Pria Bergaya “The Texas Chainsaw Massacre” Ancam Penumpang Kereta di San Francisco

the texas chainsaw massacre (Tyneside Cinema)

Seorang pria pada 29 Oktober 2018 diamankan karena membawa gergaji mesin dan seperti mengancam penumpang kereta San Francisco karena mengangkat-angkat. Tingkah lakunya itu terekam dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter oleh seorang penumpang kereta.

Baca juga: Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan Kereta

KabarPenumpang.com melansir dari laman wmcactionnews5.com (31/10/2018), pria bernama Patrick Bingman itu dituduh mengacungkan gergaji mesin miliknya. Dia juga dituduh membuat ancaman kriminal serta menyalahgunakan harta yang hilang dan pencurian.

“Itu, jadi kamu tidak perlu memotong kepalamu dengan gergaji ini,” ujar Bingman saat terekam video.

Kemudian dia meletakkan gergaji dan membuka kardus di belakangnya dan terlihat berlatih menyalakan mesin gergaji itu. Penumpang yang merekam video tersebut setelah mengunggah kemudian men-tag Bay Area Rapid Transit (BART) dalam tweetnya.

“Kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” ujar akun Twitter resmi BART saat menanggapi video tersebut.

Pihak BART kemudian meminta pengendara untuk menyerahkannya melalui BART Watch App dan penumpang lain pindah ke gerbong lain untuk mendapat bantuan. Para petugas keamanan mengatakan bahwa gergaji mesin yang dipegang Bingman sendiri tidak pernah menyala.

Kejadian ini seperti mengingatkan akan film The Texas Chainsaw Massacre, dimana lima orang muda mudi yang melakukan perjalanan ke Lynyrd Skynyrd untuk menonton konser setelah kembali dari Meksiko untuk membeli ganja. Kemudian ketika kelimanya melalui Texas, mereka mengangkut seorang yang terlihat tak bergairah dan putus asa.

Baca juga: Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

Orang itu saat diajak berbicara mengatakan sesuatu tentang orang jahat dan tidak jelas kemudian menarik pistol dan menembak dirinya sendiri di bagian mulut. Kelima orang itu pergi ke sebuah restoran untuk meminta bantuan dan mereka diberitahu untuk ke pabrik bertemu dengan seorang sheriff. Namun, bukannya menemukan sheriff itu, satu persatu dari mereka harus tewas karena seseorang dengan wajah rusak yang membunuh dengan menyiksa mereka dengan gergaji mesin.

Bahkan pelaku melakukan pembunuhan dengan menggunakan sebuah gergaji. Dari kelimanya hanya satu orang yang selamat dari peristiwa tersebut. Dua hari kemudian, dua petugas investigasi dibunuh oleh pelaku saat melakukan investigasi TKP.