Gara-Gara Balon Helium, Perjalanan Kereta di Inggris Rugi 1 juta Poundsterling

(railway-technology.com )

Balon helium atau balon yang diisi gas, biasanya menjadi pilihan anak-anak untuk bermain karena memiliki warna yang cukup menarik atau bentuk yang beraneka ragam. Tak hanya itu, balon helium juga kerap kali diterbangkan oleh pasangan pengantin, kelulusan siswa baik di sekolah maupun universitas sebagai tanda parayaan.

Baca juga: Balon Udara, Teror Si Bulat Warna-Warni Untuk Dunia Aviasi

Tapi siapa yang sangka, balon helium ini membawa petaka dalam perjalanan kereta api? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (18/4/2019), Network Rail mempersalahkan balon helium dalam keterlambatan keberangkatan kereta api di Inggris.

Pasalnya banyak balon helium ini yang terlepas dan pengikatnya tersangkut di jaringan listrik kereta serta membuat kusut. Menyoroti masalah ini, Network Rail mengatakan pihaknya telah mencatat 619 insiden terkait balon pada tahun 2018 lalu di Inggris, Skotlandia dan Wales.

Balon itu menjadi kusut di kabel overhead tegangan tinggi yang menyebabkan penundaan dan gangguan listrik. Hal ini pun membuat saluran atau jaringan listrik dimatikan untuk membersihkan dari kabel kusut balon helium yang tersangkut.

Hal ini juga terjadi di Stasiun Smethwick Rofle Street di West Midlands ketika balon helium melilit kabel overhead. Peristiwa ini dari data yang ada telah menunda ratusan penumpang kereta api. Adanya masalah ini bukan hanya menunda keberangkatan penumpang tetapi juga menyebabkan kerugian hingga sekitar 1 juta poundsterling per tahun.

“Jika Anda berada di platform stasiun kereta api dengan balon foil yang diisi dengan helium pada seutas tali dan ia bersentuhan dengan kabel overhead yang membawa 25.000V, yang dapat menyebabkan besar cedera atau kematian. Idealnya, kami meminta orang untuk tidak membawa balon ke stasiun kami sama sekali. Sebagai alternatif, bawa mereka ke dalam tas agar risiko mereka mengambang ke atas diminimalkan,” ujar Network Rail London North Western chief chief operating officer James Dean.

Asosiasi Nasional Seniman dan Pemasok Balon (NABAS) juga menyuarakan dukungannya terhadap keprihatinan yang diangkat oleh Network Rail. Ini telah meluncurkan kampanye untuk melarang balon foil terbang, lampion dan benda udara serupa dengan tali plastik atau pita yang terpasang.

Baca juga: Terbangkan Balon Udara di Jawa Tengah, Tradisi Sejak Zaman Belanda

“Balon membawa kesenangan dan warna dan rasa pada setiap perayaan, tapi tolong terbangkan balon dengan tanggung jawab, dan jangan pernah melepaskan balon ke atmosfer. Hormati lingkungan dan cegah bahaya dan penundaan yang tidak perlu,” ujar Ketua NABAS George Oustayiannis mengatakan.