Penumpang Justru Senang Pesawat Delay 2 Jam Gegara Apollo 11 Kembali Ke Bumi

0
Ilustrasi Boeing 707 milik Qantas dengan lima mesin Foto: Simple Flying

Di berbagai belahan dunia, pada umumnya penumpang protes ke maskapai atas keterlambatan jadwal penerbangan mereka. Namun, lain cerita dengan penerbangan Qantas QF596 dari Brisbane ke San Francisco. Pada penerbangan tersebut, penumpang justru mengaku senang saat pesawat terlambat dua jam akibat peristiwa kembalinya Apollo 11 dari misi pendaratan di bulan untuk pertama kali.

Baca juga: Wow, Kaca Film Sekarang Bisa untuk Jendela Pesawat

Dikutip dari Simple Flying, Apollo 11 pada 16 Juli 1969 diketahui telah meluncur dari bumi untuk melakukan misi pendaratan di bulan dengan memuat tiga astronot, Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins. Mereka diproyeksikan bakal menghabiskan waktu selama sembilan hari di sana sebelum akhirnya kembali ke bumi. Bila segalanya sesuai rencana, artinya, Apollo 11 akan melintas secara vertikal pada 24 Juli 1969 dan berpotensi menggangu kelancaran penerbangan.

Dengan adanya potensi bahaya tersebut, Kapten Frank Brown, selaku kapten pilot pada penerbangan Qantas QF596 dari Brisbane ke San Francisco senantiasa rutin mengecek jalur penerbangannya. Pasalnya, Apollo 11 besar kemungkinan kembali ke bumi dan jatuh di Samudera Pasifik. Tentu saja Boeing 707 yang akan diterbangkannya akan melintas di langit Samudera Pasifik.

Namun, Kapten Frank Brown, kala itu sengaja mengecek bukan untuk menghindari pesawat dari jalur jatuhnya Apollo 11, justru sebaliknya, membawa pesawat agar berada sedekat mungkin dengan Apollo 11 agar para penumpang bisa menyaksikan langsung momen langka sekali seumur hidup tersebut. Tak ayal jika ia memutuskan untuk menunda keberangkatan pesawat selama dua jam demi momen tersebut. Hasilnya, jalur sejauh 280 mil dari Brisbane ke ke San Francisco yang dilalui berhasil berada pada posisi sejajar dan mengudara pada posisi serta waktu yang tepat.

Sambil menikmati sajian unik dengan tema Apollo 11, seperti ‘Chilled Lunar Lobster’, ‘Loin of Lamb Aldrin with Splashdown Sauce’, dan ‘Duckling a l’Armstrong’, para penumpang kala itu mengaku tak sabar menanti detik-detik Apollo 11 melintas. Pada akhirnya, momen yang ditunggu pun tiba. Apollo 11 melintas tepat di depan Qantas QF596. Selama kurang lebih tiga menit, penumpang disuguhi peristiwa yang mungkin hanya sekali dalam seumur hidup mereka.

Baca juga: Pan Am, Maskapai Pelopor Kelas Ekonomi Modern di Penerbangan Jarak Jauh

Trevor Hiscock, salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut mengaku tak percaya dengan apa yang dilihatnya. “Mata saya terasa sebesar jendela pesawat. Tiba-tiba bola hijau dan bola merah lainnya (mirip seperti suar) lama kelamaan semakin membesar dan pada akhirnya mereka bergerak menjauh dari jalur penerbangan kami,” katanya.

Sama halnya dengan Trevor, Kapten Frank Brown juga melihat dengan jelas peristiwa langka tersebut. Ia pun kemudian menjadi buah bibir di Australia dan dunia hingga mendapat kehormatan sebagai narasumber ABC Radio Australia untuk menceritakan kronologi dan detik-detik ia melihat Apollo 11 kembali ke atmosfer bumi. Selain mendapat kehormatan sebagai narasumber, pengakuannya ketika melihat Apollo 11 kembali pun juga dijadikan dasar atau konfirmasi visual pertama.

Leave a Reply