Setelah Alpha One Vahana, Kini Giliran P2 Xcursion yang Uji Terbang

P2 Xcursion, si kecil yang baru saja sukses melakoni uji penerbangan perdananya di ketinggian. Sumber: newatlas.com

Setelah pemberitaan terakhir seputar moda udara berdaya listrik dihuni oleh uji coba penerbangan yang sukses dilakoni oleh Alpha One Vahana, kini perkembangan moda semacam ini juga merambah belahan dunia lainnya. Kali ini ada Equator Aircraft dengan mahakaryanya, P2 Xcursion yang juga dikabarkan berhasil melakukan uji coba penerbangan perdananya baru-baru ini. Setelah serangkaian proses terkait perijinan berhasil dilewati oleh perusahaan dengan mulus, kini pencapaian tersendiri juga telah ditorehkan oleh Equator Aircraft.

Baca Juga: [VIDEO] Uji Penerbangan Alpha One Vahana yang Berikan Gambaran Moda Transportasi Futuristik

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (22/4/2019), uji penerbangan yang dilakukan pada 29 Maret 2019 kemarin ini dilakukan di Eggemoen Technology Park, Norwegia. Uji penerbangan ini pun masih dikendalikan oleh Eskil Amdal, pilot uji yang juga pernah menerbangkan moda ini sebelumnya di ketinggian rendah. Bedanya, kali ini Eskil harus menerbangkan prototipe dari P2 Xcursion pada tingkat ketinggian yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Kendati sudah pernah melakukan penerbangan dengan menggunakan moda yang mampu menampung satu orang penumpang ini sebelumnya, namun Eskil masih saja merasa nervous ketika hendak menjalani penerbangan ini. Adapun inti dari uji penerbangan ini adalah untuk melihat kemampuan P2 Xcursion untuk melakukan kontrol yang sempurna, serta sejumlah poin yang berkaitan dengan stabilitas dan dinamika pesawat.

Ketika uji penerbangan ini berlangsung, prototipe hanya terbang dengan menggunakan mesin ENGIRO M97 dengan kapasitas 97 kW yang ditenagai oleh baterai lithium-ion dengan berat 100 kg (220 lb), sehingga memberikan daya tahan penerbangan total sekitar 35 menit. Namun pihak perusahaan mengatakan akan mengubah pesawat ini ke versi yang baru sehingga dapat mengudara selama kurang lebih 105 menit.

Baca Juga: Peneliti University of Michigan: Kendaraan VTOL Listrik Lebih Ramah Lingkungan Ketimbang Mobil Listrik

Jika dilihat spesifikasinya, adapun bobot dari P2 Xcursion ini mencapai 750 kg dan mampu mengangkut beban hingga seberat 240 kg. Sedangkan untuk masalah teknis, P2 Xcursion ini mampu melesat hingga kecepatan jelajah maksimum 130 knot (150 mph, 241 km/jam), dengan jangkauan maksimum hingga 845 nm (972 mi, 1.565 km).

“Ini merupakan momentum berharga bagi perusahaan, dan kami sangat-sangat menantikan waktu dimana pesawat kami dapat mengudara secara komersial,” tutur CEO dari Equator Aircraft, Tomas Brødreskift.

“Kami senang dapat melihat pesawat ini terbang sesuai dengan ekspektasi sebelumnya, dan kami tidak sabar untuk kembali melakukan uji penerbangan di waktu yang akan datang – tentu saja dengan versi yang lebih baru.” tutupnya.