini secepat mungkin dan terimakasih atas kesabaran Anda,” kata pihak bandara melalui akun Twitter mereka.
General manager of corporate affairs Bandara Sydney, Sally Fielke mengatakan, Terminal 3 beroperasi penuh, sedangkan di T1 dan T2 hanya mempengaruhi penerbangan keluar. “Kami mengalami penundaan keluar sementara. Kami akan memulai beberapa pemrosesan manual sehingga penerbangan bisa mulai bergerak,” katanya.
Pihak bandara juga memberitahukan, agar penumpang tidak dulu ke T1 dan T2 sampai pemberitahuan lanjutan. Akibat masalah teknis ini selain penumpang yang terlantar, beberapa maskapai seperti Jetstar, Virgin dan Tiger terkena dampaknya.
Dalam tweet yang dituliskan Virgin Australia, Jumat pukul 08.40 waktu setempat, pemeriksaan keamanan di bandara mulai kembali dibuka dan beroperasi secara normal. “Jalur keamanan di bandara Sydney sekarang sudah kembali beroperasi pada muatan normal menyusul masalah teknis yang sebelumnya terjadi. Akibatnya beberapa layanan Virgin Australia mungkin akan terpengaruh,” tulis maskapai tersebut di akun Twitternya.
Baca juga: Buntut Penangkapan Teroris di Sydney, Seluruh Bandara di Australia Alami Penumpukan Penumpang
Diketahui gangguan yang terjadi pada hari Jumat itu, datang 24 jam setelah terminal domestik mengalami masalah dengan persediaan air, dimana para pelancong mengeluh bahwa toilet menyala tidak sama dengan biasanya. Masalah ini terjadi di T2 dan T3.
Selain itu kejadian masalah teknis pada teknologi informasi bandara Sydney juga pernah terjadi bulan September 2017 lalu. Penundaan penerbangan selama dua jam lebih karena sistem Airservices terkena masalah.
Kabar menggembirakan datang dari provinsi Sumatera Utara, dimana sebuah perusahaan umum asal Korea, Korea Rail Network Authority (KRNA) secara terang-terangan menyatakan minatnya untuk melakukan investasi dengan membangun sistem transportasi kereta di provinsi yang terkenal dengan Danau Tobanya tersebut.
Baca Juga: Sumatera Utara Ternyata Punya 10 Bandara
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (15/3/2018), manajer umum otoritas untuk divisi luar negeri KRNA, Park Dae-geun menyebutkan bahwa perusahaan tersebut tertarik untuk berinvestasi di provinsi Sumatera Utara setelah dirinya bertemu dengan sekretaris daerah (sekda), Ibnu S. Hutomo. Dirinya mengatakan bahwa provinsi tersebut membutuhkan sistem transportasi yang lebih baik dan cepat, mengingat pertumbuhan populasi dan ekonomi yang terhitung cepat.
“Pemerintah Sumatera Utara berkeinginan untuk mengembangkan jalur kereta api untuk menghubungkan Medan dari Pematang Siantar ke daerah resor Danau Toba di Bandara Parapat dan Silangit di Tapanuli Utara,” tutur Ibnu menyambut baik niatan dari pihak Korea tersebut. “PT KAI hanya menghubungkan Medan dan Pematang Siantar saja,” tandasnya.
Entah minatnya untuk mengadakan sarana transportasi di provinsi Sumatera Utara dilandaskan pada upaya untuk melebarkan sayap perusahaan atau bukan, namun seperti yang diketahui bersama, KRNA merupakan salah satu pengembang dari proyek pengadaan Light Rapid Transit (LRT) di Jakarta.
Lebih lanjut, Ibnu menandaskan bahwa menghadirkan moda transportasi yang andal merupakan prioritas pemerintah, terutama dalam upayanya untuk mengakomodasi wisatawan domestik dan mancanegara yang bertandang ke Tanah Batak.
Akhir tahun lalu, PT Angkasa Pura II menyelesaikan renovasi di Bandara Silangit sebagai salah satu upaya untuk menarik wisatawan dan mempromosikan Danau Toba sebagai destinasi wisata utamanya. Renovasi tersebut mencakup perpanjangan landasan pacu hingga 2.650m dari 2.400m, perluasan kapasitas apron dan terminal bandara dengan total investasi US$27,7 juta atau yang setara dengan Rp369 miliar.
Baca Juga: Mau ke Pulau Samosir? Ini Pilihan Rutenya
Apron baru ini dipercaya mampu menampung dua pesawat Boeing 737-500 dan empat pesawat Boeing 737-900 ER. Sementara terminal yang telah direnovasi akan mampu menampung penumpang hingga 1 juta orang, yang sebelumnya hanya mampu menampung 36.500 penumpang setiap tahunnya. Selain untuk tujuan wisata, Ibnu juga mengatakan pemerintah pun berencana akan membangun jalur kereta api yang menghubungkan beberapa daerah lain, seperti Binjai, Deli Serdang, dan Karo.
Pesawat Emirates Boeing 777 yang terparkir di landasan pacu Bandara Internasional Entebbe Uganda sempat mengalami keterlambatan keberangkatan menuju Dubai pada Rabu (14/3/2018) lalu. Hal ini disebabkan seorang pramugari melompat dari pintu dan langsung menghujam ke permukaan aspal apron. Akibat aksi nekadnya, sang pramugari mengalami luka parah.
Baca juga:Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di SayapKabarPenumpang.com merangkum dari laman dailymail.co.uk (15/3/2018), bahwa penerbangan EK729 tersebut tiba di Entebbe sekitar pukul dua siang waktu setempat dan di jadwalkan kembali ke Dubai pukul 15.25. Saat itu penumpang tengah bersiap untuk masuk ke pesawat untuk pemberangkatan berikutnya ke Dubai.
Sejumlah saksi yang melihat kejadian tersebut sempat melihat pramugari itu berbincang dengan rekan kerjanya sebelum melompat keluar. Kemudian dia menjepit botol kaca di dagunya sebelum melompat dari pesawat yang memiliki tinggi lebih dari 15 meter tersebut.
“Lututnya hancur dan tubuhnya luka karena terkena pecahan dari botol yang dibawanya itu,” ujar seorang saksi yang tidak disebutkan namanya tersebut.
Kemudian pramugari tersebut dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan pihak Emirates bersama keamanan setempat melakukan penyelidikan untuk mencari penyebabnya. Sayangnya, pramugari yang belum diidentifikasi nama dan kewarganegaraanya tersebut meninggal pada Rabu malam setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Juru bicara Ugandan Civil Aviation Authority (CAA), Vianney Luggya mengatakan, pramugari tersebut meninggal karena luka serius di bagian kepalanya. Diketahui, pramugari tersebut dengan sengaja membuka pintu keluar dan melompat dari pesawat.
Baca juga: Ceroboh, Pramugari Ini Jatuh ke Tarmak dan Alami Patah Tulang
“Kami bisa memastikan bahwa anggota awak kabin kami terjatuh dari pintu yang terbuka sembari menyiapkan pesawat untuk penumpang bisa naik dan berangkat dari Entebbe pada tanggal 14 Maret. Anggota kabin kami yang cedera tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat. kami menyediakan semua dukungan dan perawatan yang mungkin bagi kru kami yang terkena dampak dan akan memperpanjang kerja sama kami dengan pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini,” ujar juru bicara Emirates.
Dari foto yang beredar di media sosial menunjukkan, wanita tersebut mengenakan seragam Emirates, terbaring telungkup di aspal dan aliran darah tersebar di sekitar kepalanya.
Sebagai salah satu inovator teknologi tinta elektronik terkemuka, E Ink Holdings diketahui baru saja mengumumkan kemitraan mereka dengan penyedia teknologi display informasi bertenaga surya, Papercast Ltd. Tujuan dari kerja sama yang terjalin diantara dua perusahaan ini adalah untuk mengembangkan papan informasi di halte bus pintar pertama di Jepang. Sebagai langkah awal, kedua perusahaan ini menjadikan kota Aizuwakamatsu sebagai lokasi uji cobanya.
Baca Juga: 10 Halte Bus Ini Jelas Tidak Biasa
Sebagaimana informasi yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman printedelectronicsworld.com (7/3/2018), jika papan display ini sudah terpasang, penumpang akan dapat mendapatkan informasi kedatangan bus, jadwal keberangkatan, rute, hingga perubahan layanan yang tidak terencana secara real-time. Halte bus pintar ini nantinya akan mengkombinasikan solusi ePaper E Ink dan low power wide area wireless technology.
“Dengan memanfaatkan solusi display ePaper E Ink, kami telah mengembangkan platform yang hemat biaya, berdaya rendah dan mudah digunakan,” tukas Rado Skender, direktur Business Development di Papercast Ltd. Dengan display halte bus pintar yang tengah dikembangkan oleh E Ink Holdings dan Papercast Ltd ini, akan mengganti papan tulis kertas tradisional dengan teknologi mutakhir. Dengan begitu, biaya memperbarui informasi secara manual pun dapat ditekan.
Selain dapat memberikan informasi secara real-time kepada para penggunanya, ketersediaan layanan multi bahasa dalam inovasi ini juga dapat memudahkan para pelancong untuk bepergian. “Tidak menutup kemungkinan kemitraan kami ini akan banyak diadopsi yang akhirnya meluas di Jepang dan negara-negara lain. Karena inovasi ini terbukti dapat meningkatkan pengalaman para penggunanya dan mendorong niat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum,” terang Rado.
Proyek ini sendiri dikelola oleh Aizu Riding Car Development, sebuah konsorsium yang diprakarsai oleh Michinori Holdings, operator layanan bus Aizuwakamatsu, Aizu Bus. Adapun tujuan utama dari konsorsium ini adalah untuk mengingkatkan kenyamanan layanan dan mengurangi biaya operasional dengan cara menghubungkan halte bus secara digital.
Di Negeri Sakura sendiri, terdapat lebih dari 500.00 halte bus yang 90 persen diantaranya tidak memiliki sumber listrik. Fakta tersebut seolah menjadi prasyarat yang harus dipenuhi oleh konsorsium terkait untuk menghadirkan sebuah inovasi berdaya rendah dan dapat dipasang dengan mudah tanpa terhubung ke jaringan atau menggunakan kabel jaringan.
Baca Juga: Seorang Desainer Industri Rancang Halte Bus yang Dilengkapi Pengisian Daya EV Nirkabel!
“Karena cepat atau lambat, kota dan negara ini akan berkembang menjadi sebuah kota pintar, dan E Ink akan terus memainkan bagian integral dalam pengembangan smart signage untuk transportasi, ritel dan arsitektur,” tutur wakil presiden eksekutif penjualan di E Ink Holdings, Dr. FY Gan. “Kemitraan kami dengan Papercast adalah contoh sempurna bagaimana kami mengaktifkan inovasi yang lebih nyaman dan hemat biaya yang berdampak positif pada pengalaman pengguna dan lingkungan.” Tutupnya.
Untuk mendapatkan pengikut (follower) dan mendapat like (disukai) oleh penggemarnya, tak sedikit YouTuber yang melakukan hal-hal tak wajar. Meski yang dilakukannya itu adalah sesuatu yang berbahaya dan bisa mengancam jiwa orang tersebut. Namun, sepertinya hal itu sengaja dilupakan dan yang ada di pikiran mendapat sesuatu yang menarik.
Baca juga: Mendengkur Keras Selama di Kereta, Pria India Ini Dilarang Tidur Oleh Penumpang Lainnya
Seperti baru-baru ini dilakukan seorang YouTuber VJ Pawan Singh asal India mempertunjukkan keberaniannya di sekitaran jalur kereta api untuk memberikan sesuatu yang menarik di media sosialnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman mid-day.com (13/3/2018), Pawan telah mengunggah video leluconnya yang ditembak di dalam gerbong kereta api. Bahkan, dirinya telah mengganggu masinis dan staf lainnya saat akan mengoperasikan kereta api.
Karena aksi nekadnya, The Railway Protection force (RPF) akhirnya melakukan penyelidikan terhadap Pawan atas tindakannya yang membahayakan. Sebab pejabat kereta api mengatakan Pawan mengganggu dengan berbaring di jalur kereta api lokal. Kemudian dia sempat menanyakan pertanyaan aneh kepada masinis.
Salah satu videonya di Youtube, Pawan terlihat memegang tongkat baseball dan mengancam penumpang kereta ekspress. Gangguan ini semakin meningkat hingga beberapa penumpang mengajukan keluhan tentang Pawan di Twitter yang membuat RPF akhirnya turun tangan untuk menangani hal tersebut.
Tak hanya di YouTube, Pawan juga dikenal melalui Instagram dan Facebook. Dalam salah satu videonya dia terlihat tidur di depan jalur kereta tepat di depan kereta lokal yang sebentar lagi akan berangkat dan sempat berteriak “Bukan, Paman, apa kau pergi?”.
Sedangkan dalam video lain dirinya mengatakan kepada masinis dan penumpang yang berdiri di dekat pintu, “Paman, mobil ini tidak akan terlambat? Ayo dapatkan hadiah Siddhivinayak.” Diketahui akun YouTube miliknya sudah di subscribe oleeh 390 ribu pelanggan.
Baca juga: Layanan First Class Emirates Undang Decak Kagum Youtuber!
Komisaris Keamanan Divisi Senior Sachin Bhalode mengatakan, pihaknya menerima keluhan melalui Twitter, setelah itu mereka menginformasikan semua pos RPF untuk menemukan pria itu dan menyanyakan alasan kenapa melakukan hal tersebut. “Awalnya, setelah menonton video, sepertinya dia membuat lelucon di stasiun kereta Vitthalwadi,” kata seorang perwira RPF.
Hingga video tersebut beredar di YouTube diketahui sudah di lihat oleh sebanyak 403 ribu orang, namun khusus untuk video yang diperkarakan oleh pihak kereta api India, nampaknya kontennya telah dihapus oleh yang bersangkutan.
Pelayananan di bidang transportasi darat akan ditingkatkan oleh Kementerian Perhubungan dengan meluncurkan tiga sistem aplikasi online. Tiga sistem tersebut adalah Sistem Perizinan Online Angkutan Moda (SPIONAM), E-Tilang dan E-Ticketing.
Baca juga: Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi Massal
Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, peluncuran ketiga sistem aplikasi online ini adalah langkah yang harus dilakukan agar Indonesia bisa meningkatkan daya saing secara internasional. Untuk sistem aplikasi SPIONAM sendiri memberikan kemudahan bagi operator angkutan dalam melakukan pengurusan perizinan di bidang angkutan dan multimoda.
“Operator angkutan tidak harus hadir di kantor pelayanan Kementerian Perhubungan, namun cukup membuka aplikasi secara online melalui website: http://spionam.dephub.go.id,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari dephub.go.id (4/3/2018). Hadirnya aplikasi ini, bukan hanya memberikan kemudahan bagi operator, melainkan juga bisa memberikan pertumbuhan ekonomi. Budi mengatakan, peningkatan pelayanan ini, adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi di Indonesia menjadi lebih baik.
Adapun sistem pelayanan aplikasi SPIONAM sendiri meliputi perizinan stadar pelayanan minimal angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Kemudian izin pengoperasian kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.
Izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek, tidak dalam trayek serta penyelenggaraan angkutan barang khusus. Tak hanya itu, pada saat yang bersamaan, aplikasi E-Tilang juga diluncurkan Kemenhub. Aplikasi berbasis Android ini hadir untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan tilang tanpa perlu pergi ke pengadilan dengan mengikuti sidang. Nantinya, masyarakat yang terkena tilang juga akan dimudahkan dalam pembayaran melalui bank atau mobile banking.
“Sementara aplikasi E-Tilang adalah aplikasi berbasis sistem Android yang akan mempermudah masyarakat dalam mengurus pelanggaran tilang tanpa perlu lagi pergi ke pengadilan. Dengan aplikasi ini, akan memberikan kemudahan dan memberi kondisi yang governance. Dengan kondisi ini, kita akan mendapatkan level of service yang bagus,” jelasnya.
Hadirnya E-Tilang ini, Kemenhub bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam implementasinya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Melalui MoU dengan BRI ada suatu lompatan bagaimana kita memberikan pelayanan secara online dan ini memutus kegiatan yang selama ini tidak efektif dalam melayani masyarakat. Saya minta kepada stakeholder yang termasuk dalam kegiatan ini menindaklanjuti secara konsisten,” lanjut Budi.
Saat yang bersamaan itu juga, E-Ticketing diluncurkan. Dimana aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan di bidang transportasi darat baik dalam hal pelayanan maupun untuk penjualan tiket perjalanan.
Baca juga: Akhir Maret 2018, Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Mulai Uji Coba Pembayaran Tiket Cashless
“Saya ingin sekali angkutan darat juga berkembang sama baiknya dengan angkutan udara bagaimana kita membuka aplikasi membeli tiket melakukan perjalanan antara moda beberapa moda itu bisa dilakukan dengan satu gadget,” lanjutnya.
Adapun kini, penumpang angkutan darat dapat memperoleh tiket dengan aplikasi E-Ticketing melalui beberapa mitra di antaranya, yakni Bank Mandiri, DPP Organda (DOKU, Alfamart, bosbis.com).
Guna melancarkan program Ganjil-Genap yang diberlakukan di semua ruas jalan protokol Ibukota, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meluncurkan fitur navigasi yang sudah dilengkapi dengan, implementasi program tersebut. Dengan menggaet perusahaan software navigasi terkemuka, Waze, Dishub DKI Jakarta berharap dapat memudahkan para pengguna jalan di Ibukota.
Baca Juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak
Tidak bisa dipungkiri, pergantian program Three-in-One menjadi Ganjil-Genap masih memusingkan sebagian lapisan masyarakat, terutama bagi para pendatang yang belum mengetahui secara rinci tentang pemberlakuan program pemecah konsentrasi kepadatan lalu lintas ini. Terbukti, dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh para pengguna jalan, ini menunjukkan bahwa masyarakat masih bingung dengan aturan yang berlaku dari program ini.
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan bahwa program ini telah diluncurkan beberapa waktu yang lalu. “Tanggal 18 Oktober 2017, kita bersama Waze telah resmi meluncurkan fitur navigasi dengan implementasi kebijakan Ganjil Genap,” paparnya, dikutip dari laman beritajakarta.id (19/10/2017).
Lebih lanjut, Andri menuturkan bahwa kerja sama yang pihaknya jalani dengan Waze sudah terjalin sejak tahun 2016 silam, dimana perwakilan dari Dishub dan Jakarta Smart City mempresentasikan kebijakan pengaturan lalu lintas Ganjil-Genap yang diterapkan di ruas jalan protokol Sudirman – Thamrin. “Presentasi dilakukan dengan menggunakan olahan data Waze pada acara Waze-CCP Summit Meeting yang bertempat di Google Paris. Dari situ disepakati kerjasama ini,” jelas Andri.
Fajar Nugrahaeni selaku Kepala Seksi Angkutan Orang dalam Trayek Dishub DKI Jakarta menyebutkan bahwa untuk mengaktifkan fitur terbaru dari Waze ini, para pengguna bisa masuk ke menu “setting”, lalu mengklik pilihan “navigasi”, pilih opsi “licence plate restriction”, dan masukkan dua digit terakhir plat nomor kendaraan pengguna. Dengan begitu, sistem navigasi akan menampilkan jalur mana yang dapat diakses oleh pengguna jalan, tanpa harus pusing dengan program Ganjil-Genap.
“Nanti secara otomatis Waze akan me-rerouting dan memberikan arahan rute lintasan dengan menyesuaikan implementasi kebijakan Ganjil Genap tersebut,” tukas Fajar. Ia menambahkan, fitur unik dari Waze ini baru diberlakukan di dua tempat, yaitu Jakarta dan Ro De Janeiro (Brasil). Tidak berhenti sampai di situ, Waze juga menghadirkan fitur dimana pengguna bisa menghindari persimpangan yang mengalami konstruksi dan daerah yang memiliki koneksi internet kurang bagus.
Baca Juga: Uber Hadirkan Beacon LED, Mudahkan Navigasi Pengemudi
“Bahkan khusus di Jakarta juga sudah menambahkan lokasi parkir off street yang tersedia di dekat lokasi tujuan pengguna jalan. Contohnya seperti parkir off street di IRTI Monas dan Thamrin 10.” Tutupnya.
Pengalaman buruk dialami oleh penumpang dan awak kabin dari maskapai Southwest Airlines dengan nomor penerbangan 3562. Pasalnya, burung besi yang mereka tunggangi dipaksa melakukan pendaratan darurat, sesaat setelah pesawat nahas tersebut lepas landas dari Phoenix, Amerika Serikat. Untungnya, kejadian yang terjadi pada malam hari ini, keseluruhan isi pesawat selamat tanpa ada korban jiwa.
Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina
Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (13/3/2018), pesawat yang dijadwalkan terbang menuju Dallas Love Field ini tidak mengalami kendala apapun saat take-off. Namun satu jam setelah mereka mengudara, beberapa penumpang dan awak kabin mencium aroma tidak wajar di dalam kabin. Tidak hanya itu, tanda lain yang menunjukkan bahwa penerbangan pada Minggu (11/3/2018) malam ini tidak beres adalah ketika mereka mendapati udara panas dari arah ventilasi, sesaat sebelum pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat.
Sadar akan situasinya yang semakin mencekam, beberapa penumpang bahkan menyalakan mobile data mereka dan mulai mengirimkan beberapa pesan teks kepada orang-orang yang mereka sayangi. Tak lama berselang, pesawat nahas tersebut menghantam tanah dengan keras dan berhasil melakukan pendaratan darurat di Albuquerque International Sunport.
Sesaat setelah pesawat tersebut kembali menyentuh tanah, seorang penumpang bernama Brandon Cox merekam kejadian yang hampir merenggut nyawanya dan 140 penumpang lainnya. Dalam video yang ia unggah ke jejaring sosial Twitter ini, nampak seorang penumpang yang tidak diketahui identitasnya sudah berada di luar dan ia nampak berdiri di atas sayap pesawat. Samar-samar, pria misterius itu mengatakan cara bagaimana ia bisa keluar dengan selamat dari dalam pesawat.
Pria Misterius di Sayap Pesawat. Sumber: thesun.co.uk
Penumpang lain yang masih panik di dalam pesawat lalu mencoba untuk memastikan kepada di pria tersebut, “Apakah kami harus melompat ke arah sayap juga?”. Namun awak kabin maskapai Southwest Airlines lalu berupaya untuk membuat kondisi di dalam kabin tetap kondusif. Sejurus sesaat, pintu daruratpun terbuka dan semua penumpang dapat dievakuasi.
“Sungguh penerbangan yang tidak bisa dilupakan, semoga kami semua tidak mengalami kejadian seperti ini lagi di lain hari,” kenang Brandon. “Anda mungkin sering melihat kejadian seperti ini di film-film, namun Anda tidak pernah menyangka bahwa kejadian ini kini menimpa Anda! Yang terpenting adalah semua selamat, namun pria misterius yang berdiri di sayap pesawat tersebut sempat membuat semua orang di dalam pesawat kebingungan dan takut,” imbuhnya.
Penumpang lain, David Fleck mengatakan ia terkejut ketika tidak ada slide darurat di dekat sayap. “Entah bagaimana ia bisa berada di atas sayap. Padahal kondisi di luar gelap, dingin, dan tengah diguyur hujan,” paparnya kebingungan. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Departemen Pemadam Kebakaran Albuquerque melarikan dua orang penumpang ke rumah sakit terdekat karena cidera.
Baca Juga: (Lagi) Penumpang Mabuk Berhasil Paksa Pilot Untuk Mendarat Darurat
Sementara itu, pihak Southwest Airlines mengkonfirmasi bahwa Penerbangan 3562 yang melakukan perjalanan terakhir dari Phoenix Sky Harbour menuju Dallas Love Field terpaksa dialihkan ke Albuquerque International Sunport. “Sesaat setelah awak kabin mencium aroma tidak wajar dari dalam kabin,” tulis pihak Southwest dalam keterangan tertulisnya.
Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak pengunjungnya baik itu dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, setiap tahunnya, pada hari raya Nyepi, suasana Bali tak akan seperti hari-hari lainnya dimana keadaan sunyi sepi tanpa penerangan dan hingar bingar kota.
Baca juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Raih Predikat “Best Airport 2017” dari Airport Council International
Bahkan, masyarakat asli maupun pendatang tidak keluar rumah karena Nyepi di wajibkan untuk merasakan kesunyian dalam satu hari tanpa listrik, musik, menghentikan pekerjaan hingga tidak ada kendaraan yang berlalu lalang. Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940/2018 M, ini, bukan hanya listrik tetapi jaringan internet pun akan dimatikan sementara selama 24 jam.
Sama seperti aktivitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang tidak beroperasi selama 24 jam terhitung mulai Sabtu 17 Maret 2018 pukul 06.00 WITA dan akan mulai beroperasi kembali pada Minggu 18 Maret 2018 pukul 06.00.
Penghentian sementara operasional penerbangan ini mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali pada Hari Raya Nyepi.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan menghentikan semua aktifitas pelayanan di bandara selama 24 jam saat pelaksanaan Nyepi Sabtu mendatang. Penutupan ini merupakan bentuk penghormatan Angkasa Pura I bagi umat Hindu di Bali agar dapat melakukan ibadah dengan tenang,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (15/3/2018).
Dengan penutupan ini artinya semua penerbangan berjadwal dan charter, baik rute domestik maupun internasional, akan ditiadakan. Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 482 penerbangan tidak beroperasi pada saat Nyepi yang terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 penerbangan internasional. Rute terbanyak tujuan Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya. Adapun potensi jumlah orang yang tidak berangkat dan datang ke Bali pada saat Nyepi yaitu 56.478 orang.
Untuk mengatur jadwal penerbangan yang akan datang dan berangkat dari Bali, pihak Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice to Airman (NOTAM) nomor A0117/18.
“Rencana penutupan bandara ini sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia, kami juga sudah berkoordinasi secara intens dengan para maskapai penerbangan. Mereka sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi. Kendati mengalami penutupan, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat.
Baca juga: Setelah Dua Hari Ditutup! Siang Ini Bandara Ngurah Rai Kembali Dibuka
“Saat Nyepi nanti akan ada 368 personil kami yang siaga di bandara. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya permohonan emergency landing, technical landing atau medical evacuation. Kami juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, KKP, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, pihak maskapai, ground handling, dan pecalang,” ungkap Yanus.
Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou-China dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat pasca penutupan. Sedangkan Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpur dan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Jakarta-Cengkareng direncanakan menjadi penerbangan pertama yang bertolak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.