Ganja Legal di California, Tapi Tak Bisa Dibawa Melalui Bandara

Ketika berbicara mengenai ganja yang terpikir adalah narkoba atau obat-obatan terlarang dan melanggar hukum. Namun, apa jadinya jika beberapa negara saat ini sudah memperbolehkan membawa tanamana ganja ini dan menjadi buah tangan saat menggunakan sebuah penerbangan? Baca juga: Mau Bawa Snow Globe Selama Penerbangan? Sebaiknya Kemasi di Dalam Koper Pada Januari 2018 kemarin, California terdaftar sebagai salah satu Negara Bagian di Amerika Serikat yang melegalkan adanya ganja. KabarPenumpang.com merangkum dari laman usatoday.com (7/2/2018), dikabarkan bahwa saat ini satu diantara lima orang Amerika membawa ganja dalam pot sebagai buah tangan. Tapi jika Anda masih ragu untuk mebawa ganja, baiknya hati-hati bahkan tidak perlu dibawa. Sebab ganja atau mariyuana ini masih merupakan obat ilegal dibawah undang-undang federal dan daerah pasca keamanan di bandara yang diperintah oleh badan-badan federal. Seperti di Washington, Oregon, Colorado, Alaska dan Nevada, membawa ganja dalam pot serta dibeli secara legal dan melewati pos pemeriksaan keamanan di negara bagian yang paling padat penduduknya masih dapat memicu respon penegak hukum. Transportation Security Administration (TSA) mengatakan, petugas pemeriksa tetap berfokus pada keamanan, mendeteksi senjata, bahan peledak dan ancaman lain yang bisa menganggu penerbangan dan tidak mengendus obat terlarang.
Kampanye tentang ganja legal
Memang mereka tidak terlalu memeriksa terkait ganja, tetapi jika petugas TSA menemukan ganja serta zat ilegal lainnya selama pemeriksaan bagasi, kebijakan akan berlaku dan akan menghubungi penegak hukum bandara setempat. “Bawaan penumpang dan tujuan penumpang tidak diperhitungkan. Respon TSA terhadap penemuan ganja sama di setiap negara bagian dan di setiap bandara, terlepas dari apakah ganja telah atau akan dilegalisir,” kata juru bicara TSA Lorie Dankers. Menurut polisi bandara Los Angeles, pihaknya yang berada di bandara Los Angeles dan Southern California lainnya, untuk penumpang yang dihentikan oleh pihak TSA dengan aduan masalah ganja, mereka tidak akan meminta apapun. Sebab membawa ganja bukanlah suatu kejahatan. Hal ini juga berlaku di bandara John Wayne di Orange County. “Jika TSA memanggil ketika menemukan ganja, kami akan naik dan memastikan jumlahnya sesuai dengan hukum. Jika begitu, kami hanya akan berdiri sementara penumpang memutuskan apa yang harus dilakukan dengan hal itu. TSA mungkin tidak menginginkannya terbang, tapi bukan berarti itu ilegal di California,” ujar Letnan Mark Gonzales, Kepala Dinas Kepolisian Bandara departemen Sheriff. Dia mengatakan, hingga saat ini, timnya belum pernah ada yang dipanggil ke pos pemeriksaan bandara oleh pihak TSA untuk menangani masalah ganja. Gonzales berujar, sepertinya penumpang tahu dan membaca peraturan, apa yang harus mereka lakukan saat melewati pos pemeriksaan. Sedangkan di bandara yang tidak melarang membawa ganja, penegak hukum setempat di panggil oleh pihak TSA untuk menjelaskan pilihan pada penumpang dan mungkin termasuk membuangnya ke tempat sampah. Tak hanya itu, penumpang juga bisa mengembalikan ke dalam mobil atau bisa dikatakan ganja tersebut tidak bisa dibawa dalam sebuah penerbangan meski legal. Bulan November 2017 lalu, Organa Brands memasang iklan mereka pada baki di pos pemeriksaan Bandara Internasional Ontario. Dengan pesan yang berbunyi “Ganja legal. Tetapi tidak bepergian dengan membawa itu. Biarkan saja di California.” Juru bicara Organa Brands, Jackson Tilley mengatakan, pihaknya yakin, jika pesan yang ada di baki tersebut adalah postif. Meskipun dia mengatakan, perusahaan tersebut tidak terlalu terkejut ketika sebulan setelah kampanye pesan-pesan tersebut dilepas. Saat ini di San Francisco, Long Beach atau bandara California lainnya sudah tidak ada lagi iklan dibaki pemeriksaan terkait ganja. Tetapi di Nevada yang mana ganja menjadi legal sejak Juli 2017 lalu memiliki cerita berbeda. Bandara Internasional Reno-Tahoe memiliki tanda di area merokok yang mengingatkan pelancong bahwa penggunaan ganja tidak diperbolehkan. “Secara umum, kami belum melihat dampak yang besar dari undang-undang baru ini di bandara. Namun, kami mengamati dengan seksama bandara lain dan bagaimana penanganannya dengan situasi unik ini,” kata juru bicara bandara Heidi Jared. Di Bandara Internasional McCarran di Las Vegas, ada larangan bandara secara resmi bagi yang memiliki ganja, dengan pemberitahuan tentang keputusan Komisi County Clark yang dimuat di situs bandara. Mulai bulan depan, tanda-tanda tentang kotak kebijakan dan amnesti untuk ganja serta produk ganja lainnya akan dipasang di lokasi-lokasi utama di McCarran, termasuk di fasilitas penyewaan mobil bandara. “Kotak pembuangan ini akan berada di luar gedung, bukan di pos pemeriksaan. Tujuannya agar produk ganja tidak diijinkan di manapun di dalam gedung, baik itu sebelum atau sesudah keamanan,” kata juru bicara McCarran Chris Jones. Baca juga: Larangan Dilonggarkan, Maskapai Cina Kini Izinkan Penumpang Aktifkan Smartphone di Pesawat Sementara itu, di Colorado, pada tahun 2014 adalah negara bagian pertama yang melisensikan toko untuk menjual ganja, tetapi Bandara Internasional Denver masih mempertahankan kebijakannya untuk melarang ganja di manapun pada properti bandara. “Polisi meminta penumpang yang ditemukan dengan mariyuana atau ganja untuk membuang obat tersebut. Tapi kita sudah memiliki beberapa contoh sehingga kita tidak bisa melacak kontak ini lagi,” kata juru bicara bandara Heath Montgomery.

Demi Merokok, Wanita ini Sebabkan Keterlambatan 2 Jam Penerbangan di Bandara Auckland

Ada-ada saja memang ulah penumpang yang akhirnya menimbulkan imbas buruk tidak hanya kepada penumpang penerbangan lain, melainkan juga kepada pihak maskapai. Setelah pada 29 Juli 2017 silam, seorang penumpang maskapai Spirit Airlines membuat penerbangan menuju Oakland, California ini sempat tertunda selama kurang lebih 30 menit. Penumpang yang diduga mengalami gangguan pada kejiwaannya ini dilaporkan menanggalkan pakaiannya sesaat sebelum memasuki kabin. Baca Juga: Tanggalkan Pakaian Sebelum Mengudara, Pria Ini Tunda Keberangkatan Pesawat Kali ini, seorang perokok menyebabkan sebuah penerbangan dari Bandara Auckland, Selandia Baru mengalami keterlambatan selama kurang lebih dua jam. KabarPenumpang.com melansir dari berbagai laman sumber, kejadian yang terjadi pada Minggu, 11 Februari 2018 ini berawal ketika seorang wanita datang ke Bandara Auckland dan melewati proses skrining secara normal. Sesampainya di gerbang pesawat, wanita yang identitasnya dirahasiakan tersebut tidak lantas masuk ke dalam kabin. Alih-alih menunggu pesawat boarding dari dalam kabin, ia memutuskan untuk merokok terlebih dahulu sebelum pesawat berangkat. Dengan asumsi tidak perlu melewati lagi proses pemeriksaan keamanan, ia lalu berjalan kembali menuju pesawatnya tidak lama setelah ia menghabiskan rokoknya. Namun sial, asumsi wanita ini salah karena pihak Aviation Secutiry (Avsec) tetap memberlakukan pemeriksaan terhadap setiap orang, bahkan yang sudah melakukan check in sebelumnya. Tidak diketahui pasti berapa lama wanita ini merokok dan berapa banyak rokok yang ia habiskan sesaat sebelum mengudara, namun proses skrining ulang tersebut menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. “Proses skrining ulang semua penumpang selesai pada pukul 09.20 (waktu setempat), kurang lebih dua jam setelah wanita ini menghabiskan rokoknya,” ujar salah satu petugas Avsec, dikutip dari laman stuff.co.nz (11/2/2018). Kejadian ini sontak menambah frustasi para penumpang yang sebelumnya mengalami keterlambatan karena kabut tebal yang membumbung di atas langit Wellington, mengakibatkan banyak maskapai yang terganggu perjalanannya. “Pelanggaran tersebut segera dilaporkan kepada pihak Avsec dan semua agen bandara bekerja sama untuk menemukan penumpang wanita ini,” ungkap juru bicara tersebut. Baca Juga: Salah Paham, Penumpang IndiGo Airways Adu Jotos dengan Petugas di Apron Upaya yang dilakukan oleh petugas Avsec tidak percuma. Akhirnya wanita ini ditemukan dan dicekal untuk masuk ke dalam pesawat di Gate 23. “Meskipun pencekalan ini dapat diterima oleh wanita ini, bahwa pada kesempatan ini kami selaku pihak kemanan bandara tidak ada maksud jahat, pelanggaran keamanan yang mengakibatkan gangguan pada sejumlah penumpang dan penundaan penerbangan tetap harus diusut hingga tuntas,” tutur juru bicara Avsec.

Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam Beroperasi

Sebagai seorang pengemudi taksi online yang mengumpulkan pundi-pundinya dengan membawa penumpang terkadang tidak memikirkan waktu untuk istirahat. Bahkan seringkali terlalu asyik mengemudi hingga lupa sudah berapa jam dirinya mengemudi selama seharian penuh tersebut tanpa istirahat yang cukup. Padahal istirahat yang cukup bagi pengemudi adalah salah satu kunci keselamatan di jalan raya. Baca juga: Uber Berbagi Hadiah dengan Pengguna dan Mitra di Bulan Kasih Sayang KabarPenumpang.com melansir dari laman arstechnica.com (13/2/2018), kini Uber mengharuskan pengemudinya beristirahat selama enam jam setelah menyetir 12 jam dalam sehari. Dalam sebuah update terbaru pada aplikasinya yang di umumkan Senin (12/2/2018) kemarin, pengemudi Uber sekarang akan dipaksa untuk beristirahat selama enam jam. Dalam waktu enam jam tersebut pengemudi nantinya tidak akan bisa mendapatkan penumpang dan harus beristirahat. Sebuah postingan di salah satu blog, pihak Uber mengatakan, mereka akan membantu para pengemudi tetap aman di jalan sambil membuat pengemudi nyaman. Dalam postingan tersebut juga menambahkan bahwa ada 60 persen pengemudi berada di jalan untuk waktu sepuluh jam atau kurang per minggunya. Sebaliknya, dalam peraturan federal menetapkan pengemudi bus hanya bisa mengemudi selama sepuluh jam berturut-turut dengan tugas yang mereka miliki selama delapan jam. Namun, waktu istirahat yang diberikan Uber ini justru membuat pengemudi beralih ke aplikasi Lyft. Biasanya memang para pengemudi ini memiliki dua aplikasi sehingga jika Uber menetapkan hal demikian, mereka akan tetap melanjutkan berkendara dengan Lyft agar bisa menghasilkan pundi-pundi kembali. Lyft sendiri telah menetapkan waktu istirahat selama enam jam untuk pengemudi yang bekerja 14 jam sehari. Bahkan di beberapa negara bagian juga memiliki peraturan yang terpisah tergantung pertimbangan pihak aplikasi. Seperti di Virginia memberlakukan waktu maksimal 13 mengemudi dalam periode 24 jam. “Saya tidak punya data untuk dibagikan hari ini. Tapi bahkan satu kecelakaan terlalu banyak, seperti laporan baru-baru ini. Ini adalah masalah bagi semua orang yang berbagi jalan. Kami ingin mendorong orang untuk menggunakan Uber secara bertanggung jawab,” tulis Susan Hendrick, juru bicara Uber, dalam sebuah email. Baca juga: Video ‘Debat’ dengan Pengemudi Uber Viral, Travis Kalanick Sampaikan Permintaan Maaf Diketahui, dari laporan National Sleep Foundation, menemukan hampir tujuh juta orang yang disurvei tahun 2016 mengaku tertidur di belakang kemudi dalam periode dua minggu yang sama. Sedangkan National Highway Traffic Safety Administrator mengatakan, saat mengemudi dan mengantuk adalah penyebab sekitar enam ribu kecelakaan fatal di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Sambut Hari Kasih Sayang, Virgin Atlantic Luncurkan Love Suites di Upper Class

Perayaan hari kasih sayang atau yang akrab disebut Valentine memang kerap kali dijadikan momen berharga oleh banyak pasangan di seluruh dunia untuk menghabiskan waktu bersama. Ada yang memutuskan keluar untuk makan, berjalan-jalan, atau hanya sekedar menyempatkan diri bertemu sang kekasih di tengah kesibukan sehari-harinya. Berkaca pada fenomena ini, penyedia jasa penerbangan asal Inggris, Virgin Atlantic seolah tidak mau kehilangan momen setahun sekali ini. Baca Juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailystar.co.uk (12/2/2018), penyedia layanan jasa penerbangan besotan Sir Richard Brenson ini menyediakan suite khusus pada armada A330-200 baru yang mereka operasikan. Love Suites, begitulah nama suite spesial yang dikhususkan bagi para pasangan ini. Tentu saja ini bisa menjadi kejutan special jika Anda merencanakan untuk menghabiskan momen Valentine bersama sang kekasih. Terletak di tengah kabin, layanan spesial yang tersedia di Love Suites ini dapat dinikmati dengan  cara meng-upgrade tiket ekonomi Anda ke Upper Class. Tentu saja bangku spesial ini tidak sama dengan konfigurasi lainnya. Di sini, Anda bisa menikmati bangku jenis lie flat beds yang memungkinkan Anda untuk memundurkan sandaran bangku hingga mencapai posisi tidur. Dengan menggunakan bangku jenis ini, akan memberikan kenyamanan dan ruang ekstra bagi Anda dan pasangan. Tersedia juga layanan makanan dan minuman yang dapat Anda menangkan setelah melewati kontes berpelukan bersama pasangan Anda. Layaknya First Class, di Love Suites Anda dapat menikmati fasilitas free WiFi dan fasilitas hiburan lainnya. Sesuai dengan namanya, nampaknya agak aneh jika suite ini dinikmati seorang diri. Bagi Anda yang tidak memiliki pasangan namun hendak merasakan sensasi dari suite ini, Anda bisa mencicipi fasilitas serupa di Freedom Suites atau Corner Suites. Freedom Suites dirancang khusus bagi anda yang ingin berbaring dan bersantai selama penerbangan, sementara Corner Suites menawarkan privasi dengan tampilan yang lebih bagus. Baca Juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru Ternyata, tidak hanya Virgin Atlantic saja yang diketahui telah melakukan perombakan pada armadanya, Singapore Airlines pun demikian. Walaupun tidak secara rinci menyebutkan bahwa perombakan yang dilakukan oleh Singapore Airlines ditujukan untuk merayakan Hari Valentine, namun laman sumber menyatakan bahwa maskapai kebanggan Negeri Singa ini merogoh kocek hingga £634 juta atau yang setara dengan Rp11,98 triliun untuk melakukan perombakan besar-besaran ini.

Tak Ada Pembagian Daerah, Angkasa Pura II Kini Kelola Bandara Banyuwangi

Bandara Blimbingsari di Banyuwangi kini diwartakan telah dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Penyerahanan pengelolaan tersebut langsung dari Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan layanan bagi penumpang angkutan penerbangan dalam jangka waktu yang panjang. Baca juga: Bandara Blimbingsari, Andalkan Konsep Green Airport dan Kearifan Lokal Penandatanganan serah terima tersebut dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santosa dan Dirut AP II Muhammad Awaluddin di bandara Banyuwangi pada 22 Desember 2017 kemarin. Adapun pemberian pengelolaan bandara Banyuwangi ini untuk meningkatkan pelayanan pada konsumen penerbangan terutama untuk mengantisipasi tingkat pertumbuhan penumpang dan kargo. “Pengembangan bandara Banyuwangi yang sudah bagus ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan, karena nanti pasti berdampak pada kesejahteraan ekonomi warga,” ujar Agus. Tak hanya itu Dirut AP II, Awaluddin mengatakan, akan menyegerakan percepatan langkah dengan memulai pembangunan infrastruktur, terutama perluasan apron hingga 18 ribu meter persegi. “Ini untuk menyambut Banyuwangi sebagai bandara penyangga Bandara Ngurah Rai saat Annual Meeting IMF-World Bank, Oktober 2018. Menteri keuangan dan pejabat dari seluruh dunia akan datang ke Bali, sebagian mendarat di Banyuwangi. Kementerian Pariwisata juga sudah menyiapkan tur wisata yang melibatkan Banyuwangi untuk menyambut ajang tersebut,” jelasnya. Dalam pengelolaan bandara Banyuwangi oleh AP II ini, membantahkan pemikiran masyarakat tentang adanya pembagian pengelolaan bandara. Dimana banyak diketahui, pembagian bandara seperti terbagi dua yakni dari tengah ke barat dikelola AP II dan tengah ke timur dikelola AP I. Padahal, itu tidak lah benar, sebab tidak ada pembagian terkait pengelolaan bandara secara tertulis. Menanggapi hal ini, Corporate Secretary AP I, Israwadi mengatakan hal pengelolaan bandara Banyuwangi merupakan kebijakan pemerintah pusat yakni Kementerian Perhubungan. “Itu kan kebijakan Kemenhub yang memberikan kewenangan dalam pengelolaan. Karena secara tertulis, atau dalam undang-undang tidak ada pembagian barat atau timur milik siapa,” ujar Israwadi yang dihubungi KabarPenumpang.com, Rabu (14/2/2018). Dia menambahkan, pihak AP I juga dulu sempat mengelola bandara Polonia Medan. Diketahui, bandara Banyuwangi mulai beroperasi tahun 2010. Saat ini dalam sehari ada enam frekuensi penerbangan, yaitu tiga kali dari Surabaya dan tiga kali dari Jakarta. Baca juga: Tunjang Wisata Kawah Ijen, Pemda Banyuwangi Canangkan Teknologi Kereta Gantung dari Swiss Jumlah penumpang di bandara tersebut terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru 7.826 orang per tahun, lalu melonjak menjadi 112.661 orang pada 2016. Sejak 2014, dibangun terminal berkonsep hijau pertama di Indonesia dengan konsumsi energi sangat minim karena nyaris tanpa alat pengatur suhu (AC) dan memanfaatkan pencahayaan alami dengan sinar matahari. Saat ini dengan tambahan bandara Banyuwangi, AP II mengelola 14 bandara dan rencananya ada sekitar sembilan bandara tambahan. Sedangkan AP I saat ini mengelola 13 bandara dengan tambahan Kulon Progo yang dalam pembangunan.

Bus Damri Angkutan Perintis, “Penyambung Lidah” Transportasi di Wilayah Terisolir Nusantara

Dilihat dari desain, jelas bus ukuran medium ini tak memiliki kualifikasi sebagai kendaraan off road. Namun bus bercat putih dengan garis biru ini sontak melaju perlahan menembus medan berat laksana kendaraan off road. Inilah potret bus Damri yang tak asing melayani beberapa trayek perintis di Tanah Air. Tak jarang bus Damri ini melewati jalan berlumpur dalam, tanjakan licin, menyeberangi sungai dan bermacam jalan ekstrem lainnya. Baca juga: Akhir Maret 2018, Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Mulai Uji Coba Pembayaran Tiket Cashless Misi yang diemban Damri memang sangat mulia, yaitu melayani daerah-daerah terisolir sebagai angkutan perintis, dimana di daerah tersebut tidak tersedia sarana angkutan yang memadai dengan tarif yang terjangkau, maka Damri menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam rangka menyediakan angkutan kepada seluruh masyarakat di pedalaman. Dari kacamata bisnis, trayek perintis dengan medan berat sudah barang tentu kurang menggiurkan, lantaran tingginya harga bahan bakar dan spare part, serta tingkat kerusakan pada kendaraan yang terbilang tinggi. Kesemuanya menjadi beban biaya operasional yang tak kecil bagi perusahaan. “Angkutan Perintis bagi kami adalah sebuah tantangan, dan tentu atas keputusan pemerintah Damri hadir di area perintis tersebut, membuka layanan transportasi bagi warga di kawasan pedalaman,” ujar SN Milatia Moemin, Direktur Utama Perum Damri kepada KabarPenumpang.com di kantornya pada Senin (12/2/2018) lalu.  Ia menambahkan, meski Angkutan Perintis secara bisnis tak membuat untung perusahaan, namun kebutuhan operasional Angkutan Perintis sedapat mungkin masih bisa ditutupi oleh layanan lain, seperti misalnya Layanan Angkutan Bus Bandara yang merupakan pundi keuntungan perusahaan. Seperti diketahui, Perum Damri hadir melayani Angkutan Perintis melalui public service obligation, dan mendapatkan subsidi dari pemerintah bila load factor bisa mencapai minimal 30 persen. Inilah yang menjadi tantangan berat bagi Damri, pasalnya load factor 30 persen kadang sulit dicapai untuk trayek perintis, terlebih bila melihat populasi di suatu desa terbilang sedikit, seperti ada satu desa yang jumlah penduduknya hanya 150 orang. Baca juga: Hilang dari Damri, Tata Hadir di Kopaja Meski Damri Angkutan Perintis identik dengan trayek di luar Pulau Jawa, namun jangan salah, bus perintis Damri ternyata juga beberapa melayani trayek di Jawa, seperti ada di daerah Sukabumi, Cianjur, Pangandaran, Banyuwangi, dan masih banyak lainnya.

Aturan Berhijab di Bandara Aceh, AirAsia Tampilkan Awak Kabin Pria

Penerbangan berbiaya rendah AirAsia akan menggunakan awak kabin pria dalam penerbangannya dari dan ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hal ini setelah Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengirimkan surat ke sejumlah maskapai yang beroperasi dan singgah di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Aceh. Baca juga: Akhir Minggu Ini! Setiap Pramugari di Banda Aceh Wajib Kenakan Jilbab Dimana isi surat tersebut terkait aturan baru berbusana bagi pramugari dengan imbauan pramugari bergama Islam diwajibkan menggunakan hijab saat tiba di bandara Aceh. Adanya aturan ini agar semua maskapai bisa menghormati syariat Islam yang berlaku di Aceh sesuai UU No.44/1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Nanggroe Aceh Darussalam. AirAsia sendiri diketahui mempekerjakan banyak pramugarinya yang bukan Muslim. Sehingga maskapai tersebut memutuskan untuk melangkah dengan menghadirkan awak kabin pria untuk menghindari masalah. KabarPenumpang.com mengabarkan dari laman paddleyourownkanoo.com (1/2/2018), bahwa pihak berwenang di Aceh mengatakan, awak kabin yang tidak mematuhi peraturan tersebut akan menghadapi hukuman oleh polisi agama. Sayangnya, tidak ada penjelasan lebih lanjut bagaimana pihak berwenang di Aceh akan membedakan kru kabin wanita Muslim dan non-Muslim.
Pramugari Citilink dan Garuda Indonesia gunakan hijab untuk penerbangan ke Aceh
Juru biacara AirAsia menjelaskan dalam sebuah pernyataan dimana untuk sementara semua penerbangan AirAsia dari dan ke Aceh akan dioperasikan oleh awak kabin pria. Pihaknya juga mengakui peraturan yang diberlakukan oleh otoritas wilayah Aceh. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa operasi kami sesuai dengan itu,” ujar pernyataan tersebut. Adanya peraturan ini bukan hanya mempengaruhi AirAsia, Garuda Indonesia dan penerbangan berbiaya rendah Malaysia lainnya yakni Firefly yang memiliki rute terbang ke Banda Aceh ibu kota Aceh juga termasuk. Perwakilan Firefly mengatakan, mereka akan mempertimbangkan untuk menambahkan lapisan pakaian ke seragam awak kabin sesuai dengan peraturan tersebut. Ternyata bukan hanya Aceh yang menerapkan peraturan ketat seperti ini sebab maskapai penerbangan Eropa baru-baru ini memulai kembali layanan Teheran, ibu kota Iran dimana awak kabin wanita diberitahu bahwa mereka harus mengenakan jilbab dan pakaian yang menutupi lengan dan kaki. Peraturan yang diberlakukan oleh Iran tidak sesuai dengan awak kabin Air France, salah satu sumber mengatakan bahwa maskapai tersebut menghadapi pemberontakan dari staf mengenai peraturan tersebut. Baca juga: Mau ke Aceh dari Jakarta? Sudah Tersedia Direct Flight dari Dua Maskapai Untuk memenuhi kebutuhan awak kapal, Air France telah mengizinkan pramugari wanita menolak bekerja pada layanan Tehran. Tidak jelas apakah operator tersebut juga mengizinkan awak kabin gay menolak untuk bekerja pada rute tersebut setelah mereka meminta hak istimewa yang sama karena undang-undang kejam Iran tentang homoseksualitas dapat dihukum mati. Dua anggota parlemen Malaysia baru-baru ini mengkritik seragam yang dikenakan awak kabin AirAsia dan Firefly, dengan mengatakan bahwa mereka terlalu terbuka dan bisa menggugah hasrat penumpang. Mereka meminta perusahaan penerbangan untuk membuat seragam awak kabin wanita mereka sesuai Syariah.

Penutup Mesin Boeing 777 Lepas, United Flight 1175 Lakukan Pendaratan Darurat!

Salah satu maskapai asal Negeri Paman Sam yang kerap kali mengundang kontroversi, United Airlines kini kembali hangat diperbincangkan. Dalam pemberitaan terakhir, nama United menjadi buah bibir publik dunia setelah menyeret keluar seorang penumpang wanita yang tengah berkabung pada akhir Januari lalu. Kini, ground crew dari American Flag Carrier ini melakukan kesalahan teknis yang memaksa Flight 1175 melakukan pedaratan darurat. Baca Juga: Tega! United Airlines Seret Keluar Penumpang Yang Tengah Berkabung Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Flight 1175 yang menggunakan pesawat Boeing 777 ini mengudara dari San Francisco International Airport pada Selasa (13/2/2018) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Penerbangan yang akan mengantarkan penumpang menuju Hawaii semula berjalan lancar, hingga salah seorang penumpang mendengar sebuah ledakan ketika pesawat tengah membumbung tinggi di udara. “Saya mendengar sudara ledakan yang cukup keras, diikuti dengan pesawat yang mulai bergetar tak lama berselang,” tutur Allison Sudiacal, salah seorang penumpang United Airlines Flight 1175, dikutip dari laman foxnews.com (13/2/2018). Menurut Allison, kru penerbangan United yang juga merasakan sesuatu yang tidak beres ini tidak tinggal diam. “Mereka tetap menginformasikan kepada penumpang dan memberi tahu kami untuk bersiap jika pesawat menghadapi pendaratan yang tidak mulus. Terdengar menakutkan, tapi mereka telah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik,” jelasnya. Senada dengan Allison, penumpang lain yang kebetulan duduk di samping jendela, Haley Ebert pun merasakan hal yang sama. Ia mendengar suara ledakan yang cukup kencang, dan alangkah kagetnya Haley ketika melihat keluar jendela, penutup mesin sayap kanan sudah raib. “Semua orang berusaha mendekati kaca sebelah kanan arah pilot untuk melihat apa yang terjadi di luar sana,” kenang Haley, dikutip dari sumber lain. “Penutup mesin sudah terbang, potongan-potongannya berhamburan ke laut, karena kebetulan pada saat itu kami semua tengah mengudara di atas Samudera Pasifik,” imbuhnya. Baca Juga: Akibat “Teror” Kotoran Manusia, Penerbangan United Airlines Terpaksa Dialihkan Mengingat kondisi pesawat yang dikhawatirkan membawa dampak buruk, sang pilot lalu melakukan pendaratan darurat di Daniel K. Inouye International Airport, Honolulu pada pukul 12.42 waktu setempat. Secara mengejutkan, Flight 1175 tersebut berhasil melakukan pendaratan secara mulus. Sementara itu, Juru Bicara Federal Aviation Administration (FAA), Ian Gregor mengatakan belum mengetahui secara pasti apa yang menimpa United Airlines pada Selasa siang tersebut. “Kami masih melakukan investigasi terhadap kasus ini,” tukasnya.

Analisis Ilmiah Berbalut Nuansa Mistis Warnai Rentetan Kecelakaan di Stasiun Cipeundeuy

Bagi Anda yang sering menggunakan kereta untuk bertolak menuju Tasikmalaya dari Bandung maupun  rute sebaliknya, tentu Anda sudah tidak asing dengan nama stasiun yang terletak di Cikarag, Malangbong, Garut ini. Stasiun yang terletak di ketinggian +772 meter ini masuk ke dalam teritorial Daerah Operasi (Daop) II Bandung. Adapun nama stasiun ini sendiri diambil dari nama kampung dimana stasiun ini berdiri. Ya, Stasiun Cipeundeuy. Baca Juga: Tidak Hanya Nama Pelawak, “Indro” Ternyata Juga Nama Stasiun! Tidak bisa dipungkiri, stasiun yang didirikan sekitar tahun 1893 oleh Pemerintah Kolonial Belanda ini kerap dikait-kaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis, mengingat umur stasiun yang sudah lebih dari satu abad. Ditambah lagi stasiun ini merupakan titik pemberhentian bagi semua kereta yang  hendak bertolak dari dan ke Stasiun Bandung untuk dilakukan pengecekan blok rem. Tidak jarang, hal yang berkaitan dengan kelancaran pengoperasian kereta ini kerap kali dikait-kaitkan dengan hal-hal di luar nalar. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, stasiun dengan kode CPD ini memiliki tiga jalur dengan jalur satu sebagai sepur lurus. Pemberlakuan aturan pengecekan blok rem di stasiun ini sudah dilakukan bahkan sejak  jaman  Belanda, lantaran medan yang harus ditempuh lokomotif sebelum dan sesudah stasiun ini bisa dibilang cukup sulit. Bahkan seorang ahli geologi Belanda, Van Bemmelen dalam bukunya, The Geology of Indonesia (1949) menyebutkan bahwa Bumi Pasundan bagian Selatan merupakan daerah yang dipenuhi oleh pegunungan vulkanik, sehingga tidak heran jika jalur yang harus dihadapi oleh kereta berkelok-kelok dengan ketinggian yang tidak konstan. Kondisi medan seperti inilah yang memicu beragam kecelakaan terjadi. Mulai dari anjlok, hingga gerbong yang terpelanting karena kereta kehilangan fungsi remnya. Namun kembali kepada poin pembahasan di atas, hal seperti kerap kali dihubung-hubungkan dengan hal mistis yang seolah menambah kesan angker di Stasiun Cipeundeuy ini. Kuatnya kepercayaan warga akan hal berbau mistis lalu melatarbelakangi perubahan beberapa nama stasiun yang ada di jalur selatan ini, karena mereka beranggapan bahwa nama-nama stasiun tersebut membawa petaka bagi kereta yang melintas. Sebut saja Stasiun Malangbong yang berubah menjadi Stasiun Bumi Waluya, dan Stasiun Torowek yang berubah menjadi Stasiun Cirahayu. Saking tingginya kepercayaan warga akan hal ghoib tersebut, sekitar tahun 1960-an, sesepuh kampung setempat menganjurkan ritual penyembelihan kerbau bule di sekitar lokasi, yang disertai dengan ruatan wayang golek. Baca Juga: Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng Menilik kisah mistis yang menyelimuti Stasiun Cipeundeuy dan sekitarnya, warga sekitar percaya bahwa sepanjang jalur ini dikuasai oleh sebangsa Jin yang diyakini bernama ‘Haji Kewoh’. Warga sekitar mengamini bahwa Haji Kewoh inilah yang menjadi biang keladi di balik sejumlah kecelakaan kereta yang terjadi di sepanjang jalur ini. Terlepas dari kisah mistis yang menyelimuti stasiun tua ini, selalu ada penjelasan ilmiah di baliknya. Jadi, kisah mana yang Anda percaya?

Sambut Hari Valentine, Bandara Athena Tampilkan Tarian Bollywood

Hari kasih sayang internasional atau Valentine’s day tak lama lagi akan dijelang pada 14 Februari, membuat masing-masing orang bersuka cita. Bahkan yang memiliki pasangan akan merayakan bersama, tak hanya itu biasanya pada Valentine’s day juga dimana orang-orang berbagi cokelat sebagai tanda kasih sayang. Baca juga: Saatnya Menikmati Musim Peragaan Busana di Bandara Tak hanya masyarakat dunia saja yang merayakan, biasanya beberapa bandara juga merayakan baik itu berbagi cokelat, bingkisan menarik hingga memberikan pertunjukkan istimewa untuk menghibur penumpang bandara. KabarPenumpang.com melansir dari laman tornosnews.gr (12/2/2018), pada 14 Februari 2018 besok, di Bandara Internasional Athena atau Athens International Airport di Yunani akan menyambut penumpang melalui hiburan India dengan ala Bollywoodnya. Nantinya, pengunjung bandara Athena akan dihibur melalui suara seperti nyanyian, warna dan gerakan tari dengan unsur India secara megah. Ini semua akan dipersembahkan oleh Akademi Tari Bollywood 1 Yunani dan menjadi kejutan khusus di hari kasih sayang. Para penari ini akan menggunakan kostum khas Bollywood dan menghadirkan pertunjukkan spektakuler yang menggabungkan antara budaya India kontemporer dan tradisional. Dengan pertunjukkan ini, pengunjung berkesempatan untuk mengeksplorasi keindahan tarian dari Bollywood yang ceria dan menyenangkan. Tak hanya itu, ini mungkin membawa Anda bernostalgia meski ada gerakan erotis tetapi tarian ini tetap meyampaikan energi positifnya. Tarian tersebut akan berlangsung pada 14 Februari 2018 pukul 12.00-13.00 waktu setempat. Untuk penumpang yang ingin tahu tentang acara tersebut, pihak bandara sudah melampirkan pengumuman di website resmi mereka www.aia.gr. Para penumpang bisa menikmati tarian tersebut secara gratis diterminal keberangkatan dan beberapa area di bandara. Akademi Tari Bollywood yang ada di Yunani sendiri berdiri tahun 2013 lalu oleh seorang guru dan penari yang diakui secara internasional yaitu Anna Dimitratou. Tujuannya adalah untuk menyebarkan dan memperluas budaya India serta tarian Bollywood yang asli di Yunani. Ini salah satu alasan akademi bekerjasama dengan Yunani dan negara lainny serta ikut berpartisipasi dalam berbagai festival dan acara spesial lainnya. Baca juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi Diketahui, Bollywood sendiri merupakan perpaduan antara Bombay dan Hollywood yang mengacu pada bioskop komersial India. Tarian Bollywood sendiri merupakan perpaduan antara taian tradisional seperti Kathak, Bharata Natyam dan Odissi, yang menggabungkan unsur tarian tradisional timur dengan salsa, flamenco, jazz, hip-hop, tarian modern dan musikal. Ini adalah tarian yang agak energik, penuh energi positif, dengan elemen teater dan cerita.