PT MRT Jakarta Mulai Coba System Acceptance Test

System Acceptance Test PT MRT Jakarta

Sebagai moda transportasi baru yang akan hadir di Jakarta pada 2019 mendatang PT MRT Jakarta tengah mempersiapkan diri sebaiknya. Tidak hanya meningkatkan mobilitas, tetapi PT MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan bagi ibu kota.

Baca juga: Listrik Telah Tersambung, MRT Jakarta Siap Uji Coba Wahana

Selain menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan dimana masyarakat melakukan perubahan gaya hidup dengan meninggalkan kendaraan pribadi dan menggunakan kendaraan umum, juga untuk memperbaiki kualitas udara. Apalagi belakangan kualitas udara ibu kota Jakarta buruk dan masuk dalam posisi lima besar dunia dengan kualitas udara terburuk.

Kemarin, System Acceptance Test (SAT) mulai dicoba oleh PT MRT Jakarta menggunakan rangkaian kereta pertama yang kini sudah ada di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Uji coba pertama tesebut dilakukan untuk melihat sistem persinyalan kereta, telekomunikasi dan Overhead Catenary System (OCS) dengan menjalankan kereta MRT rangkaian pertama.

Perjalanan kereta itu dimulai dari Depot Inspection Shed area, stabling track 1 hingga ke Depot Access Line (DAL). Uji coba ini sendiri juga dilakukan untuk melihat apakah pasokan listrik yang ada bekerja dengan baik. Uji coba yang dilakukan PT MRT Jakarta sendiri saat ini menggunakan mode Automatic Train Protection (ATP) dengan kendali manual oleh masini untuk track di area Depo.

“Sore ini kita melihat kegiatan pengetesan SAT menggunakan rangkaian kereta pertama sekaligus mengecek pasokan listrik dan daya yang bekerja dengan baik. Uji coba ini telah sesuai dengan target MRT Jakarta bahwa 9 Agustus 2018 ini uji coba pertama dilakukan,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar melalui keterangan pers yang diterima KabarPenumpang.com, Kamis (9/10/2018).

Baca juga: Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan

Tak hanya itu, PT MRT Jakarta sendiri juga melakukan uji lanjutan lainnya yakni uji coba berkecepatan rendah, kecepatan medium dan kecepatan tinggi. Untuk pengoperasiannya kereta MRT Jakarta akan menggunakan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC) langsung dikendalikan dari ruang Operation Control Center (OCC) oleh Traffic Dispatcher. Kelebihan sistem persinyalan ini salah satunya memungkinkan pengaturan rentang waktu antarkereta di jalur utama diatur oleh Pusat Kendali Operasi atau OCC.