Meningkatnya permintaan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dengan menggunakan kereta belakangan ini merupakan imbas dari sejumlah pembangunan yang tersebar di sepanjang tol Jakarta – Cikampek. Tak ayal, para pelancong yang hendak pergi dari dan ke Jakarta berbondong-bondong untuk sesegera mungkin mendapatkan tiket kereta, ketimbang mereka harus bermacet-macet ria di jalan tol. Guna meminimalisir penumpang yang tidak kebagian tiket perjalanan, PT KAI pun mengambil langkah untuk meningkatkan jumlah armada mereka.
Baca Juga: Pensiunkan Gerbong Berusia 30 Tahun, PT KAI Pesan 438 Gerbong Baru dari PT INKA
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PT KAI telah menambah jadwal pemberangkatan Kereta Api (KA) Argo Parahyangan rute Bandung-Jakarta dengan empat rangkaian baru yang sudah beroperasi sejak 27 Februari 2018. Kendati sudah mulai beroperasi sejak tanggal 27 Februari, namun rangkaian kereta baru ini baru secara resmi diluncurkan oleh Direktur Keselamatan merangkap Direktur Komersial PT KAI, Apriyono W. pada Kamis (1/3/2018).
“Sebelumnya, rata-rata 18 perjalanan sehari di weekday naik menjadi 22 perjalanan. Dan 24 perjalanan PP (pulang-pergi) sehari pada weekend naik menjadi 28 perjalanan,” kata Apriyono, dikutip dari laman bisnis.tempo.co (2/3/2018). Dengan penambahan jadwal ini, volume rata-rata penumpang KA Argo Parahyangan naik 15,3 persen, dari yang semula 10.432 orang menjadi 12.032 orang per hari.
Menyinggung soal armada teranyarnya, Apriyono sedikit membocorkan spesifikasi dari kereta baru layanan Agro Parahyangan atau yang akrab disingkat GoPar ini. “Kereta ini berkapasitas penumpang sebanyak 400 tempat duduk per rangkaian (trainset), yang terdiri dari delapan kereta eksekutif, satu kereta makan (restorasi), dan satu kereta pembangkit,” paparnya.
Sedangkan dikutip dari sumber lain, adapun sejumlah kelebihan yang dapat penumpang rasakan di armada terbaru GoPar ini. Pertama adalah penggunaan material stainless steel sebagai bahan dari bodi kereta ini, yang membuatnya lebih tahan karat. Kereta baru ini semakin menarik dengan cat stripping yang lebih minimalis sehingga meningkatkan kesan elegan dari bagian luarnya.
Armada ini juga memiliki jumlah toilet yang lebih banyak ketimbang kereta-kereta sebelumnya. Jika di kereta versi lama Anda menemukan hanya ada dua toilet di masing-masing gerbong, di rangkaian baru ini Anda akan menemukan empat toilet di setiap gerbongnya (bersebelahan di setiap sisinya).
Belum lagi eksistensi dari sandaran kaki yang lebih fleksibel, lampu tidur dan baca, meja mini yang bisa dilipat di sandaran tangan, serta bagasi kabin yang ada pembatasnya untuk tiap-tiap penumpang kini tersedia di armada anyar GoPar ini.
Jika selama ini Anda tidak bisa mendengarkan suara dari TV yang ada di KA GoPar, kini PT KAI telah membenahi bagian itu dengan cara membubuhi audio jack di setiap kursi penumpang. Jadi Anda cukup mencolokkan headset ke audio jack tersebut dan Anda bisa mendengarkan siaran TV tersebut.
Tidak lupa, PT KAI juga menambahkan fasilitas Musholla yang terdapat di gerbong restorasi, lengkap dengan cermin dan rak berisikan sarung dan mukena.
Nah, untuk mengingkatkan keamanan dan keselamatan selama perjalanan, kini PT KAI telah memasang sejumlah CCTV di dalam setiap rangkaian tersebut. Terdapat pula dua buah tangga yang menempel di masing-masing kereta atau gerbong untuk pijakan keluar kereta jika diperlukan dalam kondisi darurat. Meniru lantai pesawat, PT KAI membubuhkan penanda jalur evakuasi yang dapat berpendar ketika gerbong berada dalam kondisi gelap.
Mengingat semua perjalanan dengan menggunakan kereta api kini sudah berstatus bebas asap rokok, maka PT KAI melengkapi setiap gerbongnya dengan smoke detector, dimana alarm dari detector tesebut akan berbunyi ketika sensor menangkap eksistensi asap.
Terakhir, penumpang KA GoPar kelas Eksekutif bisa naik dan turun dari Stasiun Kiaracondong, padahal sebelumnya, stasiun ini digunakan untuk kereta kelas ekonomi.
Baca Juga: PT KAI Bocorkan Sejumlah Rencana Strategi Bisnisnya di Tahun 2018!
Sebelumnya, PT KAI telah memberlakukan sejumlah langkah strategis untuk meredam tingginya permintaan perjalanan antara Jakarta – Bandung dan sebaliknya, diantaranya adalah dengan menggunakan kereta yang berstatus idle.
“Misalnya kereta dari Yogyakarta sampai ke sini pagi, lalu berangkat lagi ke Yogyakarta malamnya. Selama kereta menunggu, bisa kita pakai untuk jarak dekat PP misalnya ke Bandung. Jadi tidak ada kereta yang terparkir lama,” tutur Executive Vice President KAI Daop I Jakarta, Dadan Rudiansyah.
Tak terasa, bulan suci umat Muslim sebentar lagi akan kembali menyapa. Banyak rencana dan persiapan yang sudah mulai dilakukan oleh sejumlah lapisan masyarakat dalam menyambut Bulan Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Mei 2018 mendatang, salah satunya adalah berburu tiket untuk mudik.
Baca Juga: Meski Dalam Perjalanan Mudik, Shalat Jangan Ditinggalkan
Dalam menangani hal tersebut, kereta api sebagai salah satu moda yang paling banyak digunakan oleh para pemudik ini telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis dalam menghadapi musim mudik tahun ini.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2018 kemarin, PT KAI telah membuka layanan pemesanan tiket untuk Hari Raya Idul Fitri 1439H. Pemesanan ini dapat dilakukan oleh para calon pemudik tiga bulan (H-90) sebelum keberangkatan. Senior Manager Humas PT KAI DAOP I, Edy Kuswoyo, mengatakan, pemesanan tiket tersebut bisa dilakukan sejak 1 Maret kemarin hingga 30 Maret 2018 mendatang.
Adapun, tanggal keberangkatan jadwal kereta pada masa angkutan Lebaran 30 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018. “Diharapkan, dengan jarak pemesanan H-90 masa angkutan lebaran ini, pelanggan kereta api bisa mengatur waktu keberangkatannya dengan tepat,” ungkap Edy, dilansir dari laman wartakota.tribunnews.com, Senin (5/3/2018). “Dan semoga PT KAI Daop 1 Jakarta dapat mengakomodir kebutuhan calon penumpang untuk perjalanan mudik lebaran nanti,” tambahnya.
Sementara itu, menurut catatan yang dimiliki oleh PT KAI, Edy mengaku bahwa rentang waktu antara H-7 Lebaran atau yang jatuh pada tanggal 8 Juni 2018 dan H-3 Lebaran atau yang bertepatan dengan tanggal 14 Juni 2018 merupakan tanggalan favorit para pemudik untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.
PT KAI juga tidak menampik bahwa hadirnya sistem pemesanan tiket secara online dapat memudahkan bagi siapa saja yang hendak membeli tiket perjalanan, tidak terkecuali untuk high season seperti musim mudik Lebaran. Penumpang yang membeli tiket lebaran via online dinilai lebih efektif ketimbang mereka harus rela mengantre berjam-jam hanya demi mendapatkan tiket kereta.
Baca Juga: Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi
Pembelian tiket kereta bisa dilakukan secara online melalui KAI Acces dan website PT Kereta Api Indonesia tiket.kereta-api.co.id, yang dapat dipesan mulai pukul 00.01 sesuai waktu pemesanan tiket.
Kepala Staf Kepresiden yang juga mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mendadak namanya jadi perbincangan di jagad otomotif. Pasalnya pensiunan jenderal bintang empat ini diketahui sebagai pemilik PT Mobil Anak Bangsa (MAB), perusahaan yang menghadirkan prototipe bus listrik ketiganya pada Maret 2018 ini. Bus listrik ini sendiri akan menggandeng perusahaan Malaysia, Gemilang International Limited dalam pembuatan bodi prototipe bus listrik.
Baca juga:Kembangkan Bus Listrik, Nissan Siap Turun Tangan Entaskan Masalah Polusi
Sebagai bus canggih, bodi bus listrik memang berbeda dengan bus konvensional, lantaran bodi bus listrik ini menggunakan bahan aluminium. Pemilihan aluminium ini dikarenakan bobot bus listrik akan lebih ringan sehingga memperluas ruang untuk penumpang dan ukuran bus bisa diperpanjang serta kapasitas penumpang yang diangkut bertambah.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, mendapatkan bahwa dengan bahan aluminium untuk bodinya, pengeluaran biaya baterai lebih hemat lantaran menjadi lebih ringan. “Makin berat bodi mobil akan lebih banyak makan biaya baterai,” ujar President Director PT MAB Leonard.
Sebelum menggunakan bodi bus dengan aluminium, prototipe pertama dan kedua PT MAB menggunakan bahan plat baja yang cukup memakan biaya untuk baterai. Selain dengan perusahaan Malaysia, PT MAB juga bekerjasama dengan perusahaan China Trystfull Group Limited asal Shanghai, Cina.
Perusahaan Cina tersebut menjadi penyedia suku cadang bus listrik prototipe pertama dan kedua seperti baterai, penggerak baterai dan motor control unit. Sedangkan untuk sasis atau kerangka bus untuk prototipe pertama dan kedua dibuat oleh PT Yudistira dan bodinya oleh PT New Armada, Magelang.
Diketahui, prototipe ketiga ini merupakan penyempurnaan dari produksi sebelumnya. Baterai yang digunakan jika terisi penuh bisa menempuh jarak 800 km per jam.
Rencananya bus listrik ini akan di uji coba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang akan kedatangan dua bus, dan akan digunakan sebagai alat angkut penumpang dari terminal menuju pesawat. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan bus listrik ini akan bergerak dari satu terminal ke terminal lainnya.
Namun, Awaluddin mengatakan, belum bisa memastikan jadwal kedua bus tersebut tiba di bandara Soetta. Hal ini dikarenakan, bus milik Moeldoko tersebut harus melewati serangkaian tes. “Kami akan menyediakan tempat untuk uji coba dan rencananya akan ditaruh dua unit. Kapan tepatnya, nanti tergantung MAB dapat sertifikasi dan uji kelaikan dari Kementerian Perhubungan,” jelas Awaluddin.
Baca juga: Cina Rajai Populasi Bus Listrik di Seluruh Dunia
Meski pihaknya belum resmi memesan bus tersebut, Awaluddin mengatakan, bus ini bisa mengangkut lebih banyak orang dibanding armada bus yang selama ini dimiliki AP II. Adapu mantan Direktur Utama PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), Gunadi Sindhuwinata juka ikut berkomentar dan mengatakan bus milik Moeldoko ini saat dilihat secara kasat mata layak digunakan untuk mengangkut banyak penumpang.
“Satu prototipe saja. Pokoknya khusus untuk itu saya melihat dari tampak luar dan merasakan saat test drive boleh dikatakan itu perfect. Produk itu dikembangkan dengan benar. Menurut saya ya sebatas itu (baik),” kata Gunadi.
Terhitung mulai tanggal 5 sampai 25 Maret 2018 mendatang, pihak Polda Metro Jaya melakukan Operasi Keselamatan Jaya. Operasi ini bertujuan agar pengemudi baik kendaraan roda dua, roda empat atau lebih bisa lebih tertib dalam peraturan lalu lintas. Terkhusus bagi pengemudi roda dua, pihak kepolisian menghimbau agar tidak menggunakan telepon genggam dan mendengarkan musik saat berkendara.
Baca juga:Kembali Ke Sekolah, Orang Tua Wajib Ajarkan Anak Keselamatan di Jalan Raya
Memang terkadang bosan dan lelah saat mengendarai motor, sehingga mendengarkan musik atau merokok menjadi salah satu obat untuk menenangkan pikiran dan tubuh dari kepenatan tersebut apalagi saat macet melanda. Tapi hal tersebut justru dapat membahayakan diri sendiri bahkan pengguna jalan lainnya.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa,merokok dan mendengarkan musik bisa menghilangkan sebagian konsentrasi saat berkendara. Bagi pemotor, kepala sudah tertutup helm saja sudah mengurangi sedikit pendengaran apalagi jika ditambah telinga di sumpel earphone.
Sebenarnya tidak masalah jika ingin mendengarkan musik saat berkendara, tetapi baiknya gunakan sebelah saja untuk membantu menghilangkan kebosanan. “Kalau memang terpaksa butuh penyegaran, pemotor cukup kaitkan satu headset saja ke telinga dengan volume sangat rendah sehingga suara di luar masih bisa terpantau dengan baik,” kata Instruktur Safety Riding di Rifat Drive Labs, Andry Berlianto.
Andry mengatakan, saat berkendara sebaiknya tidak diselingi kegiatan lain, sebab bisa mengalihkan konsentrasi pengendara. Saat konsentrasi teralihkan maka reaksi pengendara akan melambat dan bisa menyebabkan kecelakaan.
Karo Penmas Humas Polri Brigjen M Iqbal mengatakan, berkendara membutuhkan konsentrasi penuh. Pengemudi harus bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain. “Kalau dengerin musik tiba-tiba terlalu enjoy kan nggak benar. Nanti, kalau ada orang klakson atau apa ada sesuatu di jalan, gimana?” ujarnya. Sedangkan untuk larangan merokok Iqbal mengatakan, tidak hanya berlaku pada pengendara sepeda motor melainkan mobil.
“Kalau ngerokok sebaiknya nggak perlulah. Kalau merokok, kalau habis puntungnya, mau buang di mana itu? Nanti tiba-tiba ada masalah, nggak mati puntungnya, dan nanti bisa korsleting di mobilnya. Jangan dibuang di jalan, nanti kotor juga,” jelas dia.
Baca juga: Flash Mobile, Marka Lalu Lintas Untuk Pengemudi Yang Mencoba Berponsel di Jalan Raya
Iqbal menegaskan adanya penindakan yang dilakukan bukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat. Imbauan dan penindakan dilakukan untuk mengurangi kecelakaan di jalan raya.
“Kami nggak bermaksud membatasi ruang privasi masyarakat. Tapi guna melakukan perlindungan masyarakat, kami berhak mengimbau, dong. Okelah privasi, tapi kami mempunyai kewajiban moral untuk mengingatkan siapa pun dan kapan pun,” kata Iqbal.
Kondisi jalanan yang semakin padat belakangan ini, khususnya di Ibukota, membuat banyak lapisan masyarakat mau tidak mau menghabiskan waktu lebih lama di jalan. Siasat ‘pergi lebih awal’ pun nampaknya sudah mulai tidak terlalu efektif. Penyebab meradangnya kemacetan di Jakarta tentu sangat bervariasi, mulai dari jumlah kendaraan pribadi yang semakin tidak bisa dikontrol hingga beberapa proyek pembangunan yang memakan ruas jalan.
Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!
Tidak hanya itu, otoritas setempat juga telah menyediakan sejumlah sarana transportasi umum, dengan harapan para pengguna kendaraan pribadi bisa beralih menggunakan moda tersebut. Namun pada kenyataannya, para pengguna kendaraan pribadi nampaknya lebih nyaman bermacet-macetan di jalan ketimbang harus berdesak-desakkan di dalam moda transportasi umum. Belum lagi kehadiran ribuan kendaraan roda dua yang mengatasnamakan diri mereka sebagai ojek online, yang semakin memperkeruh kemacetan di Jakarta.
Tentu hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dari kacamata seorang pengamat transportasi yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Damri, Setia N. Milatia Moemin mengatakan bahwa menghadirkan moda transportasi umum di Indonesia tidaklah mudah. Statemen tersebut, lanjutnya, dilatarbelakangi oleh karakter orang Indonesia yang notabene berbeda jauh dengan warga negara lain.
“Salah satunya adalah dari jaringan Bus Rapid Transit (BRT) yang kita punya, armadanya menggunakan bus high deck. Tidak bisa BRT kita menggunakan bus low deck seperti yang digunakan di Guangzhou, Cina, yang notabene warganya jauh lebih mudah untuk diatur,” terangnya ketika ditemui KabarPenumpang.com, Kamis (1/3/2018) di Kantor Pusat Damri, Matraman, Jakarta Pusat. “Di Indonesia, sengaja sistem BRT kita menggunakan bus high deck, supaya orang-orang bisa lebih tertib dan tidak naik sembarangan,” imbuh mantan Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) DKI JAKARTA periode 1998 hingga 2003 ini.
Hal mendasar seperti karakter warga Ibukota yang unik seperti inilah yang akhirnya memaksa otoritas terkait untuk berpikir keras dalam menghadirkan moda transportasi umum. Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Tia ini juga menumpukan asanya pada sistem metro pertama di Indonesia, MRT Jakarta yang rencananya akan diluncurkan pada Maret 2019 mendatang. “Efisiensi ruang kota itu lebih bagus kalau pakai public transport,” tambahnya.
Baca Juga: Menilik Asam Garam Becak di Ibu Kota, Sempat Tenggelam Hingga Rencana Penghidupan Kembali
Dalam kesempatan tersebut, Tia juga mengatakan bahwa kebijakan Pemprov DKI terkait penghidupan kembali becak di Ibukota merupakan salah satu sinyal yang mengindikasikan bahwa Ibukota mengalami kemunduran. “Kalau becak sih saya melihatnya tidak manusiawi ya. Buat saya sih itu suatu kemunduran dalam hal kemanusiaan,” ungkap Tia.
Terlepas dari semua isu transportasi yang beredar belakangan ini, Tia tetap mendukung semua insisiatif Pemprov DKI yang berkenaan dengan ruang lingkup transportasi Ibukota, selama itu mampu mengentaskan problematika yang ada. “Sejauh pemerintahnya punya komitmen kuat terhadap transportasi publik, itu menurut saya bagus.” Tutupnya.
Sukses dengan fitur Go-Foodnya, yang menjadi layanan pesan antar teranyar dari Go-Jek, kini semakin melebarkan pangsa pasarnya. Platform on demand mobile dan aplikasi di Indonesia tersebut menghadirkan inovasi baru bagi merchant partner yakni Go-Resto.
Baca juga: Setelah Rp16 Triliun dari Google, GoJek Kembali Dapat Kucuran Rp2 Triliun dari PT Astra Internasional
Chief Commercial Expansion Go-Jek, Chaterine Hindra Sutjahyo menjelaskan, hadirnya Go-Resto menjadi inovasi baru bagi UMKM dalam menawarkan solusi yang lengkap untuk mengembangkan bisnisnya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Chaterine mengatakan melalui layanan Go-Resto, mitra merchant Go-Food memiliki kebebasan dalam mengelola jam pelayanan, menu dan juga sistem pencatatan transaksi.
“Inovasi ini bisa memberikan solusi lengkap bagi UMKM kuliner untuk mengembangkan bisnisnya. Dengan hadirnya ini juga, Go-Food dan mitra-mitranya bisa bertumbuh bersama,” ujar Chaterine.
Chaterine mengatakan inovasi lainnya, Go-Jek juga menggelar Go-Food Festival yang bertujuan untuk membantu UMKM dalam memiliki cabang tanpa harus mengeluarkan modal besar. Saat ini Go-Food Festival sendiri sudah diselenggarakan di dua tempat yakni Go-Food Pasaraya Blok M dan Go-Food kota Bogor.
“Tahun ini, rencananya Go-Food Festival akan hadir di 100 lokasi. Kami belum bisa share secara detail tapi itu menjadi bagian dari rencana kami ke depan. Masih banyak rencana-rencana inovasi yang akan dilakukan di Go-Food, termasuk untuk UMKM yang akan dihadirkan,” katanya.
Sayangnya, untuk inovasi yang saat ini sedang digarap tidak dijelaskan secara rinci oleh Chaterine akan seperti apa kedepannya. Namun, dia berharap, Go-Food kedepannya akan terus hadir membantu UMKM untuk berkembang.
“Kami akan terus berinovasi mencari solusi dari tantangan yang dihadapi oleh UMKM,” katanya.
Baca juga:Google Gelontorkan Dana Fantastis Ke Gojek, Rp16 Triliun!
Go-Jek sendiri saat ini bukan hanya aplikasi layanan transportasi melainkan logistik, pembayaran, layan antar makanan, dan beberapa hal lainnya. Diketahui, Go-Jek saat ini telah menghubungkan pengguna dengan lebih dari satu juta mitra pengemudi yang terdaftar, 125 ribu penjual makanan dan 30 ribu penyedia lainnya. Go-Jek sendiri kini sudah beroperasi di 50 kota.
Pada jaman yang sudah maju seperti sekarang ini, nampaknya isu kesetaraan gender sudah tidak terlalu menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Walaupun sedikit banyaknya masih ada saja sebagian orang yang menganggap bahwa kaum pria itu lebih memiliki kuasa ketimbang kaum hawa. Namun pernyataan yang terkesan mendiskriminasi kaum wanita itu sama sekali tidak digubris oleh seorang Srikandi yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Perum Damri, Setia N. Milatia Moemin.
Baca Juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta
Bagi wanita yang akrab disapa Tia ini, ada satu pemikiran sederhana yang akhirnya melatarbelakangi dirinya menambatkan Teknik Sipil Transportasi Universitas Indonesia (angkatan 1979) sebagai wadah untuk ia mengenyam ilmu. “Pertama sih karena faktor keluarga, banyak dari mereka yang punya latar belakang transportasi. Kedua sih karena semua orang butuh transport, bahkan ketika meninggal, ya ke makam saja masih butuh transport,” tutur Tia. “Jadi menurut saya, di antara kelahiran dan kematian, di tengah-tengahnya manusia pasti butuh apa itu yang namanya transport,” imbuhnya.
Setia N. Milatia Moemin
Menurut Tia, ada passion tersendiri ketika ia lebih memilih untuk berkutat di dunia transportasi, khususnya moda darat. “Jadi gini, manusia kan lebih banyak hidup di darat ketimbang laut atau udara, di udara paling beberapa jam lah,” terangnya seraya bercanda. “Saya suka tantangan. Kalau udara secara internasional kan sudah ada yang mengatur, begitu pun dengan laut. Nah, untuk darat kan tidak, di Indonesia itu masih sedikit kurang tertata, makanya saya lebih nyaman berjuang di transportasi darat,” terang wanita kelahiran Jakarta, 24 Maret 1961, yang mengaku hanya tidur rata-rata empat jam dalam sehari.
Mengenai terbatasnya waktu tidur, hal tersebut lantaran pikiran Tia yang seolah tiada hentinya untuk memikirkan hal yang mampu mendorongnya melakukan hal yang produktif. “Sepertinya (gangguan susah tidur) sudah dari jaman kuliah deh,” candanya. “Soalnya kalau saya tidur melebihi enam jam, kadang pas bangun tuh suka pusing,” tandas Tia.
Hasil Kerajinan Setia N. Nilatia Moemin
Tentu saja, beban pikiran yang diemban oleh seorang Direktur Damri seperti Tia ini tidaklah sedikit. Banyak permasalahan dan tantangan yang harus segera ditemukan solusi terbaiknya. Maka tidak heran jika salah satu mantan direksi di PO Lorena ini membutuhkan media pelampiasan ketika masa jenuh menghampirinya. “Saya senang melukis, membaca, terus bikin kerajinan dari kawat, dan saya juga senang hiking,” tutur wanita yang sejak 2005 telah bergabung dengan kelompok pelukis Sri Hadhy Gallery ini.
Pengalaman yang dienyam oleh mantan Ketua MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) DKI JAKARTA periode 1998 hingga 2003 ini tidak sebatas di dalam negeri saja. Srikandi Damri ini juga bertindak sebagai Country Director di Institute Transportation Development & Policy (ITDP), sebuah institusi di bawah PBB hingga saat ini.
Baca Juga: Soerjanto Tjahjono – “Ilmu Yang Diterapkan Langsung, Jadi Kunci Kesuksesan Kinerja di KNKT”
Namun, sesulit apapun tantangan yang dihadapi Tia dalam pekerjaannya, dirinya yakin bahwa itu semua merupakan media untuk memperkaya wawasan dirinya sendiri. “Mungkin kalau orang lain sudah pusing ya, tapi saya yakin bahwa tantangan tersebut merupakan proses bagi saya untuk memperkaya wawasan.” Tutupnya.
Sebagai salah satu bandara tersibuk dan transit tersebesar di dunia, Bandara Internasional Dubai (DXB) akan menutup salah satu landasan pacunya selama kurang lebih selama satu setengah bulan atau 45 hari pada tahun 2019 mendatang. Adanya penutupan landasan pacu ini dilakukan untuk peningkatan yang komperhensif demi meningkatkan keamanan, pelayanan dan kapasitas.
Bacaa juga: Di Dubai Airshow 2017, Boom Technology Siap Goda Emirates dan Qatar Airways
Peningkatan komperhensif yang dilakukan pihak bandara Dubai yakni pelapisan ulang dan penggantian ground lighting. KabarPenumpang.com melansir dari laman whatson.ae (27/2/2018), landasan pacu yang akan di tutup adalah bagian selatan dan hanya landasan pacu utara yang nantinya akan berfungsi. Penutupan landasan pacu selatan ini akan dimulai pada 16 April 2019 hingga 30 Mei 2019 mendatang.
Nantinya selama masa penutupan salah satu landasan pacunya ini, maka penerbangan baik dari dan ke DXB akan dikurangi. Selain itu, pihak bandara Dubai juga telah mengumumkan kepada maskapai penerbangan untuk melakukan perencanaan pengurangan penerbangan dan perubahan jadwal sementara.
Tidak hanya maskapai, melainkan penumpak juga akan terdampak dari penutupan landasan pacu tersebut. Dimana penumpang akan melakukan perjalanannya melalui Dubai World Center (DWC) atau yang juga dikenal dengan Bandara Internasional Al Maktoum. DWC sendiri berada di Jebel Ali sekitar 60 km dari DXB.
CEO Bandara Internasional Dubai, Paul Griffiths mengatakan, dalam beberapa bulan kedepan pihaknya akan bekerja sama dengan Dubai Aviation Engineering Projects, perusahaan penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pihaknya megoptimalkan layanan dan kapasistas selama periode tahun depan dan meminimalkan dampaknya bagi pelanggan DXB.
“Meskipun kami menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pelanggan dan penumpang kami, peningkatan ini mutlak diperlukan untuk meningkatkan keamanan, meningkatkan kapasitas dan membuka jalan bagi pertumbuhan di masa depan,” ujar Griffiths.
Baca juga: Etihad ESCO Retrofit Bandara Dubai dengan Energi Tenaga Surya
Diketahui, proyek pemugaran landasan pacu selatan akan melibatkan penempatan sekitar 60 ribu ton aspal dan beton delapan ribu meter kubik untuk memperkuat dan memasang kembali landasan pacu dan jalur taksi yang berdekatan. Bandara Dubai juga akan menggunakan kesempatan memasang 800 km kabel utama dan mengganti lebih dari 5.500 lampu landasan dengan teknologi yang lebih modern, ekonomi dan ramah lingkungan.
Sebagai seorang pelancong yang gemar sekali menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan. maka gadget biasanya menjadi teman istimewa untuk melengkapi liburan Anda. Apalagi jika liburan tersebut dalam jangka waktu lebih dari tiga hari.
KabarPenumpang.com merangkum dari laman cnbc.com (26/2/2018), pada Selasa lalu hingga kini di Las Vegas diadakan pameran dagang tahunan Barang perjalanan internasional dengan teknologi tinggi. Barang-barang teknologi tersebut biasanya aksesoris atau perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan selama perjalanan. Berikut alat elektronik, perlengkapan serta aksesoris yang bisa di bawa pelancong selama bepergian keluar negeri.
Baca juga: Tips Kemas Barang Saat Melancong dengan Koper Kecil1. Illuminated charging station
Charger ini multi fungsi dimana bisa menjadi pengganti lampu besar saat Anda tidur dikamar. Karena lampu dari charger ini menyala dengan lembut. Kemudian Anda juga bisa mencharger smartphone atau tablet. Harga untuk Illuminated charging station US$19,99 atau sekitar Rp273 ribu.
(AAACK! Packs)2. Tas kecil dengan resleting banyak
Tas kecil ini biasanya diisi dengan perlengkapan seperti obat-obatan, penyumbat telinga dan earphone. Tabir surya, pembersih tangan dan beberapa barang kecil lainnya bisa masuk kedalam tas ini. Kisaran jual harganya yakni US$23,98 atau Rp327 ribu hingga US$64,35 atau Rp878 ribu.
(AAACK! Packs)3. Tempat botol kaca
Jika Anda membawa wine dalam perjalanan dan takut botol tersebut pecah dan membasahi pakaian. Baiknya tempat yang berbentuk botol untuk menghindari pecahnya botol kaca. Harga botol ini sekitar US$19,95 atau sekitar Rp280 ribu
(AAACK! Packs)4. Perlengkapan toilet
Untuk kaum wanita yang terpenting adalah masalah kehigienisan toilet. Sebab jika toilet kotor dan bau, bakteri dan kuman pasti akan lebih banyak. Kini hadir untuk menolong kaum wanita dimana ada perlengkapan Restroom kit sekali pakai. Restroom kit ini berupa penutup kursi toilet dengan lapisan yang dilengkapi tisu sanitaiser. Harganya untuk isi tiga lembar US$10 atau sekitar Rp136 ribu dan sepuluh lembar US$25 atau sekitar Rp341 ribu.
Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel5. Bantal portabel
Bantal ini juga ddilengkapi tempat untuk menyimpan laptop atau tablet Anda. Saat digunakan menjadi bantal, laptop dan tablet tetap aman dalam bantal tersebut. Harga untuk ukuran tablet US$ 49,95 atau Rp681 ribu dan ukuran laptop US$54,95 atau Rp750 ribu.
6. Koper 22 inci
Ukuran koper ini bisa masuk kabin atau bagasi kargo. dengan empat roda tanpa bingkai dan dibuat dengan komposit serta serat karbon yang dibuat di Jepang. Harga yang dibandrol untuk koper ini US$3250 atau Rp44 juta
Mungkin karena kerasnya tekanan kehidupan, makin banyak orang yang berperilaku aneh di luar akal sehat. Seperti baru-baru ini seorang penumpang membuka bajunya di tarmak. Pria tersebut seperti kehilangan akal sehat saat akan berangkat dari Bandara Internasional Charlotte Douglas di Nort Carolina pada Selasa 27 Februari 2018 kemarin.
Baca juga: Nekad Merokok di Kabin Sebelum Mengudara, Ini Tanggapan Pihak Citilink IndonesiaKabarPenumpnag.com melansir dari laman news.com.au (1/3/2018), bahwa pria tersebut terlihat dalam video melepaskan bajunya dan seperti bersiap untuk melawan beberapa pegawai bandara saat di tarmak. “Dia bertindak seperti dia ingin bertengkar, atau semacamnya. Yah, itu tidak akan membawanya kembali, akan saya katakan itu,” kata seorang wanita di video sambil melihat adegan liar tersebut.
Penumpang, yang tidak teridentifikasi, lalu berdiri di depan karyawan bandara tanpa baju sebelum membuang barang-barangnya dan tampaknya mengancam untuk menyerang mereka. Dia kemudian mengambil ransel dan kemeja sebelum pergi.
Video lain yang diposkan di Twitter menunjukkan bahwa pria tersebut memukul salah satu pegawai bandara di kepala dengan tongkat pegatur lalu lintas milik petugas. Seorang penumpang dalam penerbangan tersebut, Kelly Smekens mengatakan bahwa insiden tersebut menunda penerbangan American Airlines nomor 5466 selama hampir 40 menit.
Katie Cody, juru bicara American Airlines, membenarkan bahwa penumpang yang mengganggu dikeluarkan dari penerbangan dan telah bertindak tidak menentu di pintu gerbang.
“Kami memang memiliki penumpang yang mengganggu dalam penerbangan itu dan kami meminta bantuan penegakan hukum. Ini penyelidikan aktif, jadi tidak banyak yang dapat saya katakan tentang hal itu,” ujar Cody.
Baca juga: Salah Duduk Usai dari Toilet, Penumpang Emirates Sampai Tak Makan Selama 8 Jam Penerbangan
Cody mengatakan petugas dari Departemen Kepolisian Charlotte-Mecklenburg menanggapi kejadian tersebut dan membawa orang tersebut ke tahanan. Pesan yang mencari informasi tambahan dari polisi tidak segera dikembalikan.
Tak hanya itu, baru-baru ini, ada seorang penumpang yang merokok di dalam kabin pesawat Citilink. Kemudian enumpang tersebut akhirnya diturunkan dan dikeluarkan dari dalam pesawat.