Sesama Anggota SkyTeam, Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia Sepakati Codeshare dan MRO

Penadatanganan MoU antara Vietnam Airlines dengan Garuda Indonesia (Garuda Indonesia)

Maskapai Vietnam Airlines diwartakan telah bekerjasama dengan Garuda Indonesia di bidang kemitraan codeshare, pelayanan MRO (Maintenance, Repair dan Overhaul) dan kargo. Penandatangan kerjasama ini saat kunjungan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong ke Indonesia.

Baca juga: Petualangan, 47 Negara Dilalui Tanpa Penerbangan Selama 3 Tahun

Perluasan codeshare ini untuk melayani rute Hanoi – Ho Chi Minh City/ Ho Chi Minch City ke Singapura dan Singapura ke Jakarta, serta Bali ke Jakarta. Perluasan kemitraan kedua maskapai ini, juga untuk memperkuat kerjasama dalam kontribusi pada pengembangan Aliansi SkyTeam. Codeshare merupakan sebuah perjanjian bisnis penerbangan di mana dua maskapai berbagi penerbangan yang sama. Sebuah kursi dapat dibeli di satu maskapai penerbangan namun sebenarnya dioperasikan oleh maskapai rekanan di bawah nomor dan kode penerbangan yang berbeda.

Presiden dan CEO Vietnam Airlines, Duong Tri Than mengatakan , sejak 2006, Vietnam airlines dan Garuda indonesia telah bekerjasama dengan efektif dan membuahkan hasil nyata.

“Kerjasama ini membawa kerjasama kami lebih jauh kearah kemitraan yang solid dan saling menguntungkan serta membantu kedua maskapai mencapai potensi pasar yang luas. engan mitra lama Garuda Indonesia, kami berharap dapat melihat lebih banyak penumpang yang bepergian antara Vietnam dan Indonesia, dan pelanggan kami dapat memperoleh keuntungan dari lebih banyak pilihan penerbangan serta kualitas layanan internasional yang sangat baik dari dua maskapai penerbangan terkemuka di Asia,” ujar Duong yang dilansir KabarPenumpang.com dari incentivetravel.co.uk (25 August 2017).

Presiden dan CEO Garuda Indonesia, Pahala Masury menambahkan, dengan kerjasama Vietnam Airlines ini, bisa mencakup jaringan lebih jauh lagi di Asia Tenggara. Sebab Vietnam bisa dikatakan pasar yang penting bagi Indonesia.

“Kami menawarkan perjalanan dimana penumpang semakin banyak bepergian di antara kedua negara tersebut. Kesepakan ini juga diharapkan bisa mendorong aktivitas perdagangan dan pariwisata dengan membuat Indonesia lebih mudah diakses oleh pengunjung dari Vietnam,” kata Pahala.

Diketahui, dari Pusat Penerbangan Asia pasifik, pasar Asia Tenggara saat ini berkembang lebih cepat dari rata-rata globalnya di hampir semua kawasan Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan ekonomi di kelas menengah pada kawasan Asia Tenggara.

Dari hasil tersebut ada enam dari sepuluh negara Asia Tenggara yang memiliki pertumbuhan dalam lalu lintas penenumpang dan posisi teratas di pegang oleh Vietnam dan diperkirakan tahun 2017 ini, tren akan terus berlanjut.

Bacaa juga: Garap Potensi Wisata, Indonesia Tawarkan Penerbangan Langsung ke Myanmar

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) total lalu lintas penumpang internasional di Indonesia naik 8,16 persen dari 13,66 jya pada tahun 2015 menjadi 14,77 juta pada 2016 kemarin. Jumlah penumpang internasional ini meningkat di Indonesia karena didorong oleh ekonomi yang lebih kuat pada aktivitas dan jumlah kelas menengah.

Kenaikan ini juga terlihat pada penumpang domestik pada tahun 2015 sebanyak 68,78 juta naik menjadi 80,45 juta ata sebanyak 16,97 persen di tahun 2016. Pertumbuhan penumpang yang luas membuat Indonesia menjadi negara ketiga terbesar dalam pembelian pesawat terbang setelah China dan India.

Perkembangan dan pertumbuhan industri penerbangan Indonesia yang kuat membuka peluang baru bagi bisnis penerbangan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang solid, yang didukung oleh segmen kelas menengah yang sedang berkembang, selanjutnya akan mendorong perjalanan udara.