Ridership Meningkat, MRT Jakarta Hadirkan Kereta Khusus Pesepeda Non Lipat

0
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bawa sepeda non lipat masuk dalam kereta MRT Jakarta (MRT Jakarta)

Penumpang MRT Jakarta mulai merangkak naik hingga 24 ribu penumpang per hari setelah tahun lalu merosot cukup signifikan karena pandemi Covid-19. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, peningkatan ini merupakan upaya yang patut disyukuri dan berharap ridership meningkat kembali ke 65 ribu penumpang per hari seperti sebelum pandemi terjadi.

Baca juga: Rencana MRT Jakarta Akuisisi KCI Ditolak Serikat Pekerja KAI, Pengamat: Barang Sudah Bagus Jadi Rebutan

William menyebutkan, meski sempat merosot, tetapi pihaknya menawarkan fitur terbaru di aplikasi MRT Jakarta dalam versi 3.0 yang lebih kreatif. Di mana tampilan baru dengan fitur baru seperti pinjam buku digital, fitur reminder mengingatkan waktu keberangkatan dan join participation yang mana pelanggan bisa memberi bintang satu hingga lima tentang kenyamanan menggunakan MRT Jakarta.

“Ada juga kartuku dan promo, ada loyaltu program yang bisa didapatkan di MRT Jakarta. Selain itu kalau kita lihat di aplikasi kita banyak program kerja sama, klaborasi yang tujuannya meningkakan kepercayaan publik, integrasi dengan PPD dengan TJ dengan taksi blue bird dengan tebengan inisiatif bersama. first miles dan last miles lalu ada dengan lazada dengan klik dokter bia dengan pasar polis,” ujar William dalam forum jurnalis, Rabu (17/3/2021).

William menambahkan, dengan jejak_in anda bisa mengkonversi jejak karbon karena naik MRT dan bisa dikembangkan ke inisiatif-inisiatif lingkungan yang mulai ramai digunakan.

Tak hanya adanya inisiatif baru pada aplikasi, William menjelaskan pihaknya juga melakukan overhaul atau perawatan menyeluruh pada kereta mereka. Yang mana perawatan ini dilakukan empat tahun sekali nantinya dan dimulai pada Agustus 2021.

“Perawatan menyeluruh ini kita mulai persiapan dengan melatih SDM yabg akan merawat mulai dari pencucian Boogie, penggantian pelumas, sistem kelistrikan hingga kestabilan dari roda serta perawatan terhadap bodi kereta dan lainnya,” jelas William.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Dalam forum jurnalis, William juga menyebutkan bahwa nantinya tidak hanya sepeda lipat yang bisa masuk ke dalam MRT Jakarta seperti saat ini. Tetapi sepeda biasa juga akan bisa masuk ke dalam kereta. Yang mana nantinya akan ada gerbong khusus untuk pesepeda.

Baca juga: Dirut MRT Jakarta Bocorkan Rencana Pembangunan Jalur Fatmawati-TMII Jadi Fase 4

“Sepeda non lipat akan diperbolehkan masuk ke dalam kereta. Lalu nanti akan ada gerbong khusus untuk pesepeda dan jalur di dalam stasiun,” ucap William.

LEAVE A REPLY