Antara kereta dengan salju nampaknya kini sedang kurang akrab, setelah kabar dari Kanada yang menyebutkan penumpang terjebak selama delapan jam di gerbong akibat longsoran salju. Kini kasus yang mirip juga terjadi di Inggris, dimana perjalanan kereta terganggu hingga berjam-jam dikarenakan salju yang menumpuk dan kereta yang tiba-tiba tak bisa berjalan.
Baca juga: Delapan Jam Terjebak Salju, Penumpang Kereta di Kanada Kedinginanan dan Kekurangan Air!KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (2/3/2018), bahwa banyak penumpang yang turun akibat jenuh karena kereta yang ditumpangi terjebak salju. Sebenarnya turun dari kereta saat terjebak salju merupakan tindakan kriminal.
“Secara teknis melompat keluar dari kereta yang terjebak salju adalah pelanggaran. Tetapi kami tidak menangkap mereka. Namun, jika penyelidikan berkembang akan menjadi masalah baru para petugas investigasi,” ujar Kepolisian Transportasi Inggris.
Mereka mengatakan, telah melihat sejumlah insiden evakuasi diri dari kereta yang terjebak cuaca yang luar biasa. Sementara hal teraman saat cuaca ekstrem adalah tetap tinggal di dalam gerbong kereta.
“Mengevakuasi diri bukanlah ide yang bagus, karena bisa membuat penumpang mendapatkan resiko,” jelas pihak kepolisian.
Sebenarnya penundaan perjalanan kereta tersebut bisa lebih cepat jika para penumpang itu tidaklah mengevakuasi diri mereka keluar dari kereta. Pihak kepolisian mengatakan, salah seorang penumpang menarik alarm darurat kemudian saat pintu terbuka langsung melompat keluar dan diikuti penumpang lainnya.
Dari video yang tersebar, terlihat para penumpang tersebut berjalan dan berlari melintasi jalur kereta. Petugas pemadam kebakaran dan polisi dipanggil untuk memastikan apakah para penumpang yang keluar tersebut aman.
Padahal pihak Southeastern telah mengatakan, agar penumpang tetap di kereta, karena mereka akan secepatnya bergerak jika penumpang tidak mencoba melompat dari dalam kereta. Sebelum pukul 19.30 waktu setempat, Southeastern mengatakan jalur sudah dibersihkan dan kereta api kembali bergerak.
“Kami terjebak sekitar satu jam, kemudian seseorang menarik alarm darurat sehingga mereka bisa keluar. Padahal ada pengumuman yang memperingatkan kalau keluar dan melewati jalur kereta bisa tersengat listrik. Namun mereka tetap saja melakukan hal tersebut. Polisi yang mengamankan sudah banyak, tetapi orang yang keluar kereta lebih banyak lagi,” ujar Amy Walker salah seorang penumpang.
Saat terjebak sekitar empat jam kemudian seseorang kembali menarik alarm darurat dan banyak penumpang yang marah. Namun, setelah perjuangan yang cukup panjang Walker mengatakan kereta akhirnya kembali jalan dan lima jam kemudian tiba di Hither Green setelah terjebak.
Southeastern and Network Rail akan menunjuk seorang penyidik independen untuk melakukan tinjauan penuh atas kejadian tersebut. Meskipun kejadian alam ini sangat jarang terjadi, pihaknya bertekad untuk mempelajari pelajaran yang dapat di terapkan di semua tingkat untuk mencegah dan mengurangi kejadian di masa depan.
Baca juga: Kereta Terperangkap Salju, 400 Penumpang JR East Terdampar dalam Suhu Estrem
“Kami juga telah menginformasikan kepada Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta independen dan mengundang mereka untuk melakukan penyelidikan mereka sendiri. Kami juga ingin mendengar dari penumpang yang berada di kereta yangkarena terdampar tadi malam, kami meminta mereka menghubungi kami dengan menghubungi layanan pelanggan kami. Kami akan memberikan kompensasi untuk orang-orang yang terkena dampak langsung pada kereta tersebut,” ujar seorang juru bicara Southeastern.
Perjalanan kereta jarak jauh biasanya memakan waktu yang cukup lama. Di Indonesia sendiri bisa memakan waktu 14 jam untuk sampai ke Malang berangkat dari Jakarta. Mungkin waktu 16 jam masih lebih cepat dibandingkan dengan di India yang melakukan perjalanan kereta hingga 36 jam lamanya, seperti dari New Delhi ke Chennai.
Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama
Pada perjalanan yang cukup memakan waktu lama ini, penumpang India lebih sering membawa makanan mereka dari rumah dibandingkan membeli saat berada di dalam gerbong. Hal ini dikarenakan makanan khas India yang dibuat dari rumah lebih beragam dibanding membeli di kereta.
KabarPenumpang.com merangkum dari npr.org, dimana penumpang yang berada di dalam gerbong kereta biasanya membawa berbagai macam. Ada makanan asin seperti kudapan atau gorengan yang dibuat dari tepung beras, keripik, kacang rebus yang dicampur dengan rempah-rempah serta makanan lainnya.
Para penumpang yang berasal dari berbagai kota ini, sering bertukar makanan dengan penumpang lainnya. Bahkan minuman pun biasanya mereka bawa sendiri seperti teh atau kopi. Tetapi jika menjual minuman berkarbonasi, beberapa dari antar penumpang juga ada yang membelinya untuk merasakan sensasi soda sembari menikmati perjalanan mereka.
Sebenarnya di kereta India sendiri terdapat kafe atau dapur, dimana penumpang bisa membeli makanan. Namun banyak yang berpikir hal itu terkadang tidaklah higienis dibandingkan membawanya dari rumah.
Biasanya selain kudapan atau makanan ringan, orang India juga membawa makan berat seperti nasi, kentang goreng, kari, bahkan daging untuk dimakan saat perjalanan. Tak jarang juga jika hendak melewati salah satu stasiun dimana ada saudara yang tinggal dan mereka tahu, akan dikirimkan makanan dari stasiun tersebut.
Namun, semakin berkembangnya dunia modern saat ini, budaya membawa dan berbagi makanan di dalam kereta mulai pudar. Seperti saat ini terlihat masyarakat kelas menengah di India yang beralih dengan memesan makanan di kereta. “Pada 20 tahun lalu, membawa makanan sendiri saat di kereta menuju suatu tempat dan berbaginya dengan penumpang lain adalah hal yang sangat lumrah. Tapi tidak untuk sekarang,” ujar seorang koki asal Mumbai, Kurush Dalal.
Baca juga: Delapan Jam Terjebak Salju, Penumpang Kereta di Kanada Kedinginanan dan Kekurangan Air!
Perubahan sosial ini sangat signifikan, karena hanya dalam satu generasi. Salah satu contoh makanan kereta yang paling di sukai penumpang adalah potongan daging ayam yang disajikan dalam Gitanjali Express dari Mumbai menuju Kolkata.
Meski banyak yang memesan, tetapi beberapa penumpang masih dalam tradisi lama dengan membawa makanan sendiri dari rumah. Selain lebih higienis juga lebih irit dibandingkan harus membeli di dalam gerbong kereta.
Perjalanan untuk meinkmati suasana baru ke Negeri Kangguru semakin dekat dalam pandangan. Pasalnya per tanggal 8-11 Maret 2018 di Senayan City, Tourism Australia bersama dengan Bank Central Asia (BCA) menggelar BCA Australia Travel Fair 2018.
Baca juga: Pasar Terus Melonjak, Garuda Indonesia Lanjutkan Kemitraan dengan Tourism Australia
Hal ini membuat masyarakat yang ingin berlibur atau mengunjungi keluarga di Australia bisa menikmati harga termurah dan berbagai macam potongan lainnya. BCA Travel Fair sendiri ini sudah terlaksana untuk yang kedua kalinya.
Region General Manager, South and South East Asia, Tourism Australia Brent Anderson mengatakan, BCA Travel Fair 2018 ini menampilkan Australia sebagai destinasi yang unik dan menarik bagi wisatawan Indonesia.
Keramaian pelangga yang antusisa pada BCA Travel Fair 2017 (KabarPenumpang.com)
“Tahun 2017 kemarin, lebih dari 193 ribu wisatawan Indonesia berkunjung ke Australia. Ini meningkat sebanyak 7,2 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Brent yang ditemui KabarPenumpang.com di acara Travel Fair BCA 2018.
Dia mengatakan, pertumbuhan jumlah wisatawan ini merupakan hasil kerja sama pihaknya dengan para mitra yang ada di Indonesia. Brent menjelaskan pihaknya senang bekerjasama dengan BCA untuk menggelar pameran wisata dan perjalanan tersebut bukan hanya dengan penawaran menarik melainkan memberi pengunjung sedikit pengalaman nyata yang unik di Australia.
Senior Vice President Transaction Banking Business Development BCA I Ketut Alam Wangsawijaya mengatakan, kerja sama pihaknya dengan Tourism Australia sangat bermanfaat sebagai wadah one stop shop untuk pengunjung yang ingin melakukan perjalanan ke Australia.
“Selain paket menarik, kami juga menyediakan cashback Rp1,5 juta, voucher belanda dan cicilan BCA nol persen dengan kartu kredit BCA selama enam bulan,” ujar Ketut.
Tak hanya Tourism Australia dengan BCA, tetapi acara ini juga didukung penerbangan maskapai baik langsung maupun transit dari Indonesia menuju Australia yakni Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Virgin Airlines dan Qantas. Kemudian juga bersama dengan beberapa agen perjalanan besar.
Baca juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat Keamanan
Uniknya, travel fair kali ini dibatasi hanya 75 orang pelanggan per harinya. Harga yang ditawarkan setiap maskapai dengan promo juga hanya berlangsung saat pameran. Sedangkan untuk pembelian di gerai milik masing-masing maskapai maupun online harga tiket adalah harga normal.
Sebagai makanan yang disajikan dalam kemasan, maka makanan di kereta mungkin tak jauh berbeda dengan makanan di pesawat. Hanya saja cita rasa masakannya lebih nikmat karena indera pengecap Anda tidak menurun fungsinya. Namun, tetap saja makanan yang di jual di kereta tetaplah bukan makanan segar melainkan makanan yang dipanaskan dalam microwave atau makanan cepat saji.
Baca juga: Update Terbaru Aplikasi KAI Access, Tawarkan Fitur Check In Online dan Pesan Meals
Sejak era standarisasi layanan dan kebersihan diterapkan di kereta api, gerbong restorasi tak lagi menawarkan makanan dengan cara di masak di dapur. Dengan begitu makanan yang disajikan menjadi lebih higienis. Namun tetap saja ada beberapa alasan alasan yang membuat makanan di kereta sama tidak higienisnya dengan makanan pesawat. Berikut ini beberapa alasan berpikir lagi sebelum memilih makanan di kereta dan cara yang tepat untuk mengubahnya menjadi lebih baik.
1. Kebersihan gerbong makan (Restoran kereta)
Ini sangat penting, karena menentukan makanan yang tersimpan masih dalam kualitas baik atau tidak. Jika gerbong makan kotor, mencerminkan makanan yang di jual tidak higienis meski tertutup.
2. Pembagian jenis makanan
Jika di Indonesia makanan kereta di jual dan dibedakan tempatnya sesuai jenis makanan. Di India lain lagi dengan membeli tiket kereta penumpang sudah mendapat makan. Di India, akan di bagi antara makanan vegetarian dan tidak. Namun, jika tidak ada pendingin, makanan seperti salad tidak akan bertahan lama dan tidak layak lagi untuk dimakan penumpang vegetarian.
3. Standarisasi
Kadang makanan yang ada di kereta bisa saja dibawah standarisasi kesehatan yang ditentukan. Tapi apa daya, karena makanan yang ada biasanya sudah lebih dari 2 hari karena beku dan akan dihangatkan jika ada yang membeli atau akan dibagikan ke penumpang.
4. Tidak ada penyimpanan makanan
Di kereta tidak ada kulkas atau freezer untuk menyimpan makanan, melainkan hanya ada box es atau chiller manual yang digunakan untuk meletakkan makanan beku tersebut sebelum dipanasakan dalam microwave. Sebenarnya jika ada mungkin makanan akan bertahan lebih lama.
5. Makanan Sisa
Ini terkadang jadi bahan pemikiran dan pertanyaan, kemana makanan beku yang tak di makan? Di Indonesia sendiri sekitar 7 hari makanan beku bertahan tetapi setelahnya tidak jelas di kemanakan. Sedangkan di India, makanan yang tak termakan dan masih bagus di sumbangkan ke panti asuhan atau lembaga amal lainnya.
Dengan alasan ini, sebenarnya, ada solusi yang bisa memudahkan para penumpang membeli makanan atau tidak. Setidaknya ada dua hal yang bisa menjadi solusi dalam pilihan ini.
Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama1. Makanan sendiri
Bila tidak suka makanan yang dipanaskan, penumupang bisa membawa sendiri dari rumah. Selain lebih higienis, makanan yang dibawa dari rumah juga lebih sehat dan terjamin kualitasnya.
2. Pesan melalui aplikasi
Kini, baik Indonesia maupun India, sudah bisa memesan makanan untuk di kereta secara online. Makanan ini bisa lebih fresh meskipun makanan cepat saji, karena di ambil oleh pihak penyedia jasa sebelum Anda berangkat. Selain mudah, makanan juga akan langsung diantar ke kursi tempat Anda duduk.
Sebuah kabar gembira datang dari perkeretaapian Tanah Air. Setelah produsen kereta dalam negeri, PT INKA berhasil membuat perkeretaapian Bangladesh dan Filipina melirik dan meminang mahakaryanya beberapa waktu yang lalu, kini perusahaan yang berbasis di Madiun ini tengah menjajaki peluang dengan pihak asing lain yang juga tertarik dengan produksi BUMN ini.
Baca Juga: PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Chicago, Amerika Serikat, Rosmalawati Chalid mengatakan bahwa pihak Chicago Transit Authority (CTA) mengaku tertarik dengan kereta buatan PT INKA. Terdapat peluang bagi Indonesia untuk memasarkan kereta penumpang ke Chicago Transit Authority (CTA),” kata Rosmalawati, dikutip dari laman antaranews.com (7/3/2018).
Pernyataan tersebut dilontarkan Rosmalawati setelah dirinya melakukan pertemuan dengan sejumlah jajaran direksi dari CTA pada Senin (5/3/2018) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Rosmalawati mencatat beberapa poin penting yang diutarakan oleh pihak CTA, salah satunya adalah kebutuhan otoritas transportasi Chicago akan ratusan kereta penumpang baru dalam kurun waktu lima tahun kedepan.
Nantinya, armada baru tersebut akan mengular di beberapa jalur perluasan di wilayah utara dan selata Chicago, dimana daerah-daerah tersebut kini sudah berkembang menjadi sentral bisnis dan pemukiman baru. Selain itu, pihak CTA juga ingin melakukan peremajaan terhadap sejumlah kereta penumpang yang rata-rata sudah beroperasi selama lebih dari 30 tahun. Dengan pernyataan yang dilontarkan oleh pihak CTA tersebut, Rosmalawati berharap bahwa armada buatan PT INKA dapat merangsek masuk ke pasar Amerika.
“Saya harap gerbong buatan PT INKA dapat masuk pasar AS untuk memenuhi kebutuhan gerbong-gerbong baru dalam rangka modernisasi CTA,” tutur Rosmalawati. Ia pun optimis bahwa kereta buatan PT INKA dapat diterima di Amerika Serikat, mengingat track record menanjak PT INKA yang belakangan ini baru saja kebanjiran order dari Bangladesh dan Filipina. “Ratusan kereta penumpang buatan PT INKA baru saja diekspor ke Bangladesh,” imbuhnya.
Meski CTA sudah terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada PT INKA, bukan berarti Indonesia dapat langsung bisa mengirim kereta api. Proses penjajakan kerja sama di AS harus melewati sejumlah proses terlebih dahulu, salah satunya adalah bidding.
Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri
“Pemasaran kereta buatan Indonesia ke AS harus melalui proses bidding dan harus memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Kereta penumpang yang dioperasikan di berbagai negara bagian di AS tidak memiliki standardisasi yang sama. Kereta yang beroperasi di Washington, D.C., Boston dan Chicago masing-masing memiliki spesifikasi ukuran tersendiri,” terang Rosmalawati.
CTA sendiri merupakan perusahaan transportasi yang mengoperasikan sistem rapid transit yang dikenal sebagai the Chicago “L”. Sistem transportasi ini sendiri melayani kota Chicago dan sekitarnya.
Ada kabar baik yang diterima PT Angkasa Pura I, pasalnya tiga bandara yang dikelola BUMN ini telah meraih capaian prestisius tingkat dunia ASQ Awards 2017 yang diadakan oleh Airport Council International (ACI). Ketiga bandara tersebut adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Juanda Surabaya.
Baca juga: Dua Bandara Angkasa Pura I Raih Penghargaan Prestius Tingkat Internasional dari ACI
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berhasil meraih penghargaan pada tiga kategori yaitu:
1. “Best Airport by Size and Region: Asia Pacific, 15-25 million passenger per year”. Bandara terbaik di Asia Pasifik dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun.
2. “1st place tie Best Airport by Size: 15-25 million passenger per year” atau Bandara terbaik (Peringkat Pertama) pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun
3. “2nd place tie Best Airport in Asia-Pacific (over 2 million passengers per year)” atau Peringkat Kedua Bandara Terbaik di Asia Pasifik dengan jumlah penumpang di atas 2 juta orang per tahun.
Sedangkan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan meraih penghargaan “2nd place tie Best Airport by Size: 5-15 million passenger per year” (Peringkat Dua Bandara Terbaik pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 5-15 juta orang per tahun). Sementara itu Bandara Juanda Surabaya meraih penghargaan “3rd place tie Best Airport by Size: 15-25 million passenger per year” (Peringkat Ketiga Bandara Terbaik pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun).
Penilaian tersebut didasarkan hasil survei Airport Service Quality (ASQ) yang dirilis 6 Maret 2018 waktu Kanada. ASQ merupakan satu-satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara yang dilakukan oleh Airport Council International (ACI), sebuah organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia yang berbasis di Montreal, Kanada.
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengalami peningkatan raihan prestasi dibanding tahun sebelumnya di mana pada tahun ini berhasil menjadi Bandara Terbaik di Asia Pasifik pada kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta orang per tahun. Pada 2016 dan 2015 Bandara Bali meraih Peringkat Ketiga Bandara Terbaik Dunia 2016 dan 2015 pada kategori bandara dengan 15-25 juta penumpang per tahun. Sedangkan bagi Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara Juanda Surabaya, penghargaan ini diraih untuk pertama kalinya di mana tahun sebelumnya Bandara Juanda hanya menduduki peringkat sepuluh pada kategori bandara yang sama.
Sejak 2006, survei ASQ telah melakukan penilaian kepuasan penumpang terhadap layanan bandara-bandara dunia. 74 persen dari 100 bandara tersibuk dunia merupakan bagian dari jaringan ASQ. Setiap tahun, program ini mewawancarai 600 ribu pengguna jasa bandara dalam 42 bahasa di 84 negara di dunia. Pada 2017 lalu, program ini melakukan survei di 343 bandara dunia.
Program ini mengukur opini melalui 34 indikator kinerja, diantaranya akses bandara, check-in, security screening, fasilitas belanja dan restoran, serta toilet. Pertanyaan dan mekanisme survei dilakukan sama di semua bandara untuk menciptakan basis data industri yang memungkinkan setiap bandara membandingkan diri mereka dengan bandara lain di dunia.
Metodologi ilmiah, prosedur quality control yang ketat, serta komitmen untuk tidak berpihak dalam setiap penilaian survei ASQ ini menjadikannya sebagai standar global untuk mengukur kepuasan penumpang di bandara.
Survei membuktikan bahwa sebagian besar penumpang ingin langsung menuju ke dek atas saat menaiki bus tingkat. Hal tersebut wajar mengingat dek atas menawarkan sensasi visual dan pemandangan yang maksimal. Maka tak heran bila city tour bus selalu menjadikan kursi-kursi di dek atas sebagai sajian favorit bagi pelancong.
Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London
Karena menjadi tujuan utama para penumpang bus, tak heran jika kursi-kursi di dek atas cepat dipenuhi penumpang. Tentu tak enak rasanya bila Anda sudah bersusah payah menapai tangga putar yang sempit untuk naik ke dek atas, tapi ternyata seluruh kursi sudah terisi. Hal ini yang rupanya menjadi perhatian pada layanan bus tingkat di London, Inggris, atau yang disebut Double Decker.
KabarPenumpang.com melansir dari laman wired.com, dimana saat ini sebuah teknologi baru telah hadir untuk memudahkan penumpang bus tingkat di London agar tidak perlu harus naik keatas untuk melihat ada kursi kosong yang bisa di duduki atau tidak.
Indikator kursi Double Decker di Inggris (www.wired.com)
Transport of London (TfL) yang merupakan organisasi transportasi massal di kota London ini telah menambahkan perangkat lunak atau software pada CCTV yang sebelumnya sudah terpasang. Perangkat lunak ini digunakan untuk memantau jumlah penumpang di lantai atas.
Perangkat lunak ini sendiri akan disambungkan ke layar monitor yang ada di lantai dasar bus. Sehingga penumpang yang masuk ke dalam bus tidak lagi perlu naik ke atas untuk mengecek kursi kosong, karena bantuan teknologi baru ini.
Sebenarnya, yang dibutuhkan dalam melengkapi perangkat lunak ini adalah gambar dengan resolusi tinggi dan bisa memindai untuk menentukan jumlah penumpang yang menempati tempat duduk. Layanan baru tersebut merupakan bagian dari upaya TfL yang lebih besar untuk bergerak ke London lebih efisien.
Seiring dengan monitor kursi dan pelacak pejalan kaki bus bertingkat sekarang dilengkapi dengan monitor yang melacak jalur bus dan menunjukkan bus yang terdekat secara langsung untuk memudahkan penumpang. Idenya adalah untuk memudahkan penumpang mendapat informasi tentang tata letak kota yang kompleks.
Baca juga: Dari London, Telah Meluncur Bus Tingkat Bertenaga Listrik Pertama di Dunia
Paling tidak, kedengarannya sangat membantu bagi pelancong yang bergantung pada Google Maps dan tidak ingin membayar roaming data. Peta langsung sudah aktif di beberapa bus London, dan penghitung kursi pertama akan muncul di nomor 12 rute bus dalam beberapa minggu ke depan. Mereka mungkin tidak mencari tempat duduk di bus mungkin tidak akan lebih mudah, tapi setidaknya tidak membuat penumpang berharap.
Namanya sangat mahsyur dikalangan para pecinta otomotif, tapi percayalah, Volkswagen atau yang akrab disebut VW ini baru saja meluncurkan sebuah produk yang mampu mengikuti tingginya permintaan pasar akan moda nirawak. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa moda nirawak kini pamornya tengah melejit, dan tidak heran jika banyak manufaktur otomotif yang tengah mengembangkan kendaraan futuristik berbasis sensor tersebut.
Baca Juga: Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman carscoops.com (5/3/2018), tahun lalu Volkswagen sukses meluncurkan kendaraan otonom pertamanya, SEDRIC. Peluncuran moda otonom ini ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar yang tengah ramai diperbincangkan kala itu. Kali ini, manufaktur yang terkenal dengan VW Kodok dan Kombi-nya tersebut merilis moda otonom berbalut bus sekolah.
SEDRIC School Bus ini merupakan moda otonom sepenuhnya yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak utama yang ditujukan untuk mengangkut anak-anak sekolah tanpa pengemudi. Moda ini sendiri memiliki warna dasar kuning pada bagian bodinya, yang dilengkapi dengan striping hitam persis di bagian luar penempatan roda. Di bagian depan, terdapat sebuah gravity yang menarik perhatian para penggunanya.
Sumber: carscoops.com
Semangat anak-anak muda yang menjadi target pasar dari SEDRIC School Bus ini tertuangkan sepenuhnya pada eksterior moda yang bentuknya menyerupai kapsul berjalan ini. Penggunaan konsep low deck pada SEDRIC School Bus ini pun diyakini akan memudahkan anak-anak untuk masuk. Guna menyetarakan diri dengan kemajuan jaman, VW pun menerapkan pintu otomatis pada moda unik ini.
Untuk desain interior, SEDRIC School Bus memiliki empat buah bangku yang ditempatkan saling berhadapan satu sama lain. Walaupun ruang di dalam bus ini masih cukup untuk menampung penumpang yang berdiri, namun demi alasan keselamatan, pihak VW tidak menganjurkan moda ini untuk menampung penumpang lebih dari empat orang.
Para penumpang dari armada yang diresmikan pada perhelatan Volkswagen Group Night di Geneva Motor Show ini pun dapat menikmati tayangan televisi dari layar hiburan OLED dan menyimpang tas bawaan mereka di ruang khusus yang sudah disiapkan oleh VW. Hadirnya moda seperti ini tentu akan memberikan pengalaman tersendiri kepada murid-murid yang hendak berangkat dan pulang dari sekolah.
Karena konsep otonom yang sepenuhnya dipergunakan oleh moda ini, maka Volkswagen memberikan kemudahan kepada setiap orang tua yang hendak menggunakan jasa ini. Mereka cukup menelepon bus ini manakala anaknya sudah siap untuk berangkat, maka bus inovatif ini akan datang menjemput sesuai dengan koordinat yang diberikan dan mengantarkannya ke sekolah yang dituju.
Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, Ericsson Gandeng Perusahaan Lokal Swedia
Walaupun kendaraan ini tidak didesain untuk mengangkut puluhan hingga ratusan murid sekaligus, namun tujuan utama dari VW dalam menghadirkan moda ini adalah untuk memberikan mobilitas kepada mereka yang belum memiliki Surat Ijin Mengemudi. Diharapkan, munculnya SEDRIC School Bus ini akan membantu VW untuk mengatasi masalah seperti kemacetan, kualitas udara dan keselamatan lalu lintas di kota-kota.
“Sebagai bagian dari aturan keselamatan internasional, penumpang dipersilakan untuk memperhatikan awak kabin yang akan memperagakan instruksi keselamatan,” Kurang lebih rangkaian kalimat itulah yang selalu kita dengar di kebanyakan maskapai ketika pesawat tengah taxi menuju landas pacu. Dalam peragaan tersebut, tidak lupa awak kabin menunjukkan letak dari pintu darurat yang akan sangat berguna dalam kondisi genting.
Baca Juga: Bosan Menunggu, Pria Ini Buka Pintu Darurat dan Niat Lompat dari Sayap Pesawat
Tidak semua namun tidak sedikit pesawat yang melengkapi pintu daruratnya dengan penanda bertuliskan “EXIT” dengan warna dasar merah yang menyala. Nah, pernahkah terlintas di benak Anda, apa tujuan dari pemasangan penanda tersebut? Akankah orang-orang dalam kondisi darurat sempat untuk memperhatikan sekeliling dan menemukan lokasi dari pintu darurat tersebut?
Sebelum melangkah lebih jauh untuk mengetahui fungsi dari penanda ini, masih ada saja penumpang yang menyalahgunakan salah satu perangkat keselamatan dalam penerbangan ini. Seperti halnya yang terjadi di Flag Carrier Negeri Paman Sam, United Airlines dengan nomor penerbangan 1640.
Maskapai yang dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Newark Liberty pada Minggu (25/2/2018) malam ini terpaksa tertunda keberangkatannya karena salah satu penumpang membuka pintu darurat dan keluar dari situ. Ketika diinterogasi petugas keamanan, pria yang identitasnya disembunyikan ini mengaku panik karena salah naik pesawat.
Nah, kembali ke permasalahan awal, kali ini kami akan membahas tentang fungsi dari penanda pintu darurat tersebut. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah sumber, sederhananya, pemasangan penanda ini bertujuan untuk lebih memudahkan penumpang yang terperangkap dalam kabin ketika kondisi darurat. Sementara itu, penumpang dikhawatirkan akan kebingungan untuk mencari posisi pintu darurat jika tidak ada penanda tersebut.
Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara
Dewasa ini, jika pintu darurat di buka, maka sebuah perosotan balon akan mengembang sekitar enam detik setelah pintu tersebut terbuka. Namun patut digarisbawahi, hadirnya pintu darurat di pesawat, baik yang memiliki penanda atau tidak, pergunakanlah perangkat keselamatan tersebut sebijaksana mungkin, sama halnya dengan palu darurat yang biasa tersematkan di kaca-kaca moda transportasi umum berbasis massal.
Pasalnya, jika Anda semena-mena menggunakan pintu tersebut, maka aka nada ganjarannya tersendiri yang siap menyeret Anda melalui proses hukum.
Seperti halnya di terminal, apa yang dikhawatirkan saat berada di stasiun adalah risiko dicopet. Petugas Keamanan Dalam (PKD) memang sudah lumayan mencukupi, pun dengan era e-ticketing, peron kini telah berstatus sebagai zona steril khusus untuk penumpang naik dan turun. Tapi toh tetap saja ada risiko terkena tindakan kriminal selalu ada, terkhusus di stasiun-stasiun yang melayani jalur komuter yang sibuk dan padat.
Baca juga: Hindari Berebut Masuk KRL, PT KCJ Buat Garis Batas Antrean di Stasiun
Stasiun tempat Anda menunggu kereta tujuan bisa menjadi tempat yang aman dan nyaman. Bahkan bisa juga menjadi tempat yang tidak nyaman seperti hadirnya pencopet yang bisa menggasak uang Anda baik di dalam tas maupun di kantong celana.
Hal ini membuat KabarPenumpang.com mencoba menelusuri dari beberapa pengguna kereta dimana saja stasiun yang cukup aman dan rawan. Dari pengamatan sebenarnya lebih banyak copet di dalam kereta, tetapi para pencopet ini biasanya naik dari stasiun-stasiun tertentu dan padat pada jam-jam sibuk.
Stasiun Manggarai yang dikenal sebagai stasiun tersibuk di Jakarta, adalah salah satu poin yang bisa dikatakan tidak terlalu nyaman. Meski merupakan stasiun besar, di stasiun Manggarai sering di tangkap pencopet yang kedapatan melakukan aksinya. Bukan hanya itu saja, di stasiun ini, muka-muka pencopet terpampang di papan pengumuman stasiun.
Tak hanya itu, stasiun besar lainnya seperti Tanah Abang, Jatinegara, Senen, Bekasi bahkan Bogor juga bisa dikatakan kurang aman, lantaran banyak pencopet yang naik dari stasiun besar tersebut karena banyak massa atau penumpang yang berdesakan dan terkadang lupa memperhatikan barang bawaan mereka. Salah satu narasumber, sebut saja Dedi Mulyadi, seorang IT developer yang bekerja di bilangan Gondangdia mengaku pernah tersadar kehilangan ponselnya saat turun dari kereta di stasiun Klender.
“Waktu sadar pas udah di stasiun Klender. Saya cari sampai stasiun Bekasi gak ketemu juga,” ujar Dedi yang ditemui KabarPenumpang.com (6/3/2018).
Selain itu Dimas Prasetyo yang juga seorang IT programmer salah satu perusahaan di Menteng mengatakan, stasiun ke arah Bekasi dari Cakung terbilang tidak aman dikarenakan banyak copet berkeliaran. Sorang penumpang lain mengaku, jika di Tanah Abang tidaklah pas meski stasiun besar.
Sebab peron tempat penumpang menunggu tidak sebanding dengan penumpang yang menunggu kereta sehingga memudahkan copet berkeliaran. Lain halnya dengan Wita seorang sekretaris yang mengatakan, stasiun Gondangdia terbilang aman dan stasiun Kemayoran cukup aman. “Kalau di stasiun Gondangdia itu banyak PKD yang jaga. Jadi aman nggak mungkin ada copet,” kata dia.
Baca juga: Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!
Bisa dikatakan dari penelusuran yang dilakukan, stasiun yang aman adalah stasiun kecil dan berada di antara stasiun-stasiun besar tidak aman tersebut. Hal ini bisa terlihat, jarang ditemukan atau tertangkapnya pencopet di stasiun-stasiun kecil.
Baiknya, bagi para penumpang lama ataupun pengguna baru KRL perhatikan barang bawaan dan jangan pernah menyimpan dompet di saku belakang. Selain menghindari pencopet juga menjauhkan orang-orang yang tadinya tidak berniat berbuat jahat menjadi punya niat.