Wednesday, May 25, 2022
HomeDaratRangkaian Eksekutif “Gandut” Siap – siap Dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir

Rangkaian Eksekutif “Gandut” Siap – siap Dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir

Stasiun Gubug (GUB), Stasiun Brumbung (BBG), dan Stasiun Jerakah (JRK) merupakan tempat ‘peristirahatan’ bagi rangkaian kereta kelas eksekutif yang menjadi raja jalan baja di jalur utara Pulau Jawa. Ya, rangkaian ini kerap kali dijadikan sebagai angkutan nomor satu untuk perjalanan kereta api eksekutif dengan rute Stasiun Gambir (GMR) sampai Stasiun Surabaya Pasar Turi (SBI) pp.

Baca juga: Stasiun Pasir Bungur – Tumpukan Menjulang Tinggi di Lokasi “Kuburan” Kereta

Julukan eksekutif “gendut” yang acap kali disebut – sebut oleh penggemar kereta api ini sempat menanyakan keadaan dan kondisi terakhir saat sudah tidak kembali berdinas sebagai sarana angkutan penumpang yang mewah ini. Saat tim kabarpenumpang.com telusuri sekaligus perjalanan ke wilayah Daerah Operasi (Daop 4) Semarang menggunakan KA Ambarawa Ekspres (Semarang – Cepu) dan KA Kaligung (Semarang – Tegal), rangkaian tersebut terlihat dan teronggok di jalur simpan Stasiun Gubug, Brumbung, dan Jerakah.

Memang masih terlihat tak begitu parah dari rangkaian kelas 1 ini, namun beberapa bagian atap dan cat yang semakin terkikis dan terkelupas akibat terkena faktor cuaca yang berubah – berubah. Sebagai diketahui, rangkaian eksekutif ini pernah digunakan sebagai rangkaian KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Lawu, dan KA Argo Sindoro. Tak Cuma badannya yang terlihat bongsor, namun bagian bogie (jenis K9) dari kereta ini menggunakan Air Suspensi pertama kali yang di jalankan di lintas jalur utara dan selatan.

Tetapi sayangnya, dalam pengoperasiannya, kereta ini sering mengalami kecelakaan, seperti anjlokan. Hal ini disebabkan akibat bogie K9 yang sensitif terhadap kondisi rel di Indonesia, juga terhadap belokan. Karena seringnya kecelakaan itulah, Departemen Perhubungan Indonesia menginstruksikan PT Kereta Api untuk menarik seluruh kereta kelas Anggrek ini mulai Desember 2010, dan akhirnya KA Argo Bromo Anggrek menggunakan kereta eksekutif biasa untuk sementara waktu. Rangkaian itu dipinjam dari kereta api Sembrani eksekutif dengan jendela (seperti) pesawat.

Baca juga: Terbengkalai, Terowongan Kereta Ini Disulap Jadi Kolam Renang

Hingga kini rangkaian tersebut masih berada di tiga stasiun menunggu keputusan kapan untuk di evakuasi ke lokasi pembuangan kereta. Karena PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini telah meremajakan rangkaian kereta yang tak laik digunakan baik usianya yang terlampau lama maupun kondisi dari kereta itu sendiri. (PRAS – Cinta Kereta Api)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular