Ratusan Pilot Asing yang Dipecat Cathay Pacific Kena Prank! Visa Ditolak Otoritas Hong Kong

0
Ilustrasi pilot. Foto: rt.com

Puluhan atau mungkin ratusan eks pilot asing Cathay Pacific kena prank. Mereka sebelumnya dijanjikan akan dipekerjakan di Hong Kong usai dipecat maskapai nasional Hong Kong tersebut. Faktanya, visa kerja mereka ditolak otoritas Hong Kong.

Baca juga: Alert! Cathay Pacific Lakukan ‘Tsunami’ PHK Pilot di Seluruh Dunia

Cathay Pacific terus melakukan efisiensi dan efektivitas operasional menyikapi turunnya traffic penerbangan. Bahkan, tahun 2025 mendatang, maskapai berencana mengoperasikan hanya satu pilot di pesawat Airbus A350 miliknya. Tak pelak, banyak pilot mereka di Eropa, Amerika Serikat (AS), Australia, Selandia Baru, dan Kanada yang dipecat atau di-PHK.

PHK besar-besaran terhadap pilot dilakukan sebagai bagian dari tinjauan operasional pilot di luar negeri. Ketika itu, pilot-pilot Cathay Pacific di Kanada dipastikan terkena PHK terlebih dahulu. Tak lama setelahnya, basis pilot di Australia dan Selandia Baru juga akan ditutup dan seluruhnya dipecat.

Sedangkan untuk basis pilot di Eropa dan AS masih sedikit beruntung, dimana Cathay Pacific akan mengevaluasinya sampai akhir tahun ini. Bila dirasa merugikan, bukan tak mungkin basis pilot-pilotnya di sana juga akan ditutup dan seluruhnya di-PHK.

Persiapan ‘tsunami’ PHK Pilot Cathay juga sudah berjalan. Di Eropa dan AS, gaji pilot-pilot Cathay sudah dipangkas sampai setengahnya. Sedangkan di Kanada, gajinya dipotong hingga menyisakan dua pertiga. Itu masih lebih baik dibanding nasib para pilot Cathay di Australia yang belum digaji sejak beberapa bulan.

Walaupun begitu, perusahaan tetap akan membuka ruang dialog sebelum mem-PHK pilot-pilotnya di wilayah-wilayah tersebut. Itu dilakukan agar hak-hak pilot bisa tetap diakomodir perusahaan tanpa adanya kisruh yang menyertai keputusan.

Deborah McConnochie, manajer umum Cathay untuk aircrew, menyebut, kendati PHK pilot baru merambah Kanada, namun itu tidak bisa dianggap enteng. Ini menjadi sinyal kuat perusahaan terhadap kondisi keuangan yang tidak sehat, performa yang buruk akibat penerbangan penumpang sepi, dan PHK pilot Cathay di wilayah lainnya.

“Covid-19 terus berdampak buruk pada industri kami dan maskapai penerbangan kami. Menyusul rekor kerugian pada tahun 2020, semua tindakan penyimpanan kas perusahaan terus berlanjut. Jelas bahwa kami harus terus meninjau semua area bisnis untuk memastikan kami muncul secara kompetitif dari krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya ini,” jelasnya.

Setelah dipecat atau di-PHK, Cathay Pacific menjanjikan mereka akan dipekerjakan kembali di Hong Kong. Namun, baru-baru ini, laporan Travel Radar menyebut, Departemen Imigrasi Hong Kong menolak permohonan visa pilot asing, tepatnya dari Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Jerman, eks Cathay Pacific.

Baca juga: Parah, Pilot dan Pramugari Cathay Pacific Kerja 5 Pekan Tanpa Libur!

Eks pilot Cathay Pacific lainnya yang dahulu bekerja di basis pangkalan di London, masih dalam proses peninjauan kembali oleh otoritas. Tetapi, besar kemungkinan, visa mereka juga akan ditolak.

Tak disebutkan dengan jelas landasan apa yang diambil otoritas Hong Kong dalam menolak pengajuan visa eks pilot Cathay Pacific. Tetapi, besar kemungkinan karena kebijakan ketat menangkal virus Corona.