Kopilot Oman Air Lupa Bawa Lisensi Terbang, Pesawat Tertahan Lebih dari 2 Jam di New Delhi!

Apa yang akan terjadi jika pilot dan kopilot maupun awak kabin tidak membawa kelengkapan dokumen maupun lisensi terbang komersialnya? Mungkin bisa saja pesawat tidak diperbolehkan lepas landas atau bahkan tidak terbang sama sekali hingga ada konfirmasi dari pihak maskapai. Baca juga: Cessna 172 Skyhawk, Pesawat Latih Terpopuler Sejagad, Pencetak Berjuta Pilot Belum lama, hal seperti ini terjadi pada maskapai Oman Air, dimana salah satu kru kabinnya yakni kopilot pesawat tersebut lupa membawa lisensi terbang komersialnya. Masalah tersebut membuat penerbangan Oman Air tidak diizinkan lepas landas dari bandara New Delhi, India, untuk sementara waktu. Penemuan ini saat ada pemeriksaan acak terhadap dokumen-dokumen pesawat terbang dan awak asing yang mengoperasikannya. Diketahui, pemeriksaan ini dilakukan oleh pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara atau Directorate General of Civil Aviation (DGCA). KabarPenumpang.com melansir dari laman english.alarabiya.net (8/12/2017), bahwa selama pemeriksaan acak yang dilakukan, kopilot penerbangan Oman Air tidak dapat memberikan CPL nya saat diminta. Karena masalah ini, penumpang mau tak mau harus menunggu lebih dari dua jam selama pemeriksaan tersebut berlangsung. Atas kejadian tersebut maskapai kemudian mengirim faks atas izin pilot yang diperiksa dan kemudian pesawat baru diperbolehkan lepas landas. India sendiri sudah memulai program pengawasan keselamatan untuk maskapai asing atau safety oversight of foreign airlines (SOFA) pada tahun 2009 sesuai dengan Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengatakan bahwa semua maskapai penerbangan asing harus mengirim awak penerbang dan kabin mereka dengan dokumen lengkap untuk memenuhi pemeriksaan keselamatan rutin. Baca juga: Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot? “Sekitar lima sampai enam tahun yang lalu di UPA, pada pesawat maskapai asing beberapa kali kami telah menemukan beberapa dokumen atau sertifikat hilang atau karena beberapa alasan lain. Itu segera menjadi isu diplomatik dengan negara yang bersangkutan dan kami diarahkan untuk segera melepaskan pesawat tersebut untuk penerbangan,” ujar seorang juru bicara. Terkait hal ini, maskapai Oman Air tidak mengomentari kejadian tersebut.

Puncak Natal 2017, ASDP Cabang Merak Sebrangkan 238.636 Penumpang dan 50.533 Kendaraan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak telah sukses menyeberangkan sekitar 238.636 orang penumpang dan 50.533 unit kendaraan mulai H-7 atau Senin (18/12) hingga H-1 Minggu (24/12) selama periode arus berangkat Angkutan Natal dan Tahun Baru 2018. Baca juga: Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengaku cukup suksesnya layanan angkutan Natal selama arus berangkat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh insan ASDP dalam mendukung layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru tersebut. “Persiapan telah dilakukan sebaik mungkin. Strategi di lapangan juga dilakukan dengan baik, dan berupaya untuk memberikan layanan sesuai prosedur sehingga pengguna jasa dapat menikmati layanan prima, berupa perjalanan yang lancar, aman dan selamat,” tutur Ira, saat memantau puncak arus Natal di Pelabuhan Merak, Minggu (24/12) siang dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com Ia mengakui, di waktu peak season angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 terjadi peningkatan pengguna jasa yang cukup signifikan, khususnya penumpang pejalan kaki, roda dua, dan mobil pribadi. “Namun, karena kesigapan pihak ASDP khususnya Cabang Merak untuk mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar dan memaksimalkan 6 dermaga, maka arus penumpang dan kendaraan relatif lancar, tidak terjadi antrian yang signifikan. Antrian masih dalam batas wajar, dan tidak sampai keluar dari pelabuhan atau bahkan jalan tol Tangerang-Merak,” jelas Ira. Selain itu, pengguna jasa penyeberangan khususnya di Merak kini sudah semakin dapat menikmati pelayanan pelanggan yang lebih baik. Sejumlah fasilitas umum di terminal penumpang ditingkatkan. “Ketersediaan toilet yang cukup bersih, loket yang banyak, musholla, posko kesehatan, ruang menyusui hingga kami siapkan layanan tambahan snack corner gratis di dalam ruang tunggu. Antrian saat naik kapal juga bisa diminimalisir dengan pengaturan port time yang baik. Semua demi kenyamanan penumpang,” katanya. GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengaku pengoperasian kapal besar dan dermaga sebanyak 6 unit secara maksimal cukup berhasil membuat arus penumpang dan kendaraan mengalir lancar. Apalagi, jika membaca data dan perbandingan tahun lalu, tanggal 22 dan 23 Desember 2017 bisa dikatakan puncak arus berangkat Natal, dimana jumlah penumpang pejalan kaki naik tajam, masing-masing naik 49,5 persen dan 18,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. “Dengan menggunakan kapal besar, arus penumpang pejalan kaki yang cukup besar dua hari berturut-turut berhasil diurai. Demikian juga dengan sepeda motor, yang saat peak terjadi kenaikan hingga 70,1 persen pada tanggal 22 dibandingkan tahun lalu,” jelasnya. Kendati demikian, Fahmi tetap mengantisipasi bahwa malam ini masih terjadi arus berangkat Natal ke Sumatera yang akan didominasi penumpang, roda dua dan mobil pribadi walau tak signifikan. Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat Data Posko Merak mencatat, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 238.636 orang atau naik 13,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 210.935 orang. Total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 50.533 unit atau naik 15,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 43.685 unit. Roda dua, tercatat 8.267 unit atau naik 64,6 persen dibandingkan tahun lalu 5.024 unit, dan Roda empat mencapai 24.886 unit atau naik 10,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 22.488 unit.

10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Merasakan wisata kereta di Benua Biru menjadi salah satu tujuan destinasi para pelancong dunia. Bukan hanya karena kota-kota yang indah, tetapi banyak tempat sejarah yang bisa di kunjungi dan satu dengan lainny berdekatan. Biasanya para pelancong lebih memilih menggunakan kereta, selain murah juga bisa menikmati pemandangan. KabarPenumpang.com merangkum dari traveller.com.au, ada sepuluh tips yang bisa digunakan para pelancong saat menggunakan kereta api di negara-negara Eropa. Baca juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa 1. Perjalanan dengan kereta api Bepergian dengan jaringan kereta api di Eropa akan sangat mudah saat tas Anda bisa langsung di ambil. Tidak hanya lebih mudah, saat duduk pun Anda bisa lebih nyaman saat tas di letakkan pada rak penyimpanan di atas tempat duduk. 2. Tahu kereta yang akan dinaiki Di Eropa banyak kereta cepat sehingga membuat Anda harus lebih jeli melihat mana kereta yang akan dinaiki. Awalnya hanya ada TVG dan Eurostar, tetapi saat ini sudah ada SJ, RJ dan AVE. Di Jerman ada kereta Intercity Express atau ICE, Euromed di Spanyol, Thalys di Belgia, Supercity di republik Ceko, Railjet di Austria dan Le Frecce di Italia. 3. Tempat tidur atau kamar tidur Bepergian dengan kereta sembari bermalam bisa menghemat biaya akomodasi, karena selain bisa beristirahat, Anda juga sampai ketujuan di hari baru dan ini menjadi pengalaman tersendiri. Ada kereta dengan kompartemen tidur yang berisikan satu, dua atau tiga tempat tidur, perlengkapan mandi dan handuk. Ada juga kereta dengan kamar dengan empat atau enam tempat tidur susun dengan fasilitas yang sama. Jika Anda berangkat pada tengah malam dan sampai ke tujuan juga tengah malam, maka perjalanan di kereta api akan Anda rasakan selama dua hari. 4. Membawa gadget Perjalanan kereta di Eropa tak selamanya bisa dinikmati keindahan alamnya. Saat melewati Norwegia atau Swiss, pemandangan gunung mendapat sisi gelap yakni terowongan. Sebuah gadget, seperti smartphone atau tablet akan membuat Anda sedikit terhibur saat kereta menyusuri terowongan. 5. Beli tiket online Banyak jalur kereta yang tersedia dengan pilihan kereta pula yang beragam tergantung Anda memilih untuk kemana. Untuk mengunjungi satu negara seperti Jerman, bisa membeli di bahn.com atau menggunakan France Rail Pass yang bisa di beli francerailpass.com. Sedangkan perjalanan dengan beberapa tujuan baiknya Anda membeli tiket Eurail yang berlaku di 28 negara dan menawarkan beberapa hari perjalanan kereta api di berbagai kelas seperti ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Untuk mendapatkan tiket ini Anda bisa membukanya di eurail.com, railplus.com.au atau raileurope.com. 6. Reservasi atau tidak reservasi Tidak semua kereta api mengharuskan Anda memesan tempat duduk sebelum bepergian. Ada beberapa kereta yang tidak mengenakan biaya tambahan untuk pemesanan tempat duduk. Disarankan, jika bepergian ke negara populer seperti Perancis, Italia atau Spanyol, baiknya memesan tempat duduk. 7. Waktu transfer Secara teknis, Anda akan memerlukan pergantian dari satu kereta ke kereta lainnya. Biasanya jarak pergantian kereta setidaknya satu jam setelah perjalanan kereta sebelumnya. 8. Penutup telinga di kereta Tak hanya pesawat, di kereta juga bisa terjadi perubahan tekanan. Ini terjadi jika kereta melalui gunung dan melewati terowongan sehingga mengubah ketinggian. Hal tersebut bisa tidak nyaman apalagi yang memiliki telinga sensitif, pilek bahkan infeksi sinus. Penyumbat telinga yang dirancang untuk diudara bisa digunakan dan cukup membantu. Anda juga bisa membuka jendela untuk membuat tekanan udara perbedaannya tidak terlalu ekstrim. Bawa obat dalam perjalanan Anda. Baca juga: Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online 9. Hati-hati dengan pencopet Perjalanan dengan kereta api di Eropa pada umumnya merupakan lambang kesopanan dan keamanan. Saat Anda turun, terutama di kota-kota besar baiknya waspada dengan pencopet dan jaga barang dengan baik. Beberapa stasiun besar memiliki lounge untuk penumpang kelas satu atau kelas eksekutif. 10. Train lag Tak hanya saat menggunakan pesawat Anda merasakan jet lag, di kereta juga ada train lag. Sebagian besar Eropa Barat kecuali Inggris dan Portugal menempati zona waktu Eropa Tengah. Untuk merasakan ketenangan ini, perbanyak istirahat selama perjalanan, beri waktu diri Anda untuk pulih dalam waktu singkat.

Biar Tak Dicibir Orang Lain, Mau Selfie Juga Perlu Etika

Sebagai seorang pelancong tidak akan pernah melupakan yang namanya berfoto. Apalagi untuk berselfie ria adalah hal yang paling menyenangkan untuk dilakukan. Obsesi untuk berselfie ria, sudah jelas dilakukan para pelancong saat berlibur dan ini menjadi salah satu buah tangan yang paling murah untuk dibagikan. Baca juga: Travel Advice, Jangan Samakan dengan Travel Warning KabarPenumpang.com merangkum dari traveller.com.au (2/12/2017), banyak sekali pelancong yang terkadang tidak sadar saat berselfie. Berikut ini ada beberapa perlakuan pelancong yang terlihat tidak seharusnya dilakukan. Di Balai kota Kopenhagen perilaku tidak baik terlihat saat pelancong berselfie di depan patung penulis Denmark Hans Christian Andersen. Beberapa pelancong ada yang memanjat ke atas patung dan memeluknya untuk kepentingan diri sendiri. Bahkan ada pelancong wanita yang menantang untuk duduk di atas lutut patung tersebut. Tak hanya itu, di Jepang tepatnya dekat stasiun Shibuya Tokyo, patung Hachiko menjadi satu ikon yang paling digemari untuk berselfie. Banyak yang memeluk patung dan membuat beberapa macam pose lucu. Adapula foto satu keluarga di Selandia Baru yang berfoto di lubang hobbit dengan anak perempuannya yang berusia 20 tahun. Mungkin ini bagus untuk dilakukan apalagi sebagai kenangan. Tetapi terkadang perilaku Anda yang seenaknya saja membuat pelancong lainnya tidak senang bahkan kesal. Sebenarnya apakah perlu etika berselfie di tempat wisata? KabarPenumpang.com mendapatkan hasil juga, bahwa berselfie memiliki etika dimana pengunjung harus mengutamakan keselematan. Seperti menaiki patung Andersen di Denmark setinggi dua kaki, terlihat para pelancong lupa akan keselamatan dirinya. Selain itu ketika terjadi huru-hara, kecelakaan atau bencana alam, baiknya jangan berselfie ria. Akan lebih etis jika menolong korban dibanding berselfie untuk mengabadikan kejadian tersebut. Terpenting adalah menghargai orang lain, seperti bergantian saat berfoto atau tidak menjadikan sebuah objek seperti miliknya sendiri. Ini bukannya menikmati berselfie tetapi seperti merenggut keinginan orang lain untuk berfoto di situ. Baca juga: Ini Dia! Hal Yang Kurang Menyenangkan Saat Bertandang Ke Cina Jangan juga menutupi orang lain saat berfoto, untuk lebih baik, Anda harus meminta izin dulu sebelum berselfie ria. Tidak lupa untuk melihat papan peringatan, karena ada beberapa tempat dimana tidak bisa berselfie dengan sesukanya. Jadi baiknya tidak melanggar aturan daripada Anda mendapat masalah. Bagaimana, masih mau berselfie sembarangan dan tak perduli orang lain atau melanggar aturan?

Mau Bawa Snow Globe Selama Penerbangan? Sebaiknya Kemasi di Dalam Koper

Snow globe alias bola salju hingga kini masih menjadi salah satu souvenir yang laris dibeli oleh pelancong yang akan pulang dari Eropa. Tapi tahukah Anda, bahwa di elemen yang ada di dalam snow globe didominasi oleh cairan, ya efek sebaran salju bisa tercipta berkat adanya cairan di dalam bola tersebut. Dan kini ada kabar terbaru, bahwa snow globe yang akan dibawa terbang harus mendapat perlakuan khusus. Baca juga: Belanda Diterpa Cuaca Buruk, Bandara Schiphol Bakal Lebih Sepi di Akhir Tahun Snow globe mendapat perlakuan khusus, lantaran ada ke khawatiran tentang muatan cairan yang ada di dalam bola. Bila dahulu penumpang bebas membawa snow globe ke dalam kabin, kini ada peraturan di Bandara Dublin, Irlandia, yang menyebut snow globe bisa dibawa naik ke pesawat, asalnya ditempatkan di bagasi kargo. Hal ini menyiratkan otoritas bandara tak ingin mengambil risiko untuk keselamatan penerbangan, meski sejatinya kadar air yang ada di snow globe terbilang minim. Adanya perbedaan tekanan kemungkinan bisa berujung pada masalah di kabin. Atau bisa juga kuatitas snow globe yang dibawa penumpang menjadi perhatian bagi pihak keamanan bandara. Terkait dengan momen Hari Raya Natal pada 25 Desember 2017, Juru bicara bandara Dublin, Siobhán O’Donnell mengatakan, pada 22 Desember ini akan menjadi hari tersibuk sebelum Natal dengan hampir 85 ribu penumpang. Namun, di bandara Dublin sebaiknya jangan membungkus dan membawa bola salju dengan tas tangan (hand carry), seperti detailnya dapat Anda simak di video berikut ini. Peraturan membawa cairan penerbangan di Uni Eropa masih berlaku. Sehingga penumpang diingatkan untuk mengemasi hadiah dalam botol atau wadah berukuran lebih dari 100 ml ke dalam koper. Tentang larangan membawa snow globe ke dalam kabin juga bukan hanya dilakukan Bandara Dublin. Transport Security Administration (TSA), lembaga di bawah Department of Homeland Security Amerika Serikat, malah telah menetapkan aturan itu sejak tahun 2012 silam. Saat Natal, anak-anak kecil di Amerika Serikat dan Eropa banyak yang bepergian dengan membawa snow globe. Dengan adanya aturan ini, tentu akan memisahkan antara anak dan snow globe selama perjalanan di udara.

Tak Hanya di Imigrasi Bandara, Restoran Cepat Saji Mulai Adopsi Pemindai Wajah Untuk Pemesanan

Selain di konter imigrasi bandara, mesin pemindai wajah (face recognition) juga mulai hadir ditempat-tempat lainnya seperti ritel dan kios makanan. CaliBurger salah satu restoran cepat saji di Amerika Serikat menguji kios pemesanan mandirinya dengan menggunakan mesin pengenalan wajah untuk mengidentifikasi pelanggan dan ‘mengingat’ makanan pesanan favorit mereka. Baca juga: Akuarium Virtual Pemindai Wajah Sapa Calon Penumpang di Bandara Dubai CaliBurger sendiri sudah tidak asing lagi dengan teknologi baru, karena sebelumnya di tahun 2017 ini juga mereka sudah menguji coba sebuah juru masak robot bernama Flippy. Robot ini dirancang untuk pekerjaan membalik roti burger di dapur restoran cepat saji tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (21/12/2017), bahwa setelah program robot masak ini sukses, rencananya akan menambahkan 50 robot lain di restorannya mulai tahun 2018 mendatang. Eksperimen teknologi baru tersebut melibatkan penggabungan perangkat lunak pengenalan ajah NEC NeoFace dalam program kios pemesanan mandiri. Nantinya, saat pelanggan memilih, mereka akan memiliki semua detail dari akun loyalitas pelanggan yang telah terekam di database, selanjutnya di layar akan muncul konfirmasi pesanan yang telah dikenali dan langsung ditawarkan ke pembeli. “Loyalitas pelanggan dengan basis facial recognition secara signifikan mengurangi gesekan yang terkait dengan pendaftaran dan mengurangi durasi waktu transaksi, lebih jauh, ini memungkinkan rantai restoran seperti CaliBurger menyediakan pengalaman interaktif satu per satu yang disesuaikan dengan pemesanan,” kata Chairman dan CEO Cali Grup, John Miller. Awalnya pada uji coba program ini tidak akan menggunakan pengenalan wajah pada tahap pembayaran dan masih memerlukan kartu kredit. Tetapi, pihak perusahaan berharap kedepannya akan menggabungkan pembayaran berbasis wajah di tahun depan. Baca juga: Demi Aman dan Nyaman, Bus di India Ini Gunakan Teknologi Pemindai Wajah Sebuah sistem di Cina baru-baru ini juga meluncurkan sistem pengenalan wajah serupa di lingkungan ritel. Smile to Pay, kios -kios ini tersedia di bereberapa restoran KFC di Hangzhou, Cina. Sistem pembayaran yang sedang di uji, masih memerlukan verifikasi dari ponsel pintar milik pelanggan sehingga tidak sepenuhnya otomatis ke sistem pengenalan wajah tersebut. Setelah peluncuran sistem pengenalan wajah baru iPhone yang kontroversial di awal tahun ini, belum terlihat apakah masyarakat umum sudah siap untuk menerima teknologi tersebut. Ada kewajaran untuk mempertanyakan seberapa valid dan amannya data biometrik pengenalan wajah tersebut, apalagi jika rencananya menghubungkan ini dengan proses pembayaran otomatis.  

Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!

Beberapa hari yang lalu, PT MRT Jakarta (MRTJ) membocorkan calon armada yang akan digunakan di Jakarta pada awal tahun 2019 mendatang. Dalam salah satu foto yang dipamerkan dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta, Rabu (20/12/2017) kemarin, terdapat satu pemandangan yang mengundang pertanyaan dari banyak kalangan. Selain memuji progress yang sudah dicapai oleh PT MRTJ, sebagian masyarakat juga menanyakan, “kenapa kursinya terbuat dari plastik?” Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tidak hanya mempertanyakan soal bangku plastik yang digunakan, tapi juga absennya rak bagasi di salah satu foto yang memuat gambar interior gerbong tersebut. Sontak, masalah ini ramai diperbincangkan. “Kami tetap menyertakan rak bagasi, di ujung rangkaian, area kursi prioritas. Karena itu sesuai dengan PM (Peraturan Menteri),” ungkap Agung Wicaksono selaku Direktur Operasi PT MRTJ. Selain itu, Agung juga memaparkan bahwa estimasi waktu tempuh Fase 1 MRT dari Lebak Bulus menuju Bunderan HI hanyalah berkisar 60 menit, sehingga keberadaan rak bagasi dianggap tidak terlalu diperlukan. Alih-alih menggunakan rak yang biasanya dijumpai di atas bangku penumpang, Agung mengatakan bahwa kereta itu ruang kosong tersebut akan digunakan untuk memasang iklan, termasuk papan informasi. Baca Juga: PT MRT Jakarta: Dibutuhkan Tiga Payung Hukum Untuk Pengembangan Ruang Bawah Tanah MRT Ketika disinggung soal eksistensi kursi berbahan plastik dalam foto tersebut, Agung menyebutkan bahwa pertimbangan utama dalam penggunaan kursi keras tersebut adalah soal perawatan. Dirinya yakin bahwa jika MRTJ menggunakan bangku busa yang notabene lebih empuk dan nyaman, tentu pemeliharaannya pun akan lebih sulit ketimbang kursi plastik. Tidak hanya dari segi pemeliharaan, Agung juga mengatakan bahwa bahan yang digunakan berbeda dari kursi plastik biasa, sehingga penumpang tidak akan kehilangan kenyamanan ketika duduk di atasnya. Dilansir dari sumber terpisah, Corporate Secretary MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah mengatakan bahwa bahan plastik yang digunakan sebagai bahan dasar kursi di kereta produksi Nippon Sharyo ini dapat dijadikan media untuk beriklan. “Kalau kursi plastik juga kan kita bisa tempel iklan-iklan,” tutur pria yang akrab dipanggil Hikmat tersebut.

Peringati Hari Ibu, Garuda Indonesia Kejutkan Para Penumpang Wanita di Terminal 3 Bandara Soetta

Dalam rangka memperingati hari Ibu, maskapai plat merah, Garuda Indonesia pada hari ini, Jumat (22/12), membagikan bunga dan souvenir kepada penumpang wanita sebagai bentuk apresiasi perusahaan pada peringatan hari Ibu di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 73.000 Kursi Tambahan Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Hengki Heriandono mengungkapkan, “Kami pada hari ini membagikan bunga dan souvenir kepada penumpang wanita sebagai simbol apresiasi terhadap figur Ibu yang erat kaitannya dengan representasi kekuatan wanita Indonesia”. “Peringatan Hari Ibu ini juga dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa,” ungkap Hengki. Hengki menambahkan, “Peringatan Hari Ibu di Indonesia tentunya menjadi komitmen bersama seluruh pihak yang dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur”. Mengusung tema “Perempuan Berdaya untuk Indonesia” pada Peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017 ini, Garuda Indonesia memberikan bunga dan souvenir yang dilakukan di areal check in counter, premium lounge, maupun boarding gate yang dibagikan khusus oleh cabin crew kepada seluruh penumpang wanita. Baca Juga: Setelah Singapore Airlines, Kini Grab Berkolaborasi dengan Garuda Indonesia Selain membagikan bunga di Terminal 3 Soekarno Hatta, pada hari ini, Garuda Indonesia juga membagikan bunga pada penerbangan GA 698 rute Makassar – Sorong. Melandasi komitmen peringatan hari Ibu, Garuda Indonesia senantiasa memberikan komitmen pelayanan terbaiknya melalui konsep layanan Garuda Indonesia Experience berbasis implementasi filosofi layanan “Indonesia Hospitality” yang direpresentasikan pada layanan pre flight, inflight, dan post flight.

Malam Ini! Diprediksi Jadi Puncak Arus Liburan Natal di Pelabuhan Merak

H-3 Natal yang jatuh pada malam hari ini (22/12/2017), diperkirakan akan menjadi puncak arus penyeberangan di Pelabuhan Merak. Prediksi hari puncak arus berangkat angkutan Natal dan Tahun Baru dari 22- 23 Desember 2016, dan 29-30 Desember 2017. Sedangkan puncak arus balik liburan diprediksi pada tanggal 26-27 Desember 2017 dan 1-2 Januari 2018. Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia Demikian disebutkan Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com. Ia menambahkan karakteristik tahun ini sama dengan tahun lalu, dengan asumsi kenaikan total jumlah penumpang di 10 lintasan mencapai 3,29 juta orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 3,13 juta orang. Khusus di Pelabuhan Merak, dari total 66 unit kapal yang beroperasi, dipastikan 62 unit kapal siap melayani angkutan Natal dan Tahun Baru 2018. GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, tahun ini untuk total penumpang selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru dari Merak ke Bakauheni ditargetkan naik 11 persen atau sebanyak 90.018 orang, dari realisasi tahun lalu sebanyak 818.347 orang menjadi 908.365 orang di tahun ini. Secara total, dari hingga H-7 atau Senin (18/12) hingga H-4 atau Jumat (22/12) pagi, tercatat jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Merak mencapai 121.685 orang atau turun 0,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 122.233 orang. Lalu, untuk roda dua, tercatat 2.461 unit atau turun 2,4 persen dibandingkan tahun lalu 2.522 unit, roda empat mencapai 13.071 unit atau turun tipis 0,1 persen dibandingkan tahun lalu 13.079 unit. Roda empat/lebih tercatat 24.462 unit atau naik 7,3 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 22.803 unit. Sehingga total kendaraan seluruhnya yang telah menyeberang ke Bakauheni mencapai 26.923 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai 25.325 unit. Baca juga: Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone Diprediksi, puncak arus Angkutan Natal 2017 terjadi pada akhir pekan ini. Karenanya, ASDP telah mempersiapkan peningkatan layanan bagi pengguna jasa melalui layanan tiket online dengan cukup pesan tiket melalui website ASDP dan pembayaran dapat dilakukan melalui ATM. Bagi pengguna jasa yang membeli tiket melalui online dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode yang diterima setelah membayar tiket- lebih singkat, sehingga dapat lebih cepat menuju kapal.

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Sigap Identifikasi Pelaku Pelecehan Seksual di Stasiun

Seorang mahasiswi diduga telah dilecehkan oleh seorang pria tak dikenal di kereta Light Rail Transit (LRT) – RapidKL di stasiun Masjid Jamek pada Kamis (14/12/2017) kemarin. Atas kejadian ini, mahasiswi tersebut melaporkannya ke pihak kepolisian. KabarPenumpang.com yang melansir dari laman thestar.com.my (17/12/2017), insiden ini terjadi sekitar pukul 07.50 waktu setempat ketika perempuan berusia 20 tahun tersebut berada di eskalator stasiun. Dia mengatakan kepada pihak kepolisian, tiba-tiba seorang pria diduga membuka ritsleting celananya dan mengusap alat kelaminnya ke bokong perempuan tersebut. Baca juga: Johor Baru – Singapura via Rapid Transit System di Tahun 2022 Saat merasa disentuh dengan tidak senonoh, perempuan tersebut langsung melihat pelaku yang kemudian melarikan diri setelah ketahuan. Tetapi seorang teman perempuan tersebut berhasil memotret tersangka. Dang Wangi OCPD Asst Comm Shaharuddin Abdullah mengatakan, bahwa pihak kepolisian juga telah memperoleh rekaman CCTV kejadian tersebut dan langsung memburu pelaku pelecehan seksual itu. “Korban, mahasiswa politeknik mengajukan laporan pada malam yang sama sekitar pukul 10.20 malam. Berdasarkan laporan tersebut dia dilecehkan secara seksual sebanyak dua kali di stasiun LRT Masjid Jamek sekitar pukul 18.50,” ujar Abdullah. Ia menjelaskan, penyerangan pertama terjadi saat korban berada di eskalator stasiun dan yang kedua kalinya terjadi di dalam kereta. Abdullah menambahkan pada kejadian yang pertama, tersangka menyentuh bagian pribadi korban dan melarikan diri sebelum korban dan temannya dapat bereaksi. “Teman korban sempat memfilmkan tersangka saat dia melarikan diri dari eskalator. Setelah laporan korban, kami telah memperoleh rekaman CCTV dari stasiun LRT dan kasus tersebut akan diserahkan ke Departemen Investigasi Seksual, Wanita dan Investigasi Federal untuk tindakan lebih lanjut,” ujar Abudullah. Baca juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu RapidKL menanggapi masalah pelecehan seksual tersebut dalam sebuah cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa tersangka telah ditangkap dan diserahkan ke polisi. Namun diyakini bahwa penangkapan ini lebih dari sebuah insiden terpisah. RapidKL kemudian kembali men-tweet bahwa pihaknya melakukan penyelidikan sendiri terhadap dugaan pelecehan tersebut.