Jalur Kereta di Sulawesi, Nyaris Tak Terdengar Tapi Ada Bukti Jejak Sejarahnya

Selain di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, jejak jalur kereta api peninggalan masa kolonial juga terdapat di Pulau Madura. Tak seperti di Jawa dan Sumatera, yang disebut terakhir nyaris terlupakan, karena tak lagi dioperasikan sejak lama. Namun, apakah Belanda hanya meninggalkan jejak jalur kereta di Jawa, Sumatera dan Madura? Baca juga: Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali Ternyata tidak, walau hanya terbentang puluhan kilometer, fakta sejarah menyebut bahwa di Pulau Sulawesi juga ada jalur rel kereta. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber jalur kereta ini terbentang dari Makassar menuju Takalar. Panjang jalurnya adalah 47 km dan menjadi satu-satunya jalur kereta api buatan Belanda yang ada di Pulau Sulawesi dan pernah dilewati Takalar Express. Dibangun tahun 1922, proyek pengerjaan jalur kereta ini sempat berhenti karena Perang Dunia I dan akhirnya diremsikan pada 1 Juli 1923. Jalur kereta api ini menghubungkan Passer Boetoeng, Sungguminasa hingga Takalar. Sayangnya jalur kereta ini tidaklah beroperasi dalam waktu lama. Sebab moda transportasi lainnya seperti mobil dan truk masih lebih efektif dibandingkan kereta api.
Bangunan stasiun Takalar yang menjadi rumah (Kompas)
Hal ini juga dikarenakan jalur kereta api yang terbatas dan tidak menjangkau semua daerah. Pada 1827, banyak kritik yang disampaikan kepada Staatsspoorwegen (SS) sebagai pihak pengelola. Sehingga masyarakat Celebes (Sulawesi) kehilangan daya tarik untuk menggunakan kereta api. Meski tak lagi beroperasi, salah satu stasiunnya hingga kini masih berdiri kokoh, bahkan dijadikan rumah tinggal. Stasiun Takalar yang berada di pesisir Cilalang desa Takalar masih berdiri dan menjadi saksi sejarah adanya jalur kereta di Sulawesi. Dulunya di stasiun ini ada meja putar lokomotif dan sarana lainnya seperti dipo dan bak penampungan air untuk lokomotif uap. Stasiun Takalar sendiri kini sudah menjadi benda cagar budaya. Tak hanya stasiun Takalar, tetapi ada juga jejak jalur kereta ini yang masih bisa ditelusuri dan sebagian lainnya sudah dijadikan saluran irigasi. Jalur kereta yang berubah menjadi saluran irigasi dimulai setelah stasiun Kalukuang. Baca juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi Bekas jembatan kereta api di Rappokaleleng juga masih terlihat dan jembatan kereta di atas sungai Palekkok kini digunakan untuk saluran irigasi. Untuuk menemukan jalur kereta yang tersisa ini cukup sulit sebab tidak diberi penanda yang memadai. Sebenarnya, jika dihidupkan kembali, jalur ini sangat menarik dan bisa meningkatkan potensi wisata sejarah Makassar. Selain itu juga bisa mengeksplorasi desa Takalar sendiri.

Percayakan Produk Eropa Ketiga Kalinya, TransJakarta Resmi Gunakan Sasis Volvo

1001 cara telah ditempuh oleh pemerintah dan jajarannya untuk bisa menghasut masyarakat untuk mulai meninggalkan kendaraan pribadi dan mulai untuk beralih menggunakan sarana transportasi umum. Mulai dari penambahan rute, perbaikan jalur, hingga penambahan armada baru merupakan sebagian kecil dari usaha pemerintah dalam mensukseskan program pengurangan kendaraan pribadi tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, tujuan utama dari program ini adalah untuk  mengentaskan masalah kemacetan yang kian hari kian meradang. Baca Juga: TransJakarta Explorer, Gratis Untuk Penumpang Stasiun Tanah Abang Seperti yang baru-baru ini marak diberitakan adalah, TransJakarta sebagai penyedia jasa layanan Bus Rapid Trasit (BRT) di Ibukota baru saja merilis salah satu armada terbarunya yang nantinya akan bersanding dengan armada dari Scania dan Mercedez-Benz. Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kali ini PT Transportasi Jakarta mempercayakan produk dari satu perusahaan multi-nasional terkemuka asal Swedia, Volvo. Dalam mendatangkan dan mengoperasikan Volvo Bus B11R-370 6×2, PT Transportasi Jakarta tidak berjalan sendiri, mereka bekerja sama dengan PT Steady Safe Tbk. Total, ada 128 unit Maxi bus yang akan bergabung dengan armada TransJakarta lainnya. Patut diketahui, sasis Volvo Bus B11R-370 6×2 merupakan salah satu sasis premium yang dimiliki oleh PT Transportasi Jakarta. Bus Volvo rakitan Laksana ini menggunakan mesin diesel tipe D11A berkapasitas 10,8 liter 6 silinder turbo charger dan aftercooler. Adapun tenaga maksimum yang dihasilkan oleh bus anyar ini mencapai 370 Horse Power (HP) dengan torsi 1.770 Nm. Keunggulan lain dari bus ini antara lain transmisi yang sudah otomatis dan pembatas kecepatan bus. Layaknya bus-bus lain di TransJakarta, Volvo Bus B11R-370 6×2 pun memiliki sekat antara kabin penumpang dan ruang kemudi. Adapun bus  ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC), 1 hingga 4 Maret 2018 di Jakarta. Rencananya ke-128 unit bus Volvo ini akan disuplai secara bertahap oleh PT Indotruck Utama, yang memegang keagenan untuk Volvo Bus di Indonesia. Tidak hanya itu, PT Indotruck Utama juga bertugas melakukan maintenance bagi bus-bus Volvo ini selama berlangsungnya kemitraan antara PT Trans Jakarta dengan PT Steady Safe, Tbk, selama 10 tahun. Baca Juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita Jika ditelaah lebih jauh, armada Volvo terbaru di tubuh TransJakarta merupakan ‘barang Eropa’ ketiga setelah Mercedez dan Scania. Secara keseluruhan, Volvo merupakan merek bus kedelapan yang tergabung di TransJakarta setelah ZhongTong, Daewoo, Hyundai, Hino, Ankai, Mercedes-Benz dan Scania. “TransJakarta berkomitmen untuk selalu menggunakan armada pilihan demi memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan Transjakarta,” ungkap Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Budi Kaliwono, dikutip dari  laman republika.co.id.

Tempatkan Tenaga Ahli di Kereta Nirawak, MRT Singapura Mampu Saingi Kinerja Sistem Metro Taipei

Ketika Ibu Kota tengah disibukkan dengan rencana pengadaan sistem metro pertamanya, yaitu MRT Jakarta, lain halnya dengan negara tetangga, Singapura yang sudah melangkah sangat jauh di sistem transportasi berbasis massalnya. Baru-baru ini, diketahui SMRT tengah mempersiapkan sejumlah tenaga kerja untuk ditempatkan di seluruh armada nirawaknya. Baca Juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman singaporego.com (5/3/2018), rencana penempatan sejumlah tenaga kerja ini akan direalisasikan di keseluruhan kereta nirawak di Circle Line dalam waktu dekat ini. Diketahui, penempatan masinis di armada yang beroperasi di Circle Line ini sudah bergulir sejak semester kedua tahun lalu. Tidak hanya Circle Line saja yang memiliki jalur kereta nirawak, North East Line (NEL) yang dikelola oleh SBS Transit pun telah mengambil langkah yang sama beberapa waktu yang lalu. Tidak bisa dipungkiri, NEL yang dibuka pertama kali pada tahun 2003 silam menarik perhatian publik dunia karena telah mendeklarasikan dirinya sebagai sistem perkeretaapian nirawak pertama di dunia. Secara otomatis, NEL pun sukses mencatatkan dirinya dalam buku sejarah perkeretaapian dunia. Pada awalnya, kereta yang beroperasi di NEL didampingi oleh seorang masinis di kala jam-jam sibuk guna meningkatkan keandalannya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Juru Bicara SBS Transit, Tammy Tan mengatkan bahwa telah merubah hal tersebut. “Sekarang, kami telah meninjau pengaturannya dan memutuskan untuk menaruh seorang tenaga ahli di dalam kereta sepanjang jam operasional,” tuturnya. Tidak bisa dipungkiri, North East Line merupakan salah satu jalur yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Singapura. Selain itu, North East Line juga memiliki prestasi yang cukup membanggakan pada tahun lalu, yaitu mampu menempuh jarak hingga hampir mencapai angka satu juta kilometer hingga mereka menemukan kesalahan teknis dalam pengoperasiannya. Dengan angka tersebut, menandakan bahwa capaian yang berhasil diraih North East Line ini setara dengan dua kali capaian dari Circle Line yang hanya mampu mengular sekitar 400.000 kilometer hingga kereta tersebut menemui kendala teknis di tahun yang sama. Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan mengatakan bahwa dirinya menargetkan untuk semua jaringan mampu menempuh jarak hingga satu juta kilometer hingga armada terkait menemui kendala teknis pada tahun 2020 mendatang. Angka tersebut merupakan kelipatan dari standar Kementerian Transportasi Singapura. Baca Juga: Versi Terbaru SMRConnect, Mampu Informasikan Kepadatan Penumpang di Jalur MRT Singapura Sebagai perbandingan, sistem MRT yang ada di Hong Kong hanya mampu menempuh jarak sekitar 600.000 kilometer hingga armada mereka menemukan masalah teknis, dan Taiwan’s Taipei Metro berhasil mengungguli 200.000 kilometer lebih jauh ketimbang MRT Hong Kong.

Kampanyekan Bahaya Kanker, Stasiun Plymounth Pampang Foto Perawat dari Marie Curie

Stasiun kereta api Plymouth di Devon, Inggris akan memajang foto para perawat dalam sebuah poster yang tergabung dalam Marie Curie selama delapan minggu kedepan. Marie Curie merupakan persatuan perawat kanker yang melihat pentingnya peran mereka untuk membantu para penderita kanker. Baca juga: Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara Adanya poster ini sebenarnya memiliki harapan untuk meningkatkan kesadaran akan kanker dan membantu mendanai para perawat Marie Curie di kota Devon. KabarPenumpang.com melansir dari laman plymouthherald.co.uk (5/3/2018), salah satu perawat yang foto terpajang adalah Rob Davidson yang berharap kampanye ini bisa memberikan pengalaman menarik bagi penumpang yang menggunakan kereta dari dan ke stasiun Plymouth. “Saya harus mengakui pada awalnya saya agak sedikit malu saat melihat wajah saya terpampang dimana-mana, tapi perasaan yang pertama saya rasakan adalah bangga bisa mewakili Marie Curie di kota saya. Ini bisa meingkatkan kesadaran akan karya yang menakjubkan yang kami lakukan,” ujar Rob.
Rob (www.plymouthherald.co.uk)
Dia menambahkan, awalnya tidak benar-benar memikirkan penyakit parah seperti kanker sebelum menjadi perawat di Marie Curie. Tetapi semuanya berubah saat ayah Rob menderita penyakit parah dan akhirnya meninggal. “Penyakitnya mengerikan tapi bagian yang sekarat, tidak begitu, dan itu berkat perawatan dan dukungan yang kami terima dari Marie Curie. Setelah itu saya memutuskan bahwa saya ingin membuat perbedaan dan membantu orang lain dalam posisi yang sama. Saya pikir ada yang namanya kematian. Tentu saja, itu selalu patah hati tapi bisa bermartabat. Bagi sebagian besar orang, keinginan mereka adalah berada di rumah pada minggu-minggu atau hari-hari terakhir, bebas dari rasa sakit dan dengan orang yang mereka cintai,” ujar Rob. Namun Rob mengatakan, dirinya tak selalu bisa membuat keluarga penderita untuk nyaman dan selalu memberikan dukungannya. Apalagi menurut Rob, keluarga yang menjaga juga membutuhkan istirahat. “Perawat Marie Curie membuat hal itu mungkin bagi ayah dan keluarga saya, sekarang saya mengikuti jejak mereka, membantu orang lain. Kampanye ini membutuhkan dukungan masyarakat sehingga kita dapat memiliki dana untuk memberikan perawatan kepada keluarga di Plymouth dan sekitarnya. Tidak ada yang sendirian saat gelap, jadi saya berharap banyak orang membantu kita membawa sedikit cahaya ke lebih banyak keluarga,” ujar Rob. Baca juga: Bantu Penderita Kanker, AirAsia Jual T-Shirt Bergambar Awak Kabin dan Pilot Marie Curie akan berada di stasiun tersebut selama delapan minggu ke depan, memberi informasi kepada para penumpang tentang layanan amal tersebut, mendorong mereka untuk memberikan donasi dan mengenakan pin daffodil ikonik tersebut. Pengambilalihan tersebut bertepatan dengan peluncuran kampanye penggalangan dana tahunan Marie Curie, the Great Daffodil Appeal yang berlangsung sepanjang bulan Maret. Marie Curie ingin merekrut 600 pendukungnya untuk mendanai perawat seperti Rob hingga dua tahun.

Delapan Jam Terjebak Salju, Penumpang Kereta di Kanada Kedinginanan dan Kekurangan Air!

Mungkin sebagian dari Anda pernah terjebak kedinginan di dalam gerbong kereta malam, meski lumayan membuat derita, tapi toh penumpang masih bisa ‘menghangatkan’ diri di bordes. Tapi lain halnya dengan penumpang kereta di Kanada yang sedang berada di musim dingin. Terjebak di dalam kereta dengan keadaan salju dan tanpa penghangat bukanlah hal yang menyenangkan. Hal ini baru saja dirasakan oleh 100 orang penumpang yang berangkat dari Waterloo pukul 17.35 dengan tujuan ke Bournemouth. Baca juga: Kereta Terperangkap Salju, 400 Penumpang JR East Terdampar dalam Suhu Estrem Namun, sayangnya para penumpang tersebut tidaklah sampai ke tujuan, melainkan harus bermalam di dalam kereta. KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (2/3/2018), para penumpang yang terlantar tersebut kemudian melemparkan curhatannya ke akun Twitter mereka. Diketahui, bermalamnya para penumpang di dalam kereta dengan kondisi terjebak ini dikarenakan jalur terblokir dan tak bisa dilaui antara Weymouth dan Southampton Central. Hal ini dikarenakan adanya kereta yang rusak dan menghambat perjalanan di jalur yang juga dipenuhi salju tersebut. Seorang penumpang bernama Nigel Thomas men-tweet dan mengatakan seratus penumpang terjebak di kereta api Southwestern Railways sepanjang malam. Dalam keadaan terjebak tersebut tidak ada pemanas, air dan penumpang kedinginan. “Memang ada beberapa selimut foil, tapi delapan jam di kereta dari Waterloo ke Bournmouth. Kita seperti berada dalam situasi komedi yang menyedihkan,” ujar Liv Thurlow melalui akun Twitternya. Beberapa lainnya memposting foto di Twitter dan terlihat ada yang menutupi dirinya dengan kain dan duduk bersama dalam kelompok kecil. Menggunakan selimut dari foil untuk tidur dan menghangatkan tubuh. Ada pula penumpang yang tidur di kompartemen atas tempat barang untuk meluruskan badannya. Penumpang kereta lainnya yang berangkat dari Cardiff ke Bournemouth mengatakan, ada satu kereta api dekat Christchurch yang berhenti dan tak bisa melakukan perjalanan. Ini yang membuat banyak penumpang harus bermalam di kereta. Selain itu juga tak ada angkutan umum lainnya yang bisa digunakan karena hujan salju menutupi jalur. Southwestern Railway opeator kereta tersebut mengatakan, dengan kondisi cuaca yang buruk ini mengakibatkan beberapa kereta rusak dan berhenti di antara Weymouth dan Bournemouth. Ini meyebabkan semua jalur ke stasiun terblokir. “Kereta terjebak dalam antrian di belakang kereta yang rusak dan tidak dapat bergerak. Kami sedang dalam proses mencoba memindahkan kereta yang rusak dan akan memperbarui Anda saat kami memiliki informasi lebih lanjut. Penggantian Kereta Darurat sangat terbatas di wilayah ini karena cuaca buruk, tapi kami melakukan yang terbaik untuk membantu menyelesaikan perjalanan Anda. Untuk bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di Help Point atau hubungi anggota staf di sebuah stasiun,” ujar Sothwestern Railway. Para penumpang menghadapi gangguan lain karena cuaca terus melumpuhkan jaringan perjalanan Inggris dan Irlandia. Beberapa jalan tetap tidak dapat dilalui dan telah ditutup. Selain itu pengemudi telah diberi peringatan untuk tidak bepergian kecuali jika benar-benar penting. “Penumpang akan dibawa ke stasiun Bournemouth dimana kita memiliki staf yang menunggu untuk memberi mereka makanan dan minuman panas,” ujar pernyataan dari Southwester Railway. Baca juga: Alami Masalah Kelistrikan, Kereta Cepat di Cina Terbakar Hebat! Perusahaan tersebut mengatakan dengan tulus meminta maaf kepada penumpang yang terdampar dan mengorganisir sebuah kereta api untuk menyelamatkan mereka. Pihak Southwester Railway juga akan menutup layanannya pada pukul 20.00 waktu setempat pada hari Jumat dan mendesak orang-orang untuk tidak melakukan perjalanan. Southwestern akan terus menjalankan jadwal yang dimodifikasi pada hari Jumat karena hujan salju lebat diperkirakan terjadi di Timur Selatan pada siang hari dan semalam sampai hari Sabtu.

Terobsesi Tayangan Video Porno, Penumpang Ini Bugil dan Lecehkan Pramugari di Kabin

Semakin hari penumpang pesawat semakin menggila dan berperilaku aneh di dalam kabin. Entah apa yang terjadi, tetapi beberapa bulan belakangan ini terlihat banyak sekali kejadian yang tidak menyenangkan dalam kabin pesawat dan itu disebabkan oleh penumpang. Baca juga: Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas Pada 3 Maret 2018 kemarin, seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Dhaka, Bangladesh telanjang dan menonton video porno di kabin pesawat. KabarPenumpang.com melansir dari laman foxnews.com (6/3/2018), mendapatkan bahwa pemuda tersebut yang merupakan mahasiswa salah satu universitas di Malaysia itu sebenarnya akan terbang kembali ke Dhaka negara asalnya. Dia menggunakan pesawat dari maskapai Malindo Air pada Sabtu malam itu. Awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan saat pemuda tersebut melalui pemeriksaan di bandara hingga masuk ke dalam kabin pesawat.
Saat diamankan setelah melecehkan pramugari (foxnews.com)
Namun, tak lama lepas landas dan pesawat berada di ketinggian 10 ribu kaki, pemuda itu tiba-tiba melepaskan semua pakaiannya dan memulai nonton video porno di laptopnya. Kemudian, seorang awak kabin menghampiri mahasiswa tersebut dan meminta agar menggenakan kembali pakaiannya. “Awak kabin mendekatinya dan dengan sopan meminta pria itu mengenakan kembali pakaiannya,” ujar salah seorang penumpang. Kemudian setelah menggunakan pakaiannya, pemuda itu pergi ke toilet dan mencoba memeluk seorang pramugari. Perlakuan pemuda tersebut yang tidak senonoh itu membuat keributan di area toilet dan dapur kabin. “Dia memenuhi permintaan awak kabin mengenakan pakaian, tak lama ada keributan dari arah toilet dan pria itu melecehkan pramugari,” ujar seorang penumpang. Tak hanya satu orang, pemuda tersebut mencoba untuk memeluk pramugari lainnya. Dia menjadi agresif dan kemudian menyerang awak kabin kepala saat akan membantu menenangkannya. Untungnya, penumpang lain yang melihat kejadian itu membantu awak kabin dan bisa mengamankan pemuda tersebut serta mengikat tangannya dengan kain. Baca juga: Nekad Merokok di Kabin Sebelum Mengudara, Ini Tanggapan Pihak Citilink Indonesia “Awak kabin sudah mengikuti prosedur operasional standar dalam menahan penumpang yang mengganggu dalam pesawat tesebut. Meski ada kejadian ini, maskapai tetap membuat penumpang lainnya menikmati perjalanan dengan nyaman,” ujar penumpang yang duduk di belakang pemuda itu. Setibanya pesawat di Bandara Internasional Shahjalal di Dhaka, pria tersebut kemudian diamankan pihak kepolisian bandara Dhaka dan mengawalnya untuk dilakukan penahanan.

Baru Pertama ke Tokyo? Jangan Bingung, Ikuti Tips Ini Agar Tidak Keder!

Meski jarak antara Jepang dan Indonesia tak bisa dibilang dekat, namun beragam maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Negeri Sakura membuat minat wisatawan Indonesia cukup besar untuk bertandang ke berbagai destinasi di Jepang. Terlebih biaya pengurusan visa ke Jepang juga tak mahal, jauh lebih murah ketimbang ongkos visa ke Australia. Baca juga: Bertahan di Padatnya Gerbong Komuter Memang Tak Mudah, Tips dari Tokyo Ini Bisa Jadi Rujukan Bagi pelancong yang ingin liburan dengan penerbangan murah dan cepat, mulai 1 Mei 2018 maskapai AirAsia X bahkan membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Tokyo. Artinya tak perlu transit lagi di Kuala Lumpur dan bisa menikmati penerbangan langsung dengan durasi 7 jam. Nah, bicara tentang destinasi wisata, Tokyo adalah magnet tersendiri, bahkan ada yang menyebut belum sah ke Jepang bila belum menginjakan kaki di Tokyo. Nah, bagi Anda yang baru pertama kali bertandang ke Tokyo, KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk membuat perjalanan lebih menyenangkan. Bahkan Anda bisa terbebas dari stres karena kepadatan dan kesibukan di Tokyo. 1. Beli kartu Pasmo Kartu ini bisa digunakan untuk perjalanan Anda selama di Tokyo. Kartu Pasmo sendiri bisa digunakan untuk kereta bawah tanah maupun moda transportasi umum lainnya seperti kereta, bus dan taksi. Untuk mendapatkan kartu ini ada di pusat informasi bandara dengan harga kartunya tiga ribu yen dan Anda akan mendapat saldo 2500 yen. Ternyata, Pasmo tak hanya digunakan untuk transportasi. Anda juga bisa menggunakannya di vending machine untuk membeli minuman baik air mineral, kopi, bir maupun sake. Caranya juga mudah sama seperti menggunakan transportasi umum dengan men-tapnya saja pada mesin penjual otomatis. 2. Gunakan sepatu kets Jangan pernah berpikir untuk menggunakan hak tinggi saat berjalan di jalanan Tokyo apalagi saat menggunakan kereta untuk berkeliling. Sebab sepatu tinggi bukanlah alas kaki yang nyaman. Jadi sebaiknya Anda gunakan sepatu kets. Sebagai kota yang memiliki gaya fashion tinggi, Anda akan sering melihat orang-orang menggunakan paakaian mewah dengan alas kaki sepatu kets. 3. Punya internet dan menjadi peta untuk diri sendiri Internet gratis di Jepang baik itu di hotel maupun kafe tidak akan Anda temukan. Tetapi jika ingin menggunakan internet, bisa menyewa WiFi portabel seukuran ponsel untuk dibawa kemanapun Anda pergi. Jasa sewanya sekitar US$10 per hari atau Rp137 ribu. Selain itu, dengan portabel WiFi ini, Anda juga tidak perlu takut kehilangan sinyal GPS. Sehingga Anda bisa menjadi peta untuk diri sendiri saat berkeliling Tokyo. Karena Google Maps akan membantu Anda berkeliling ke tempat yang diinginkan. 4. Gunakan eskalator dengan benar Di Jepagn ada aturan, dimana setiap pengguna eskalator yang tidak bergerak harus berada di sisi kiri. Karena sisi kanan untuk penumpang yang ingin melewati pengguna lainnya jika terburu-buru. Mengikuti aturan lalu lintas di Tokyo sangat diperlukan karena padatnya dan banyak aturan yang tak tertulis. Bila masih bingung, Anda bisa mengikuti apa yang orang-orang Tokyo lakukan. Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang 5. Hindari jam sibuk dan pulang malam Baiknya saat berada di Tokyo dan akan menggunakan kereta, hindari pukul 08.00-09.00. Ini karena kereta begitu padat dengan para pekerja. Bahkan, petugas stasiun harus mendorong orang kedalam agar pintu kereta bisa tertutup dengan sempurna. Sebaliknya pun begitu pukul 17.00-18.00 baiknya dihindari karena jam pulang kerja tetapi tidak sepadat pagi hari. Sehingga bagi Anda baiknya gunakan kereta pada jam setelahnya atau sebelumnya untuk menikmati kereta yang nyaman. Jika Anda hingga larut malam, Tokyo adalah kota yang sangat hidup terlihat papan-papan toko dan banner menyala menghiasi malam kota ini. Karena itu, pada malam hari Tokyo bisa menjadi kota yang cukup ekstrim dan sebagai pelancong pemula, harus berjaga diri serta perbanyak minum air.

Berusaha Tetap di Arus Persaingan, Porsche pun Turut Luncurkan Taksi Udara Otonom!

Berkembangnya isu kemacetan yang semakin meradang dan polusi udara yang semakin tidak bisa ditolerir belakangan ini membuat sejumlah perusahaan otomotif memutar otak untuk mengembangkan teknologi terbarunya. Tidak melulu sekedar mengembangkan teknologi hijau yang ramah lingkungan, bahkan beberapa dari perusahaan ini rela banting stir untuk meramaikan pasar taksi udara, moda futuristik yang dinilai mampu mengentaskan masalah kemacetan dan polusi sekaligus. Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman thedrive.com (4/3/2018), salah satu manufaktur otomotif yang menyatakan niatnya untuk turut berkecimpung di sektor transportasi masa depan ini adalah Porsche AG. Bergabungnya perusahaan asal Stuttgart, Jerman ini sebelumnya sudah diprediksi dan tidak mengherankan sejumlah pihak. “Itu masuk akal,” tutur Direktur Penjualan Porsche AG, Detlev von Platen. “Ketika saya berkendara dari Zuffenhausen ke Bandara Stuttgart, saya memerlukan waktu setidaknya setengah jam, itupun jika saya sedang beruntung (tidak kena macet). Dengan hadirnya taksi udara tersebut, waktu perjalanan akan ditempuh menjadi hanya sekitar tiga setengah menit,” tambahnya. Pihak Porsche AG sendiri mengaku tengah mengerjakan sebuah proyek taksi udara yang diberi nama “Airtaxi”. Bergabungnya anak perusahaan dari Volkswagen AG ini tentunya akan semakin menyemarakkan persaingan di sektor taksi udara. Seperti yang diketahui bersama, banyak perusahaan asing yang sudah terlebih dahulu merintis moda ini, sebut saja Boeing, Ehang, dan sejumlah manufaktur lain. Pada kesempatan lain, CEO Boeing, Dennis Muilenburg menyatakan bahwa dirinya yakin bahwa taksi udara akan mulai lepas landas dalam kurun waktu satu dekade ke depan. Lamanya waktu peluncuran ini bukan hanya dilandasi oleh persiapan yang matang dari segi modanya, melainkan perijinan mengudaranya pun patut untuk ditinjau lebih lanjut. Dennis pun tidak menampik bahwa terjunnya Porsche di sektor taksi udara otonom ini akan semakin meningkatkan tensi kompetisi, investasi, dan inovasi dalam pelaksanaannya. Baca Juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang Sementara itu, pihak Porsche sendiri menilai bahwa rencananya untuk nimbrung di dunia taksi udara otonom ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mengembangkan bisnisnya dan sebagai cara untuk tetap berada di arus persaingan. Sedangkan pihak Porsche masih enggan berkomentar ebih lanjut mengenai spesifikasi dari Airtaxi besutannya.

TSA Kembangkan Alat Pendeteksi Bom di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Maraknya teror bom yang terjadi pada moda transportasi membuat sebagian lapisan masyarakat enggan lagi untuk menggunakan layanan tersebut dilandaskan pada rasa trauma yang menghinggapi. Jika dikaji lebih jauh, tentu hal seperti ini akan berdampak tidak hanya sebatas pada penumpang yang ada di dalam moda transportasi tersebut, melainkan kepada keseluruhan jaringan moda bersangkutan. Baca Juga: Antisipasi Bom Sepatu Terulang, Perusahaan Asal Inggris Kembangkan Sistem Pemindai Revolusioner Guna mencegah hal berbau terorisme tersebut kembali terulang, Transportation Security Administration (TSA) telah mengembangkan sebuah teknologi  yang mampu mendeteksi bom di Penn Station, New York. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (28/2/2018), Senator Amerika Serikat, Charles Schumer sebelumnya menyatakan bahwa alat pendeteksi bom ini merupakan pengembangan dari teknologi yang sebelumnya sudah ada. Charles menuturkan bahwa tahun lalu, teknologi pendeteksi bom yang dimiliki TSA berhasil mencegah serangan teror bom bunuh diri dengan metode rompi peledak. Namun, teknologi tersebut belum menjalani uji coba secara resmi di New York City. “Ketika saya ingin memboyong tekonologi ini ke New York City, kami harus menyempurnakannya terlebih  dahulu,” ungkap Charles. “Jika teknologi pendeteksi bom ini berhasil melewati masa uji cobanya, maka New York City yang diharapkan menjadi pusat transit tersibuk akan segera terlaksana,” imbuhnya. Tidak serta merta Charles ingin memperkenalkan teknologi pendeteksi bom ini ke New York City. Hal ini dilandasi pada sebuah insiden yang terjadi pada bulan Desember lalu, dimana seorang teroris berhasil meledakkan sebuah bom tersembunyi di jaringan kereta bawah  tanah kota New York. Kejadian tersebut membuat si pelaku mengalami luka yang cukup serius. Untungnya, tidak ada korban lain yang jatuh akibat ledakan ini, baik korban luka maupun jiwa. Teknologi TSA yang bernama ‘Stand Off Explosive Detection Technology’ ini dimaksudkan untuk membantu petugas keamanan dalam mendeteksi bahan peledak yang  biasanya  disembunyikan oleh para tersangka, baik di dalam barang bawaan atau di tubuh mereka sendiri. Nantinya, Stand Off Explosive Detection Technology ini mampu mendeteksi eksistensi dari objek yang berpotensi menimbulkan ancaman, ketika yang bersangkutan melewati perangkat ini. Baca Juga: Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif TSA sendiri telah mengembangkan teknologi ini sejak tahun 2004 silam, dengan menggaet sejumlah instansi terkait, seperti Amtrak dan New Jersey Transit. Untuk Stand Off Explosive Detection Technology sendiri sebenarnya telah diadopsi oleh sejumlah petugas keamanan untuk  melancarkan kelangsungan dari sebuah perhelatan, namun sayangnya tidak untuk dunia transportasi.

Tekan Delayed Baggage Rate, Siemens Pasok Sistem Penanganan Bagasi di Bandara Incheon

Sepertinya, kepuasan konsumen dalam menerima layanan merupakan hal utama yang selalu diprioritaskan oleh para penyedia jasa, tidak terkecuali bandara. Belakangan ini, sudah marak kita dengar pemasangan beragam teknologi mutakhir di salah satu gerbang masuk ke suatu negara ini hanya demi meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya. Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Dingin 2018, Bandara Incheon Buka Terminal 2 Mulai dari penggunaan robot yang mampu menunjang aksesibilitas penumpang, teknologi pemindai yang mampu memangkas antrean di bagian imigrasi, hingga yang paling baru adalah sistem penanganan bagasi teranyar dari salah satu perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi asal Jerman. Diketahui, perusahaan yang bermarkas di Munich, Jerman ini baru saja memasang high-performance baggage handling systems di Terminal 2 Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman stattimes.com (16/2/2018), sistem penanganan bagasi berteknologi tinggi ini menggabungkan konveyor dan teknologi penyortiran yang inovatif dengan perangkat lunak cerdas. Penggunaan teknologi ini memungkinkan pihak bandara mengelola kurang lebih 20.000 bagasi penumpang setiap harinya. Tidak berdiri sendiri, dalam mengeluarkan teknologi ini, Siemens bertindak sebagai kepala konsorsium dengan perusahaan asal Korea Selatan, Posco. Melalui perjanjian layanan multi-tahun, Siemens akan menyediakan operasi tanpa batas dari sistem konveyor sepanjang 40 kilometer. Selain itu, konsep terpadu dari penyediaan dan pemeliharaan sistem ini akan memperkuat upaya bandara untuk meningkatkan kapasitas penumpang, yang semula hanya 58 juta penumpang naik ke angka 72 juta penumpang setiap tahunnya. “Sistem penanganan bagasi berorientasi masa depan kami akan memainkan peran dominan untuk Terminal 2 yang baru di Bandara Incheon,” kata Michael Reichle, CEO Siemens Postal, Parcel & Airport Logistics. “Dengan sistem inovatif yang kami miliki, ditambah dengan teknologi, keahlian, dan keandalan TI yang canggih, kami akan memberi dukungan jangka panjang kepada pelanggan kami yang akan membantu mendorong pertumbuhan yang menguntungkan,” imbuhnya. Di sisi lain, wakil presiden operasi Incheon International Airport Corporation, Jong-Seo Kim mengatakan bahwa fokus utama dari bandara yang baru saja diinjeksi sistem robotika oleh LG ini adalah penumpang. “Sistem penanganan bagasi baru di Bandara Internasional Incheon akan memberikan kontribusi realistis untuk memastikan tingkat kenyamanan dan kenyamanan penumpang berada dalam standar tertingginya,” tutur Jong-Seo Kim. Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin, LG Hadirkan Dua Robot Canggih di Bandara Incheon Sistem canggih milik Siemens ini memiliki proses penanganan bagasi ultra modern yang akan memberikan waktu lebih kepada para pelancong untuk bersantai di lounge keberangkatan. Sistem ini juga dilengkapi dengan kapasitas bagasi yang besar, sehingga mampu memanfaatkan celah fleksibilitas dalam pengoperasiannya. Jika ada bagian atau komponen yang tetinggal, bagasi dapat dialihkan ke destinasi tujuan pada waktunya. Jika dibandingkan dengan sistem penanganan bagasi di bandara lain, Bandara Internasional Incheon termasuk salah satu bandara dengan tingkat delayed baggage rate paling rendah, yaitu hanya 0,3 dari 100.000 bagasi. Sedangkan rata-rata global menunjukkan angka 11,5 dari 100.000 bagasi. Dengan begitu, pihak bandara berharap setiap penumpang di Bandara Internasional Incheon akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan dalam hal keamanan dan kehandalan.