Pelabuhan Jangkar Situbondo, Kondang Berkat Keberadaan Ojek Gendong!

(Antara foto)

Jawa Timur tak hanya punya Pelabuhan Ketapang ataupun Tanjung Perak, tetapi di Situbondo juga ada pelabuhan yang cukup terkenal dan memiliki keunikan dari yang lainnya. Ya, namanya Pelabuhan Jangkar yang menjadi pelabuhan utama dan tradisional di masa sekarang ini.

Baca juga: Ojek Gendong, Kerap Mendapat Cibiran Meski Kadang Dibutuhkan

Letaknya sekitar 35 km arah timur kota Situbondo dan berada di kecamatan Asembagus. Seperti yang sudah KabarPenumpang.com katakan diawal, Pelabuhan Jangkar memiliki keunikan yakni ojek gendongnya. Biasanya ojek gendong ini selalu menjadi pusat perhatian pemudik dikala musim Lebaran tiba.

Dirangkum dari berbagai laman sumber kapal yang bersandar dan berangkat dari Pelabuhan Jangkar tak hanya kapal ferry, tetapi kapal kayu jenis Kapal Layar Motor (KLM) tujuan Pulau Raas, Sapudi, Kangean dan Kalianget yang merupakan Kabupaten di Pulau Madura. Naiknya lonjakan penumpang yang mengguakan KLM, warga Pelabuhan Jangkar mendapat berkah sendiri apalagi penyedia jasa ojek gendong.

Pasalnya para penyedia jasa ojek gendong ini siap menggendong para pemudik dan bawaannya dari tepi pantai menuju perahu kecil yang disebut tambangan sejauh 30 meter dari bibir pantai. Setelah dari kapal kecil, para pemudik akan diantar ke KLM yang berada di perairan dalam, dan selanjutkan KLM membawa penumpang ke beberapa tujuan tersebut.

Mengapa harus naik ojek gendong? Sebab pemudik akan basah dan barang bawaan mereka pun terancam basah air laut. Ternyata bukan hanya orang dan barang bawaan mereka seperti tas, tetapi sepeda motor pun juga ikut digendong.

Karena tak mau basah inilah yang membuat penumpang KLM menyewa jasa ojek gendong. Tarif sekali naik ojek gendong ini pun tak mahal yakni sekitar Rp5 ribu, tetapi banyak juga penumpang yang memberikan lebih pada penyedia jasa sebagai tip tambahan membawa barang mereka.

Selain menjadi tempat bersandar dan berangkatnya kapal ferry, pelabuhan ini ternyata diminati masyarakat sekitar bukan hanya untuk mencari nafkah tetapi hiburan diri. Dimana masyarakat sekitar bisa menikmati hobi mereka seperti memancing, berjalan santai di pantai menunggu matahari terbenam hingga berenang.

Sebagai tempat ngabuburit atau waktu menunggu berbuka pun, Pelabuhan Jangkar juga cukup diminati. Meski begitu pada tahun 2012 silam, Pelabuhan Jangkar sempat ditutup dan tidak beroperasi selama enam hari.

Baca juga: Pelabuhan Srengsem, Aset PT KAI Tempat Sejenak Melepas Penat

Hal ini dikarenakan cuaca di tengah Selat Madura sedang tidak kondusif. Namun kembali buka setelah cuaca dipastikan normal dan kapal ferry maupun KLM bisa kembali beroperasi secara lancar. Satu hal lagi, dulunya penumpang yang naik kapal kayu sebelum ke KLM tidak mengenakan pelampung, tetapi kini kapal kayu melengkapi dengan pelampung untuk keamanan penumpang.