Penumpang Gigit Pramugari dan Coba Buka Pintu Pesawat di Udara, Mustahil!

0
Ilustrasi pintu pesawat dibuka saat di udara. Foto: Istimewa

Seorang penumpang American Airlines belum lama ini dlaporkan hilang kontrol, mengigit pramugari, dan coba membuka pintu pesawat saat di udara. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan pramugari lainnya. Kendati demikian, andaipun tak digagalkan, mustahil seseorang bisa membuka pintu pesawat saat di tengah penerbangan. Kok bisa?

Baca juga: Pernah Berpikir untuk Membuka Pintu Pesawat Saat di Udara? Mustahil!

Dilansir wfla.com, insiden itu terjadi beberapa hari yang lalu dalam penerbangan antara Dallas ke Charlotte, Amerika Serikat (AS). Ketika itu, penumpang wanita yang tak diungkap identitasnya ini secara tiba-tiba menyerang petugas dan coba membuka pintu pesawat saat di tengah penerbangan.

Awalnya petugas tak bermaksud berbuat lebih dan memilih mencoba untuk menenangkan penumpang yang bersangkutan. Tetapi, demi keselamatan dan keamanan penerbangan, petugas akhirnya bahu-bahu menangkap pelaku dan mengikatnya di kursi.

Petugas lain yang sudah standby di bandara tujuan kemudian menjemput dan membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa kejiwaannya.

“Saat dalam penerbangan dari Dallas-Fort Worth (DFW) ke Charlotte (CLT) pada 6 Juli, awak pesawat American Airlines penerbangan 1774 melaporkan potensi masalah keamanan setelah seorang pelanggan berusaha membuka pintu boarding depan dan menyerang secara fisik, menggigit dan menyebabkan cedera pada pramugari,” kata juru bicara maskapai.

“Demi keselamatan dan keamanan pelanggan lain dan kru kami, penumpang tersebut ditahan hingga pesawat mendarat di CLT dan dijemput oleh penegak hukum dan emergency personnel,” lanjutnya.

Tetapi, terlepas dari aksi penumpang brutal tersebut menggit pramugari dan mencoba membuka penumpang saat di udara, sebetulnya bisakah pintu pesawat dibuka dari dalam saat pesawat mengudara? Jawabannya, mustahil!

Dalam sebuah tulisan businessinsider.com, sebuah pesawat saat mengudara, pada umumnya berada di ketinggian sekitar 3.600 – 10.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Banyak faktor yang mendasari mengapa pesawat berada di ketinggian tersebut, seperti menghindari kawanan burung (jenis tertentu bisa terbang maksimal di ketinggian 4.500 meter) hingga mengejar efisiensi bahan bakar. Pasalnya, semakin tinggi pesawat, semakin rendah tekanan udara di luar sehingga pesawat tak memerlukan tenaga ekstra untuk meluncur di airways.

Terkait konteks membuka pintu darurat atau pintu utama, pada ketinggian tersebut (3.600 – 10.000 mdpl), pesawat mendapatkan tekanan besar dari luar, sekitar 10,8 ton.

Baca juga: Duh, Penumpang Pukul Pramugari dan Coba Buka Pintu Pesawat Saat di Udara! Memangnya Bisa?

Sebaliknya, bila seseorang ingin membuka pintu pesawat saat di udara, baik secara sengaja maupun tidak, orang tersebut harus mempunyai kemampuan untuk mengangkat beban setara 10,8 ton tadi, barulah kemungkinan pintu pesawat dibuka saat di udara menjadi lebih besar.

Dengan begitu, kalaupun penumpang American Airlines yang coba membuka pintu pesawat saat mengudara dibiarkan, secara ilmiah, penumpang itu mustahil bisa melakoninya. Tentu, itu tergantung pada di ketinggian berapa pesawat berada. Bila itu dilakukan beberapa detik setelah pesawat lepas landas, tekanan dari luar mungkin tak terlalu besar sehingga memungkinkan oknum penumpang membukanya.

LEAVE A REPLY