Rampung Pembaruan Software 737 MAX, Boeing Siap Serahkan Hasilnya ke FAA Guna Sertifikasi

Boeing 737 MAX 8. Sumber: istimewa

Setelah melakukan pembenahan perangkat lunak (software) pada pesawat Boeing 737 MAX beberapa waktu yang lalu, kini perusahaan yang berbasis di Negeri Paman Sam tersebut menargetkan persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA) bisa keluar pada awal minggu ketiga bulan Mei 2019 mendatang. Selain itu, dua sumber dari pihak produsen pesawat ini juga mengatakan bahwa mereka akan mulai menerbangkan kembali pesawat-pesawat jenis ini pada pertengah Juli.

Baca Juga: ‘Curi’ Pasar Boeing, Airbus Genjot Produksi A321XLR

Tanggal yang dirilis oleh Boeing tersebut merupakan timeline sementara dari perusahaan yang pada kesempatan sebelumnya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah maskapai dan otoritas terkait guna membahas pembenahan software tersebut. Ya, sebagaimana yang kita ketahui bersama, software masuk pada bagian navigasi ini memegang peranan penting dalam dua kecelakaan yang dialami oleh Lion Air di Tanjung Karawang pada akhir tahun 2018 lalu dan Ethiopian Airlines di Addis Ababa pada awal Maret 2019 kemarin.

Kendati telah menentukan tanggalan di atas, namun pihak Boeing masih belum menyerahkan pembaruan software tersebut ke pihak FAA dengan dalih yang tidak diutarakan. Kedua sumber dari internal Boeing ini mengaku tidak punya kewenangan untuk membeberkan fakta lanjutan terkait pemberitaan terbaru ini.

“Kini perusahaan tengah berfokus untuk mengembalikan 737 MAX kembali ke layanannya seperti sedia kala – tentu saja dengan komponen software yang sudah diperbaharui,” tutur seorang juru bicara dari Boeing.

Baca Juga: Pesanan ‘Kering,’ Boeing Alihkan SDM Untuk Perbaharui Sistem 737 MAX

Sementara itu, CEO Boeing, Dennis Muilenburg mengatakan pada minggu lalu bahwa pihaknya telah menyelesaikan uji penerbangan dengan software yang sudah diperbaharui sebelum pada akhirnya pembaruan tersebut akan diserahkan kepada pihak FAA guna mendapatkan sertifikasi.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnbc.com (23/4/2019), selain sertifikasi dari FAA, satu hal lain yang harus dilalui oleh Boeing sebelum mengembalikan pesawat ini ke layanan adalah melakukan pelatihan kepada para pilot tentang pembaruan software ini, dimana ini merupakan tahapan tambahan yang dianjurkan oleh para regulator internasional.