Restoran dan Katering di Bandara Praha Gunakan Telur dari Ayam yang Tidak Dikandangkan

ilustrasi telur

Ini terdengar unik, restoran dan perusahaan katering yang dioperasikan oleh operator Vaclav Havel Airport Prague di Praha, Republik Ceko akan mulai menggunakan telur hanya dari ayam yang tidak dikurung. Keputusan ini diambil dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas makanan bagi penumpang dan karyawan di bandara.

Baca juga: Tak Hanya di Imigrasi Bandara, Restoran Cepat Saji Mulai Adopsi Pemindai Wajah Untuk Pemesanan

KabarPenumpang.com melansir dari laman prague.tv (31/7/2018), bahwa perusahaan hanya membeli telur dari pemasok yang menggunakan metode selain mengurung untuk memelihara ayam petelur. Langkah ini muncul setelah beberapa retail besar di Ceko mengumumkan peralihan tersebut meskipun memiliki waktu transisi yang panjang karena jumlah penjualan yang jauh lebih tinggi.

“Kami percaya bahwa persyaratan pelanggan memiliki potensi untuk mempengaruhi cara etis memproduksi makanan serta kualitasnya. Kami senang bahwa kami telah menetapkan arah ini dan telah mampu mengimplementasikan proyek spesifik dalam waktu yang sangat singkat. Pada saat yang sama, kami berharap dapat menjadi teladan bagi perusahaan lain yang membeli telur,” ujar Prague Airport’s corporate responsibility specialist, Hana van der Hoeven.

Adanya ketertarikan menggunakan telur ayam yang tidak dikurung dalam pemeliharannya setelah ada laporan di salah satu televisi Ceko yang menunjukkan kondisi sebuah peternakan ayam. Beberapa ritel besar seperti rantai termasuk Lidl, Globus, Kaufland, Penny Market, Billa, Ahold, Tesco dan e-shop Rohlík.cz mengumumkan mereka akan berhenti membawa telur dari ayam yang dikandangkan, tetapi beberapa mulai mengalami transisi hingga akhir 2025.

Penundaan ini karena, untuk menghasilkan pada volume tinggi, fasilitas bebas kandang baru harus dibangun. Banyak produsen telur Ceko yang baru saja berubah dari satu jenis kandang ke yang lain, tetapi sekarang harus berubah lagi untuk memenuhi permintaan telur bebas kandang.

Uni Eropa pada 1 Januari 2012 telah melarang beberapa jenis kandang. Aturan baru memungkinkan kandang diperluas dengan jumlah ruang minimum yang ditentukan atau sistem alternatif yang menentukan jumlah ayam per meter persegi dalam ruangan.

Baca juga: Wow! Bandara-Bandara Ini Memiliki Restoran Bintang 5 di Dalamnya

Para peternak Ceko menanggapi aturan Uni Eropa, dimana sebagian besar dikonversi ke kandang yang ditingkatkan sebagai sistem alternatifnya. Bisa dikatakan sejak 2012 memilih cara itu karena harganya paling murah dari negara Uni Eropa lain yang telah menerapkan larangan penuh.

Seperti Jerman, Belgia atau Inggris memiliki standar hidup yang tinggi dan daya beli yang lebih tinggi. Negara-negara dengan daya beli yang rendah, termasuk Ceko, Slovakia dan Spanyol, masih cenderung menggunakan telur dari ayam yang dikandangkan.