Saturday, August 13, 2022
HomeBandaraPCR Tak Jadi Syarat Terbang, Bandara AP I Catat Peningkatan Trafik Penumpang...

PCR Tak Jadi Syarat Terbang, Bandara AP I Catat Peningkatan Trafik Penumpang 47 Persen

Keputusan pemerintah mencabut syarat tes PCR untuk penumpang pesawat di Jawa dan Bali serta menggantinya menjadi antigen -bagi yang sudah mendapat vaksin dua dosis- berdampak positif terhadap minat terbang masyarakat.

Baca juga: Kenapa Hasil Tes PCR Lama Keluar? Ini Jawabannya

Di bandara-bandara Angkasa Pura I (AP I), sepanjang bulan Oktober 2021 telah terjadi pertumbuhan trafik penumpang sebesar 47,2 persen dibanding September 2021, dari semula 1.943.424 pergerakan penumpang pada September menjadi 2.860.812 pergerakan penumpang pada Oktober 2021.

Pertumbuhan juga terjadi pada trafik pesawat pada Oktober 2021 yang tumbuh 31,4 persen dari 23.379 pergerakan pesawat pada September 2021 menjadi 30.730 pergerakan pesawat pada Oktober 2021. Begitu juga dengan trafik kargo yang tumbuh 9,6 persen dari 35.589.981 kg pada September menjadi 39.028.581 kg pada Oktober 2021.

“Selepas masa PPKM Darurat pada Juli 2021 lalu, trafik penerbangan terus mengalami pertumbuhan di mana pada Oktober 2021 lalu trafik penumpang mencapai 2,8 jutaan pergerakan penumpang, tumbuh 47,2 persen dibanding trafik penumpang pada September 2021,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

“Pelonggaran syarat perjalanan udara sejak September dan Oktober berdampak pada peningkatan trafik penerbangan. Walaupun begitu, penerapan protokol kesehatan di seluruh bandara Angkasa Pura I tetap dilakukan dengan ketat dan sesuai prosedur,” tambahnya.

Dari 15 bandara yang dikelola AP I, trafik penumpang tertinggi pada Oktober lalu terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang sebesar 664.514 pergerakan penumpang, sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 570.487 pergerakan penumpang, dan trafik penumpang tertinggi ketiga terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang sebesar 464.840 pergerakan penumpang.

Sementara itu, total trafik penerbangan di 15 bandara Angkasa Pura I sejak Januari hingga Oktober 2021 yaitu 21.255.164 pergerakan penumpang, 258.698 pergerakan pesawat, dan 340.981.684 kg kargo.

Pada Oktober 2021, Angkasa Pura I melayani penumpang rata-rata 92.284 penumpang per hari di 15 bandaranya.

Walaupun mengalami pertumbuhan rata-rata penumpang harian dibanding September lalu yang hanya 64.780 penumpang per hari, namun peningkatan tersebut masih belum dapat menyamai dengan rata-rata trafik harian pada masa sebelum penerapan PPKM Darurat, khususnya perode 18 Mei – 2 Juli, di mana rata-rata trafik penumpang harian mencapai 119.845 penumpang per hari.

“Seiring dengan pelonggaran syarat mobilitas masyarakat, khususnya menggunakan transportasi udara, di tengah penurunan kasus Covid-19 dan 200 juta vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan per 5 November lalu, diharapkan trafik penerbangan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun,” kata Faik Fahmi.

Baca juga: Paling Murah, Garuda Indonesia Tawarkan Tes PCR Rp260 Ribu!

“Perhelatan ajang balap motor internasional World Superbike 2021 di Mandalika pada 19 hingga 21 November diharapkan juga meningkatkan trafik penerbangan dan memulihkan pariwisata Lombok,” tutupnya

Seperti diketahui, syarat naik pesawat pada bulan Oktober 2021 lebih longgar dibanding bulan September. Bagi penumpang yang sudah mendapat vaksin dua dosis, dari semula tetap wajib PCR di bulan September, menjadi cukup tes antigen saja di bulan Oktober.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru