Pesawat Listrik Rolls-Royce dan Tecnam Meluncur 2026, Norwegia Jadi Pasar Terbesar

0
Maskapai regional terbesar Norwegia, Widerøe, akan mengoperasikan pesawat listrik komuter buatan Tecnam dan Rolls-Royce, P-Volt, pada 2026 mendatang. Foto: Tecnam via Sam Shui

Pesawat listrik komuter buatan Tecnam dan Rolls-Royce, P-Volt, ditargetkan bakal mulai beroperasi pada 2026 mendatang. Nantinya, Norwegia akan menjadi pasar terbesar pesawat itu, menyusul komitmen maskapai regional terbesar di negara tersebut, Widerøe, untuk mengoperasikan P-Volt.

Baca juga: Tecnam dan Rolls-Royce Bakal Bikin Pesawat Listrik Komuter

Sebelum pandemi virus Corona menerjang, Widerøe adalah raksasa penerbangan regional Norwegia dengan 400 penerbangan per hari, menggunakan jaringan 44 bandara, dimana 74 persen penerbangan memiliki jarak kurang dari 275 km.

Durasi penerbangan terpendek maskapai itu antara tujuh dan lima belas menit. Jadi, sangat relevan untuk dioperasikan oleh pesawat listrik P-Volt yang kemampuannya masih sebatas penerbangan regional saja. Meski demikian, dengan kapasitas mencapai 11 penumpang, pesawat listrik P-Volt tetap menjadi pilihan yang menguntungkan untuk dioperasikan maskapai.

“Jaringan luas bandara short take-off and landing di Norwegia sangat ideal untuk teknologi nol emisi. Pesawat ini menunjukkan betapa cepatnya teknologi baru dapat dan akan dikembangkan, dan bahwa kami berada di jalur yang tepat dengan ambisi kami untuk terbang dengan nol emisi sekitar tahun 2025,” kata juru bicara Widerøe, seperti dikutip dari Sam Chui.

Sementara itu, Direktur Rolls-Royce Electrical, Rob Watson, mengatakan, “Elektrifikasi akan membantu kami mewujudkan ambisi kami untuk memungkinkan pasar tempat kami beroperasi mencapai zero emisi (bebas karbon) pada tahun 2050. Kolaborasi ini memperkuat hubungan kami yang sudah ada dengan Tecnam dan Widerøe, seperti yang kami harapkan mengeksplorasi apa yang diperlukan untuk mengirimkan pesawat penumpang serba listrik untuk pasar komuter.”

Norwegia memang menjadi salah satu negara yang mulai menerapkan kebijakan mendorong penggunaan energi hijau (ramah lingkungan) pada pesawat. Negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia bagian ujung barat yang berbatasan dengan Swedia, Finlandia, dan Rusia tersebut sudah mulai melakukan kajian-kajian untuk mewujudkan pesawat listrik menguasai udara di masa mendatang. Salah satunya melalui Norway Research Association.

Norway Research Association ditugaskan oleh pemerintah Norwegia, bekerjasama dengan beberapa negara lain, untuk mempelajari teknologi baterai yang pas dan mencari tahu persepsi publik terkait pesawat listrik, dengan nilai investasi US$1,65 juta atau Rp25,3 miliar (kurs 15,370).

Meskipun belum menemukan hasil yang memuaskan, namun pemerintah sudah berikrar akan membuat seluruh penerbangan jarak pendek dalam negeri di Norwegia wajib menggunakan pesawat listrik pada 2040.

Sejalan dengan pemerintah, penduduk Norwegia yang berjumlah sekitar 5,4 juta orang juga sudah menyadari betapa pentingnya penggunaan energi terbarukan di dunia penerbangan.

Baca juga: Pesawat Listrik NASA X-57 Maxwell Segera Terbang Perdana

Tak hanya itu, mereka juga mulai mengkampanyekan “flight shaming”, guna membuat orang-orang di sekeliling mereka yang masih bepergian menggunakan pesawat agar merasa malu karena telah menyumbang percepatan pemanasan global dan mendorongnya untuk beralih ke moda transportasi lain, terutama kereta.

Jadi, bila pesawat listrik komuter buatan Tecnam dan Rolls-Royce, P-Volt, bermitra dengan maskapai regional terbesar di negara tersebut, tentu itu adalah keputusan terbaik dan sangat menguntungkan.

LEAVE A REPLY